Proposal Skripsi: Definisi, Struktur, dan Proses Penyusunannya

Tayang 11 Mei 2024 - Dibaca 5 mnt

Isi Artikel

    Menyusun proposal skripsi adalah langkah pertama sebelum kamu benar-benar melakukan penelitian untuk menyusun skripsi.

    Tahapan ini umumnya akan kamu jalani ketika memasuki semester 7.

    Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan proposal skripsi dan seperti apa proses penyusunannya?

    Nah, bagi kamu yang sebentar lagi atau mungkin sedang menyusun proposal skripsi, yuk, simak pembahasan Glints di bawah ini!

    Apa Itu Proposal Skripsi?

    Dilansir dari Universitas Negeri Jakarta, proposal skripsi adalah rencana penelitian yang diusulkan oleh mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing.

    Meski baru sebuah rencana, proposal ini tetap harus disusun sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah.

    Nantinya, mahasiswa akan melakukan bimbingan di tiap tahap penyusunan proposal penelitian.

    Jika sudah selesai, mereka lalu akan menjalani sidang seminar proposal di hadapan para dosen penguji. Sidang inilah yang akan menandakan dimulainya penelitian skripsi sesunguhnya.

    Baca Juga: 5 Alternatif Tugas Akhir Pengganti Skripsi, Mahasiswa Wajib Tahu

    Struktur Proposal Skripsi

    Setiap program studi umumnya memiliki panduan pengerjaan proposal skripsi yang mungkin berbeda-beda.

    Secara umum, struktur proposal skripsi terdiri dari 3 bagian saja, yaitu bab pendahuluan, kajian pustaka, dan metodologi penelitian.

    Sebagai gambaran, berikut merupakan penjelasan lebih lengkap terkait strukturnya sesuai dengan panduan dari Fakultas Ekonomi UNJ.

    1. Pendahuluan

    Pada bab pendahuluan, kamu perlu menjabarkan poin-poin di bawah ini:

    1. latar belakang masalah
    2. rumusan masalah
    3. tujuan penelitian
    4. manfaat penelitian

    Intinya, peneliti harus menunjukkan alasan mengapa topik tersebut dipilih untuk diteliti, serta seberapa besar manfaat atau signifikansi dari hasil penelitian untuk kemajuan pengetahuan.

    Tujuan penelitian juga yang nantinya akan memandumu dalam menyusun bab-bab selanjutnya.

    Sebab, tujuan penelitian menentukan metodologi, teori, serta konsep apa yang tepat untuk digunakan.

    2. Kajian pustaka

    Hipotesis penelitianmu perlu diambil dari kajian pustaka yang sudah ditelaah dengan baik.

    Kajian pustaka biasanya meliputi riset teori utama, teori pendukung, dan konsep yang sesuai dengan rancangan penelitianmu.

    Dalam memilih teori dan konsep, kamu tentunya perlu berkonsultasi dengan dosen pembimbingmu.

    Sumber yang bisa diambil untuk menyusun kajian pustaka di antaranya adalah buku, penelitian terdahulu, hingga dokumentasi online berupa teks maupun audio visual.

    3. Metodologi penelitian

    Bab selanjutnya mencakup uraian mengenai metodologi penelitian yang kamu pilih.

    Poin-poin yang termasuk di bab ini di antaranya:

    • metode penelitian
    • pendekatan penelitian
    • objek dan subjek penelitian
    • instrumen penelitian
    • teknik pengumpulan data
    • teknik analisis data
    • validitas dan realiabilitas data
    • tempat dan waktu penelitian
    Baca Juga: 5 Etika Melakukan Penelitian Online untuk Memperlancar Skripsimu

    Proses Pembuatan Proposal Skripsi

    Berikut adalah gambaran proses penyusunan proposal skripsi dari awal hingga akhir, dikutip dari London School of Public Relations.

    1. Pengajuan judul

    Sebelum masuk ke bab 1, kamu biasanya akan diminta untuk mengajukan judul skripsi terlebih dahulu kepada dosen pembimbing.

    Meski hanya pengajuan judul, kemungkinan besar kamu akan ditanya seputar gambaran awal mengenai latar belakang dan tujuan penelitiannya.

    Jadi, siapkan jawabanmu dengan baik dan pastikan kamu tahu alasan memilih judul tersebut.

    2. Menyusun bab 1

    Jika judulmu sudah disetujui, sekarang waktunya untuk mulai menyusun bab pendahuluan.

    Pertama-tama, lakukan riset untuk menyusun bagian latar belakang penelitian.

    Biasanya, bagian ini memerlukan data, statistik, serta referensi penelitian terdahulu untuk menguatkan alasan mengapa suatu masalah dirasa perlu untuk diteliti.

    Selain itu, kamu juga perlu memaparkan secara singkat mengenai kebaruan atau perbedaan skripsimu dengan penelitian terdahulu.

    3. Melakukan revisi

    Setelah selesai menyusun bab 1, konsultasikan terlebih dahulu ke dosen pembimbing.

    Lalu, selesaikan revisi-revisi yang diberikan.

    Sebaiknya jangan lanjut ke bab 2 terlebih dahulu sebelum dosen pembimbing memastikan bahwa bab 1-mu sudah tersusun dengan baik.

    4. Menyusun bab 2

    Sebenarnya, proses penyusunan bab 2 tidak akan jauh berbeda dari riset, menulis, riset, lalu menulis lagi seperti mengerjakan bab 1.

    Namun, di bab 2, kamu mungkin akan lebih sering mengulik dan mengutip sumber dari buku karena sebagian besar bab 2 berisi tentang tinjauan konsep dan teori.

    Tetap saja, referensi dari skripsi atau jurnal terdahulu juga diperlukan saat menyusun bab 2.

    Bahkan, ada beberapa dosen yang menentukan jumlah minimal jurnal yang harus menjadi rujukan di bab ini.

    5. Revisi bab 2

    Sama seperti proses sebelumnya, silakan hubungi dosen pembimbingmu ketika bab 2 sudah selesai disusun.

    Selesaikan revisi-revisi yang ada, lalu lanjut ke bab 3 apabila sudah mendapat persetujuan dari mereka.

    6. Mengerjakan bab 3

    Pada bab metodologi penelitian, kamu tetap harus merujuk pada buku atau penelitian terdahulu terutama dalam memaparkan pengertian masing-masing subbab.

    Setelah itu, barulah kamu kaitkan dengan rancangan penelitianmu.

    Misalnya, pada subbab teknik analisis data, jelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan teknik analisis data dan jenis-jenisnya.

    Selanjutnya, baru jelaskan teknik analisis data seperti apa yang kamu pilih untuk penelitianmu dan alasannya.

    7. Selesaikan revisi bab 3

    Terakhir, konsultasikan bab 3 kepada dosen pembimbingmu.

    Setelah revisinya selesai, konsultasikan kembali sekaligus meminta persetujuan untuk lanjut ke tahap berikutnya, yaitu seminar proposal.

    8. Daftar seminar proposal

    Selesainya bab 3 menandakan selesainya pula proposal skripsi yang kamu buat.

    Apabila kamu sudah mengantongi persetujuan dosen pembimbing, siapkan diri untuk menghadapi seminar proposal.

    Pada seminar proposal atau sempro, kamu harus mempresentasikan proposal penelitianmu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dosen penguji.

    Biasanya, kamu harus menyiapkan berbagai persyaratan administrasi untuk mendaftar, seperti draft proposal, lembar persetujuan dosen, hasil cek plagiasi, dan lain-lain.

    Baca Juga: 5 Tips Persiapan Sidang Skripsi Online agar Berjalan Lancar

    Demikian penjelasan Glints mengenai apa itu proposal skripsi hingga proses pembuatannya.

    Kalau kamu masih butuh lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan, ayo baca artikel lain di Glints Blog!

    Kamu bisa temukan pembahasan lain yang tak kalah menarik, terutama yang berkaitan dengan istilah-istilah akademik atau tugas kuliah.

    Jadi, kamu akan lebih familier dengan proses pembelajaran di kuliah.

    Tertarik? Klik link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait