Back End Developer: Lingkup Kerja, Skill, dan Tanggung Jawabnya

Diperbarui 29 Jul 2022 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Beberapa tahun terakhir, developer menjadi salah satu profesi yang prestisius. Entah itu, akhirnya ada embel-embel front end developer, back end developer, atau full-stack developer.

    Terlepas dari itu, yang jelas, banyak yang menganggap profesi ini tak lagi sebelah mata dan bernilai besar.

    Meski demikian, sebelum masuk ke web developer, apakah kamu mengetahui maksud dari web development?

    Bagi yang belum tahu, web development adalah istilah yang berhubungan dengan seluruh hal terkait web, mulai dari desain web, pengembangan konten web, web server, dan keamanan jaringan konfigurasi.

    Ada tiga profesi yang bisa kamu pilih jika ingin menjadi seorang web developer, di antaranya adalah front end developer, back end developer, dan full-stack developer. Meski berbeda, tiga profesi tersebut adalah berakar dari hal yang sama.

    Nah, di sini Glints akan menjelaskan lebih jauh maksud dari back end developer. Lalu, seperti apa pekerjaan dari posisi ini?

    Baca Juga: Kerap Beriringan, Apa Perbedaan Antara Front End dan Back End?

    Mengenal Back End Developer

    perbedaan front end dan back end

    © Freepik.com

    Untuk memahami back end developer atau server side, kamu harus mengetahui front end dan bagaimana keduanya berinteraksi.

    Front end, juga disebut pemrograman client-side, adalah apa yang terjadi di browser semua yang dilihat dan berinteraksi oleh pengguna.

    Di sisi lain, back end adalah segala hal yang berhubungan dengan server (misal pada situs atau cloud) dan database.

    Mereka adalah mesin yang bekerja di balik layar, semua yang tidak dilihat oleh pengguna akhir atau berinteraksi langsung, tetapi itu memberi kekuatan pada apa yang terjadi.

    Back end developer fokus pada databasescripting, dan arsitektur dari sebuah website. Kode yang ditulis oleh mereka akan membantu mengomunikasi database informasi kepada browser.

    Pada umumnya, orang-orang yang bekerja sebagai back end developer dikenal sebagai pemecah masalah terbaik. Mereka dinilai selalu memakai pikiran logis dalam menjalankan pekerjaan.

    Selain itu, mereka cenderung lebih tertarik pada fungsi dan sistem daripada tampilan yang akan muncul kepada konsumen.

    Secara alur, kerja back end dimulai dari layout atau tampilan layar muka web yang dikembangkan oleh front end.

    Dari layout tersebut, mereka akan memilih sistem yang cocok atau sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh klien atau perusahaan. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila kerja keduanya tidak bisa dipisahkan.

    Ada beberapa tugas dasar yang dimiliki oleh seorang back end developer. Dilansir dari Career Explorer, berikut adalah sejumlah tanggung jawab dari profesi tersebut:

    • menciptakan, mengintegrasikan, dan mengelola database
    • bekerja dengan framework back end untuk membangun software server-side
    • teknologi server web
    • integrasi cloud computing
    • menggunakan bahasa pemrograman server-side
    • bekerja dengan sistem operasi
    • mengelola dan mengembangkan content management system (CMS)
    • integrasi API
    • pengaturan keamanan dan pencegahan peretasan
    • melaporkan analisisdan statistik

    Baca Juga: Ingin Jadi Back End Developer? Ketahui Dulu 12 Istilah Ini!

    Skill yang Harus Dimiliki

    perbedaan front end dan back end

    © Pexels

    Ada beragam skill nonteknis dan teknis yang wajib dimiliki oleh seorang pengembang di sisi back end. Beberapa skill nonteknis yang harus dimiliki back end developer di antaranya adalah:

    • menyukai proses analisis
    • memiliki kemampuan problem-solving yang tinggi
    • tertarik pada kemajuan teknologi
    • memiliki kemampuan komunikasi yang baik
    • dapat bekerja baik sendiri maupun bersama tim

    Selain itu, ada pula skill teknis  yang wajib dimiliki.

    Skill teknis pertama dan yang paling penting, pahamilah maksud dari server dan apa saja jenis-jenis server. Dewasa ini, muncul banyak pengertian berbeda mengenai server itu sendiri.

    Pengertian berbeda membuat server memiliki arti yang berbeda pula dan tidak sedikit yang malah melenceng dari server itu sendiri.

    Kedua, pelajari tentang database dan HTTP. Database adalah medium penyimpanan sebuah data.

    Di sini, segala data yang berhubungan dengan web akan tersimpan, mulai dari data dari web itu sendiri hingga apa yang dimasukkan oleh pengguna. Nah, untuk memasukkan data, maka pengguna akan menggunakan HTTP.

    Ketiga, kamu harus tahu apa itu Application Programming Interface (API).

    API adalah sekumpulan perintah, fungsi, serta protokol yang dapat digunakan oleh programmer saat membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu.

    API memungkinkan programmer untuk dapat berinteraksi dengan sistem operasi. Secara khusus, keterampilan dalam REST dan SOAP yang kerap disebut arsitektur API adalah hal yang diharapkan dalam posisi ini.

    Di luar itu semua, kemampuan lain yang jelas harus dimiliki oleh back end developer adalah pemahaman tentang bahasa pemrograman.

    Nah, bagaimana caranya agar dapat menguasai semua skill tersebut, sementara kamu bukan lulusan IT?

    Jawabannya adalah dengan mengikuti bootcampBootcamp adalah sebuah pelatihan coding.

    Tak seperti pelatihan lainnya, di sana, kamu akan diberikan teori dan diajak praktik langsung. Bahkan, beberapa bootcamp menawarkan bimbingan cari kerja selepas kamu lulus.

    Tertarik dengan program belajar tersebut? Yuk, pahami lebih lanjut lewat artikel Glints di bawah ini!

    BACA ARTIKELNYA

    Bahasa Pemrograman untuk Back End Developer

    back end

    © Pexels

    Sepandai apa pun front end developer dan sebagus bagaimana pun halaman web, akan percuma apabila tidak disertai oleh back end yang andal.

    Pasalnya, seperti yang sudah dijelaskan di atas, back end berkewajiban untuk melakukan perhitungan, memproses form, menyimpan data, dan lain sebagainya.

    Karena tugas yang rumit tersebut, back end diharuskan memahami beberapa bahasa pemrograman. Beberapa di antaranya adalah PHP, Phyton, Node.js, dan SQL.

    Tidak hanya itu, menurut Skillcrush, Ruby juga menjadi salah satu bahasa pemrograman bagi orang yang berada di posisi back end.

    Penggunaan beberapa bahasa pemrograman tersebut dikembalikan ke masing-masing back end, meski ada juga yang mensyaratkan karena lazimnya sifat penggunaan.

    Dari sekian bahasa pemrograman yang sudah disebutkan di atas, PHP menjadi yang paling populer. Menurut w3techs.com, PHP digunakan oleh 78.4% web yang menggunakan teknologi back end.

    Adanya media pembelajaran serta pelatihan yang dapat diperoleh dengan harga yang tidak mahal turut mendorong kepopuleran PHP.

    PHP juga menjadi pilihan back end karena penggunaan mereka masif. Jika kamu pada akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang back end developer, mempelajari PHP akan sangat menguntungkan.

    Pasalnya, selain mudah dipelajari, bahasa tersebut juga banyak digunakan oleh perusahaan sebagai bahasa pemrograman mendasar.

    Dikarenakan mereka akan banyak bekerja sama dengan posisi front end, idealnya back end developer juga memiliki pemahaman bahasa pemrograman seperti HTML dan CSS.

    Baca Juga: Beberapa Text Editor Terbaik untuk Para Programmer

    Gambaran di atas menjelaskan hal apa saja yang akan kamu kerjakan sebagai back end developer.

    Seperti yang sudah Glints sampaikan, kini, pekerjaan back end developer menjadi semakin populer dan menjanjikan. Hal ini disebabkan oleh merebaknya perusahaan yang memanfaatkan teknologi.

    Nah, jika kamu ingin berkarier sebagai back end developer, wajib sifatnya bagimu untuk giat mempelajari skill IT. Sebab, satu-satunya cara untuk berkarier di bidang ini adalah dengan belajar dan terus belajar!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.6 / 5. Jumlah vote: 5

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait