Mengenal Swift, Bahasa Supermudah di Balik Aplikasi iOS

Diperbarui 15 Des 2020 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Kamu ingin jadi iOS developer? Jika begitu, kamu harus menguasai bahasa pemrograman Swift.

    Katanya, bahasa ini merupakan masa depan dari pemrograman untuk OS Apple. Benarkah begitu?

    Tak perlu berlama-lama lagi, simak informasinya di bawah, yuk!

    Mengenal Bahasa Pemrograman Swift

    mengenal bahasa pemrograman swift

    © Macworld.co.uk

    Swift merupakan salah satu bahasa pemrograman objectoriented. Melansir G2 Learning Hub, ia dibangun untuk produk dari Apple.

    Bahasa ini didesain untuk berjalan bersama framework Cocoa dari Apple. Selain itu, dasar dari bahasa ini adalah Objective-C.

    Dengan alasan ini, C, Objective-C, dan C++ bisa berjalan dengan Swift di program yang sama.

    Geeks for Geeks mengatakan, bahasa pemrograman Swift dikembangkan oleh Chris Lattner. Tujuan penciptaannya adalah menyelesaikan kesulitan yang ada di bahasa Objective-C.

    Versi pertamanya lahir pada tahun 2014. Ia diumumkan di Worldwide Developers Conference (WWDC) milik Apple.

    Pada tahun yang sama, versi 1.2 muncul. Edisi keduanya muncul setahun kemudian. Saat ini, Swift telah mencapai versi kelimanya.

    Contoh penulisannya adalah sebagai berikut:

    // Basic Swift Program
    import UIKit
    
    var str1 = "Selamat Datang di Glints!"
    var str2 = "Career Discovery Without Limits"
    print (str1)
    print (str2)

    Hasil kode tersebut adalah:

    Selamat Datang di Glints!
    Career Discovery Without Limits

    Kamu tak bisa memandang bahasa ini sebelah mata, lho. 

    Kata Career Karma, Swift ada di balik banyak aplikasi besar. Aplikasi-aplikasi itu di antaranya Spotify, Instagram, dan YouTube versi iOS.

    Untuk mengetahui keunggulannya lebih lanjut, simak informasinya di bawah ini.

    Baca Juga: Ingin Mulai Belajar Coding? Berikut Tipsnya

    Keunggulan Bahasa Pemrograman Swift

    keunggulan bahasa pemrograman swift

    © Freepik.com

    Dirangkum dari situs resminya, kelebihan dari Swift di antaranya:

    1. Modern

    Swift merupakan bahasa yang baru-baru ini lahir. Dengan alasan itu, ia bersifat kekinian, modern, dan clean.

    Bahkan, kamu tak perlu menggunakan titik koma (;) layaknya di bahasa pemrograman lainnya.

    Ini membuatnya mudah dibaca dan dijaga kualitasnya. Selain itu, kemungkinan kamu salah menulis juga bisa ditekan.

    2. Aman

    Bahasa pemrograman Swift juga diklaim lebih aman. Sebab, mereka tak punya kelompok kode yang berpeluang dirusak orang tak bertanggung jawab.

    3. Cepat

    Kamu tentu sudah kenal dengan compiling. Ia merupakan sebuah proses pembacaan bahasa pemrograman oleh komputer. Nantinya, bahasa itu diubah menjadi sederet perintah.

    Nah, Swift sudah menggunakan teknologi compiling LLVM. Ini membuatnya cepat terbaca. Pada akhirnya, program bisa dijalankan dengan kilat.

    4. Mudah

    Katanya, bahasa ini bisa membuka jalan menuju kemampuan programming. Sampai-sampai, Apple mengklaim bahwa Swift dirancang untuk jadi bahasa pertama siapa saja.

    Apple juga membuat kurikulum khusus untuk mengajarkan bahasa ini. Ada pula aplikasi iPad bernama Swift Playground untuk bermain sambil belajar Swift.

    5. Open source

    Bahasa pemrograman Swift dibangun secara bersama-sama. Ada source code, bug tracker, hingga ruang obrolan, dari dan untuk developer sendiri.

    Semua itu ada di forum yang bertajuk Swift.org. Komunitas ini punya kontributor dari dalam dan luar Apple.

    Terlebih lagi, ada sederet blog, podcast, konferensi, hingga pertemuan khusus developer Swift.

    6. Mendukung Objective-C

    Kelebihan yang satu ini sudah sempat Glints singgung di atas. Swift bisa berjalan bersama-sama bahasa dan API Objective-C.

    Baca Juga: Yuk, Ketahui Lebih Jauh 5 Jenis Error pada Programming di Sini

    Kekurangan Bahasa Pemrograman Swift

    kekurangan bahasa pemrograman swift

    © Freepik.com

    Ingat, Swift adalah ciptaan manusia. Tak heran, ia punya sederet kekurangan.

    Kata Prototypr, bahasa ini masih sangat muda. Ia tidak punya terlalu banyak library, serta masih berlubang di sana-sini.

    Dengan alasan ini, ia bersifat sangat “cair”. Kala versi terbarunya dirilis, ada banyak perubahan besar-besaran.

    Ini membuat program berbahasa Swift harus terus disesuaikan dengan versi barunya. Proses ini tentu memakan waktu yang tak sebentar dan tenaga yang tak sedikit.

    Baca Juga: Dengarkan 8 Podcast Ini jika Ingin Belajar Programming dan Developing

    Itulah informasi dari Glints tentang bahasa pemrograman Swift. 

    Setelah mengetahui plus minusnya, apakah kamu tertarik mempelajarinya? Jangan-jangan, kamu malah tertarik belajar hal lain di dunia IT? 

    Apa pun pilihan hatimu, semua tentang teknologi bisa kamu pelajari Glints ExpertClass. Glints ExpertClass adalah seminar tentang berbagai bidang pekerjaan.

    Dunia IT juga ada di sana, lho. Pematerinya juga tak sembarangan, mereka adalah sederet ahli berpengalaman.

    Jangan sampai kamu ketinggalan kesempatan belajar ini. Ikut kelasnya sekarang, yuk!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait