6 Mitos tentang Menabung yang Membuat Uang Susah Terkumpul
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Sering gagal menabung? Coba periksa kembali, jangan-jangan selama ini kamu gagal mengumpulkan uang adalah karena mitos tentang menabung yang selama ini tertanam di dalam diri.
Mitos-mitos di bawah ini bukan hanya tidak tepat, tetapi juga berbahaya karena dapat mengarahkanmu untuk mengambil keputusan finansial yang kurang bijak.
Untuk mencegah hal tersebut, langsung saja simak pembahasan lengkap yang telah Glints siapkan berikut ini!
1. Menabung hanya akan berguna jika jumlahnya besar
Kamu mungkin sering merasa bahwa menabung dengan jumlah sedikit tidak akan terlalu berpengaruh pada keuangan.
Menabung pun akhirnya terasa percuma jika uang yang disisihkan hanya sedikit.
Padahal, tidak ada yang percuma dalam menabung. Sekecil apa pun uang yang dikumpulkan, pasti ke depannya bisa kamu manfaatkan terutama untuk kebutuhan darurat.
Meski jumlahnya mungkin tidak cukup untuk memenuhi pengeluaran tersebut, setidaknya kamu tak harus mengeluarkan uang yang lebih besar.
Bayangkan jika uang yang kamu anggap sedikit itu tidak jadi ditabung. Saat masa genting, kamu akhirnya harus mengambil alokasi budget pribadi yang lain.
2. Menabung hanya akan efektif jika saya sudah punya banyak uang
Nah, mitos tentang menabung yang satu ini juga pasti sering kita tanamkan pada diri sendiri secara sadar maupun tidak.
Sebenarnya, apa definisi dan parameter dari ‘banyak uang’? Sampai kapan pun, ukurannya pasti terus berubah-ubah. Apalagi manusia terkadang susah merasa puas.
Jika harus menunggu sampai merasa punya banyak uang, sampai kapan pun kamu tidak akan menabung.
Efektif atau tidaknya menabung tergantung pada konsistensi dan kedisiplinanmu. Meski jumlahnya sedikit, lama-kelamaan pasti tetap bisa membantu menyelesaikan hambatan finansial yang kamu temui.
3. Sebaiknya mulai menabung ketika sudah terbebas dari utang
Bagi kamu yang memiliki utang jangka pendek, mitos yang satu ini mungkin tetap bisa diterapkan.
Namun, bagaimana dengan orang-orang yang mempunyai utang jangka panjang dan jumlahnya tidak sedikit, seperti cicilan rumah, mobil, atau pinjaman bank?
Apakah harus menunggu bertahun-tahun sampai lunas baru bisa mulai menabung?
Kamu tetap bisa menyisihkan uang sambil memprioritaskan kewajiban utang dalam waktu yang bersamaan.
Namun, kamu tak perlu memaksakan diri jika alokasi uang yang ada saat ini memang hanya cukup untuk kewajiban dan kebutuhan dasar. Selalu prioritaskan dua hal tersebut terlebih dahulu.
4. Menabung akan menjadi lebih mudah saat saya memiliki penghasilan tambahan
Mitos tentang menabung yang saat ini sangatlah tidak tepat. Faktanya, semakin tinggi pendapatan, biasanya semakin tinggi pula uang yang harus dikeluarkan untuk memenuhi gaya hidup.
Fenomena ini disebut sebagai lifestyle inflation.
Jadi, godaan untuk tidak menabung justru akan semakin besar ketika pendapatanmu bertambah.
Ini juga yang menjadi alasan mengapa kamu tak harus punya uang banyak terlebih dahulu untuk mulai menabung.
Lauren Anastasio, seorang Certified Financial Planner berpendapat melalui Bustle bahwa cara terbaik untuk memaksimalkan uangmu saat ini adalah dengan membentuk kebiasaan finansial yang baik.
Terlepas dari berapa pun penghasilan yang kamu dapatkan, kebiasaan ini penting untuk dibentuk sedini mungkin.
5. Menabung hanya akan merenggut hal-hal menyenangkan di hidup saya
Untuk permasalahan satu ini, Forbes menyebutkan bahwa kamu bisa mulai memangkas pengeluaran dari kebutuhan dasar terlebih dahulu, bukan dari budget untuk hiburan.
Misalnya mengurangi biaya listrik, makan, kendaraan, dan lain sebagainya.
Sementara itu, biaya untuk streaming film, makan di luar, atau hangout bersama teman, tetap bisa kamu coba sisihkan.
Kendati demikian, kamu tetap perlu berhati-hati agar kebutuhan primer dapat tetap terpenuhi dengan baik meskipun budget-nya dikurangi.
Jika kamu ingin menabung tapi tetap bisa bersenang-senang, cara di atas bisa kamu coba selama mampu mengendalikan kebiasaan impulsif.
6. Kunci utama menabung adalah niat yang kuat
Mitos tentang menabung yang satu ini tak sepenuhnya salah, tetapi juga kurang tepat.
Niat memang merupakan modal utama agar kamu bisa berkomitmen untuk menabung.
Namun, strategi yang lebih cerdik adalah dengan mengidentifikasi spending trigger atau hal-hal yang memicu keinginan untuk membeli sesuatu, lalu mengendalikannya.
Spending trigger ini ada banyak macamnya, seperti emptiness spending, yaitu keinginan membeli sesuatu hanya karena bosan.
Jadi, dengan mengidentifikasinya, kamu dapat lebih mudah mengendalikan keinginan untuk membeli sesuatu yang belum tentu dibutuhkan.
Demikian beberapa mitos tentang menabung yang seharusnya mulai kamu lupakan secara perlahan.
Nah, agar kamu bisa mengumpulkan uang dengan cara yang lebih efektif, coba pelajari lebih banyak tips terkait personal finance yang ada di Glints Blog.
Di sana, kamu akan menemukan topik bermanfaat seputar pengelolaan keuangan pribadi, mulai dari tips menabung, membayar utang, memulai investasi, dan masih banyak lagi.
Demi membentuk kebiasaan finansial yang lebih sehat, ayo baca kumpulan artikelnya di sini sekarang juga! Semuanya gratis.
