Retail: Pengertian, Karakteristik, Jenis, dan Peluang Karier

Diperbarui 19 Jun 2025 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Alisatul Aini

Retail atau ritel adalah salah satu sektor di dunia kerja yang menyimpan banyak peluang pekerjaan.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Bagi kamu yang ingin bekerja di sektor ini, ada baiknya untuk mengetahui dulu pengertian dan serba-serbi retail itu sendiri.

Tak perlu khawatir karena Glints sudah menyiapkan rangkuman lengkapnya di bawah ini.

Yuk, dibaca sampai akhir!

Apa Itu Retail?

Dilansir dari Shopify, retail atau ritel adalah penjualan produk atau layanan langsung kepada konsumen untuk penggunaan pribadi.

Transaksi itu sendiri dapat terjadi melalui sejumlah saluran penjualan yang berbeda, seperti toko online, toko fisik, atau melalui penjualan langsung.

Pihak yang melakukan bisnis retail adalah retailer. Ada beberapa tahapan dalam rantai pasokan atau supply chain. 

Nah, para retailer akan menjual produk akhir dalam rantai pasokan, bukan produk yang akan didistribusikan atau dijual kembali oleh konsumen.

Dalam bahasa Indonesia, retail artinya eceran atau barang yang diecer.

Setiap kali kita berbelanja, baik itu bahan makanan, pakaian, buku, elektronik, atau furnitur, sebenarnya kita membeli produk eceran.

Baca Juga: Memilih Media Sosial untuk Bisnis: Perhatikan Dulu 6 Hal Ini

Cara Kerja Bisnis Retail

Setelah memahami arti retail, mari kita pelajari lebih rinci lagi cara kerjanya, dilansir dari The Balance.

Pengecer mengandalkan sistem yang memasok barang dagangan kepada mereka untuk dipasarkan ke konsumen.

Untuk memperoleh stok barang dagangan dan memastikan bahwa mereka memiliki produk yang ingin dijual, retailer harus bekerja sama dengan perusahaan yang beroperasi dalam rantai pasokan ritel.

Rantai pasokan ritel sendiri terdiri dari produsen, pedagang grosir, pengecer, dan konsumen (pengguna akhir).

Berikut peran mereka masing-masing.

  • Produsen: memproduksi barang dengan menggunakan mesin, bahan mentah, dan tenaga kerja.
  • Pedagang grosir: membeli barang jadi dari produsen dan menjual barang tersebut ke pengecer dalam jumlah besar.
  • Pengecer: menjual barang dalam jumlah kecil ke pengguna akhir dengan harga eceran yang lebih tinggi, sesuai yang disarankan produsen.
  • Konsumen: membeli barang dari pengecer untuk penggunaan pribadi.
Baca Juga: New Retail: Apa Itu, Model Bisnis, dan Sejarahnya

Karakteristik Bisnis Retail

Untuk mengetahui apakah suatu perusahaan termasuk bisnis retail atau bukan, perhatikan karakteristik di bawah ini.

1. Berjualan langsung pada pelanggan

Retail melibatkan kontak langsung dengan pelanggan tanpa melalui perantara.

Oleh karenanya, bisnis retail harus mampu membangun kepercayaan dengan pelanggan, menawarkan saran yang bermanfaat, dan memberikan pengalaman berbelanja yang positif.

Baca Juga :  7 Pertanyaan Interview Pramuniaga dan Contoh Jawabannya

2. Fokus pada display produk

Ciri selanjutnya adalah adanya strategi penyusunan (display) produk.

Karena produknya cenderung banyak dan langsung dijual pada pelanggan, mereka perlu mempercantik tampilan tempat pembelian.

Tujuannya agar pelanggan dapat dengan mudah menemukan produk yang mereka cari.

3. Punya stok barang dari berbagai merek

Pengecer harus menyediakan serangkaian barang dari beberapa merek berbeda untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Mereka juga harus memastikan bahwa toko mereka memiliki persediaan yang baik dan menawarkan barang yang dibutuhkan pelanggan.

4. Berperan sebagai perantara produsen

Perusahaan pengecer bertindak sebagai perantara antara produsen dan konsumen.

Retailer membeli produk dari produsen dalam jumlah besar dan menjualnya dalam jumlah kecil kepada konsumen.

5. Membantu pemasaran dan promosi berbagai brand

Untuk menghasilkan penjualan, otomatis pengecer akan membantu promosi dan pemasaran produk berbagai brand yang mereka jual.

Misalnya, sebuah toko swalayan bulan ini memberikan diskon 10% untuk produk makanan ringan brand A dan B, serta diskon 5% untuk semua produk pembersih baju.

Jenis-Jenis Retail

Secara garis besar, berikut adalah jenis-jenis perusahaan retail.

1. Berdasarkan produk yang dijual

1. Convenience products

Convenience good adalah barang-barang yang memang membantu kita menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Dikenal sebagai kategori barang yang paling sering dibeli oleh konsumen, produk ini cenderung mudah didapat, harganya relatif murah, dan cepat dikonsumsi.

Toko yang menjual produk ini biasanya disebut convenience store. Menurut Send Pulse, toko ini ukurannya tidak terlalu besar, namun pasti sering kamu temui di mana-mana.

Contohnya termasuk barang-barang pribadi, seperti:

  • sabun
  • pasta gigi
  • skincare
  • makanan siap saji
  • roti
  • susu

2. Shopping products

Jenis produk ritel selanjutnya adalah produk belanja.

Kategori ini tak mencakup barang-barang kebutuhan dasar, melainkan produk yang lebih jarang dibeli sehingga konsumen akan memilihnya dengan hati-hati.

Mereka akan benar-benar membandingkan satu produk dengan produk lainnya berdasarkan harga, ukuran, dan kualitas untuk memutuskan versi mana yang akan dibeli.

Produk-produk ini didistribusikan melalui gerai yang lebih sedikit atau jarang. Contohnya seperti pakaian, tiket pesawat, atau perabot rumah tangga.

3. Specialty products

Produk-produk ini memiliki identifikasi merek khusus yang membuat konsumen bersedia dan mampu melakukan upaya ekstra untuk membelinya.

Baca Juga :  8 Alasan untuk Bekerja di Perusahaan Fintech

Selain itu, konsumen juga biasanya akan menemukan produk ini di sektor ritel yang lebih kecil.

Karena konsumen yang ingin membelinya sudah tahu persis apa yang mereka inginkan, produk-produk ini biasanya tidak dibandingkan satu sama lain seperti shopping products.

Contohnya termasuk pakaian desainer atau kendaraan kelas atas.

4. Unsought products

Sesuai namanya, produk-produk ini bukanlah barang yang akan selalu dicari konsumen setiap harinya.

Namun, konsumen akan mencarinya ketika benar-benar dibutuhkan. Contohnya adalah jual beli peralatan medis dan obat-obatan.

2. Berdasarkan ukuran

1. Department store

Department store adalah toko ritel besar yang terdiri dari banyak bagian, seperti teknologi, pakaian, makanan, hingga otomotif.

Masing-masing bagian memiliki jenis barang, ruang, manajer, dan personelnya sendiri.

2. Specialty store

Pengecer yang hanya menawarkan satu jenis (atau departemen) barang dikenal sebagai specialty store.

Fokus utama toko ini adalah menjual produk merek tertentu atau produk tertentu secara umum.

Misalnya, toko khusus barang elektronik, kecantikan, atau makanan.

3. Convenience store

Convenience store ada adalah jenis pengecer yang berfokus pada kecepatan, kemudahan, dan aksesibilitas untuk menarik konsumen.

Bisnis ini berukuran lebih kecil dan biasanya menjual barang untuk digunakan saat bepergian, seperti makanan kemasan, makanan siap saji, dan barang kosmetik kecil.

Baca Juga: User Experience vs Customer Experience: Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?

Pekerjaan di Bisnis Retail

Dilansir dari Indeed, ada beberapa peluang karier yang bisa kamu kejar di sektor retail, di antaranya adalah:

1. Sales associate

Sales associate adalah karyawan yang paling berhadapan langsung dengan pembeli di sebuah perusahaan ritel.

Tugas utama mereka di toko retail adalah membantu pelanggan dengan menjawab pertanyaan terkait produk, membantu perbandingan produk, dan membantu menemukan produk yang dicari konsumen.

Mereka juga membantu dalam penyetokan ulang serta menjaga kebersihan dan pengorganisasian toko saat mereka tidak membantu pelanggan.

Para karyawan ini harus memiliki keterampilan komunikasi, kerja sama tim, keterampilan pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan organisasi.

2. Kasir

Kasir bertanggung jawab untuk memproses transaksi, termasuk pembelian, pengembalian, dan penukaran.

Selain itu, mereka juga terkadang memiliki tugas tambahan yang harus dipenuhi, seperti menjual sejumlah barang di meja kasir atau mendaftarkan pelanggan ke program membership toko.

Baca Juga :  Shopkeeper: Definisi, Tugas, Kualifikasi, Skill yang Dibutuhkan & Gaji

Mereka harus memiliki kemampuan customer service, mampu menangani transaksi tunai dengan cepat dan akurat, serta keterampilan observasi yang tajam.

3. Customer service

Tanggung jawab utama customer service adalah menanggapi pertanyaan pelanggan melalui telepon atau email.

Untuk melaksanakan tugasnya secara efektif, diperlukan pengetahuan dan pemahaman menyeluruh tentang kebijakan perusahaan dan kepatuhan yang ketat terhadap kebijakan tersebut.

Sebagian besar tugas harian mereka adalah membantu pelanggan yang mengungkapkan kekhawatirannya, mengajukan pertanyaan terkait produk, atau bahkan menyampaikan keluhan.

Mereka harus punya keterampilan komunikasi, interpersonal, dan pemecahan masalah untuk menyelesaikan keluhan, serta memberikan pengalaman positif bagi pelanggan.

4. Merchandiser

Pada dasarnya, mereka adalah penata barang di sebuah toko ritel.

Peran mereka sangatlah penting karena dapat menciptakan tampilan toko yang estetis untuk menarik pembeli agar membeli produk. Namun, pekerjaan mereka sebenarnya lebih dari sekadar membuat tampilan bagus.

Ada metode untuk menentukan pajangan mana yang harus ditempatkan dan bagaimana menempatkannya secara strategis, sehingga pelanggan kemungkinan besar mengambilnya.

Oleh karenanya, merchandiser perlu mengandalkan kreativitas dan pemikiran strategis mereka untuk berkolaborasi dengan tim pemasaran guna membantu promosi.

5. Purchasing

Pekerjaan selanjutnya di sektor ritel adalah staf purchasingkaryawan yang bertanggung jawab untuk meneliti produk dan harga untuk menentukan produk mana yang harus disediakan oleh toko.

Mereka perlu menggunakan keterampilan negosiasi dan manajemen hubungan untuk membangun dan memelihara hubungan dengan pemasok dan produsen.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan penawaran terbaik untuk produk-produk yang akan dibeli.

6. Manajer toko

Manajer toko biasanya mengambil alih tanggung jawab dari pemilik toko ketika mereka sedang mengerjakan terlalu banyak tugas untuk ditangani sendiri.

Tanggung jawab ini dapat mencakup pengelolaan karyawan sehari-hari, penganggaran, perekrutan, pelatihan, dan banyak lagi.

Dalam menjalani tugasnya, manajer toko harus memiliki keterampilan membangun tim, mengatur sumber daya manusia, kepemimpinan, serta komunikasi.

Mereka juga dituntut untuk dapat memotivasi dan menginspirasi karyawan agar mereka dapat bekerja dengan lebih optimal.

Baca Juga: 8 Perbedaan Manajer dan Supervisor: Apa saja, ya?

Kesimpulannya, retail adalah bentuk bisnis penjualan barang eceran kepada konsumen untuk pemakaian pribadi. Dalam bisnis ini, terdapat banyak peluang kerja yang bisa kamu manfaatkan.

Jika kamu masih butuh belajar lebih banyak soal perencanaan karier, ayo baca artikel di Glints Blog!

Ada kategori yang akan membantumu cari tahu tips merencankan karier di berbagai sektor atau industri.

Tertarik? Klik link ini untuk baca kumpulan artikel terbarunya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon