×

Berbagai Metode Evaluasi Kinerja Karyawan

July 22, 2018 | No Comments

Melakukan evaluasi kinerja kepada karyawan sangatlah wajib dilakukan. Sebab, evaluasi kinerja membuat kita tahu seperti apa performa karyawan kita selama ini. Dan sebagaimana kita tahu, performa karyawan sangatlah menentukan maju tidaknya suatu perusahaan.

Evaluasi kinerja juga memberikan keuntungan bagi karyawan sendiri. Selain membuat mereka tahu seperti apa performanya, para karyawan juga bisa mendapat sejumlah kompensasi dan kenaikan gaji dari adanya evaluasi kinerja, itu pun juga hasil kinerjanya baik.

Sayangnya, masih ada karyawan yang enggan mengikuti evaluasi kinerja. Ketidaksiapan mereka terhadap kritik dari atasan adalah salah satu alasan yang melatarbelakangi hal tersebut. Agar para karyawan mau melakukan evaluasi kinerja, maka Anda selaku atasan dan pihak perusahaan harus menggunakan sejumlah metode. Dengan menggunakannya, maka Anda bisa melakukan evaluasi kinerja kepada para karyawan secara baik dan efektif.

Lantas, apa saja metode evaluasi kinerja yang harus digunakan tersebut? Simak pembahasannya berikut ini!

Baca Juga: 7 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Menghitung Hasil Kerja Secara Kuantitatif

Metode Evaluasi Kinerja dengan Menghitung Hasil Kerja Secara Kuantitatif

Metode evaluasi kinerja yang pertama adalah menghitung hasil kerja secara kuantitatif. Menghitung kuantitas kerja memang tak kalah penting dengan kualitas hasil kerja. Oleh karenanya, metode ini ada dan bisa dipakai dalam rangka evaluasi kinerja para karyawan. Metode ini dilakukan dengan cara menghitung berapa banyak produk yang berhasil dikerjakan para karyawan dalam seharinya. Selain itu, Anda juga mesti menghitung berapa banyak pekerjaan yang berhasil diselesaikan oleh mereka sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan perusahaan. Setelah semua itu dihitung, Anda pun bisa menyimpulkan, apakah kuantitas kerja mereka semakin membaik atau malah sebaliknya.

Metode ini hendaknya dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, tiap enam bulan sekali, atau mungkin setahun sekali. Jangka waktu yang ditentukan juga harus diketahui oleh semua karyawan perusahaan. Dengan begitu, mereka akan menyadari bahwa setiap kuantitas yang mereka hasilkan akan dikenai evaluasi kinerja oleh pihak perusahaan.

Meminta Tanggapan Pihak Internal Perusahaan

Metode Evaluasi Kerja dengan Meminta Tanggapan Pihak Internal Perusahaan

Dalam suatu perusahaan, karyawan pasti tidak bekerja sendirian. Ada sejumlah pihak tertentu yang pastinya dilibatkan. Atasan, sesama karyawan, hingga bawahan adalah beberapa pihak tersebut. Dalam metode evaluasi kinerja ini, Anda dituntut untuk bertanya dengan sejumlah pihak internal perusahaan, mulai dari rekan kerjanya yang sedivisi, hingga bawahan dari karyawan mereka.

Tanyakanlah kepada mereka sejauh mana kinerja karyawan yang tengah Anda evaluasi. Tak hanya kinerjanya saja, perlakukan karyawan Anda terhadap mereka juga harus Anda tanyakan. Semua tanggapan tersebut sangat berarti guna membuat hasil evaluasi kinerja karyawan Anda menjadi semakin akurat.

Meminta Tanggapan Pelanggan

evaluasi kinerja dengan meminta tanggapan pelanggan

Tak hanya pihak internal, pihak eksternal perusahaan (khususnya pelanggan) pun juga harus dimintai pendapatnya oleh Anda. Sebab, puas tidaknya pelanggan terhadap peruusahaan ditentukan oleh seberapa baik karyawan dalam melayani para pelanggan. Selain itu, tanggapan dari pihak eksternal pun juga bisa menambah keakuratan evaluasi kinerja yang Anda lakukan. Untuk itulah, mengapa metode evaluasi kinerja ini juga patut Anda lakukan, apalagi jika perusahaan yang Anda pimpin bergerak di bidang jasa.

Adapun eksekusi metode ini terhitung sederhana. Anda hanya perlu membuat survei khusus tentang kepuasan para pelanggan terhadap layanan perusahaan Anda. Survei sendiri bisa dilakukan dengan dua cara, yakni secara luring (offline) dan juga secara daring (online)

Survei secara luring dilakukan denggan cara membagikan kertas survei ke sejumlah pelanggan terdekat. Sementara itu, survei secara daring dilakukan dengan  mempublikasikan lembaran survei digital di media sosial milik perusahaan. Nantinya, para pelanggan yang mengikuti media sosial perusahaan akan mengisi survei tersebut. Dalam pembuatan survei, pastikan buat pertanyaan yang berisi sejauh mana tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja karyawan-karyawan Anda.

Selain meminta tanggapan dari pelanggan, Anda juga bisa melihat langsung bagaimana karyawan Anda berinteraksi dengan para pelanggan. Hal ini tentu saja penting dalam upaya evaluasi kinerja mereka selama ini.

Mengukur Evaluasi Kinerja dari Efektivitas Waktu

Mengukur Evaluasi Kinerja dari Efektivitas Waktu

Selain kualitas dan kuantitas, efektivitas waktu juga menjadi salah satu bahan evaluasi kinerja seorang karyawan. Oleh karenanya, mengukur efektivitas waktu menjadi mutlak dilakukan. Adapun cara melakukannya adalah dengan menghitung seberapa cepat karyawan Anda mengerjakan pekerjaan yang diminta oleh pohak perusahaan ataupun klien..

Melakukan evaluasi kinerja terhadap waktu kosong pun patut dilakukan. Caranya sendiri dilakukan dengan melihat secara langsung bagaimana karyawan Anda menggunakan waktu kosong mereka. Mengukur penggunaan waktu kosong terbilang penting dalam evaluasi kinerja karyawan Anda. Sebab, dari hal tersebut, Anda juga bisa tahu sejauh mana karyawan Anda menggunakan waktunya secara bijak, terutama saat sedang ada waktu kosong.

Semakin bijak dan efektif waktu kosong yang dipakai karyawan, maka semakin efektif pula kinerja Anda di perusahaan. Jika sebaliknya, maka kinerja mereka juga akan semakin tidak efektif dan patut untuk diperbaiki.

Mengukur Evaluasi Kinerja dari Antusiasme Karyawan

Berbagai Metode Evaluasi Kinerja Karyawan

Metode atau cara evaluasi kinerja bagi karyawan yang terakhir adalah mengevaluasi antusiasme mereka selama ini. Cobalah Anda ukur kembali sejauh mana antusiasme karyawan Anda terhadap pekerjaan atau perusahaan Anda. Semakin tinggi antusiasmenya, maka semakin tinggi pula kinerjanya. Namun, jika ternyata antusiasmenya rendah, maka Anda mesti mencari apa yang melatarbelakangi hal tersebut.

Cara mengukur antusiasme sendiri bisa dilhat dari bagaimana para karyawan menyelesaikan pekerjaan yang Anda berikan. Bila mereka mengerjakannya tepat waktu dan bahkan lebih cepat dari tenggat waktu yang ditentukan, maka bisa dipastikan bahwa mereka sedang dalam antusiasme yang tinggi.

Kualitas pekerjaan pun juga harus dipertimbangkan guna menilai antusiasme karyawan, Bila kualitasnya baik, itu berarti antuiasme mereka terhadap pekerjaan sedang tinggi-tingginya. Bila ternyata kualitas dan ketepatan waktuu mereka rendah, itu berarti antusiasme mereka rendah.

Bila ternyata antusiasme karyawan rendah, Anda selaku atasan harus segera mencari tahu apa penyebabnya. Setelah mengetahui hal tersebut, berilah karyawan Anda solusi dan motivasi agar kembali antusias terhadap pekerjaan dan perusahaan..

Itulah beberapa metode yang bisa dipakai dalam upaya evaluasi kinerja para karyawan Anda. Dengan mengggunakan beberapa metode evaluasi kinerja tersebut, diharapkan Anda bisa melakukan evaluasi kinerja para karyawan dengan pendekatan yang lebih baik dan efektif. Sebab, tidak semua karyawan siap untuk melakukan evaluasi kinerja.

Saat proses evaluasi kinerja dilakukan, usahakan agar Anda tidak melontarkan kritik yang menyakitkan hati karyawan. Sebab, seperti yang disebutkan di awal artikel,  bahwa ketidaksiapan dalam menerima kritik dari atasan adalah salah satu alasan enggannya karyawan dievaluasi kinerjanya.

Berilah kritik yang sifatnya membangun. Berikanlah juga sejumlah saran yang relevan guna meningkatkan kinerja mereka. Bila kinerja karyawan Anda baik, jangan sungkan untuk memberii mereka reward yang pantas.

Baca Juga: Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Startup

Jika Anda saat ini sedang mencari karyawan baru berkualitas, Anda bisa mengikuti program Glints TalentHunt, atau juga bisa sign up ke situs kami. Jadi, libatkan kami dalam kesuksesan perusahaan Anda, ya!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up