6 Tanda Burnout Karena Pekerjaan dan Cara Mengatasinya

Diperbarui 19 Nov 2021 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Jika belakangan ini kamu sering merasa lelah tanpa alasan, kamu perlu mewaspadai tanda-tanda burnout yang mungkin sering disalahartikan dengan lelah biasa. 

    Dilansir dari HelpGuide, kamu bisa mengalami burnout ketika merasa kewalahan baik secara fisik, mental, dan emosional. 

    Kerap kali burnout dialami oleh orang-orang yang sering dipaksa atau memaksakan diri bekerja berlebihan. 

    Kamu sudah tahu belum, tanda-tanda burnout dan bagaimana cara menyiasatinya? 

    Simak lebih lanjut, karena Glints sudah menyiapkan penjelasannya untukmu di dalam artikel ini!

    Baca Juga: 5 Cara Menjaga Work-life Balance saat WFH

    Tanda-Tanda Burnout

    tanda burnout

    © Pexels.com

    1. Merasa lelah setiap saat

    Tanda burnout yang paling umum adalah merasa lelah setiap saat, meskipun ketika sedang tidak bekerja. 

    Kamu akan merasa tidak memiliki tenaga untuk melakukan apapun, karena sudah lelah baik secara fisik, emosional, maupun mental.

    Dilansir dari WHOburnout bahkan dapat membuat kamu merasa tak hanya lelah, tetapi juga seperti tidak mencapai apapun walaupun sudah melakukan pekerjaan dengan baik.

    2. Emosi tidak stabil

    Selain merasa lelah setiap saat, burnout juga dapat membuat emosi kamu cenderung tidak stabil.

    Kamu bisa saja merasa sedih terus menerus, atau bisa juga menjadi lebih mudah marah bahkan karena hal yang sangat sepele.

    Hal yang paling melelahkan dari ini semua adalah kamu seakan tidak dapat mengontrol emosi tersebut, dan itu dapat menimbulkan stres berkelanjutan.

    3. Sering sakit

    Tanda burnout  lainnya yang harus kamu waspadai adalah ketika tiba-tiba menjadi sering sakit.

    Beberapa gejala penyakit yang mungkin kamu rasakan adalah sering pusing, pencernaan bermasalah, atau mungkin maag dan mual berlebihan. 

    Dilansir dari Forbes, stres berkepanjangan yang disebabkan oleh burnout dapat memicu berbagai macam penyakit seperti pencernaan, depresi, obesitas, atau bahkan penyakit jantung. 

    4. Tidak termotivasi melakukan pekerjaan

    Ketika mengalami burnout, kamu bisa tiba-tiba kehilangan motivasi untuk menyelesaikan atau bahkan memulai pekerjaan.

    Biasanya, hal ini dikarenakan burnout membuat kamu merasa lelah. Atau mungkin juga karena kamu terlalu sering mengerjakan satu hal yang sangat repetitif sehingga timbul kejenuhan.

    5. Melakukan aktivitas yang merugikan

    Tanda burnout yang sering disalahartikan dengan rasa sedih atau frustasi biasa adalah melakukan aktivitas yang merugikan.

    Beberapa contoh aktivitas yang dimaksud adalah merokok berlebihan, minum minuman keras, konsumsi kafein berlebihan dalam usaha untuk lebih fokus, begadang tanpa alasan, dan masih banyak lagi. 

    Biasanya, itu semua dilakukan atas dasar satu hal: mencoba menyudahi rasa stres dan semua permasalahan yang ada, walaupun pada akhirnya justru menambah masalah baru. 

    6. Kehilangan fokus

    Tak hanya tidak termotivasi, tanda burnout lainnya adalah kehilangan fokus baik terhadap pekerjaan ataupun aspek lain di kehidupan. 

    Ketika lelah setiap saat dan emosi tidak stabil, kamu akan lebih sulit untuk fokus. Alhasil, kualitas pekerjaan di kantor pun berkurang karena hal tersebut. 

    Nah, kehilangan fokus juga dapat membuat kamu merasa ‘terputus’ dari lingkungan sekitar.

    Baca Juga: Merasa Burn Out saat WFH? Pelajari di Sini, Yuk!  

    Cara Mengatasi Burnout

    tanda burnout

    © Pexels.com

    Jika kamu tidak sempat memperhatikan tanda-tanda burnout dan mencegah hal tersebut untuk terjadi, tenang saja. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi burnout karena kerja: 

    Luangkan waktu sendiri

    Setelah lelah bekerja, saatnya kamu meluangkan waktu untuk dirimu sendiri. Kamu bisa beristirahat atau ambil cuti jika memungkinkan. 

    Olahraga, meditasi, atau bahkan menghabiskan waktu untuk tidur seharian.

    Lebih baik rehat sejenak lalu kembali fokus daripada merasa burnout terus menerus, bukan?

    Cari aktivitas baru

    Salah satu tanda burnout adalah tidak termotivasi untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Selain karena lelah, penyebab lainnya adalah karena bosan dengan rutinitas yang sangat repetitif. 

    Coba cari aktivitas baru yang menyenangkan. Dengan begitu, kamu dapat kembali bersemangat.

    Konsumsi makanan bergizi

    Sampaikan ke atasan

    Menurut verywell mind, menyampaikan persoalan burnout kepada atasan atau pihak human resources (HR) dapat mengatasi permasalahan ini. 

    Pasalnya, atasan dapat membantu dengan cara memberi tugas baru, atau mengatur ulang jadwal kerja kamu. 

    Baca Juga: 5 Tips Ampuh Mengatasi Kesepian Karena WFH

    Itu dia enam tanda burnout yang biasa disebabkan oleh pekerjaan dan cara mengatasinya.

    Semoga dapat berguna untukmu, ya!

    Jika ingin membicarakan tentang permasalahan ini atau memiliki pertanyaan seputar karir, kamu dapat berdiskusi dengan komunitas Glints, lho

    Tunggu apalagi? Yuk, egera sign up!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait