Berbagai Penyakit Akibat Kerja yang Mengintai Pekerja Kantor

Diperbarui 10 Des 2021 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Tahukah kamu? Setiap tanggal 28 April, dunia memperingati Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Nah, kamu yang bekerja di kantor teryata tidak lepas dari penyakit akibat kerja.

    Apa alasannya? Kira-kira, penyakit akibat kerja apa saja yang rawan diderita pekerja kantoran? Glints sudah merangkum informasinya untuk kamu.

    Gaya Hidup Pekerja Kantor

    gaya hidup yang memicu penyakit kantor

    © Freepik

    Coba kamu ingat-ingat kebiasaanmu dalam bekerja sehari-hari. Mungkin saja, ada yang bisa menjadi pemicu penyakit akibat kerja.

    Setelah bangun tidur, kamu sarapan sambil duduk. Lalu mandi dan berangkat ke kantor, mengendarai kendaraan sambil duduk.

    Sesampainya di kantor, kamu duduk dan bekerja selama berjam-jam, hanya berdiri sesekali untuk ke kamar kecil atau hal lainnya. Lalu pulang untuk beristirahat.

    Kebanyakan aktivitas yang dilakukan oleh pekerja kantor dikerjakan sambil duduk. Akibatnya, tidak banyak energi yang dikeluarkan oleh tubuh lewat gerak, namun, energi terus masuk dalam bentuk makanan.

    Dilansir dari BBC, hal ini bisa memicu berbagai macam penyakit.

    Selain itu, tidak semua pekerja tahu bagaimana posisi duduk yang tepat untuk menjaga agar postur tubuh tetap sehat. Ini juga dapat memicu penyakit tulang dan persendian.

    Bahkan, beberapa studi juga menunjukkan bahwa duduk terlalu lama memiliki hubungan dengan menurunnya kesehatan mental.

    Baca Juga: Manfaat Hobi Olahraga untuk Pekerja Kantoran

    Penyakit Akibat Kerja Kantoran

    penyakit akibat kerja kantoran

    © Freepik

    Nah, dengan gaya hidup yang telah dijelaskan, ini dia penyakit-penyakit akibat kerja yang mengintai pekerja kantoran:

    1. Sakit punggung dan leher

    Karena sehari-hari pekerjaan dilakukan sambil duduk, posisi duduk yang kurang tepat bisa memicu penyakit akibat kerja di bagian punggung dan leher.

    Para ahli sering kali menggunakan istilah muscoskeletel disorders atau MSDs untuk menamakan rasa nyeri dan tidak nyaman di bagian punggung dan leher.

    Dilansir dari Huffington Post, sakit punggung ini bukan hanya hanya mempengaruhi otot punggung, melainkan juga mempengaruhi tulang punggung dan postur tubuh.

    Apabila tulang punggung dan postur telah terkena dampaknya, proses penyembuhannya akan memakan waktu yang lebih lama.

    2. Carpal tunnel syndrome

    Carpal tunnel syndrome adalah kumpulan gejala nyeri pergelangan tangan dan jari-jari, rasa kaku, serta kesemutan.

    Sebenarnya, sindrom ini belum dikonfirmasi secara jelas sebagai penyakit akibat kerja.

    Dilansir dari Medline Plus, aktivitas yang biasa dilakukan oleh pekerja kantor secara berulang-ulang dan terus-menerus sebenarnya belum dibuktikan dapat menjadi penyebab carpal tunnel syndrome.

    Meski begitu, aktivitas ini dapat memicu peradangan di jaringan pengikat antara tulang dan otot (tendon) yang lama-kelamaan dapat menimbulkan carpal tunnel syndrome.

    3. Depresi

    Selain penyakit fisik, beban kerja yang berlebihan pada pekerja kantoran juga berdampak pada kesehatan mental seseorang.

    Budaya kerja kantor yang memberikan beban yang terlalu besar kepada karyawan atau suasana kerja yang kurang kondusif bisa berujung burn out hingga depresi.

    Bahkan, dikutip dari Tirto, terdapat kasus seorang pekerja yang meninggal di usia 27 tahun karena bekerja selama 30 jam tanpa istirahat.

    Baca Juga: Mulai Merasa Capek Kerja? Ini 6 Cara Mencegah Burn Out Untukmu

    Cara Mencegah

    cara-mencegah-penyakit-akibat-kerja

    © Freepik

    Nah, sebelum penyakit-penyakit ini terjadi, ada baiknya kamu memilih untuk mencegah penyakit akibat kerja dengan mengubah berbagai kebiasaan.

    Cara-cara yang bisa kamu lakukan di antaranya:

    1. Bergerak

    Berolahraga akan mencegah penyakit-penyakit akibat kerja di kantor.

    Dengan melakukan olahraga, kamu bisa menjaga agar energi yang kamu makan dari makanan tidak banyak tertumpuk menjadi lemak.

    Apabila kamu tidak memiliki waktu yang cukup untuk berolahraga, kamu bisa melakukan gerakan-gerakan di kantor sambil bekerja.

    Dilansir dari Hellosehat, ini adalah beberapa gerakan yang bisa kamu lakukan:

    • duduk-berdiri beberapa kali
    • memutar bahu dan badan
    • meregangkan punggung
    • meregangkan kaki
    • push up dengan tumpuan meja
    • desk upward dog pose
    • peregangan badan atas
    • peregangan leher
    • dan lain-lain

    Sesuaikanlah preferensi olahraga dengan kebutuhan serta waktu luang yang kamu punya.

    2. Betulkan posisi duduk

    Sebelum membetulkan posisi duduk, kamu sebaiknya memilih kursi yang tepat untuk bekerja untuk mencegah penyakit akibat kerja.

    Apabila memungkinkan, gunakan kursi ergonomis sebagai interior kantor yang tepat untuk membuatmu nyaman dan dirancang untuk bekerja dan duduk dalam jangka waktu yang lama.

    Selain itu, sesuaikan posisi dudukmu untuk menjaga postur dan kesehatan punggung serta leher.

    Kata NHS, posisi duduk yang benar adalah:

    • pilih kursi dengan sandaran yang fleksibel
    • posisi lutut sedikit di bawah pinggul
    • posisi tangan dan  lengan yang mengetik sejajar dengan lantai (lurus)
    • kaki menyentuh lantai, gunakan alas untuk mengganjal kaki apabila dibutuhkan
    • posisikan layar sejajar dengan mata (tidak perlu menekuk leher untuk melihat layar)
    • keyboard di depan badan, dan posisi mouse sedekat mungkin
    • gunakan alas mouse yang memiliki bantalan tangan agar pergelangan tangan tetap lurus saat menggunakan mouse
    • usahakan tidak ada pantulan cahaya pada layar
    • sesekali berdiri
    • dan lain-lain

    3. Budaya kerja yang baik

    Untuk menekan stres dan menjaga agar pekerja kantor tidak mengalami penyakit mental akibat kerja seperti depresi, budaya kerja yang baik sebaiknya diberlakukan.

    Diskusikanlah dengan atasan atau HR mengenai hal ini. Pemberlakuan istirahat dan menjaga agar beban kerja tidak berlebihan akan menjaga mental yang sehat di kantor, yang tentu berdampak baik pada perusahaan.

    Baca Juga: 6 Tanda Burnout Karena Pekerjaan dan Cara Mengatasinya

    Setelah membaca informasi tentang penyakit akibat kerja, jenis-jenisnya, serta cara mencegahnya, semoga kamu bisa menjaga agar terhindar dari penyakit-penyakit ini, ya!

    Ikuti tips serta informasi lengkap dan terpercaya lainnya, hanya di Glints. Daftar sekarang, yuk!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait