Konsep dan Cara Menerapkan Metode STAR saat Interview Kerja

Diperbarui 25 Apr 2025 - Dibaca 14 mnt
Ditulis oleh : Arkan Perdana

Supaya bisa menjawab pertanyaan dalam interview dengan lugas dan tidak bertele-tele, metode STAR adalah salah satu teknik yang bisa kamu coba.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Ini adalah salah satu metode menjawab pertanyaan interview yang cukup populer. Bahkan, dengan menguasai metode ini dan mengira-ngira daftar pertanyaannya, kamu bisa berlatih supaya hasilnya optimal.

Jadi, bagaimana, sih, cara pake metode STAR dalam menjawab pertanyaan interview?

Metode STAR dalam Interview

Metode STAR adalah teknik dalam menjawab pertanyaan interview dengan memberikan jawaban yang lugas dan tidak bertele-tele dengan memaparkan situasi, tindakan yang diambil, dan hasilnya.

STAR sendiri adalah singkatan singkatan dari:

  • Situation: Kondisi yang dialami
  • Task: Tugas yang harus dilakukan
  • Action: Tindakan yang kamu ambil
  • Result: Hasil dari tindakan

Metode STAR ini paling cocok dipakai untuk menjawab jenis pertanyaan behavioral based question dalam interview.

Ini adalah jenis pertanyaan yang bertujuan agar interviewer dapat mengetahui caramu menyelesaikan masalah. Menggunakan metode STAR bisa membantu jawaban kamu lebih berisi tanpa bertele-tele.

Supaya lebih jelas, ini dia pemaparan selengkapnya soal metode STAR untuk menjawab pertanyaan interview:

1. Situation

Langkah pertama menggunakan metode STAR dalam interview adalah dengan menjabarkan situasi yang kamu miliki.

Artinya, pada tahap ini kamu perlu menemukan contoh masalah yang situasinya sesuai dengan pertanyaan.

Hal itu meliputi situasi kerjamu, komunikasi dengan rekan kerja, atau yang lainnya.

Tak perlu menceritakan terlalu rinci, cukup jelaskan dengan singkat situasi yang kamu hadapi tersebut.

Misalnya:

Pada pekerjaan saya sebelumnya di tim CRM sebuah e-commerce, kami sedang mempersiapkan strategi campaign untuk tanggal kembar setiap bulan dengan puncaknya pada 2 bulan terakhir.

2. Task

Situasi yang kamu ceritakan tadi merupakan pembuka terhadap masalah, alias tugas (task) apa yang kamu dapatkan. Ini adalah tahap kedua dari metode STAR.

Pada bagian ini, kamu hanya perlu menekankan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabmu dalam situasi tersebut, serta apa tuntutan atau harapan perusahaan terhadapmu.

Contohnya:

Tugas saya saat itu adalah menyiapkan konten untuk email blast, termasuk scheduling. Sementara, rekan saya bertanggung jawab untuk menyelesaikan desain konten yang nantinya akan dikirimkan. 

Materi konten sudah diserahkan sesuai jadwal, tapi hasil desain terlambat diserahkan tanpa kejelasan sehingga saya kebingungan dan merusak timeline yang sudah disepakati bersama.

3. Action

Setelah perekrut mengetahui tugas dan tanggung jawabmu dalam sebuah situasi, selanjutnya kamu perlu menjelaskan apa yang kamu perbuat untuk menghadapi situasi tersebut (action).

Baca Juga :  15+ Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris untuk Senior dan Manager

Selain menjelaskan tindakan yang kamu lakukan, dalam metode STAR tahap ketiga ini kamu juga sebaiknya menjabarkan alasan kamu mengambil tindakan tersebut.

Seperti:

Saya kemudian memutuskan untuk berdiskusi terkait hal ini. Sebab, ini bukan kali pertama keterlambatan materi desain terjadi. Saya menjelaskan bagaimana keterlambatan itu berdampak pada pekerjaan saya dan tim. 

Ditambah ketiadaan kabar terkait progress juga membuat saya kelimpungan memberikan jawaban pada atasan. Saya juga mendengarkan alasannya dan memahami workload yang cukup banyak.

Dari sana kami sepakat membuat timeline yang lebih realistis dan membagi beban kerja dengan satu anggota tim tambahan. Kami juga berusaha meningkatkan komunikasi sehingga bisa saling backup satu sama lain.

4. Result

Pada bagian terakhir, kamu perlu menjelaskan apa hasil (results) yang didapat dari tindakan yang telah dilakukan.

Keberhasilan memecahkan konflik akan memberikan gambaran pada interviewer kemampuan problem solving yang kamu miliki.

Contoh:

Sejak itu, kerja sama di antara kami terasa lebih mulus karena komunikasi berjalan lancar. Kesalahpahaman juga bisa dapat dicegah.

Ditambah lagi, kami mampu menyelesaikan setiap materi campaign beberapa hari sebelum deadline dan performanya mengalami peningkatan secara konsisten setiap bulannya sekitar 3-5%.

Baca Juga: 10 Barang yang Harus Selalu Dibawa untuk Interview Kerja

Menjawab Pertanyaan Menggunakan Metode STAR

Setelah memahami berbagai unsur dari metode STAR tersebut, selanjutnya kamu harus tahu bagaimana penerapannya dalam menjawab pertanyaan interview.

Bersumber dari The Muse, berikut adalah cara menerapkan metode STAR:

1. Carilah contoh yang sesuai

Untuk dapat menjawab pertanyaan wawancara kerja menggunakan metode STAR, kamu haruslah menemukan contoh kasus yang memang sesuai untuk disampaikan.

Kamu tentu tidak dapat memprediksi pertanyaan seperti apa yang ditanyakan oleh interviewer.

Oleh karenanya, kamu perlu menyiapkan beberapa contoh kasus yang sudah kamu pahami betul seluk-beluknya.

Meskipun begitu, tidak menjadi masalah bila kamu meminta waktu untuk berpikir terlebih dahulu.

2. Sampaikan dengan singkat

Cara menggunakan metode STAR dalam wawancara kerja selanjutnya adalah kamu perlu menyampaikannya dengan singkat.

Tak perlu menyampaikan beberapa detail dari situasi yang kamu alami.

Kamu harus memahami dan peka mana bagian yang penting dan perlu untuk disampaikan dan mana yang tidak.

3. Sampaikan peran dan tanggung jawabmu

Selanjutnya, jelaskan terlebih dahulu apa peran dan tanggung jawabmu dalam situasi tersebut.

Untuk itu, kamu bisa memulai jawaban dengan “Sebagai seorang product manager, saya dituntut untuk dapat meningkatkan aktivitas pengguna sebesar 25%.”

Baca Juga :  7 Pertanyaan tentang Benefit Kerja yang Wajib Ditanyakan

4. Jelaskan bagaimana kamu bertindak

Setelahnya, kamu dapat menjelaskan apa yang kamu lakukan dalam situasi tersebut sesuai dengan perananmu.

Kamu bisa menceritakan hal apa yang kemudian mendasarimu melakukan sesuatu.

Ini akan menjelaskan kepada interviewer bagaimana prosesmu memecahkan suatu permasalahan.

5. Sampaikan hasilnya

Tentu, bagian akhir dalam penggunaan metode STAR dalam wawancara kerja adalah menyampaikan apa hasil yang didapat.

Akan lebih meyakinkan bila kamu menyampaikan hasil dengan angka, seperti jumlah orang yang berhasil kamu ajak pitching, peningkatan page views dari web, atau hal lainnya.

Persiapan sebelum Menggunakan Metode STAR

Menjawab pertanyaan dalam interview dengan metode STAR hampir mirip dengan melakukan storytelling. Artinya, ini bisa dilatih sebelum kamu benar-benar mempraktikkannya.

Apalagi, kamu juga sudah tahu bahwa metode STAR paling cocok digunakan untuk mendeskripsikan tantangan saat bekerja dan cara kamu menyelesaikan masalahnya.

Melansir dari The Muse, berikut ini adalah beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan saat melakukan metode STAR:

1. Memahami job description yang ditawarkan

Salah satu persiapan interview yang bisa kamu lakukan agar sukses menggunakan metode STAR adalah dengan melihat kembali job description di iklan lowongan pekerjaan.

Dari sana, kamu bisa mengira-ngira apa yang dicari kandidat.

Jadi, saat menggunakan metode STAR untuk menjawab interview, kamu bisa menjawab dengan cerita yang menekankan skills yang kamu miliki, sesuai kebutuhan mereka.

2. Memahami jenis pertanyaan yang akan diajukan

Kunci supaya kamu bisa sukses pakai metode STAR dalam interview adalah menyiapkan jawaban yang relevan dan tepat. Tapi, ini artinya kamu harus tahu dulu kisi-kisi pertanyaanya.

Walau tidak mungkin bisa mengetahui persis apa yang akan ditanyakan, sebenarnya kamu bisa memprediksinya.

Seperti yang tadi disinggung, wawancara kerja biasanya akan menggali kemampuan kamu lewat behavioral based question.

Nah, beberapa contoh pertanyaan behavioral based question yang bisa dijawab dengan menggunakan metode STAR adalah:

  • Apakah kamu pernah berkonflik dengan rekan kerja? Bagaimana kamu mengatasinya?
  • Ceritakan pada saya ketika kamu melakukan kesalahan dalam pekerjaan.
  • Bagaimana Anda menangani situasi kerja atau sekolah yang penuh tekanan?
  • Ceritakan pencapaian Anda yang paling membanggakan selama hidup.
  • Ceritakan ketika Anda mengalami kegagalan dan cara Anda melewatinya.

3. Memilih situasi kerja yang paling pas

Setelah bisa mengira-ngira pertanyaan yang akan diajukan dalam interview, kamu bisa memilih kejadian yang menurut kamu paling menunjukkan kekuatanmu.

Kamu bisa menyiapkan beberapa jawaban dari cerita yang berbeda, yang nantinya bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Pilihlah beberapa situasi yang mengharuskan kamu menyelesaikan masalah di tempat kerja.

Baca Juga :  Menjawab Pertanyaan Interview "Apa yang Kamu Lakukan?"

4. Tulis poin penting

Menggunakan metode STAR dalam menjawab pertanyaan interview sama seperti kamu bercerita. 

Supaya penceritaan kamu lancar dan tidak terlalu tergagap kamu bisa mencatat poin-poin penting yang mau kamu sampaikan.

Kamu bisa mencatatnya di buku yang dapat kamu bawa ke ruang interview. Catatlah detail-detail penting agar ceritanya runut.

5. Berlatih sebelum interview

Setelah kamu menulis poin penting tadi, gunakan catatan itu untuk berlatih dalam menjawab pertanyaan interview dengan metode STAR. 

Kamu bisa berlatih bercerita di rumah atau di depan cermin. Ini akan membantu kamu melatih “rasa” dari jawaban yang kamu berikan.

Selain itu, dengan berlatih dan mengulang-ulang cerita kamu akan terbiasa sehingga jadi lebih percaya diri saat hari-H.

6. Jangan terburu-buru

Metode STAR adalah metode menjawab pertanyaan interview yang sangat mengandalkan kemampuan kamu bercerita.

Jika kamu terburu-buru, cerita yang akan disampai cenderung akan lompat-lompat dan tidak runut. Hal ini akan membuat interviewer sulit memahami ceritanya.

Latihan, mencatat poin penting, dan memilih cerita terbaik dapat membantu kamu untuk tidak terburu-buru dan gugup saat interview.

Lantas, bagaimana kalau kamu adalah seorang fresh graduate yang belum punya banyak pengalaman kerja?

Untuk ini, kamu tidak perlu khawatir sebab pihak HRD tentu akan menyesuaikan pertanyaan yang diajukan dengan kualifikasi yang kamu miliki.

Sekalipun kamu tidak memiliki banyak pengalaman kerja, metode STAR tetap dapat digunakan oleh fresh graduate ketika melakukan interview

Kamu bisa memilih dari pengalaman magang, menjadi sukarelawan untuk suatu proyek, termasuk pengalaman organisasi yang kamu alami semasa sekolah ataupun kuliah. 

Bahkan, pengalaman sehari-hari dari lingkup orang terdekat juga bisa digunakan dalam menjawab pertanyaan dengan metode STAR.

Sebab, yang dinilai di sini adalah kemampuan kamu memecahkan masalah atau bertahan dalam situasi sulit, yang umum ditemui di dunia kerja.

Contoh Jawaban Wawancara dengan Metode STAR

contoh jawaban wawancara dengan metode star

contoh jawaban wawancara metode star

contoh jawaban wawancara metode star

contoh jawaban wawancara metode star

Baca Juga: Ketahui 3 Perbedaan Interview HRD dan User Agar Tidak Salah Lakukan Persiapan

Nah, itulah penjelasan singkat dari Glints mengenai metode STAR dalam wawancara kerja yang perlu kamu ketahui.

Selain informasi ini, masih ada banyak sekali tips interview yang bisa membantumu mendapatkan pekerjaan idaman.

Kamu bisa dapatkan informasi seputar tips wawancara lainnya di Glints Blog!

Dengan begitu, kamu akan lebih siap dan percaya diri jika diundang untuk wawacara dengan rekruter.

Tunggu apa lagi? Yuk, langsung cek artikel-artikelnya di sini!

Yuk, praktikkan ilmu jawab pertanyaan wawancara kerja ini dengan lamar lowongan kerja yang cocok buatmu! Lihat berbagai peluangnya di Glints sekarang.

 

CEK LOWONGAN LAINNYA


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon