Jadi Market Follower Tak Selamanya Buruk? Pahami Penjelasannya di Sini
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati
Masih banyak orang yang mengira bahwa ikut-ikutan dalam bisnis adalah hal yang buruk. Padahal, strategi market follower atau pengikut pasar tak selamanya begitu, lho.
Ada pengikut pasar yang tetap sejalan dengan etika bisnis. Kira-kira, seperti apa produk mereka?
Dalam artikel ini, Glints akan menjelaskan jenis-jenis strategi pengikut pasar. Akan tetapi, sebelumnya, pengertian dari market follower akan dikupas tuntas.
Simak semuanya, ya!
Apa Itu Market Follower?
Kata Market Business News, market follower merupakan sebuah perusahaan. Ciri khasnya adalah mengikuti apa yang market leader tawarkan.
Misalnya, seorang market leader menjual parfum dengan bahan jeruk jenis B. Selain itu, desain kemasan mereka berkualitas nomor satu.
Nah, pengikut pasar akan menjual parfum dengan bahan jeruk jenis A yang lebih baik. Namun, kemasan yang mereka gunakan berkualitas nomor sekian.
Pengikut pasar “ikut-ikutan” apa yang dijual pemimpin pasar. Namun, ia melakukan sedikit modifikasi.
Melansir Monash University, langkah ini memang sengaja dilakukan. Market share mereka akan selalu ada di bawah seorang market leader.
Nah, sekarang, mengapa pengikut pasar harus ikut-ikutan? Mengapa tidak melakukan penjualan produk atau layanan yang berbeda?
Menjalankan bisnis tentu bukan tanpa risiko. Salah satunya adalah sudah susah-susah menciptakan produk atau layanan, namun tak kunjung laku.
Dengan ikut-ikutan, pengikut pasar bisa menekan risiko tersebut. Pasalnya, pasar sudah diciptakan dulu oleh pemimpin pasar.
Mereka tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mencari pembeli. Calon-calonnya sudah ada terlebih dahulu.
Selain market follower, masih ada banyak bentuk atau strategi perusahaan lainnya. Memahami semuanya tentu bisa membuatmu unggul jika dibandingkan dengan kompetitor.
Lantas, apa sajakah pilihan bentuk perusahaan dan strategi penjualannya? Kamu bisa mempelajari semuanya di Glints ExpertClass.
Glints ExpertClass adalah kelas dengan bahasan beragam industri. Dunia penjualan dan pengembangan bisnis adalah salah satunya.
Di sana, kamu bisa bertemu dengan sederet ahli dan pakar. Mereka dengan senang hati membagikan ilmu dan pengalamannya kepadamu.
Penawarannya tak berhenti sampai di situ saja, lho. Kamu juga bisa mendapatkan semua itu dengan harga yang murah.
Ikut saja subscription plan yang Glints tawarkan. Jangan sampai ketinggalan penawaran ini, ya! Pelajari informasinya lebih lanjut dengan klik gambar di bawah ini.
![]()
4 Strategi Market Follower
Seorang pengikut pasar tak serta-merta ikut-ikutan. Ia punya sederet strategi agar bisnisnya tetap beretika.
Meski begitu, ada strategi pengikut pasar yang ilegal dan sebaiknya tak kamu ikuti. Bisnis ini bisa membuatmu merugi, bukannya meraup untung.
Kira-kira, apa saja strategi itu? Dirangkum dari Marketing91 dan Marketing 360, inilah informasinya untukmu.
1. Adapter
Kamu tentu sering mendengar istilah amati, tiru, dan modifikasi. Inilah yang dilakukan oleh para adapter.
Mereka mengamati apa yang dijual oleh market leader. Setelah itu, mereka menawarkan produk yang sama, namun lebih baik kualitasnya.
Misalnya, market leader menjual keyboard yang bisa dilipat. Pengikut pasar akan menjual barang yang sama dengan modifikasi.
Sentuhan kreasi ini membuat papan ketiknya punya kualitas lebih baik. Mereka pun mampu bersaing meski ikut-ikutan.
2. Imitation
Strategi pengikut pasar selanjutnya bernama imitation. Dalam strategi ini, market follower menawarkan produk dengan harga lebih murah dari market leader.
Pada kasus ini, pengikut pasar memanfaatkan brand equity dari pemimpin pasar. Mereka yang tak mampu membayar mahal akhirnya beralih ke pengikut pasar.
Meski begitu, kualitas produk pengikut pasar tak selalu turun, lho. Bisa jadi, mereka hanya tak menawarkan kemewahan dan kelas yang ditawarkan market leader.
3. Cloner
Pernahkah kamu melihat sepatu bermerek Poomah, bukannya Puma? Jika belum, pernahkah kamu menemukan tas bermerek Gooci, bukannya Gucci? Nah, ini merupakan strategi yang dilakukan oleh para cloner.
Mereka membuat produk yang sama persis dengan para market leader. Setelah itu, mereka melakukan sedikit perubahan identitas.
4. Counterfeiter
Terakhir, ada counterfeiter. Strategi yang satu ini bersifat ilegal karena melibatkan pembajakan.
Ia kerap terjadi di industri hiburan. Banyak musik dan film yang dibajak oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
Selain itu, banyak pula barang-barang bermerek ternama yang dijual di pasar gelap. Ini juga dilakukan oleh para counterfeiter.
Selesai sudah penjelasan Glints soal market follower. Apakah kamu tertarik jadi salah satunya?
Jika begitu pilih strategi pengikut pasar yang legal, ya! Ingat, jual-beli juga punya etika.
