Pilih-pilih saat Cari Kerja: Baik atau Tidak, sih? Ini Jawabannya

Diperbarui 11 Jun 2025 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Banyak job seeker yang pilih-pilih lowongan saat cari kerja. Di sisi lain, ada pula yang melamar lowongan apa saja selama kesempatannya terbuka.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Kira-kira, manakah yang harus kamu ikuti? Glints punya jawabannya dalam artikel ini.

Yuk, simak selengkapnya!

Kelebihan Pilih-pilih saat Cari Kerja

kelebihan pilih-pilih cari kerja

© Freepik.com

Pertama-tama, kita bahas kelebihan dari memilih-milih peluang kerja.

1. Lebih efisien

Melamar kerja membutuhkan waktu dan tenaga. Ada CV yang harus kamu siapkan hingga waktu yang harus diluangkan untuk wawancara.

Kalau tak memilih-milih lowongan kerja, kamu bisa kewalahan. Sebab, waktu dan tenagamu akan dipakai untuk semua kesempatan yang ada.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Bacaan untuk Para Pencari Kerja Pemula

2. Menumbuhkan rasa percaya diri

Pilih-pilih saat cari kerja juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri. Apalagi, kalau kamu memilih untuk apply lowongan yang sesuai atau hampir sesuai dengan kualifikasimu.

Melansir Career Resumes, saat melamar lowongan yang sesuai kualifikasi, peluangmu ditolak rekruter jadi mengecil.

Kalau tingkat penolakan menurun, kamu jadi lebih percaya diri. Itulah kelebihan memilih-milih kesempatan kerja selanjutnya.

Kekurangan Pilih-pilih saat Cari Kerja

kekurangan pilih-pilih saat cari kerja

© Theworldnews.com

Selanjutnya, kita bahas kekurangan dari pilih-pilih saat apply kerja.

1. Pencarian kerja lebih lama

Misalnya, si A ingin menjadi social media specialist. Kebetulan, ada 10 perusahaan yang membuka lowongannya.

Akan tetapi, A tidak melamar ke semua lowongan itu. Ia memilih-milih dan hanya apply ke dua kesempatan.

Sayangnya, A tidak diterima di dua lowongan tersebut. Delapan lowongan sisanya juga sudah ditutup.

Akhirnya, si A harus menunggu pembukaan lowongan lagi. Itu tentu memakan waktu yang tak sebentar.

Baca Juga :  Berapa Upah Minimum Regional Jakarta 2019?

Inilah yang dimaksud dengan pencarian kerja lama karena menyeleksi lowongan. Semakin dipilih-pilih, lowongan yang kamu lamar jadi semakin sedikit. 

Semakin sedikit lowongan yang kamu lamar, peluang lolos juga jadi mengecil. Akhirnya, pencarian kerja akan memakan waktu yang lebih lama.

Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan Zaman, Ini 11 Tips Mencari Kerja di Era Digital

2. Kehilangan kesempatan kerja menarik

Kalau terlalu pilih-pilih saat cari kerja, kamu bisa kehilangan kesempatan menarik. Supaya lebih jelas, Glints akan memberikan contoh.

Si B adalah pencari kerja yang akan melamar kalau ada lowongan yang:

  • berbentuk full-time (bukan magang atau kontrak)
  • gajinya lebih dari Rp6 juta
  • berkaitan dengan dunia media sosial
  • perusahaannya bergerak di bidang finansial

Di luar kriteria tersebut, bisa saja ada lowongan yang menarik dan cocok untuk B. Akan tetapi, karena kriteria sudah ditetapkan, peluang itu tak dilamar oleh si B.

Baca Juga: Sering Merasa Cemas saat Mencari Kerja? Ini 5 Tips Mengatasinya

Haruskah Pilih-pilih saat Cari Kerja?

haruskah pilih-pilih saat cari kerja

© Shalemag.com

Setelah mengetahui plus minus memilih-milih lowongan, saatnya masuk ke kesimpulan. Apakah pencari kerja harus selektif saat ingin apply kerja?

Pada dasarnya, setiap orang tentu punya preferensi pencarian lowongan sendiri. 

Ada pencari kerja yang membutuhkan gaji besar karena berbagai keperluannya. Ada juga yang tak masalah jika harus memulai karier lewat magang dulu.

Kriteria-kriteria itu bukanlah sebuah masalah. Bahkan, seperti yang sudah Glints sebutkan, pemburuan lowonganmu malah jadi lebih efisien.

Sayangnya, ekspektasi kadang tak seindah realita. Pencari kerja kadang dituntut melakukan penyesuaian cita-cita, setidaknya supaya punya penghasilan dulu.

percaya diri dengan pilihan

© Freepik.com

Pada akhirnya, pilih-pilih saat cari kerja penting. Walau begitu, bukan berarti seluruh kriteria cita-citamu harus terpenuhi.

Baca Juga :  8 Tips Membuat Surat Lamaran Kerja Akuntan, Plus Contohnya

Selalu lihat kembali prioritas kariermu. Lalu, tentukan kriteria lowngan mana yang bisa ditawar dan mana yang tidak.

Apakah kamu baru masuk ke dunia kerja, sehingga setidaknya harus punya pengalaman dulu? Apakah keluargamu benar-benar tak bisa ditinggal, sehingga mau tak mau, kamu tak boleh kerja di luar kota?

Selain itu, seperti dituliskan Business Insider, selalu ingat rencana jangka panjangmu. Rencana itulah yang jadi tujuan besar, jadi jangan terlalu fokus pada pekerjaan jangka pendekmu.

Misalnya, kamu ingin mandiri secara finansial. Akan tetapi, karena baru memulai karier, gajimu belum terlalu besar.

Coba jalani dan nikmati dulu, serta terus kembangkan skill. Perlahan-lahan, kualitas dirimu di mata rekruter akan meningkat. Pada akhirnya, gajimu pun akan terus naik.

Supaya kamu tetap fokus pada rencana jangka panjang, coba daftar dulu kriteria pekerjaan ideal yang kamu miliki. Setelah itu, tentukan tingkat prioritas dari kriteria itu. 

Masih bingung dengan eksekusinya? Glints punya template perencanaan karier yang bisa membantumu mendaftar dan menentukan prioritas arah karier.

Manfaat perencanaan karier bukan hanya itu saja, lho. Dokumen tersebut bisa menjadi pegangan ketika kamu merasa kariermu jalan di tempat.

Jadi, yuk, buat career plan-mu sekarang! Klik tombol di bawah ini dan pelajari serba-serbi perencanaan karier, lalu download template gratisnya:

KLIK DI SINI

Demikian penjelasan soal pilih-pilih saat cari kerja. Ingat, jadilah pencari kerja yang selektif, bukan terlalu pemilih.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon