Job Search

7 Tanda Lowongan Palsu di Situs Pencari Kerja

Mencari pekerjaan biasanya menjadi salah satu fase kehidupan yang menegangkan sekaligus membutuhkan usaha yang berlebih. Saat ini, dengan kecanggihan teknologi informasi, berburu hingga melamar pekerjaan bisa dilakukan hanya dengan gadget yang kita miliki melalui situs pencari kerja.

Sudah banyak situs pencari kerja bertebaran di dunia maya yang memudahkan perusahaan dalam mencari talenta-talenta berkualitas yang sesuai dengan kualifikasi yang dicari. Para pencari kerja juga diuntungkan dengan adanya layanan situs pencari kerja yang membuat proses job seeking menjadi lebih efektif dan efisien. Namun bagaimana jika lowongan kerja yang kita lamar di situs pencari kerja ternyata palsu? Berikut tanda-tanda yang bisa kamu identifikasi untuk mengetahui keaslian lowongan di situs pencari kerja.

Baca juga: 8 Tips untuk Apply lewat Situs Lowongan Kerja

Tulisan Lowongan yang Buruk

situs pencari kerja

© shutterstock.com

Lowongan kerja yang benar selalu ditulis dengan teliti. Jika kamu menemukan lowongan di situs pencari kerja yang mengandung terlalu banyak typo, bisa dipastikan lowongan tersebut palsu. Kesalahan ketik seperti salah eja, salah penggunaan huruf kapital, dan tanda baca sangat mungkin dilakukan oleh para pemalsu lowongan kerja di situs pencari kerja. Selain itu, jika kamu menemukan lowongan di situs pencari kerja yang aneh secara tata bahasa dan kosa kata, besar kemungkinan lowongan tersebut palsu. Terkadang, para pemalsu lowongan kerja tidak ragu untuk menerjemahkan secara harafiah lowongan dari bahasa asing menggunakan situs penerjemah seperti Google Translate.

Penulisan lowongan kerja yang sembrono tidak mungkin dilakukan oleh sebuah perusahaan. Perusahaan yang benar-benar mencari calon karyawan pasti memikirkan penulisan lowongannya dengan matang. Lowongan kerja yang dipasang di situs pencari kerja bahkan bisa menjadi salah satu media branding yang digunakan perusahaan agar memiliki kesan bonafide.

Baca juga: 8 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan saat Membuat CV Bahasa Inggris

Tidak Butuh Pengalaman

situs pencari kerja

© myra-trestles.com

Bagi seorang fresh graduate, pengalaman yang minim terkadang menjadi halangan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Sayangnya peluang ini sering dimanfaatkan oleh para pemalsu lowongan kerja di situs pencari kerja. Lowongan kerja palsu tersebut biasanya menawarkan pekerjaan yang tidak membutuhkan pengalaman kerja sebelumnya. Jika sebuah perusahaan yang asli menggunakan situs pencari kerja untuk mencari fresh graduate, biasanya mereka mencantumkan suatu persyaratan khusus berupa pendidikan minimal jurusan tertentu.

Perusahaan yang benar-benar mencari karyawan akan sangat menghargai pengalaman sekecil apapun itu seperti magang. Berhati-hatilah pada lowongan kerja di situs pencari kerja yang mengesankan semua orang bisa melakukan pekerjaan tersebut.

Gaji yang Fantastis

situs pencari kerja

© arshiyanfar.com

Berhati-hatilah saat mencari pekerjaan melalui dunia maya di situs pencari kerja, terutama tentang nominal gaji yang ditawarkan. Tanda ketiga yang bisa kamu perhatikan pada lowongan kerja palsu adalah gaji yang terlampau tinggi. Gaji fantastis tersebut diharapkan dapat menarik perhatian para jobseeker yang mudah tergiur. Jangan mudah percaya pada gaji yang ditunjukkan di lowongan kerja dalam situs pencari kerja. Untuk menghindari penipuan, sebaiknya kamu melakukan sedikit riset tentang nominal gaji rata-rata untuk suatu profesi.

Baca juga: 6 Hal seputar Slip Gaji yang Bisa Kamu Manfaatkan

Meminta Sejumlah Uang

situs pencari kerja

© lamna.co.za

Sebuah lowongan di situs pencari kerja yang palsu biasanya menipu para job seeker dengan cara meminta sejumlah uang dari mereka. Jika ada sebuah perusahaan yang menawarkan sebuah posisi pekerjaan di situs pencari kerja, namun memintamu untuk melakukan sebuah transaksi uang untuk mereka, kamu patut mencurigai perusahaan tersebut. Alasan yang mungkin mereka gunakan adalah kamu harus membayar asuransi untuk barang yang akan kamu gunakan dalam pekerjaan tersebut. Hal ini sangat tidak masuk akal. Perusahaan mencari seorang karyawan dari kompetensinya dan membayarnya, bukan malah meminta sejumlah uang.

Penawaran Mendadak

situs pencari kerja

© thebalance.com

Satu cara lain yang bisa dilakukan oleh para penipu dalam lowongan di situs pencari kerja adalah langsung menawarkan suatu posisi pekerjaan kepada individu. Jika kamu ditawari untuk mengambil pekerjaan tersebut secara langsung saat kamu melamarnya di situs pencari kerja, sebaiknya kamu mulai berhati-hati.

Setiap karyawan yang direkrut oleh perusahaan yang benar-benar profesional pasti dipilih dengan hati-hati. Perusahaan membutuhkan waktu untuk mengenal setiap kandidat, memilih, kemudian melakukan tes dan wawancara sebelum benar-benar yakin untuk merekrutmu. Penawaran pun biasanya dilakukan secara tatap muka di kantor perusahaan yang bersangkutan karena berkaitan dengan kontrak kerja serta legalitas hukum.

E-mail tidak Profesional

situs pencari kerja

© mitreworkspace.com

Jika setelah kamu melamar suatu pekerjaan di situs pencari kerja, kamu tiba-tiba mendapat e-mail dari orang yang tidak dikenal dengan alamat pribadi dengan domain umum, kamu patut curiga. Seorang hiring manager biasanya menggunakan akun e-mail dengan domain perusahaan tempat ia bekerja, misalnya [email protected], dalam mengirim surat yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Penipu akan menggunakan alasan server perusahaan sedang down jika ditanya tentang alamat email tersebut. Selain itu, kamu juga perlu berhati-hati jika email yang kamu terima tidak mencantumkan alamat dan kontak perusahaan yang bersangkutan.

Baca juga: Ingin lamaran kerja via email menarik perhatian perekrut? Ikuti 7 Cara Ini!

Meminta Informasi Pribadi

situs pencari kerja

© wordconstructions.com.au

Salah satu tujuan para pemalsu lowongan pekerjaan di situs pencari kerja adalah untuk mendapatkan informasi pribadi dan mendapatkan uang dari data tersebut. Jika kamu dimintai informasi seperti rekening bank atau asuransi, bisa dipastikan itu adalah lowongan pekerjaan palsu.

Cara lain yang mereka gunakan adalah dengan menggunakan suatu website khusus di mana kamu diminta untuk mengisi formulir yang mengandung informasi yang rahasia dengan alasan “mendaftarkanmu ke dalam asuransi perusahaan”. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa mengecek apakah website tersebut aman. Website yang aman memiliki awalan “https://”, bukan “http://”.

Baca juga: 6 Tips agar Lamaranmu untuk Lowongan Kerja Online tidak Sia-Sia

 

Keaslian lowongan kerja sangat penting baik bagi perusahaan maupun pencari kerja. Lowongan kerja palsu yang tersebar di situs pencari kerja bisa jadi merusak nama baik perusahaan yang dicatut namanya, apalagi jika terdapat unsur penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, pencari kerja juga pasti dirugikan karena privasi datanya yang tersebar ke tangan yang salah. Para pencari kerja memang sangat rentan mendapatkan penipuan karena dianggap sebagai orang yang sedang membutuhkan uang. Namun alih-alih mendapatkan uang, jika kamu sampai tertipu dengan lowongan kerja palsu di situs pencari kerja, kamulah yang mengeluarkan uang dan menyerahkannya secara tidak sengaja pada si penipu.

Baca juga: 8 Hal yang Membuat Surat Lamaran Kerja Lolos Screening

Cara lain untuk menghindari lowongan kerja palsu adalah menggunakan situs pencari kerja yang terpercaya, seperti Glints. Di sini kamu bisa mendapatkan berbagai informasi lowongan kerja baik magang, part-time, maupun full-time di berbagai perusahaan yang menjadi mitra Glints. Selain itu kamu juga bisa mendapatkan artikel-artikel seperti ini di Glints yang bermanfaat bagi kariermu di dunia profesional. Segera sign up sekarang dan dapatkan semua fasilitasnya!

Leave a Reply