15 Pertanyaan Interview Akuntan dan Contoh Jawabannya

Diperbarui 23 Jan 2025 - Dibaca 19 mnt
Ditulis oleh : Idzni Meutia

Apa saja pertanyaan interview akuntan yang sering ditanyakan rekruter saat wawancara? Glints sudah membuat daftar lengkapnya dalam artikel ini.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Tak hanya itu, kamu juga bisa membaca trik menjawabnya. Tinggal siapkan diri dan latihan sebelum hari H interview.

Tak perlu lama-lama lagi, ini dia informasinya.

1. Mengapa kamu tertarik menjadi akuntan?

Pertama-tama, kamu akan ditanya soal alasan ingin menjadi akuntan. Melansir Zippia, berikut beberapa trik menjawabnya:

a. Jelaskan proses akuntansi favoritmu

Ada orang yang senang membuat laporan keuangan. Itu membuat mereka ingin menjadi seorang akuntan.

Ada juga orang yang ingin jadi akuntan karena banyak bersinggungan dengan matematika.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan ini, coba evaluasi dirimu. Kira-kira, apa yang membuatmu menyukai akuntansi? Itu bisa menjadi jawaban untuk sang rekruter.

b. Hubungkan proses favorit tersebut dengan pengalamanmu

Supaya lebih jelas, hubungkanlah proses akuntansi favoritmu dengan pengalaman sebelumnya.

Misalnya, kamu menyukai proses pembuatan laporan keuangan. Sebab, kamu pernah berhasil membuat dan menyampaikan hasilnya kepada tim manajemen perusahaan. 

Setelah itu, tim manajemen berhasil membuat strategi yang tepat. Kesuksesan itu tak lepas dari laporanmu. Kamu pun merasa puas karena kejadian ini.

Agar kamu mendapat gambaran lebih dalam, berikut contoh jawabannya.

“Saya tertarik menjadi akuntan karena sejak SMA, saya menikmati pelajaran ekonomi, terutama mengelola keuangan. Sebagai bendahara organisasi sekolah, saya merasa puas saat mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan rapi, lalu laporan saya digunakan untuk menentukan anggaran kegiatan besar.
Saat magang di perusahaan X, saya juga membantu menyusun laporan laba rugi bulanan. Laporan tersebut membantu tim manajemen mengetahui bagian mana yang bisa diperbaiki dan akhirnya berhasil meningkatkan keuntungan perusahaan. Pengalaman-pengalaman ini semakin meyakinkan saya bahwa peran akuntan berdampak besar, dan saya ingin terus berkarier di bidang ini.”

Baca Juga: Begini Cara Menjawab Pertanyaan Interview “Mengapa Tertarik Melamar Posisi Ini”

2. Menurutmu, apa 3 skill yang harus dikuasai oleh akuntan?

Saat menyampaikan pertanyaan interview akuntan ini, tentu rekruter sudah tahu jawabannya. 

Akan tetapi, mereka ingin melihat pemahamanmu seputar profesi yang satu ini. Kira-kira, sudahkah kamu mengetahui skill yang memengaruhi kesuksesan seorang akuntan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, pilih beberapa skill yang ada di job description lowongan. Sebab, menurut perusahaan, skillskill itulah yang harus dikuasai akuntan.

Akan tetapi, pastikan kamu menguasai kemampuan yang jadi jawabanmu, ya. Dengan begitu, kamu punya nilai plus di mata rekruter.

Jangan lupa, sampaikan juga mengapa seorang akuntan harus menguasai keterampilan pilihanmu.

Sebagai contoh, berikut jawaban yang bisa kamu sesuaikan.

“Menurut saya, tiga keterampilan yang harus dikuasai akuntan adalah kemampuan analisis data untuk membuat laporan yang akurat, kemampuan menggunakan software akuntansi untuk mempermudah pekerjaan, dan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan hasil analisis dengan jelas dan sederhana pada berbagai pihak.”

3. Bagaimana kamu mengatur dan memprioritaskan tugas sehari-hari?

Sebagai akuntan, kemampuan organisasi sangat penting untuk memastikan tidak ada tugas yang terlewat.

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kamu mengelola pekerjaan dan seberapa efektif cara kamu dalam melakukannya.

Jika kamu merasa nyaman dengan menggunakan to-do list sederhana, sebutkan saja apa adanya.

Jika kamu sudah berpengalaman, jelaskan juga bagaimana caramu membagi waktu antara klien, pekerjaan sehari-hari, dan ketika harus bekerja dengan tim lain.

“Saya biasanya menggunakan to-do list untuk memastikan setiap pekerjaan dapat selesai tepat waktu. Saya memprioritaskan tugas berdasarkan deadline dan urgensinya.
Misalnya, jika ada laporan keuangan yang harus diserahkan besok, saya akan menyisihkan waktu untuk menyelesaikan laporan tersebut hari ini agar tidak terburu-buru di esok hari.
Untuk pekerjaan yang melibatkan kerja sama tim, saya atur waktu untuk rapat atau diskusi kolaboratif tanpa mengganggu tugas harian saya. Dengan cara ini, saya bisa tetap produktif dan menjaga kualitas kerja.”

4. Menurutmu, apa yang jadi tantangan terbesar akuntan saat ini?

Pertanyaan wawancara selanjutnya masih berkaitan dengan uji pengetahuan profesi akuntan.

Baca Juga :  10 Pertanyaan Interview tentang Atasan dan Tips Menjawabnya

Melansir Indeed, tak ada jawaban benar atau salah untuk pertanyaan ini. Akan tetapi, responsmu haruslah masuk akal dan mengandung alasan.

Supaya bisa menjawab dengan baik, coba intip berita-berita terbaru seputar akuntansi. Dengan begitu, kamu bisa membentuk opini sesuai dengan kondisi industri.

Misalnya,

“Tantangan terbesar akuntan saat ini adalah mengikuti perubahan regulasi yang cepat dan perkembangan teknologi. Peraturan akuntansi atau pajak sering berubah, jadi akuntan harus terus belajar agar tetap patuh.
Selain itu, dengan semakin banyaknya teknologi baru seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan, akuntan juga perlu mempelajari cara menggunakan tools terbaru yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan akurat.”

5. Apa proses akuntansi yang biasa kamu lakukan?

Rekruter juga akan menanyakan proses akuntansi yang menurutmu paling familier.

Melansir The Muse, pertanyaan interview akuntan ini dilontarkan untuk menilai pengalaman kerjamu.

Layaknya pertanyaan lainnya, respons pertanyaan ini dengan jujur, ya. Jika memang memungkinkan, sambungkan jawabanmu dengan ciri kandidat yang dicari oleh rekruter.

Misalnya, rekruter sedang mencari akuntan yang menangani pembukuan. Coba singgung pengalamanmu seputar pembukuan.

Kalau memang pengalamanmu belum sejalan, tak apa-apa.

Jawab pertanyaan rekruter secara terus terang, lalu sampaikan bahwa kamu sedang mencari kesempatan kerja di bidang yang dibutuhkan oleh rekruter.

“Proses akuntansi yang sering saya lakukan adalah menyusun laporan keuangan. Selama magang di perusahaan sebelumnya, saya sering terlibat dalam proses penyusunan laporan laba rugi dan neraca bulanan.
Saya juga sering memeriksa kesesuaian antara catatan internal dan laporan bank. Meskipun pengalaman saya lebih fokus pada bagian ini, saya sangat terbuka untuk mempelajari proses akuntansi lainnya dan siap untuk berkontribusi di bidang yang dibutuhkan oleh perusahaan.”

6. Apa aplikasi akuntansi yang bisa kamu pakai?

Ada juga rekruter yang menanyakan software akuntansi pilihanmu. Sebutkanlah nama software-nya, lalu jelaskan pengalamanmu memakai software terkait.

Tak hanya itu saja, lho. Kamu juga bisa menyebutkan beberapa aplikasi yang sedang kamu pelajari.

Lengkapi penjelasanmu dengan alasan mengapa kamu tertarik mempelajari software tersebut, ya.

Kamu bisa menyesuaikan contoh jawaban berikut sesuai dengan pengalamanmu.

“Saya sudah pernah menggunakan software akuntansi QuickBooks dan Zahir Accounting untuk menyusun laporan keuangan dan rekonsiliasi bank.
Selain itu, saya juga sedang mempelajari Xero karena banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil dan menengah. Saya tertarik mempelajarinya untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan akuntansi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi di industri ini.”

Baca Juga: 7 Strategi Menjawab “Mengapa Perusahaan Harus Menerima Anda?”

7. Apa kelebihan aplikasi akuntansi yang biasa kamu pakai?

Pertanyaan interview akuntan yang umum ditanyakan dalam proses wawancara masih berkaitan dengan software akuntansi.

Kira-kira, mengapa kamu memilih aplikasi tersebut?

Melansir The Balance Careers, pertanyaan ini akan menunjukkan kemampuan assessment-mu. 

Jadi, coba jelaskan fitur-fitur yang jadi kelebihan aplikasi akuntansi terkait. Tak hanya fitur, persoalan harga juga bisa kamu singgung.

“Di perusahaan sebelumnya, saya menggunakan QuickBooks karena aplikasi ini sangat mudah digunakan dan memiliki berbagai fitur yang memperlancar proses akuntansi, seperti pelacakan pengeluaran, pembuatan faktur, dan laporan keuangan otomatis.
Selain itu, harga langganannya lebih terjangkau dibandingkan dengan software lainnya, sehingga umum digunakan oleh berbagai jenis perusahaan.”

8. Apa kekurangan aplikasi akuntansi yang biasa kamu pakai?

Tak hanya kelebihan, kekurangan software akuntansi juga sering kali ditanyakan oleh rekruter. Pertanyaan wawancara akuntan ini bisa menunjukkan kemampuanmu dalam berpikir kritis.

Baca Juga :  White Paper dalam Marketing: Tipe, Langkah Buat, & Manfaat

Kamu tak perlu khawatir saat harus mengutarakan kritik atau kekurangan software tertentu. Ingat, tak ada aplikasi yang sempurna.

Akan tetapi, hati-hati dalam merangkai kata, ya. Tetap katakan kekurangan aplikasi dengan sopan dan objektif.

“Salah satu kekurangan QuickBooks menurut saya adalah fitur untuk mengelola inventaris dengan detail.
Meskipun aplikasi ini sangat mudah digunakan untuk membuat laporan keuangan dan melacak pengeluaran, untuk bisnis yang membutuhkan pengelolaan stok barang yang lebih kompleks, saya rasa fitur inventarisnya masih terbatas.
Hal ini membuat saya harus menggunakan aplikasi tambahan untuk menangani kebutuhan tersebut.”

9. Apakah kamu pernah menemukan cara agar melakukan proses akuntasi jadi lebih mudah?

Biasanya, rekruter mengajukan pertanyaan ini untuk melihat seberapa aktif kamu mencari solusi untuk masalah yang ada.

Tidak perlu memberikan perubahan yang besar dan rumit, mengusulkan sebuah contoh perbaikan flow yang sederhana pun bisa kamu jadikan sebagai jawaban.

Misalnya dengan jawaban berikut.

“Di tempat kerja saya sebelumnya, saya menyadari bahwa proses penginputan data sering memakan waktu karena kami harus memeriksa dokumen secara manual. Saya menyarankan agar kami membuat template Excel untuk mempercepat proses tersebut.
Dengan template ini, kami bisa langsung memasukkan data tanpa harus mengulang langkah-langkah manual, yang membuat pekerjaan lebih cepat dan mengurangi kesalahan.”

10. Bagaimana caramu menghadapi deadline ketat?

Selanjutnya, ada pertanyaan seputar caramu menghadapi deadline yang ketat. Ini merupakan salah satu pertanyaan wawancara behavioral event.

Melansir The Balance Careers, pertanyaan behavioral event akan mendorongmu bercerita soal pengalaman menghadapi kasus tertentu.

Seperti disarankan The Muse, untuk ceritakan pengalamanmu, coba pakai teknik STAR. STAR adalah singkatan dari:

  • Situation, situasi yang kamu hadapi.
  • Task, tugasmu dalam situasi tersebut.
  • Action, apa yang kamu lakukan untuk menyelesaikan tugas terkait.
  • Result, hasilnya.

Supaya lebih jelas, berikut contoh penggunaan teknik STAR:

Dulu, saya pernah harus merencanakan target KPI kuartal depan. Di saat yang sama (S), saya harus merancang laporan keuangan (T).
Agar kedua tugas bisa selesai, saya mencoba fitur otomatisasi pelaporan keuangan di aplikasi akuntansi X (A).
Akhirnya, saya bisa menghemat banyak waktu. Kedua tugas saya pun selesai tepat pada waktunya (R).

Coba pakai teknik ini, ya. Dengan begitu, jawabanmu takkan terlalu bertele-tele, tetapi cukup jelas.

Baca Juga: Buat Interviewer Terkesima saat Wawancara Kerja dengan Metode STAR

11. Pernahkah kamu menjelaskan masalah akuntansi pada non-akuntan?

Pertanyaan interview akuntan selanjutnya masih berbentuk behavioral event. Saat menanyakan ini, rekruter ingin menilai kemampuan komunikasimu.

Untuk menjawabnya, pakai saja teknik STAR. Glints sudah menjelaskan teknik ini di poin nomor 8.

Selain itu, mengutip The Balance Careers, tonjolkan kemampuan komunikasimu. Kalau kamu menguasainya, tambahkan dengan skill bercerita dan kerja sama tim, ya. 

Contoh jawabannya sebagai berikut.

“Saat menjelaskan laporan keuangan kepada tim nonakuntan, saya menggunakan istilah yang mudah dimengerti. Misalnya, laporan laba rugi saya jelaskan sebagai ‘laporan yang menunjukkan apakah perusahaan menghasilkan laba atau mengalami kerugian.’
Saya juga sering menggunakan grafik untuk menggambarkan tren keuangan, agar lebih mudah dipahami oleh semua orang, tanpa membuat mereka bingung.”

12. Jelaskan langkah-langkah dalam proses penutupan akuntansi bulanan.

Biasanya, pertanyaan di atas diajukan untuk menilai apakah kamu memahami proses penutupan akuntansi sesuai prosedur yang berlaku di perusahaan sebelumnya.

Baca Juga :  7 Lowongan Business Development Terbaru yang Wajib Dicek

Tidak perlu terlalu detail, kamu cukup menyebutkan langkah-langkah utamanya.

Jika ingin, kamu bisa menanyakan apakah proses tersebut sama atau berbeda dengan di perusahaan tempatmu melamar.

“Saya biasanya memulai dengan menyusun jadwal penutupan (closing calendar) untuk memastikan setiap departemen tahu tenggat waktu yang harus dipenuhi.
Setelah itu, saya mengumpulkan semua data yang diperlukan, termasuk laporan dari tim payroll untuk entri jurnal. Setelah semua entri jurnal tercatat, saya pastikan semuanya diperiksa dengan teliti.
Selanjutnya, saya menyusun laporan keuangan dan melakukan rekonsiliasi neraca. Terakhir, hasilnya akan diperiksa oleh manajemen. Apakah ada langkah yang saya sebutkan yang berbeda dengan proses di perusahaan ini?”

13. Pernahkah kamu kesulitan mengatur perubahan jadwal secara mendadak?

Sebagai akuntan, kamu sering kali harus menyesuaikan jadwal karena kejadian tak terduga.

Dalam menjawab, pastikan kamu menjelaskan bagaimana menghadapinya dan apa yang kamu pelajari dari situasi tersebut.

Berikut contoh jawaban yang bisa kamu berikan.

“Pernah. Suatu waktu, saya sudah jadwalkan pertemuan dengan klien, tapi tiba-tiba saya dipanggil untuk rapat mendesak dengan atasan. Saya akui hal tersebut sempat membuat saya panik, tapi saya berusaha berpikir jernih agar dapat menemukan solusi.
Saya kemudian menjadwalkan ulang pertemuan dengan klien dan meminta maaf atas perubahan tersebut. Dari situ, saya belajar untuk mengatur stres, lebih fleksibel dengan jadwal, serta selalu punya rencana cadangan kalau ada hal tak terduga.”

14. Apa kekuatan terbesar yang kamu miliki untuk posisi ini?

Pertanyaan wawancara akuntan selanjutnya bisa jadi kesempatanmu untuk menunjukkan kelebihan dan keterampilan terbaik yang kamu miliki.

Dikutip dari Hiration, kamu bisa gunakan jawaban yang sederhana tapi tetap spesifik dan relevan dengan posisi yang dilamar.

Misalnya dengan contoh di bawah ini.

“Saya adalah orang yang cepat belajar dan bisa beradaptasi dengan cepat terhadap situasi baru. Saya sudah terbiasa belajar software akuntansi baru dalam waktu singkat, dan saya yakin bisa melakukan hal yang sama dengan software akuntansi yang digunakan di perusahaan ini.”

15. Pernahkah kamu membuat kesalahan saat bekerja? Kalau pernah, bagaimana caramu menanganinya?

Terakhir, ada pertanyaan wawancara yang cukup menjebak. Kamu akan diminta bercerita soal kesalahan di masa lalu.

Saat kamu mendapat pertanyaan ini, rekruter tak sedang mencari-cari kesalahanmu, kok. Mengutip Career Sidekick, rekruter justru sedang menilai kejujuranmu.

Jadi, ceritakanlah kesalahanmu secara terus terang. Akan tetapi, fokuslah pada caramu menyelesaikan kesalahan tersebut. Sampaikan juga apa yang kamu pelajari dari sana, ya.

Misalnya, sebagai berikut.

“Saya pernah salah memasukkan angka dalam laporan keuangan, yang saya sadari setelah pengecekan ulang. Begitu sadar, saya langsung mengoreksi dan menjelaskan kesalahan tersebut ke tim.
Dari situ, saya belajar untuk lebih teliti dan selalu melakukan dua hingga tiga kali pengecekan sebelum mengirimkan laporan.”

Demikian 15 pertanyaan interview akuntan yang sering diberikan oleh rekruter dalam proses wawancara.

Siapkan jawabanmu dan terus latihan, ya! Dengan begitu, peluangmu diterima kerja jadi membesar.

Psst, masih ada beberapa pertanyaan wawancara user yang wajib kamu ketahui. Yuk, baca selengkapnya secara gratis dengan klik di sini!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon