Berencana Resign? Ini Pilihan Alasan dan Langkah Antidrama untuk Mengajukannya

Diperbarui 14 Jul 2022 - Dibaca 11 mnt

Isi Artikel

    Ada kalanya kita merasa sangat kelelahan dan tak sanggup lagi untuk bertahan di tempat kerja. Maka, jalan keluar satu-satunya adalah dengan mengajukan resign.

    Bagi karyawan tentunya sudah tak asing lagi dengan istilah apa itu resign, bukan? Meski begitu, masih banyak orang yang masih kurang paham dengan tata cara yang benar saat melakukan resign.

    Padahal, resign tanpa pamit bisa membuatmu disebut kurang profesional dan tidak menghormati perusahaan tempatmu bekerja.

    Nah, supaya bisa terhindar dari kesalahan dan drama saat resign yang dapat membahayakan kariermu, Glints telah merangkumnya di bawah ini.

    Baca Juga: 6 Tips untuk Menulis Surat Pengunduran Diri dari Pekerjaanmu

    Apa Itu Resign?

    apa itu resign

    © Rawpixel.com

    Indeed menuliskan bahwa resign adalah sebuah kegiatan saat kamu meninggalkan pekerjaan secara sukarela.

    Saat mengundurkan diri dari pekerjaan maka kamu akan melepaskan semua tanggung jawab yang terkait dengan pekerjaan.

    Kamu juga akan kehilangan sejumlah tunjangan yang telah kamu dapatkan dari perusahaan mulai dari gaji dan tunjangan lainnya.

    Nah, jika resign adalah jalan yang ingin kamu pilih, sebaiknya pertimbangkan baik-baik konsekuensinya.

    Pastikan kamu sudah yakin bahwa dengan resign maka kamu bisa mendapatkan jalan karier atau tempat kerja yang lebih baik.

    Alasan yang Paling Tepat untuk Resign

    resign adalah

    © Thebalancecareers.com

    Memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kamu sudah memiliki rekan kerja atau atasan yang suportif.

    Namun, jika resign adalah satu-satunya jalan yang harus kamu pilih, sebaiknya siapkan alasan yang paling tepat.

    Melansir dari Southern New Hampshire University, berikut ini beberapa alasan resign yang paling tepat:

    1. Keadaan bisnis

    Keadaan perusahaan yang kurang baik biasanya menjadi salah satu alasan sebagian besar karyawan memilih untuk melakukan resign.

    Saat bisnis sedang mengalami masa sulit, tentu karyawan akan merasa kurang aman dengan pekerjaannya. Karena itu, tak ada salahnya jika kamu menggunakan alasan ini untuk mengajukan resign.

    2. Perubahan karier

    Meskipun sudah memiliki pekerjaan yang baik, tapi terkadang kita masih memiliki keinginan untuk mengejar karier impian yang sesuai dengan passion.

    Nah, jika kamu memang benar-benar ingin mengejar karier yang sesuai dengan passion, tentu keputusan untuk resign bisa dipertimbangkan.

    Kamu bisa menjadikan alasan ini untuk mengundurkan diri dari tempat kerja saat ini. Namun, pastikan kamu sudah berpikir jangka panjang bahwa mengubah karier bukanlah hal yang mudah.

    Baca Juga: Cara Resign Mendadak agar Tak Dicap Buruk oleh Perusahaan

    3. Pengembangan diri

    Melakukan pengembangan diri memang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

    Namun, jika kamu ingin berkomitmen untuk melakukan pengembangan diri yang profesional, maka resign adalah keputusan yang benar.

    Apalagi jika kamu harus kembali sekolah atau melakukan pelatihan intensif, tentunya bisa menyita waktu dan tenaga. 

    Jadi, kamu pasti akan kesulitan jika harus membagi waktu antara pekerjaan dan proses pengembangan diri.

    4. Mendapatkan peluang kerja yang lebih baik

    Selain masalah gaji, banyak orang yang ingin mengajukan resign karena budaya kerja yang toxic sehingga sulit untuk mengembangkan karier.

    Saat sudah menemukan pekerjaan baru yang menawarkan gaji yang lebih tinggi atau lingkungan kerja yang lebih baik, tentu kamu perlu mempertimbangkannya.

    Kamu tak perlu ragu untuk mengundurkan diri demi mendapatkan peluang kerja yang lebih baik tersebut.

    Cara Mengajukan Resign

    etika resign

    © Freepik.com

    Setelah menemukan alasan yang tepat untuk mengundurkan diri dari pekerjaan, kini ketahui bagaimana tata cara yang baik untuk mengajukan resign.

    1. Putuskan kapan waktu yang tepat untuk resign

    Hal pertama yang harus dipersiapkan sebelum resign adalah memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.

    Biasanya perusahaan menerapkan aturan one month notice untuk karyawan yang ingin melakukan resign.

    Jadi, kamu tidak boleh mendadak dan harus memperhitungkan waktu one month notice tersebut karena itu adalah aturan.

    Misalnya, kamu mulai bekerja di kantor baru pada bulan Oktober, maka kamu harus memberitahu atasan sebulan sebelumnya yaitu di awal bulan September atau akhir Agustus.

    2. Beritahu alasan resign kepada atasan

    Setelah menyiapkan tanggal, kini kamu harus mempersiapkan diri untuk menyampaikan alasan resign yang jelas kepada atasan.

    Temui atasanmu dan ungkapkan dengan jelas apa sebenarnya alasanmu ingin mengundurkan diri dari pekerjaan.

    Menurut The Balance Careers, jujur mengungkapkan alasan resign kepada atasan dapat membuatmu terlihat bijaksana dan profesional.

    Atasan pasti akan mendengarkan alasanmu untuk resign, apalagi jika alasannya cukup masuk akal. Saat atasan sudah memberikan persetujuannya, kamu juga bisa mendapatkan surat rekomendasi darinya.

    3. Siapkan surat pengunduran diri

    Setelah memberitahu atasan secara lisan, kamu juga perlu menyiapkan surat resign yang menampilkan tanggal efektif pengunduran diri dan tanda tanganmu.

    Dalam surat tersebut sebaiknya ucapkan terima kasih kepada atasan dan tulis kembali alasanmu mengundurkan diri dari pekerjaan secara singkat.

    Jika memungkinkan, kamu juga bisa ikut mencantumkan tawaran soal membantu peralihan tugasmu kepada orang baru.

    Baca Juga: Sampaikan Ucapan Resign Ini sebagai Tanda Perpisahan ke Rekan Kerja

    4. Selesaikan semua pekerjaanmu

    Saat atasan sudah menyetujui untuk resign, sebaiknya kembalilah fokus untuk menyelesaikan semua  pekerjaan sebelum kamu pergi.

    Jika sudah ada pengganti yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaanmu, jangn lupa untuk mencoba membantunya memahami setiap detail tugasmu.

    Pastikan kamu pergi dari kantor dengan kondisi telah menyelesaikan semua pekerjaan agar kamu terlihat tetap profesional.

    5. Pamitan dengan atasan dan rekan kerja

    Hal yang satu ini sebenarnya bukan hal formal yang harus kamu lakukan. Namun, resign adalah perpisahan bagimu dengan atasan dan rekan kerja yang selama ini bekerja sama denganmu.

    Karena itu, tak ada salahnya jika kamu berpamitan dengan mereka. Apalagi jika selama ini kamu berhubungan baik dengan mereka.

    Tentunya kamu harus pergi dengan cara yang baik agar mereka tidak kecewa dengan keputusan resign-mu. 

    Selain mengucapkan kata perpisahan, jangan lupa ucapkan terima kasih karena sudah bekerja sama selama beberapa waktu.

    Tak hanya itu, ketahui juga bagaimana cara menjalin hubungan yang baik dengan eks atasan.

    Hal ini punya banyak manfaat, misalnya:

    • mendapat bimbingan untuk perkembangan karier
    • memiliki rekan diskusi untuk menambah pengetahuan
    • mendapatkan referensi untuk melamar kerja

    Lantas, seperti apa caranya menjaga hubungan dengan eks atasan tetap baik? Tenang, Glints punya jawaban yang dirangkum dalam Panduan Lengkap Resign Kerja: Cara, Alasan Tepat, dan Template Suratnya.

    Dalam panduan tersebut, ada informasi menarik lain yang bisa kamu gunakan sebagai arahan untuk resign secara profesional. Bahkan, ada template surat resign yang juga bisa langsung kamu download secara gratis dan edit sesuai kebutuhan.

    Menarik, kan? Yuk, klik tombol di bawah ini untuk pelajari lebih lanjut!

    KLIK DI SINI

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait