Tips Mempersiapkan Dana Pensiun Sedini Mungkin

Diperbarui 24 Nov 2022 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Menurut Menkeu Sri Mulyani yang dilansir dari laman Kompas, saat ini adalah saat yang tepat untuk mengikuti atau mempersiapkan dana pensiun. Pasalnya, saat ini aset dana pensiun masih rendah, di mana aset dana pensiun kita masih berada di kisaran 1, 85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    Hal ini berbeda dengan beberapa negara maju yang aset dana pensiun di dalamnya mencapai 70 hingga 100 persen terhadap PDB. Selain untuk menjamin diri kita saat pensiun nanti, mempersiapkan dana pensiun juga dapat negara untuk meningkatkan aset dana pensiun tiap warga negaranya.

    Dana pensiun harus dipersiapkan sedini mungkin, supaya kamu tinggal memakainya saat masa pensiun nanti. Mempersiapkan dana pensiun sendiri ternyata sangat disarankan oleh para perencana keuangan. Menurut laman Finansialku, saran tersebut muncul berdasarkan teori “nilai uang atas waktu.”

    Teori ini menjelaskan bahwa semakin dini seseorang melakukan perencanaan keuangan (termasuk dana pensiun), maka semakin lama orang menyimpan uang untuk perencanaan keuangan tersebut, Dan semakin lama orang menyimpan uang, maka semakin besarlah uang yang didapatkannya nanti.

    Dana pensiun sendiri tidak bisa dipersiapkan secara serampangan. Berikut ini, terdapat beberapa tips yang bisa kamu pakai untuk melakukan hal tersebut. Tips-tips tersebut bisa kamu lihat sebagaimana di bawah ini!

    Baca Juga: Memahami Apa Itu Kompensasi, Komponen Penting Perusahaan

    1. Mengikuti dana pensiun di Bank

    Mengikuti Dana Pensiun di Bank

    © Freepik.com

    Hampir tiap bank komersial menyediakan program dana pensiun. Jika bank yang kamu pakai mempunyai program tersebut, sebaiknya kamu segera mengikutinya. Program tersebut bisa membantumu untuk menyediakan dana pensiunmu nanti, apalagi jika kamu adalah masih belum bisa mengatur manajemen keuanganmu sendiri.

    Sebisa mungkin, program dana pensiun yang kamu ikuti mempunyai sistem penarikan langsung. Sistem tersebut memudahkanmu mendapatkan dana pensiun secara langsung lewat depositomu tanpa harus dicairkan dulu di teller bank. Untuk mengikuti program ini, kamu tinggal membayar iuran sebesar Rp. 50.000 atau tergantung dari kebijakan bank yang kamu pakai.

    2. Membuat dana darurat

    dana pensiun dengan membuat dana darurat

    © Freepik.com

    Selain mempunyai rekening dana pensiun, kamu juga harus membuat dana darurat. Hal itu dilakukan agar kamu bisa mengantisipasi hal-hal tak terduga di hidupmu dalam jangka pendek ataupun panjang. Misalnya: sakit, atau membayar sewa rumah.

    Agar dana darurat dapat terbentuk, kamu harus bisa menyisihkan sebagian penghasilanmu, minimal 10 persen. Misalnya: bila gajimu Rp. 4 juta sebulan, maka sisihkanlah 10 persen gajimu itu (Rp.400 ribu) tiap bulannya untuk dijadikan dana darurat. Dana tersebut bisa kamu simpan di rekening bank khusus, atau bisa juga disimpan secara manual di tempat yang aman (seperti: dalam celengan atau brankas pribadimu).

    Jika dana daruratmu tak kunjung terpakai sama sekali, kamu bisa memakai dana tersebut sebagai tambahan untuk dana pensiunmu nanti. Dengan begitu, kamu pun jadi punya dana pensiun dengan jumlah yang banyak.

    3. Segera lunasi semua utang

    persiapkan dana pensiun dengan segera melunasi semua utang

    © Freepik.com

    Agar masa pensiunmu tak terlilit utang, maka segeralah lunasi utang-utangmu di masa kini. Lunasilah utangmu mulai dari yang terkecil. Jika utang yang kamu miliki mempunyai bunga besar, segeralah lunasi utangmu itu agar kamu tidak terbebani oleh beban bunga yang besar tersebut.

    Usahakan utang-utang yang kamu lunasi dibayar dengan uang gajimu. Jangan sampai kamu meminjam uang lagi demi membayar utang-utangmu. Hal itu justru malah menambah beban utangmu, Dengan melunasi utangmu di masa kini, kamu pun bisa mengalokasikan sebagian gajimu untuk ditabung atau digunakan untuk program dana pensiun, sehingga kamu pun bisa punya simpanan saat masa pensiun tiba nanti.

    4. Membuat penghasilan lain

    mempersiapkan dana pensiun dengan membuat penghasilan lain

    © Freepik.com

    Meskipun nanti kamu mendapat pesangon dari perusahaan, tak ada salahnya untuk tetap membuat penghasilan lain. Pasalnya, uang pesangon yang kamu dapatkan nanti biasanya relatif kecil, dan tentu tidak bisa dijadikan sebagai dana pensiun utamamu.

    Ada banyak cara untuk membuat penghasilan lain, seperti: membuat usaha, atau berinvestasi. Dalam membuat usaha, disarankan untuk membuat hal tersebut sesuai dengan minat dan keahlian yang kamu miliki. Misalnya: bila kamu punya minat atau keahlian membuat kue, maka kamu bisa membuat usaha toko kue baik secara luring (offline) ataupun daring (online). Membuat usaha sesuai minat dan keahlian akan membuatmu dapat menjalani usaha tersebut dengan sepenuh hati. Pasalnya, usaha yang kamu buat sangat dekat dengan miinat dan keahlian yang kamu punya.

    Bila nanti kamu menjadikan investasi sebagai penghasilan lain, sebaiknya lakukan hal tersebut sesuai dengan instrumen investasi yang kamu miliki. Misalnya: bila kamu tertarik pada emas batangan, maka lakukanlah investasi dengan instrumen tersebut.

    Uang yang dihasilkan dari penghasilan lainmu bisa kamu simpan sebagai dana pensiun. Bila memungkinkan, kamu pun bisa menjadikan penghasilan lainmu itu sebagai pekerjaan atau kegiatan barumu setelah pensiun dari perusahaan tempat kamu bekerja.

    5. Menambah jumlah uang yang ditabung saat naik gaji

    mempersiapkan dana pensiun dengan menambah uang tabungan

    © Freepik.com

    Bila kamu mengalami kenaikan gaji, usahakan untuk menambah jumlah uang yang kamu tabung nanti. MIsalnya: bila sebelumnya kamu menabung sebesar Rp. 400 ribu perbulannya, maka kamu bisa menambahnya menjadi Rp. 500 ribu atau lebih bila kamu mendapat kenaikan gaji.

    Dengan melakukan hal tersebut, jumlah uang di tabunganmu akan semakin banyak. Nantinya, uang di tabunganmu bisa menjadi salah satu sumber dari dana pensiun yang kamu punya. Usahakan tabungan yang kamu gunakan merupakan tabungan berbunga kompetitif dengan penalti yang dapat mengamankan uang kamu. Hal itu dilakukan agar kamu tidak menggunakan uang tabunganmu sembarangan, sehingga uang tabunganmu bisa awet dan dijadikan sebagai salah satu sumber dana pensiun milikmu.

    Jadi, saat mendapat kenaikan gaji nanti, jangan kamu pakai untuk hura-hura, ya!

    6. Jangan jadikan dana pensiun untuk berinvestasi dengan risiko besar

    mempersiapkan dana pensiun dengan tidak berinvestasi yang beresiko

    © Freepik.com

    Saat pensiun nanti, janganlah kamu pakai dana pensiun punyamu untuk berinvestasi, apalagi untuk investasi dengan risiko besar seperti saham atau reksadana. Hal itu dilakukan agar kamu tidak terkena risiko besar yang akan kamu rasakan bila melakukan investasi tersebut. Misalnya: harga saham turun drastis akibat inflasi atau nilai tukar rupiah yang kian melemah.

    Kalaupun harus berinvestasi saat pensiun nanti, berinvestasilah dengan memakai instrumen berisiko kecil. Misalnya saja: emas. Instrumen investasi ini mempunyai nilai atau harga yang stabil bahkan meningkat, sehingga tidak mudah terkena badai inflasi. Dengan begitu, kamu pun tidak merugi bila menggunakan dana pensiun punyamu untuk berinvestasi emas.

    Dengan melakukan sejumlah tips di atas, kamu bisa mempersiapkan dana pensiun milikmu sedini mungkin. Kamu pun jadi tinggal menikmati dana pensiun miliikmu nanti, bila masa pensiunmu telah tiba. Selain itu, mempersiapkan dana tersebut juga akan membantu negara kita dalam meningkatkan jumlah atau rasio aset dana pensiun.

    Baca Juga: 8 Tips Mengatur Keuangan Pribadi saat Musim Diskon

    Masih mencari pekerjaan? Temukan berbagai lowongan pekerjaan dari full time hingga freelance dengan sign up di Glints sekarang juga!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait