×

Ingin lamaran kerja via email menarik perhatian perekrut? Ikuti 7 Cara Ini!

October 23, 2017 | No Comments

Ketentuan untuk mengirim lamaran kerja via email akhir-akhir banyak diberikan oleh perusahaan. Selain lebih hemat waktu dan biaya, mengirim lamaran kerja via email terbukti lebih efektif dibandingkan lamaran kerja secara offline. Dengan mengirim lamaran via email, kamu dapat dengan mudah menghubungi langsung pihak rekrutmen dari kantor tersebut. 

Mengirim lamaran kerja via email juga dinilai lebih efisien. Hampir semua orang yang bekerja menggunakan email sehari-harinya, sehingga lamaran kerja kamu dapat dengan mudah dibaca oleh perekrut di jam kerja. Selain itu, kamu tidak perlu membuang waktu untuk pergi dari kantor ke kantor hanya untuk menaruh berkas lamaran. Tetapi jika ada kesalahan, kamu tidak bisa menarik kembali lamaran kerja tersebut. Nah, untuk dapat terhindar dari kesalahan, ini dia beberapa tips yang dapat kamu lakukan.

Baca juga: Tips Agar Internship Application Kamu Dilirik Perusahaan

Body email lamaran kerja kamu sangat menentukan

Menulis body email sangat penting. Mengirimkan lamaran kerja via email tanpa body email sama saja seperti mengirimkan barang kepada orang tanpa meninggalkan pesan—aneh, bukan? Beberapa orang terkadang menganggap body email bukan hal yang penting. Anggapan itu tentu saja tidak benar. Selain mengutarakan maksud lamaran kerja, menulis body email akan membuat kamu lebih sopan dan profesional.

Kamu dapat menuliskan application letter kamu di dalam body email, sehingga tidak perlu menaruh application letter kamu ke bagian lampiran lagi. Hal itu akan membuat perekrut dapat menghemat waktu karena tidak harus mengunduh. Selain itu, jika kamu mengirimkan email tanpa body email, ada kemungkinan email-mu masuk ke dalam kolom spam atau junkmail. 

Menulis dengan bahasa sehari-hari atau secara formal?

Beberapa orang beranggapan menulis body email terlalu formal dapat menunjukan bahwa kamu pribadi yang kaku. Namun, bukan berarti kamu dapat menulis body email dengan bahasa sehari-hari seperti sedang chatting. Tentu kamu harus menyeimbangkan formal dan kasual ke dalam tulisan di body email-mu. Dengan begitu, perekrut juga dapat memberikan tanggapan yang baik.

Kamu dapat menulis body email secara business professional. Lalu, apa yang dimaksud dengan business professional? Artinya menulis body email dengan menggunakan gaya bahasa profesional yang digunakan oleh pekerja sehari-hari. Tidak perlu terlalu formal, cukup dengan menyusun tata bahasa yang baik dan benar dapat membuat body email kamu berkesan bagi perekrut. Dengan hal itu, kamu menunjukan kemampuan kamu berbicara.

Baca juga: 9 Hal Yang Harus Kamu Perhatikan dalam Lamaran Kerja Bahasa Inggris

Judul email dapat mempermudah perekrut menemukan kamu

Perlu diketahui perekrut menerima banyak email lamaran dalam sehari. Maka itu, pilihlah judul email sesuai dengan yang diminta oleh perekrut. Gunakan format email yang ditentukan perekrut. Karena dengan mengikuti format judul email kamu dapat dinilai lebih karena memperhatikan informasi yang sudah diberikan. Hal itu juga bertujuan agar perekrut mudah memfilter lamaran.

Jika perekrut tidak menentukan format email, kamu bisa menentukan judul email kamu. Jangan lupa untuk menulis posisi yang kamu inginkan dan nama kamu. Karena dengan menuliskan posisi lamaran akan mempermudah perekrut menemukan email-mu jika ia sedang menyeleksi kandidat. Dengan menulis nama kamu rekruter akan dengan mudah menemukan email kamu saat sedang menyeleksi lamaran untuk posisi tertentu.

Tulis lamaran kerja dengan spesifik

resume lamaran kerja

Beberapa hal bisa saja terlupakan karena terlalu panik atau karena terlalu menyepelekan. Untuk itu, kamu dapat mendata terlebih dahulu informasi penting yang perlu kamu sampaikan. Dengan menulis lamaran kerja yang spesifik, perekrut tidak perlu mengeluarkan usaha lebih untuk mencari informasi tentang diri kamu.

Ada beberapa hal yang tentunya tidak perlu kamu tulis. Misalnya, kamu seorang fresh graduate tentunya kamu tidak perlu mencantumkan bahwa kamu meraih juara umum saat duduk di bangku sekolah dasar. Selain dapat memperlambat perekrut untuk sampai ke pengalaman yang lebih signifikan, hal ini dapat memberikan terlalu banyak gambaran mengenai diri kamu yang bisa saja berdampak kurang baik.

Perhatikan ukuran lampiran

Resolusi desain CV memang perlu diperhatikan. Jika resolusinya terlalu kecil, CV kamu akan terlihat kurang menarik. Namun sebaliknya, dengan resolusi yang terlalu besar dapat membuat ukuran file terlalu besar sehingga sulit dilihat oleh perekrut. Karena kecepatan mengunduh suatu file bergantung pada ukurannya.

Perlu diingat kembali, bukan hanya kamu yang mengirimkan lamaran kerja. Jika kamu mencantumkan lampiran dengan ukuran file yang sangat besar, diperlukan waktu untuk mengunduh file tersebut. Karena hal itu, bisa saja perekrut tidak membuka file yang kamu lampirkan karena dibutuhkan waktu ekstra dalam proses pengunduhannya. 

Baca juga: Tips Memperbaiki CV: Hapus 5 Informasi Tidak Penting ini dari CV-mu

 

Kamu juga perlu memperhatikan alamat email kamu. Usahakan menggunakan nama yang jelas dengan tujuan memberikan kesan professional yang lebih. Kamu dapat mendukung kesuksesan lamaran kerja kamu dengan membangun pencitraan diri yang bertujuan untuk membentuk presepsi rekruter terhadap diri kamu.

Baca juga: Pencitraan diri untuk karier, kenapa tidak?

Kamu juga dapat dengan mudah mencari dan melamar pekerjaan melalui Glints. Signup dan temukan berbagai pekerjaan internship, part-time, dan full-time yang sesuai dengan minat kamu. Selain itu Glints juga memberikan kamu informasi hingga tips-tips yang dapat kamu gunakan untuk mengembangkan kariermu.

YOU MAY ALSO LIKE

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up