6 Pertanyaan Interview Content Strategist dan Jawabannya
Ditulis oleh : Rena Widyawinata
Bidang konten tak hanya terbatas membuat dan mengedit lagi, ada tanggung jawab baru dalam urusan strategi. Makanya, Glints sudah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk interview content strategist.
Terutama buat kamu sudah cukup lama bekerja dalam bidang konten, pekerjaan content strategist bisa jadi pilihan jenjang karier baru.
Content strategist biasanya punya tanggung jawab mulai dari perencanaan konten, pengembangan, desain, produksi, hingga analisis konten.
Mereka juga kadang menentukan platform mana yang paling tepat untuk sebuah konten.
Nah, supaya kamu punya persiapan maksimal sebelum melamar posisi ini, Glints bocorkan beberapa pertanyaan wawancara kerjanya serta jawabannya.
Pertanyaan Interview Content Strategist
Selain menguasai bidangnya, tentu tidak ada salahnya untuk mendapatkan kisi-kisi pertanyaan interview.
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan interview kerja content strategist plus jawabannya.
1. Ceritakan pengalamanmu selama bekerja di bidang konten
Ini adalah salah satu pertanyaan pembuka yang sering muncul pada interview kerja, termasuk content strategist.
Tujuan dari pertanyaan ini untuk mengetahui sejauh mana scoop kerja yang kamu jalankan sebelumnya.
Kemudian, bagaimana tanggung jawab dan hasil kerjamu berkaitan dengan posisi yang kamu lamar ini.
21 writers menyebutkan, lewat pertanyaan ini, biasanya perusahaan mau tahu apa saja dampak yang muncul berkat pekerjaan yang kamu jalankan.
Jadi, untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa menceritakan apa yang pernah kamu lakukan dan bagaimana hasilnya.
Jelaskan juga kenapa strategi konten dan output-nya bisa berhasil serta learning apa yang kamu dapatkan dari strategi tersebut.
2. Bagaimana cara kamu mengukur keberhasilan strategi yang kamu jalankan?
Sama seperti sebelumnya, perusahaan akan menanyakan hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya di bidang yang sama.
Nah, cobalah untuk memberikan jawaban yang lebih mendetail, bukan sekadar menyebutkan jumlah pageviews, likes, share, atau komentar.
Paparkan salah satu contoh kasus yang pernah kamu temui.
Jelaskan analisismu terhadap hasil dan apa pengaruhnya pada bisnis perusahaanmu dulu.
Ingatlah untuk selalu menyebutkan contohnya. Dengan begitu, interviewer mendapatkan keyakinan bahwa kamu memang menguasai bidangmu.
3. Menurut kamu, konten apa yang menarik dari perusahaan kami dan mana yang mau kamu ubah?
Pertanyaan interview content strategist ini tak hanya ingin melihat kemampuan analisis dan mengukur seberapa tertarik kamu pada perusahaan incaran.
Seorang content strategist yang cakap akan mampu menunjukkan dengan detail area mana yang perlu diperbaiki perusahaan dan memberikan solusi.
Alih-alih mengatakan sebuah konten membosankan dan perlu sesuatu yang lebih “kekinian”, jawablah dengan sebuah solusi sederhana.
Pastikan dulu kamu tahu siapa target mereka. Kemudian berikan solusi yang sesuai dengan targetnya.
Misalnya, kamu bisa bilang,
Kontennya saat ini menarik. Mengingat perusahaan Anda punya basis yang besar di Instagram, kita mungkin bisa membuat tampilan yang lebih interaktif dan memperbanyak konten di platform tersebut. Jadi, akan lebih mengundang orang untuk engage.
4. Bisa jelaskan secara singkat bagaimana proses berpikir kamu dalam membuat sebuah strategi konten?
Mengutip dari Hire Digital, seorang kandidat content strategist harus menekankan bahwa semuanya berangkat dari siapa targetnya dan apa tujuan membuat konten.
Selain menentukan tujuan perusahaan, kamu juga bisa menjelaskan poin-poin di bawah ini:
- berdiskusi tentang daftar kemungkinan topik
- mengeliminasi topik yang tidak relevan
- menentukan keyword spesifik untuk topik yang telah ditentukan
- merencanakan strategi content distribution
- mengevaluasi konten dan memperbaikinya
Tak ada salahnya untuk menyinggung soal SEO ataupun site audit sebagai bagian dari evaluasi konten atau keyword research.
5. Menurut kamu, keterampilan apa saja yang penting dimiliki oleh seorang content strategist?
Agar mendapat nilai lebih dari rekruter, sebaiknya jawabanmu tidak hanya pada hal-hal teknis.
Sebagai jawaban awal, jabarkan skill yang penting meliputi teknik SEO dan menganalisisnya lewat tools, seperti Google Analytics.
Namun, itu saja belum cukup untuk membuat konten dilirik.
Diperlukan juga kemampuan menulis yang dapat menyentuh hati pembaca.
Artinya, empati juga jadi salah satu skill yang perlu dimiliki oleh seorang content strategist.
6. Apa tujuan terpenting yang ingin dicapai dari sebuah strategi konten?
Saat melakukan interview untuk content strategist, kebanyakan kandidat hanya akan memberi jawaban seputar kaitan konten dan membangun brand awareness.
Padahal, perlu diingat, bahwa perusahaan tentu menginginkan adanya nilai lebih dari sebuah konten, yaitu conversion.
Jadi, pastikan kamu melengkapi jawabanmu dengan target yang lebih jelas. Contohnya:
Setiap strategi yang saya buat dan disetujui bersama akan meraih conversion dari user untuk mengakses, membeli, atau memakai produk yang lainnya.
Itulah enam pertanyaan interview saat kamu melamar posisi content strategist.
Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah yang paling sering dipertanyakan, ya.
Namun, Glints menyarankanmu untuk tetap bersiap dengan pertanyaan-pertanyaan lain.
Bagaimana caranya biar lebih siap? Nih, Glints sudah siapkan ragam artikel terkait interview yang bisa tambah pengetahuanmu.
Yuk, klik di sini untuk temukan dan baca artikel-artikelnya.
