7 Cara Menghadapi Dilema Etika di Tempat Kerja

Tayang 23 Sep 2022 - Dibaca 4 mnt

Isi Artikel

    Dalam dunia kerja, kamu biasanya mengalami dilema etika terutama saat berhubungan dengan rekan kerja, atasan, klien, hingga partner bisnis.

    Untuk bisa menghadapinya dengan baik, dibutuhkan kemampuan berpikir kritis untuk bisa mencari solusi terbaik, sambil menjaga reputasi profesionalmu.

    Sehingga, mengetahui cara menghadapi dilema ini akan membuatmu menjadi seorang profesional yang dihargai.

    Nah, berikut Glints berikan beberapa cara ketika mengalami dilema seperti ini di tempat kerja. Simak artikelnya berikut ini, ya.

    Baca Juga: 10 Tips Melatih Karyawan Baru di Kantormu

    Cara Menghadapi Dilema Etika di Tempat Kerja

    1. Melakukan analisis risiko

    Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menganalisis risiko. Di mana, kamu menimbang keuntungan dan kerugian yang bisa didapat dari keputusanmu.

    Sehingga, melakukan ini dapat membantumu mengetahui langkah yang harus diambil.

    Tidak hanya itu, menganalisis risiko juga membantumu mendapat kejelasan dari situasi yang membuatmu merasakan dilema tersebut.

    2. Berkaca pada pelatihan yang telah didapatkan

    Melansir Indeed, cara lain yang bisa kamu lakukan ketika menghadapi dilema etika adalah berkaca pada pelatihan yang telah didapatkan sebelumnya.

    Biasanya, perusahaan akan memberi pelatihan seputar etika ke karyawannya, terutama bagi yang memegang posisi sebagai pemimpin.

    Mengingat pelatihan yang pernah kamu dapatkan dapat membantumu mengetahui langkah yang perlu diambil ketika berada dalam situasi dilematis.

    3. Review panduan perusahaan

    Beberapa perusahaan juga memiliki panduan bagi karyawannya untuk menjelaskan seputar sikap dan perilaku profesional yang diharapkan.

    Cari bab yang membahas seputar etika dalam panduan tersebut.

    Mungkin saja di sana terdapat informasi yang bisa membantumu dalam membuat keputusan ketika berada dalam situasi dilematis tersebut.

    4. Mengacu pada peraturan yang berlaku di industri

    Kamu juga bisa mengacu pada peraturan yang berlaku di industrimu ketika berhadapan dengan dilema etika.

    Beberapa profesi, seperti pengacara, akuntan, atau dokter, memiliki peraturan dan panduan yang berlaku dalam industrinya.

    Hal tersebut supaya perilaku etis dan moral para profesional di dalamnya tetap terjunjung tinggi.

    Biasanya, seseorang yang melakukan pelanggaran terhadap aturan tersebut akan mendapat sanksi kedisiplinan.

    Baca Juga: 8 Hal Penting yang Harus Dihapus dari Laptop Kantor saat Resign

    5. Memercayai insting sendiri

    Masih melansir Indeed, kamu juga bisa mencoba untuk memercayai instingmu sendiri ketika merasakan dilema etika.

    Selalu ada waktu di mana kamu harus memercayai instingmu ketika merasa ada yang tidak benar dalam lingkungan kerja.

    Dengan begitu, kamu bisa mencari tahu lebih lanjut tentang hal yang salah tersebut ketimbang mengabaikannya.

    Melakukan hal ini dapat melindungi perusahaan dan dirimu dari perbuatan tidak etis yang mungkin terjadi.

    Tidak hanya itu, memercayai insting sendiri juga berarti kamu akan mengonfirmasi suatu hal terlebih dahulu ketimbang langsung bertindak.

    Misalkan, kamu akan mencoba untuk lebih memerhatikan rekan kerjamu yang diduga memanipulasi jam kerjanya sebelum melaporkan dia ke atasan.

    6. Berbicara dengan orang yang bersangkutan

    Michigan State University mengatakan untuk berbicara langsung dengan orang yang bersangkutan ketika merasa dalam dilema etika.

    Karena, berbicara secara langsung dengan orang yang membuatmu merasakan dilema tersebut dapat;

    • mendapatkan sudut pandang baru
    • menanyakan pertanyaan klarifikasi
    • mendorong orang yang bersangkutan untuk melakukan perbuatan yang lebih etis

    Tidak hanya itu, berbicara secara langsung juga akan membuat mereka menghargai keterusteranganmu dan mengoreksi tindakannya.

    Namun, jika orang yang bersangkutan membuat pelanggaran etika yang ekstrim seperti pelecehan seksual atau diskriminasi, kamu tidak perlu melakukan hal ini.

    7. Meninggalkan situasi tersebut sepenuhnya

    Cara lain yang bisa kamu lakukan ketika menghadapi etika dilema adalah dengan meninggalkan situasi tersebut sepenuhnya.

    Hal ini bisa dilakukan jika kamu merasa tidak ada usaha atau tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi situasi tersebut.

    Kamu bisa mencoba untuk resign dan mencari pekerjaan baru. Hal tersebut bisa membantumu mengurangi rasa stres yang disebabkan dari situasi dilematis.

    Tidak hanya itu, meninggalkan situasi dengan sepenuhnya juga bisa membantumu menjaga standar dan etika pribadimu sendiri.

    Baca Juga: 8 Kesalahan saat Business Trip yang Harus Kamu Hindari

    Itu adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi dilema etika di tempat kerja.

    Intinya, pastikan untuk tetap menjaga reputasi profesionalmu dan perusahaan ketika berada dalam situasi tersebut.

    Tidak hanya itu, hindari membuat asumsi dan tanyakan secara langsung dengan orang yang bersangkutan.

    Nah, selain informasi ini kamu bisa tahu lebih banyak tips dan trik menarik yang berkaitan dengan dunia kerja dengan baca kumpulan artikelnya di Glints Blog.

    Kamu cukup klik di sini untuk baca ragam artikel tersebut. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 1.5 / 5. Jumlah vote: 2

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait