Multipotentialite: Definisi, Ciri, dan Mitos yang Melekat
Ditulis oleh : Nika Audina
Pernahkah kamu bertemu teman di kampus atau kantor baru yang jago dan ahli dalam beberapa bidang sekaligus? Nah, itu adalah contoh multipotentialite.
Istilah ini memang belum terlalu akrab secara luas, karena hanya sering disebut dalam bidang pendidikan dan psikologi.
Multipotentialite juga mencerminkan orang yang memiliki ketertarikan dalam banyak hal dan menguasainya.
Banyaknya potensi yang dimiliki oleh seseorang ini bisa mendatangkan keuntungan juga dilema tersendiri.
Nah, yuk pahami lebih jauh apa itu multipotentialite dan mitos-mitos yang melekat terkait istilah tersebut dalam rangkuman Glints berikut!
Isi Artikel
Definisi Multipotentialite
Dikutip dari The Talko, multipotentialite adalah seseorang yang memiliki lebih dari satu bakat dan ketertarikan. Mereka cenderung tidak ingin ahli dalam satu bidang saja.
Contohnya, seseorang yang mengambil dan menjalankan dua jurusan berbeda, seperti manajemen serta musik selama masa pendidikan.
Pada praktiknya, orang yang memiliki banyak potensi ini seringkali merasa kurang, karena tidak memiliki keahlian dalam bidang spesifik.
Banyak tokoh yang merupakan seorang multipotentialite seperti Malala yang merupakan aktivis, pejuang kemanusiaan, penulis, dan politisi.
Indonesia sendiri memiliki Maudy Ayunda, aktris, penulis, penyanyi, pelaku bisnis, dan aktif di bidang pendidikan.
Istilah ini erat dikaitkan dengan milenial juga generasi setelahnya karena disebut sebagai generasi yang gemar melakukan job-hopping dan mencoba banyak bidang.
Ciri-Ciri Seorang Multipotentialite
Multipotentialite adalah hal yang umum ditemukan di tempat kerja ataupun kuliah.
Healthy Way Mag menjelaskan bahwa ada orang-orang yang memiliki banyak potensi sehingga tidak bisa memilih satu saja karier tertentu.
Berikut adalah beberapa ciri dari multipotentialite, masih mengutip The Talko:
- Sulit untuk menjelaskan apa bakatmu, kamu akan bingung untuk menyebutkannya karena memiliki beberapa bakat sekaligus.
- Tidak memiliki satu bakat spesifik atau yang utama, alhasil kamu sulit mengidentifikasi kemampuan atau spesialisasi keahlian.
- Saat kamu mencoba banyak hal baru yang menarik, sulit rasanya untuk melihat progres.
- Kamu punya banyak potensi, bakat, dan kemampuan, tapi tidak semuanya berkaitan dalam satu bidang.
- Kamu menikmati waktu saat menyampaikan dan menerapkan kemampuan dari satu bidang ke bidang lainnya.
- Memiliki rasa ingin tahu dan keinginan belajar yang tinggi.
- Takut memilih satu jalan karier khusus dan meninggalkan kesempatan lainnya.
- Mudah beradaptasi dan fleksibel dalam belajar.
Stigma dan Mitos Terkait dengan Multipotentialite
Banyak orang berasumsi bahwa multipotentialite memiliki banyak kerugian, terutama karena mayoritas orang sukses memiliki satu spesialisasi bidang yang dikuasai.
Berikut adalah stigma yang sering diberikan dan mitos terkait multipotentialite, menurut The Mind Fool:
1. Tidak ada keuntungan finansial
Orang-orang akan mengatakan bahwa menjadi ahli dalam beberapa bidang tidak akan berguna jika tidak menghasilkan uang.
Namun, ini adalah mitos karena banyak orang yang saat ini mendapatkan lebih banyak uang dari hobi maupun pekerjaan sampingan yang dilakukan.
2. Kurangnya komitmen
Memiliki banyak potensi dalam beberapa bidang sekaligus seringkali membuat kamu dilabeli dengan tidak memiliki komitmen.
Namun, hal ini tidak sepenuhnya bisa benar, karena seorang multipotentialite tentu memiliki fokus dan komitmen yang baik saat mereka memiliki kesempatan menambah skill.
3. Sering membuat keputusan yang salah
Jika seseorang ingin menggeluti karier yang berbeda dari pekerjaan saat ini, seringkali orang lain menganggapnya hal tidak baik.
Namun, bagi seorang multipotentialite, mereka mengetahui apa yang ingin mereka lakukan dan karier apa yang lebih baik.
Keputusan yang diambil oleh seseorang dengan banyak potensi pastinya telah dipikirkan dengan baik sebelumnya.
4. Bakat yang sia-sia
Saat seseorang ahli di bidang musik, namun memilih karier menjadi pengusaha, maka banyak yang mengatakan itu tindakan menyia-nyiakan bakatnya.
Tapi, itu tidak benar. Hanya karena seseorang memiliki bakat di bidang musik, belum tentu mereka memiliki waktu untuk mengasah bakat tersebut dan menjadikannya karier utama.
5. Berganti karier
Seseorang dengan potensi di beberapa bidang terkadang memutuskan untuk mengganti karier yang sudah dijalaninya sejak lama.
Seringkali, orang lain akan menilai ini sebagai tindakan yang berisiko dan gegabah. Namun, yang perlu diingat adalah tidak ada hal sia-sia jika kamu belajar suatu hal baru.
6. Multipotentialite adalah privileged
Ada mitos yang mengatakan bahwa multipotentialite hanya berlaku pada orang kaya dan memiliki privileged.
Sedangkan orang-orang tanpa privileged sulit untuk mempelajari beberapa bidang sekaligus dan lebih berfokus pada satu karier agar mendapat penghasilan tetap.
Namun, ini adalah kasus yang tidak bisa disamakan. Multipotentialite tidak bisa didefinisikan berdasarkan kelas tertentu.
Sebab, multipotentialite adalah tentang ketertarikan yang kuat serta motivasi masing-masing individu.
Itulah rangkuman tentang multipotentialite, mulai dari definisi hingga mitos yang erat dengan istilah tersebut.
Sebagai seorang multipotentialite, hal yang menjadi pertimbangan tentunya berkaitan dengan pilihan karier.
Banyaknya pilihan untuk multipotentialite bisa menguntungkan, sekaligus menyulitkan saat membuat keputusan karier.
Nah, untuk membantu kamu lebih yakin dalam menentukan karier, Glints memiliki ragam informasi tentang fase mengawali karier yang bisa kamu baca.
Mulai dari prospek karier berbagai industri hingga tips interview, yuk klik di sini untuk temukan dan baca ragam artikelnya.
