Kompensasi: Definisi, Tujuan, Bentuk, dan Jenis-jenisnya

Diperbarui 20 Jun 2022 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Sebagai seorang pekerja, kemungkinan besar kamu sudah sering mendengar istilah kompensasi, namun apa itu maksudnya? Bisa dibilang, kompensasi adalah salah satu kunci agar perusahaan dapat berjalan dengan baik.

    Namun, tanpa pengelolaan yang benar, kompensasi bisa membuat sebuah perusahaan merugi dan kehilangan karyawan.

    Di artikel ini, Glints akan menjelaskan serba-serbi seputar apa itu kompensasi perusahaan. Simak artikel berikut ini, yuk!

    Definisi Kompensasi

    kompensasi adalah

    © Pexels.com

    Menurut Patriot, kompensasi adalah total pembayaran dalam bentuk tunai maupun non-tunai yang diterima pekerja atas kontribusinya pada perusahaan.

    Kompensasi sendiri berkaitan dengan imbalan yang diterima oleh karyawan.

    Tentunya, ini menjadi elemen penting bagi mereka karena besaran yang didapatkan merepresentasikan nilainya sebagai pekerja dan juga kinerjanya.

    Kompensasi juga bisa menjadi penentuan motivasi bagi karyawan karena dapat meningkatkan kinerjanya atau justru malah membuatnya menurun.

    Selain itu, kompensasi juga dapat menjadi media untuk meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

    Namun jika tidak dikelola dengan benar, maka kompensasi bisa menjadi bumerang.

    Tanpa pengelolaan kompensasi yang benar, hal ini dapat menurunkan kinerja karyawan atau bahkan membuat perusahaan kehilangan karyawan tersebut.

    Tujuan Kompensasi

    kompensasi adalah

    © Pexels.com

    Seperti disebutkan sebelumnya, kompensasi adalah senjata utama untuk meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan.

    Namun masih ada hal lain yang menjadi tujuan dari kompensasi. Berikut adalah beberapa tujuan dan manfaat dari pemberian kompensasi.

    • Mendapatkan karyawan yang kompeten untuk perusahaan dengan memberikan kompensasi yang tepat.
    • Mengendalikan biaya dalam proses perekrutan di mana perusahaan bisa mempertahankan karyawan dalam jangka waktu lama.
    • Dengan kompensasi yang sesuai dan transparan, karyawan dapat mempertimbangkan loyalitas dan kinerjanya untuk perusahaan.
    • Perusahaan pun dapat mempertahankan karyawan terbaiknya tanpa harus berulang-ulang melakukan proses perekrutan karena banyaknya karyawan yang memilih resign.
    Baca Juga: Apa Saja Kompensasi Kerja yang Ada di Indonesia?

    Bentuk Kompensasi

    apa itu kompensasi

    © Pexels.com

    Ada beragam bentuk kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya, apa saja itu?

    Menurut CheckMark, berikut adalah beberapa bentuk dari kompensasi yang umum diberikan.

    1. Upah atau gaji

    Kompensasi utama yang paling dikenali adalah upah atau gaji. Kinerja karyawan dibayar langsung dalam bentuk uang yang disesuaikan secara berkala.

    Jangan keliru dengan penggunaan istilah upah dan gaji meskipun keduanya adalah bentuk balas jasa yang dibayarkan terkait waktu.

    Upah umumnya dibayarkan kepada pekerja harian di bidang produksi atau pemeliharaan sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

    Gaji merupakan istilah untuk kompensasi yang dibayarkan secara periodik kepada pekerja tetap, baik mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan dengan jaminan yang pasti.

    2. Insentif

    Insentif merupakan tambahan kompensasi yang dibayarkan di luar gaji atau upah yang diberikan.

    Umumnya insentif didapat dari keuntungan-keuntungan yang diterima perusahaan untuk dibagikan kepada karyawannya.

    Komisi atau bonus ini berkaitan erat dengan produktivitas karyawan.

    Semakin tinggi produktivitas karyawan, semakin besar pula keuntungan yang diperoleh perusahaan.

    3. Tunjangan

    Kompensasi lain yang diberikan di luar gaji adalah tunjangan.

    Tunjangan dari perusahaan biasanya meliputi asuransi kesehatan, asuransi ketenagakerjaan, rekreasi karyawan, dan program pensiun.

    Berbeda dengan insentif yang hanya diberikan perusahaan jika ada keuntungan atau peningkatan produktivitas, tunjangan merupakan kompensasi yang diberikan dengan jaminan yang pasti seperti halnya upah atau gaji.

    4. Fasilitas

    Fasilitas berkaitan dengan kompensasi yang diterima dalam lingkungan kerja.

    Misalnya, perusahaan akan memberikan komputer untuk karyawan bekerja, kantor yang nyaman, hingga kendaraan seperti mobil untuk memudahkan mobilisasi.

    Jenis-Jenis Kompensasi

    kompensasi adalah

    © Pexels.com

    Setelah memahami bentuk kompensasi secara umum, kompensasi memiliki pengelompokan atau jenis-jenis yang membedakannya.

    Jenis kompensasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu finansial dan non finansial.

    1. Kompensasi finansial

    Secara langsung

    Upah, gaji, dan insentif termasuk ke dalam pengelompokan kompensasi ini karena karyawan secara langsung memperoleh imbalannya dalam bentuk uang.

    Tidak langsung

    Program kesejahteraan sosial seperti asuransi kesehatan, program pensiun, fasilitas kantor, dan berbagai bentuk cuti seperti cuti hari raya dan cuti tahunan merupakan kompensasi finansial tidak langsung yang diterima karyawan.

    Hal ini karena perusahaan tetap membayarkan dana untuk kompensasi tersebut, namun diterima dalam bentuk lain oleh karyawannya.

    Misalnya untuk cuti, karyawan diberikan waktu untuk tidak bekerja dan bisa menikmati waktunya namun perusahaan tidak memotong gajinya.

    2. Kompensasi non finansial

    Secara sederhana, kompensasi ini sama sekali tidak berkaitan dengan dana yang harus dikeluarkan perusahaan.

    Tetapi lebih cenderung ke dalam ranah psikologis terutama dengan kepuasan pekerjaan.

    Budaya perusahaan, tugas pekerjaan, hingga suasana kerja termasuk ke dalam kompensasi non finansial.

    Kompensasi non finansial tersebut menjadi senjata utama untuk mendorong produktivitas karyawan saat bekerja.

    Tugas yang menarik dan menantang dengan jumlah yang sesuai, pengakuan atau apresiasi menjadi contoh kompensasi terkait pekerjaan karyawan.

    Tentunya kamu pernah mendengar keluhan seseorang yang bekerja merasa tidak berkembang atau justru dijejali berbagai macam pekerjaan di luar tanggung jawab utamanya.

    Jika hal tersebut terjadi, maka karyawan tidak menerima kompensasi yang setimpal.

    Begitu juga dengan budaya dan suasana kerja.

    Jika karyawan menerima kebijakan perusahaan yang mendukung kinerjanya, memiliki rekan kerja kooperatif, dan berada di lingkungan kerja yang menyenangkan, maka ia akan merasa senang dengan pekerjaannya.

    Baca Juga: 7 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

    Tips Memberikan Kompensasi

    apa itu kompensasi

    © Pexels.com

    Dalam memberikan kompensasi, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Perusahaan tidak bisa asal memberikan kompensasi karena bisa saja menurunkan motivasi karyawan untuk bekerja atau bahkan membuat perusahaan merugi.

    Berikut adalah beberapa tips dari Glints yang bisa kamu lakukan ketika memberikan kompensasi.

    1. Berikan imbalan yang memadai

    Siapapun pasti tidak ingin pekerjaannya dibayar dengan imbalan yang tidak setimpal.

    Kamu bisa melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui ukuran standar kompensasi untuk sebuah pekerjaan.

    Kompensasi yang kompetitif akan menarik minat kandidat untuk melamar di perusahaanmu.

    Pemutusan jumlah kompensasi ini bisa dilihat berdasarkan tempat perusahaan berada, industri perusahaan, jenis pekerjaan, serta kemampuan dan pengalaman kandidat.

    2. Sesuai dengan kemampuan perusahaan

    Kompensasi tidak bertujuan untuk membuat masalah finansial dalam perusahaanmu.

    Ciptakan biaya yang efektif dengan memberikan kompensasi yang wajar.

    Jangan sampai kamu berlebihan memberikan kompensasi karena ingin menarik banyak karyawan namun tidak diiringi dengan keuntungan yang signifikan.

    Menambah banyak karyawan tidak selamanya memberikan dampak positif.

    Apalagi dengan kompensasi yang tidak sesuai, maka perusahaan akan sulit untuk berkembang.

    3. Mengikuti peraturan yang ada

    Jika kamu belum mampu memberikan gaji yang lebih dari cukup, pastikan untuk memberi kompensasi sesuai dengan peraturan.

    Setidaknya ikuti batasan minimal yang diberlakukan oleh pemerintah setempat.

    Memberikan kompensasi di bawah standar akan membuat karyawan berpikir dua kali untuk bekerja di suatu perusahaan.

    4. Evaluasi kinerja karyawan

    Kaji secara berkala kinerja karyawan minimal setahun sekali.

    Hal ini memudahkanmu untuk meninjau apakah gaji yang diberikan sudah sesuai dengan kinerja yang dihasilkan karyawan.

    Kamu dapat menilai keberhasilan karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan dan menetapkan tujuan untuk tahun berikutnya.

    Jika kinerja sudah sangat baik, perusahaan bisa mempertimbangkan kenaikan gaji bagi karyawan tersebut.

    Karyawan pun dapat lebih termotivasi jika keuntungan yang didapat dari kinerjanya cukup jelas.

    5. Pastikan lingkungan pekerjaan yang sehat

    Amati apakah lingkungan pekerjaan sudah sesuai dengan apa yang ditawarkan saat kandidat melamar pekerjaan.

    Apakah pekerjaan yang diberikan sudah seimbang dengan kompensasi, fasilitas kantor sudah mendukung produktivitas, dan tim kerja yang sudah cukup terorganisir.

    Kompensasi finansial yang besar namun lingkungan kerja tidak sehat akan membuat perusahaan kesulitan dalam mempertahankan karyawan.

    Kompensasi menjadi komponen penting dalam manajemen sumber daya manusia perusahaan.

    Mengelolanya dengan efektif sangat penting untuk meningkatkan kualitas karyawan dan perkembangan bisnis.

    Baca Juga: Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Startup

    Itulah beberapa hal mengenai apa itu kompensasi dan mengapa hal ini perlu diperhatikan oleh perusahaan maupun karyawan.

    Tentunya, masih ada hal lain yang perlu kamu perhatikan sebagai seorang pekerja selain kompensasi saja.

    Nah, kamu bisa mendapatkan informasinya dengan membaca ragam artikel terkait di Glints Blog.

    Terdapat beragam informasi yang bermanfaat untukmu. Yuk, klik di sini sekarang untuk tahu lebih banyak!


    Comments are closed.

    Artikel Terkait