Ingin Jadi Back End Developer? Ketahui Dulu 12 Istilah Ini!

Diperbarui 08 Mar 2021 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Apakah back end developer merupakan pilihan kariermu? Sebelum mulai belajar menjadi back end developer ada banyak istilah di dalamnya yang perlu kamu ketahui.

    Dengan memahami definisi dari istilah-istilah ini, proses belajarmu pasti bisa menjadi lebih lancar.

    Lantas, apa saja sebutan-sebutan yang harus kamu pelajari? Glints telah merangkumnya dari SkillCrush dan Career Foundry, hanya untukmu.

    1. Back end

    back end istilah backend

    © Freepik.com

    Hal pertama yang wajib kamu ketahui adalah back end itu sendiri.

    Pada dasarnya, back end merupakan segala hal yang terjadi di balik layar saat kamu menggunakan website, aplikasi, atau software.

    Pengembangan back end bisa dipecah menjadi empat komponen utama, server, database, sistem operasi, serta software.

    Back end mendukung apa yang terjadi di depan layar, langsung berinteraksi denganmu.

    Terkadang, ada yang menyebutkan back end ini dengan istilah backend atau backend. Ketiganya memiliki arti yang sama.

    2. Text editor

    text editor istilah backend

    © Freepik.com

    Istilah back end selanjutnya yang perlu kamu pahami adalah text editor.

    Text editor adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menulis kode alias programming.

    Setelah penulisan kode selesai, tulisan pada text editor akan dikonversi sehingga bisa dibaca oleh komputer.

    Contoh-contohnya di antaranya SublimeText, TextEdit, Notepad++, dan lain-lain.

    3. Version control

    version control istilah backend

    © Freepik.com

    Sama seperti text editor, version control adalah suatu tools yang digunakan untuk membantu pekerjaan developer.

    Ibarat catatan sejarah, version control adalah catatan atas perubahan code saat dilakukan berbagai penggantian atau update.

    Apabila terjadi kesalahan besar pada update aplikasi, kamu bisa dengan mudah kembali ke versi sebelumnya.

    Jenis version control software yang ada di antaranya Git.

    Baca Juga: Pelajari Hal-Hal Berikut Jika Ingin Jadi Front-end Developer

    4. Web server

    web server istilah backend

    © Freepik.com

    Web server merupakan istilah back end yang mengacu pada sebuah perangkat komputer.

    Komputer ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai data. Data itu di antaranya daftar situs, aplikasi, dokumen, gambar, dan data-data lainnya.

    Pada dasarnya, apabila kamu mengakses website, kamu sedang membuka sekumpulan data-data yang ada di server.

    5. Aplikasi

    aplikasi

    © Freepik.com

    Kamu mungkin sudah tak asing lagi dengan istilah ini. Aplikasi merupakan software yang dikembangkan untuk menjalankan fungsi tertentu.

    Ada tiga jenis aplikasi, yakni aplikasi untuk desktop, untuk HP, dan untuk website.

    6. Software

    software istilah backend

    © Freepik.com

    Istilah back end yang satu ini juga tentu tak lagi asing di telingamu. Akan tetapi, kamu mungkin masih asing dengan definisinya.

    Software adalah sebuah program atau instruksi yang memberi komputer, HP, atau perangkat apa pun bagaimana harus menanggapi perintah dari manusia.

    Aplikasi merupakan salah satu jenis software. Jenis software lainnya adalah sistem operasi (misalnya Windows, MacOS).

    Bahkan, software juga termasuk berbagai program yang memungkinkan dua perangkat untuk berkomunikasi.

    Misalnya, ada software yang harus kamu install ketika ingin melakukan pencetakan melalui printer dari komputermu.

    Baca Juga: Skill yang Wajib Dimiliki Jika Ingin Jadi Front End Developer

    7. Software stack

    software stack istilah backend

    © Freepik.com

    Kamu sudah memahami apa itu software. Nah, software stack sejatinya merupakan sekumpulan software yang bekerja sama.

    Misalnya, untuk perangkat HP, software stack-nya adalah sistem operasi dan aplikasi HP itu sendiri.

    Nah, sekumpulan software inilah yang membantu menjalankan back end dari suatu situs.

    8. Framework

    framework

    © Freepik.com

    Istilah back end selanjutnya yang perlu kamu pahami adalah framework.

    Framework adalah berbagai komponen yang sering digunakan saat membangun software.

    Dengan alasan sering digunakan, sekumpulan komponen ini boleh di-copy dan dimanfaatkan siapa pun.

    Contohnya adalah Ruby on Rails, Bootstrap, AngularJS, dan Joomla.

    9. Application programming interface (API)

    api istilah backend

    © Freepik.com

    Kamu juga wajib memahami apa itu API alias application programming interface.

    Layaknya framework, API adalah sekumpulan komponen yang bisa digunakan secara cuma-cuma oleh developer untuk membangun aplikasi atau situs.

    Nah, berbeda dengan framework yang berbentuk kode, API merupakan komponen yang dikeluarkan suatu aplikasi.

    Misalnya, Twitter memiliki API yang bisa digunakan untuk developer untuk memanfaatkan fitur pencarian Twitter.

    Google Maps juga memiliki API yang bisa digunakan untuk memasukkannya dalam website tertentu.

    Baca Juga: 11 Pilihan Kursus Full Stack Developer Online maupun Offline

    10. Bug

    bug istilah backend

    © Freepik.com

    Istilah back end yang juga mungkin tak asing bagimu adalah bug.

    Bug merupakan suatu kesalahan dalam kode yang membuat website atau program tidak berjalan seperti seharusnya.

    11. Development operations (DevOps)

    development operations

    © Unsplash.com

    Development operations atau disingkat dengan DevOps adalah proses pembangunan software yang fokus menjembatani developeroperations, dan tim quality assurance untuk bekerja sama dengan lebih baik.

    Dengan begini, perilisan software akan lebih cepat dan efisien.

    12. Object-oriented programming (OOP)

    object oriented programming

    © Picjumbo.com

    Object-oriented programming atau OOP merupakan salah satu cara pandang programming yang spesifik.

    Istilah back end ini mengacu pada fokus pembuatan objek tertentu, bukan keseluruhan programming.

    Misalnya, kamu ingin membuat sebuah sepeda motor. Nah, dengan OOP, kamu akan fokus pada salah satu objek dari sepeda motor saja, misalnya komponen rem.

    Rem ini akan berinteraksi dengan objek lain, misalnya ban. Dalam programming, juga terjadi hal yang sama.

    Saat kamu mencoba membuat website, akan ada objek-objek yang lebih kecil namun saling berhubungan satu sama lain. Melalui OOP, kamu fokus pada salah satu objek, bukan secara keseluruhan.

    Baca Juga: 5 Front End Framework Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

    Demikian informasi soal berbagai istilah back end yang wajib kamu pahami. Mengetahui hal ini merupakan langkah awalmu menjadi back end developer yang andal.

    Akan tetapi, tentu saja, masih ada banyak hal yang perlu kamu pahami. Dengan mengetahui keseharian seorang back end developer, kamu tentu lebih bisa menggambarkan skill yang harus dikuasai.

    Tak perlu bingung mencari tempat bertanya langsung. Kamu bisa menemukan seorang back end developer yang bisa kamu tanyai melalui Glints Komunitas.

    Tempat ini merupakan media tanya-jawab sesama pengguna Glints soal pengembangan karier. Tanya sekarang, ya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait