Bagaimana Caranya Menjadi Seorang UX Researcher Andal?

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Trias Ismi

Karier di bidang UX research kini memang sedang naik daun. Jadi tak perlu diragukan jika saat ini banyak orang yang mulai belajar mengenai hal yang satu ini.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Hal itu sesuai dengan pernyataan dari XD Ideas. Mereka menyebutkan alasan semakin banyak orang tertarik karena perkembangan karier dan gaji yang ditawarkan cukup tinggi.

Profesi seperti UX researcher bisa dipelajari oleh siapa pun karena bidang ini multidisiplin. Jadi, tidak ada jalan pasti untuk menjadi seorang UX researcher yang profesional.

Karena itu, buat kamu yang belum memiliki latar belakang pendidikan di bidang ini, masih sangat mungkin untuk mempelajarinya, lho!

Lantas, bagaimana cara belajar UX research yang perlu dipahami oleh pemula? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Baca Juga: User Research Kuantitatif vs Kualitatif untuk UX: Apa Bedanya, ya?

1. Pahami dasarnya

belajar ux research

© Pexels.com

Sebelum kamu mencoba berkecimpung di suatu bidang tentunya harus memiliki pengetahuan dan memahami dasarnya terlebih dahulu.

Begitu juga jika kamu ingin menjadi UX researcher, pastinya memahami dasar pengetahuan di bidang ini sangatlah penting.

Beberapa hal dasar yang perlu dipahami terlebih dahulu misalnya apa yang dilakukan oleh seorang UX researcher.

Jika kamu belajar mengenai UX research pastinya harus tahu terlebih dahulu apa tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh profesi tersebut.

Kemudian, kamu juga bisa mempelajari mengenai teknik penelitian yang biasa digunakan oleh seorang UX researcher.

Baca Juga: Sedang Menyusun Portofolio sebagai UX Researcher? Perhatikan Hal Berikut

2. Cari referensi sebanyak-banyaknya

tips belajar UX research

© Freepik.com

UX Planet menyebutkan cara terbaik untuk belajar UX research adalah dengan mempelajarinya dari banyak referensi.

Misalnya, dari buku, kelas online, kursus, hasil study case, mentorship dengan profesional, hingga video yang membahas seputar UX research.

Baca Juga :  Event Marketing adalah Kunci Pengenalan Produk

Tentunya kamu tidak perlu langsung mempelajari semuanya sekaligus. Kamu bisa terlebih dahulu mencoba cara pembelajaran yang kamu sukai.

Contohnya, kamu suka membaca buku. Maka, kamu bisa terlebih dahulu mengumpulkan buku tentang UX research dan mulai mempelajarinya.

Sementara itu, jika kamu suka belajar dengan mengikuti sebuah kelas yang dipandu langsung oleh seorang profesional, tentu Glints ExpertClass bisa kamu coba.

Di Glints ExpertClass ada banyak kelas yang membahas seputar UX research yang bisa kamu ikuti. Menariknya, di akhir kelas ada sesi tanya jawab yang bisa kamu gunakan untuk diskusi.

Jadi, dengan mengikuti kelas tersebut kamu bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik soal bidang UX research dan tahu apa saja skill yang dibutuhkan.

Tertarik? Yuk, klik tombol di bawah ini untuk mencari tahu apa saja kelas yang tersedia.

CEK KELASNYA

3. Tingkatkan skill yang dibutuhkan

© Freepik.com

Setelah paham dasar-dasar dari bidang UX research, kini kamu bisa mulai fokus untuk meningkatkan skill yang dibutuhkan.

Springboard menyebutkan bahwa untuk menjadi seorang UX researcher tidak memerlukan gelar khusus.

Namun, kamu harus memiliki pengetahuan soal teknologi dan pemahaman yang baik tentang perilaku manusia.

Jika kamu memiliki latar belakang pendidikan seperti psikologi, antropologi, sosiologi, pemasaran dan komunikasi, mungkin langkah menjadi UX researcher akan jadi lebih mudah.

Akan tetapi, jika kamu tidak memiliki latar belakang pendidikan tersebut, kamu masih bisa belajar UX research dan meningkatkan skill secara autodidak.

Jadi, apa saja skill yang harus dikuasai? Melansir UC Berkeley Extension, berikut ini beberapa skill yang dibutuhkan jika kamu tertarik menjadi UX researcher:

  • UX/design thinking
  • UX mapping
  • User testing
  • User-centered design research
  • InVision
  • Komunikasi
  • Berpikir analitis
Baca Juga :  5 Prospek Kerja Teknologi Pangan yang Selalu Dibutuhkan Sepanjang Zaman

4. Ikut komunitas

menjadi ux researcher

© Freepik.com

Bidang UX research sangat dinamis sehingga kamu harus terus upgrade ilmunya agar tidak tertinggal.

Salah satu cara agar kamu bisa selalu update dengan perkembangan di bidang ini yaitu dengan mengikuti komunitas.

Tidak hanya bisa belajar UX research, dengan ikut komunitas kamu juga bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan pada hal yang sama.

Jadi, kamu bisa bertukar ide dan bahkan mendapatkan bimbingan dari orang yang lebih profesional di bidang UX research.

Mengutip Enjoy HQ ada beberapa komunitas yang fokus pada pembahasan UX yang cukup populer. Misalnya, BetterUX, Mixed Methods, hingga Interaction Design Foundation.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Interview UX Researcher yang Perlu Kamu Tahu

Demikianlah rangkuman 4 cara belajar UX research yang sudah Glints persiapkan untukmu.

Semoga informasi di atas bisa membantumu yang sedang bingung untuk mulai belajar bidang UX research yang kini sedang banyak diperbincangkan.

Nah, jika memang kamu berencana ingin serius berkarier di bidang tersebut, sebaiknya terus konsisten dan berkomitmen untuk terus belajar dan berlatih.

Jadi, semangat dan tetap berusaha, ya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon