10 Ciri Lowongan Kerja Palsu yang Harus Pencari Kerja Tahu

Diperbarui 09 Nov 2023 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Mencari kerja bisa jadi salah satu hal yang membuat beberapa orang stres karena sulit mendapatkannya. Keputusasaan ini tak jarang jadi celah bagi oknum nakal untuk menipu dengan memasang lowongan kerja palsu.

    Nah, supaya kamu tidak sampai terjebak, kamu wajib tahu ciri-ciri lowongan kerja palsu berikut ini.

    Baca Juga: 8 Tips untuk Apply lewat Situs Lowongan Kerja

    tanda lowongan palsu

    1. Bahasa iklan lowongan kerja yang buruk

    Ciri-ciri pertama untuk mengenali iklan lowongan kerja palsu adalah dari gaya bahasanya.

    Iklan lowongan kerja yang benar selalu ditulis dengan teliti. Susunan bahasanya juga cenderung formal dan tampak profesional.

    Apabila kamu melihat iklan lowongan di situs pencari kerja yang mengandung terlalu banyak typo, bisa dipastikan lowongan tersebut palsu. Apalagi jika sampai susunan kalimatnya tidak runut dan membingungkan.

    Kemungkinan besar, kamu sedang membaca iklan lowongan kerja palsu.

    Beberapa ciri yang dapat dilihat dari segi penulisan saat menemukan lowongan kerja palsu, antara lain: 

    • banyak typo
    • salah menggunakan huruf kapital
    • penggunaan tanda baca tidak sesuai
    • diksi yang digunakan tampak aneh
    • kalimat sulit dipahami

    Perusahaan yang benar-benar mencari calon karyawan pasti memikirkan penulisan lowongannya dengan matang.

    Lowongan kerja yang dipasang di situs pencari kerja bahkan bisa menjadi salah satu media branding yang digunakan perusahaan agar memiliki kesan bonafide.

    Baca Juga: 8 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan saat Membuat CV Bahasa Inggris

    2. Tidak butuh pengalaman

    Bagi seorang fresh graduate, pengalaman yang minim terkadang menjadi halangan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

    Sayangnya, peluang ini sering dimanfaatkan oleh para pemalsu lowongan kerja di situs pencari kerja.

    Lowongan kerja palsu tersebut biasanya menawarkan pekerjaan yang tidak membutuhkan pengalaman kerja sebelumnya.

    Jika sebuah perusahaan yang asli menggunakan situs pencari kerja untuk mencari fresh graduate, biasanya mereka mencantumkan suatu persyaratan khusus berupa pendidikan minimal jurusan tertentu.

    Perusahaan yang benar-benar mencari karyawan akan sangat menghargai pengalaman sekecil apapun itu seperti magang.

    Berhati-hatilah pada lowongan kerja di situs pencari kerja yang mengesankan semua orang bisa melakukan pekerjaan tersebut.

    3. Tidak pernah melamar pekerjaan tersebut

    Ciri-ciri lain sebuah iklan lowongan kerja palsu adalah saat kamu dihubungi oleh seorang rekruter tapi tidak pernah merasa melamar.

    Memang, sih, beberapa orang di-approach oleh HRD tanpa melamar sebelumnya. Namun, proses rekrutmen reguler tetap berlangsung.

    Biasanya, salah satu cara mengidentifikasi apakah penawaran kerja itu asli atau palsu, kamu bisa mengamati apa yang dibicarakan oleh si rekruter. Kebanyakan, orang yang hendak menipu akan bilang, mereka kebetulan menemukan CV kamu secara online atau lewat email.

    Rekruter yang memasang lowongan kerja palsu juga biasanya langsung menyatakan bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut, tanpa harus repot-repot melakukan interview.

    Selain itu, penawaran ini biasanya akan diikuti permintaan tidak biasa lainnya, seperti nomor rekening atau nomor asuransi.

    4. Gaji yang fantastis

    Berhati-hatilah saat mencari pekerjaan melalui dunia maya di situs pencari kerja, terutama tentang nominal gaji yang ditawarkan.

    Ciri ketiga yang bisa kamu perhatikan pada lowongan kerja palsu adalah gaji yang terlampau tinggi.

    Gaji fantastis tersebut diharapkan dapat menarik perhatian para jobseeker sehingga mudah tergiur.

    Jangan mudah percaya pada gaji yang ditunjukkan di lowongan kerja dalam situs pencari kerja.

    Untuk menghindari penipuan, sebaiknya kamu melakukan sedikit riset tentang nominal gaji rata-rata untuk suatu profesi.

    5. Informasi perusahaan tidak jelas

    Saat kamu ditawari pekerjaan, baik dengan gaji fantastis ataupun ke perusahaan yang belum pernah dilamar, tetap ladeni penelepon. Sebab, bisa saja kamu memang dihubungi tanpa melamar karena sepak terjangmu yang oke.

    Setelahnya, kamu harus melakukan riset. Jangan membuat keputusan apa pun sebelum melakukan riset.

    Informasi perusahaan yang tidak jelas adalah ciri-ciri utama lowongan kerja palsu.

    Waspadalah jika kamu kesulitan menemukan website perusahaan yang menghubungi, ataupun channel komunikasi lain, seperti sosial media resmi.

    Apalagi, jika orang yang menghubungimu juga sama sekali tidak bisa kamu temukan informasinya, baik dari LinkedIn ataupun situs perusahaan.

    6. Alamat situs mencurigakan

    Kamu berhasil menemukan situs perusahaan? Jangan buru-buru lega, karena masih ada langkah berikut yang perlu dipastikan agar tidak tertipu lowongan kerja palsu.

    Coba cek alamat situsnya, termasuk ejaannya. Biasanya, lowongan kerja palsu akan membuat situs bohongan secara sembarangan.

    Lihat lagi apakah penulisan URL-nya benar? Perhatikan pula keamanan website tersebut.

    Situs resmi perusahaan yang aman umumnya memiliki awalan “https://”, bukan “http://” (tanpa s). Membuka link yang mencurigakan bisa berisiko terhadap keamanan data pribadimu.

    Selain itu, melansir dari Top Resume, kebanyakan perusahaan membuat URL situs mereka singkat, padat, dan jelas, agar lebih mudah terbaca oleh Google dan bisa ditemukan banyak orang.

    Jadi, kalau kamu melihat URL yang sangat panjang dan tidak jelas, bisa jadi ini adalah salah satu tanda lowongan kerja palsu.

    7. Meminta sejumlah uang

    Ciri-ciri yang sangat khas dari sebuah iklan lowongan kerja palsu adalah meminta sejumlah uang.

    Jika ada sebuah perusahaan yang menawarkan sebuah posisi pekerjaan di situs pencari kerja dan memintamu untuk melakukan sebuah transaksi uang untuk mereka, kamu patut mencurigai perusahaan tersebut.

    Alasan yang mungkin mereka gunakan adalah kamu harus membayar asuransi untuk barang yang akan kamu gunakan dalam pekerjaan tersebut.

    Hal ini sangat tidak masuk akal. Perusahaan mencari seorang karyawan dari kompetensinya dan membayarnya, bukan malah meminta sejumlah uang.

    8. Penawaran mendadak

    Satu cara lain yang bisa dilakukan oleh para penipu dalam lowongan di situs pencari kerja adalah langsung menawarkan suatu posisi pekerjaan kepada individu.

    Jika kamu ditawari untuk mengambil pekerjaan tersebut secara langsung saat kamu melamarnya di situs pencari kerja, sebaiknya kamu mulai berhati-hati.

    Setiap karyawan yang direkrut oleh perusahaan yang benar-benar profesional pasti dipilih dengan hati-hati.

    Perusahaan membutuhkan waktu untuk mengenal setiap kandidat, memilih, kemudian melakukan tes dan wawancara sebelum benar-benar yakin untuk merekrutmu.

    Penawaran pun biasanya dilakukan secara tatap muka di kantor perusahaan yang bersangkutan karena berkaitan dengan kontrak kerja serta legalitas hukum.

    9. Email tidak profesional

    Jika setelah kamu melamar suatu pekerjaan di situs pencari kerja, kamu tiba-tiba mendapat email dari orang yang tidak dikenal dengan alamat pribadi dengan domain umum, kamu patut curiga.

    Seorang hiring manager biasanya menggunakan akun email dengan domain perusahaan tempat ia bekerja.

    Misalnya [email protected], dalam mengirim surat yang berhubungan dengan pekerjaannya.

    Penipu akan menggunakan alasan server perusahaan sedang down jika ditanya tentang alamat email tersebut.

    Selain itu, kamu juga perlu berhati-hati jika email yang kamu terima tidak mencantumkan alamat dan kontak perusahaan yang bersangkutan.

    Baca Juga: Ingin lamaran kerja via email menarik perhatian perekrut? Ikuti 7 Cara Ini!

    10. Meminta informasi pribadi

    Sebenarnya, informasi pribadi memang pada akhirnya akan diminta perusahaan.

    Informasi pribadi ini bisa berupa nomor rekening, KTP, nomor NPWP, atau nomor telepon rekan kerja.

    Namun, mengutip Indeed, permintaan itu hanya akan dilakukan jika kamu sudah berada di tahap akhir dan sudah menandatangani offer letter.

    Kalau kamu langsung dimintai informasi personal pada kontak pertama dengan dalih kelengkapan data, bisa dipastikan bahwa itu adalah lowongan kerja palsu.

    Baca Juga: 8 Hal yang Membuat Surat Lamaran Kerja Lolos Screening

    Keaslian lowongan kerja sangat penting baik bagi perusahaan maupun pencari kerja.

    Lowongan kerja palsu yang tersebar di situs pencari kerja bisa jadi merusak nama baik perusahaan yang dicatut namanya, apalagi jika terdapat unsur penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Selain itu, pencari kerja juga pasti dirugikan karena privasi datanya yang tersebar ke tangan yang salah.

    Agar terhindar dari iklan lowongan kerja palsu, kamu sebaiknya menggunakan situs pencari kerja yang tepercaya, seperti Glints.

    Di job marketplace Glints, kamu akan menemukan berbagai macam lowongan dari perusahaan yang sudah melewati tahap screening ketat.

    Jadi, keaslian lowongan dan juga kualitasnya sudah tak perlu diragukan lagi. Kamu bisa mencari pekerjaan full-time, part-time, remote, dan juga magang.

    Tak perlu berlama-lama, langsung lihat lowongan kerja yang ada dan dapatkan pekerjaan impianmu sekarang juga, yuk!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.2 / 5. Jumlah vote: 67

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    One response to “10 Ciri Lowongan Kerja Palsu yang Harus Pencari Kerja Tahu”

    1. Makanya sebelum cari kerjaan sebaiknya harus cek cek perusahaannya juga

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait