Kompeten Adalah: Contoh, Ciri, dan Bedanya dengan Kompetensi

Diperbarui 04 Jan 2025 - Dibaca 11 mnt
Ditulis oleh : Nika Audina

Kompeten mungkin adalah kata yang sering kamu temui sebagai salah satu syarat untuk melamar sebuah posisi. Tapi, tahukah kamu apa sebenarnya kompeten itu dan bagaimana contoh orang yang kompeten dalam dunia kerja?

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Lalu, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan kompeten dalam konteks pekerjaan? Mengapa banyak perusahaan menjadikannya sebagai kriteria utama?

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa arti kompeten, berikut ciri, contoh, dan perbedaannya dengan kompetensi kerja.

Apa Itu Kompeten?

Kompeten berarti kemampuan seseorang untuk melakukan suatu tugas dengan baik dan efisien.

Jika kamu kompeten dalam pekerjaan atau bidang tertentu, itu artinya kamu telah menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Menurut Cambridge Dictionary, kompeten adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik, meskipun tidak selalu harus mencapai tingkat kecemerlangan.

Contohnya, meskipun kamu belum menjadi yang terbaik dalam pekerjaanmu, selama kamu mampu menjalankan tugas dengan baik, kamu sudah bisa disebut kompeten.

Lebih luas lagi, kompeten tidak hanya soal keterampilan atau keahlian teknis saja.

Menurut AG5, kompetensi meliputi tiga elemen utama: pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau karakter.

  • Pengetahuan yang mengacu pada informasi dan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan atau industri tertentu.
  • Keterampilan untuk melakukan tugas dengan tingkat keahlian tertentu.
  • Sikap atau karakter, kualitas pribadi yang membantu seseorang untuk bertindak dengan tepat dalam situasi apapun.

Kompetensi ini pun dapat terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Hal ini menunjukkan bahwa kompeten bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus berkembang dengan pengalaman, interaksi dengan orang lain, dan pembelajaran baru.

Dalam dunia kerja, kompetensi juga melibatkan kemampuan personal seperti pengambilan keputusan, adaptabilitas, kerja tim, organisasi, dan toleransi terhadap stres.

Semua ini adalah elemen yang mendukung performa kerja dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain secara efektif.

Jadi, meskipun seseorang mungkin belum menguasai semua aspek suatu pekerjaan, selama dia memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tepat, dia sudah dapat dianggap kompeten.

Sikap inilah yang dibutuhkan untuk membantu perkembangan karier dan menghadapi tantangan pekerjaan sehari-hari.

Ciri-Ciri Orang yang Kompeten di Dunia Kerja

Meskipun setiap orang mungkin memiliki cara yang berbeda dalam menilai kompetensi seseorang, ada beberapa ciri khas yang dapat membantu kamu mengenali siapa yang benar-benar kompeten di tempat kerja.

Berikut adalah ciri orang kompeten di dunia kerja.

1. Pengetahuan dalam bidang yang ditekuni

Ketika orang menilai kamu kompeten dalam suatu pekerjaan, itu artinya mereka memahami betapa terampilnya kamu dalam bidang tersebut.

Baca Juga :  10 Tips dalam Menentukan Harga untuk Freelancer

Pengetahuan yang mendalam ini tentu didapatkan melalui pengalaman belajar yang terus-menerus, seperti membaca buku atau mengikuti pelatihan yang relevan.

Sebagai contoh, orang yang kompeten biasanya memiliki pengetahuan luas mengenai cara kerja dalam bidangnya, yang mereka aplikasikan dalam berbagai tugas yang menjadi tanggung jawab mereka.

Bahkan, ketika berbicara dengan mereka, kamu bisa mengetahui sejauh mana pengetahuan mereka dalam bidang tersebut.

Sederhananya, orang yang kompeten dapat memberikan solusi atau menjelaskan hal-hal terkait keahlian mereka dengan sangat baik.

2. Pengalaman kerja di bidang yang ditekuni

Meskipun pengetahuan teoritis penting, banyak kondisi di dunia nyata yang tidak diajarkan dalam buku.

Oleh karena itu, pengalaman langsung di lapangan sangat diperlukan untuk mengasah keterampilan.

Orang kompeten umumnya telah melalui berbagai tantangan dalam karier mereka yang membentuk kemampuan mereka untuk menghadapi masalah.

Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin terasah pula keterampilan mereka.

3. Kemampuan untuk sukses dalam pekerjaan

Seiring berjalannya waktu, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki semakin mengasah kemampuan untuk berhasil dalam bidang tersebut.

Sebagai contoh, orang yang kompeten sudah menghadapi kegagalan dan tantangan, yang memberi mereka wawasan lebih dalam tentang apa yang harus dilakukan untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

Dengan kemampuan ini, mereka tahu cara menyelesaikan masalah dan menemukan solusi terbaik dalam pekerjaan mereka.

Perbedaan Kompeten dan Kompetensi

Baik kompeten dan kompetensi sama-sama penting di dunia kerja. Namun, keduanya sebenarnya memiliki makna yang berbeda.

Kompeten mengacu pada sikap, pengetahuan, dan kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan baik.

Di sisi lain, kompetensi lebih menekankan pada penggabungan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan untuk mencapai hasil yang efisien dan sukses.

Supaya lebih jelas, berikut adalah perbedaan kompeten dan kompetensi berdasarkan berbagai aspek yang Glints rangkum dari Indeed.

Informasi yang disampaikan

Kompeten mengacu pada pengetahuan dasar yang dimiliki seseorang tentang suatu bidang.

Misalnya, jika kamu dianggap kompeten dalam content marketing, itu berarti kamu memahami prinsip-prinsip dasarnya.

Sebaliknya, kompetensi lebih fokus pada proses atau kemampuan yang kamu kembangkan untuk menjadi kompeten.

Sebagai contoh, kamu bisa kompeten sebagai project manager karena memiliki kompetensi dalam delegasi tugas, manajemen tim, dan kolaborasi.

Pengetahuan dan tindakan

Kompeten menggambarkan apa yang kamu ketahui.

Contoh, seorang graphic designer yang kompeten memahami prinsip desain dan cara menggunakan perangkat lunak.

Namun, kompetensi mencakup bagaimana pengetahuan itu diterapkan. Misalnya, kemampuan seorang designer menggunakan Photoshop untuk menciptakan desain profesional.

Penggunaannya

Kompetensi lebih sering digunakan dalam konteks profesional, seperti pelatihan kerja untuk mencapai standar tertentu.

Sebaliknya, kompeten lebih umum digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan kemampuan dasar seseorang.

Baca Juga :  6 Macam Vitamin Beserta Manfaat dan Sumbernya

Tingkat kemampuan

Kompeten menunjukkan kemampuan dasar yang sering dimiliki banyak orang. Sementara itu, kompetensi menunjukkan tingkat keahlian yang lebih mendalam dan spesifik.

Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih cermat dalam menggunakannya, baik untuk percakapan sehari-hari maupun saat membangun karier.

Baca Juga: 4 Perbedaan Skill dan Kompetensi yang Masih Sering Tertukar/

Cara Menjadi Orang yang Kompeten di Dunia Kerja

Menjadi orang yang kompeten adalah sesuatu yang bisa diusahakan seiring waktu.

Jika kamu berkomitmen untuk terus belajar dan bekerja keras, kamu pasti bisa menjadi pribadi yang kompeten.

Ada berbagai cara yang dapat membantu kamu menjadi pribadi yang kompeten di dunia kerja, sebagai berikut:

Mulailah mencari pengalaman

Pengalaman kerja adalah salah satu tanda orang yang kompeten. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin tinggi pula kemampuan bekerja di bidang tersebut.

Jadi, jika kamu ingin menjadi lebih kompeten, teruslah belajar dan cari pengalaman sebanyak mungkin.

Bagi yang sudah bekerja, ambil bagian dalam proyek-proyek untuk mengaplikasikan ilmu dan mengasah keterampilan.

Bagi yang belum bekerja, ikut serta dalam organisasi atau kepanitiaan juga bisa menjadi cara untuk menambah pengalaman.

Namun, jangan lupa untuk mengatur waktu dengan bijak agar tugas akademis tidak terbengkalai.

Ikuti pelatihan

Untuk menjadi kompeten dalam suatu bidang, tentu kamu perlu menguasainya.

Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mengikuti pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakatmu.

Pelatihan ini sering kali dilengkapi dengan studi kasus yang relevan dengan dunia kerja, memungkinkan kamu untuk memecahkan masalah secara praktis.

Raih gelar profesional

Menempuh pendidikan formal yang lebih tinggi dapat mengasah kemampuan dan memberikan gelar profesional yang menambah kredibilitasmu.

Jika ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Dengan gelar profesional, kamu menunjukkan bahwa kamu menguasai bidang tertentu dan siap bersaing di dunia kerja.

Diskusi dengan orang yang lebih berpengalaman

Selain belajar secara mandiri, berkomunikasi dengan orang yang lebih berpengalaman di bidang yang kamu tekuni juga sangat bermanfaat.

Kamu bisa berinteraksi dengan rekan kerja, manajer, atau mentor di perusahaan atau tempatmu mengikuti pelatihan.

Jika ingin memperluas wawasan, carilah workshop atau konferensi lain yang bisa kamu ikuti.

Contoh Kompetensi Kerja

Berikut adalah beberapa contoh kompetensi kerja yang penting untuk dimiliki, yang Glints rangkum dari Career Smart.

1. Kemampuan menyelesaikan masalah

Kompetensi ini meliputi kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi secara efektif.

Kemampuan ini dibutuhkan untuk mengatasi hambatan yang muncul dalam pekerjaan sehari-hari dan membantumu untuk menangani tantangan secara mandiri, tanpa terlalu bergantung pada bantuan orang lain.

Penyelesaian masalah memerlukan pendekatan yang beragam, dan terkadang perlu mencoba beberapa cara untuk mendapatkan solusi terbaik.

Baca Juga :  Cara Lulusan 2020 Memantapkan Skill Berpikir Kreatif di Tengah Pandemi

2. Kemampuan komunikasi

Komunikasi yang efektif mencakup kemampuan untuk menyampaikan dan menerima informasi, ide, serta emosi dengan jelas.

Kompetensi ini tidak hanya melibatkan kemampuan berbicara, tetapi juga mendengarkan dengan empati, memahami konteks, dan menghargai perbedaan budaya.

Dalam dunia kerja, kemampuan komunikasi ini sangat penting, terutama saat berinteraksi dengan kolega, klien, dan pemangku kepentingan.

3. Keterampilan kepemimpinan

Keterampilan kepemimpinan atau leadership mencakup kemampuan untuk memimpin, menginspirasi, dan mengelola individu atau kelompok agar dapat mencapai tujuan bersama.

Pemimpin yang efektif dapat mengatasi tantangan yang muncul, menjaga fokus tim pada tujuan yang jelas, dan memastikan kontribusi setiap anggota dihargai.

Kepemimpinan yang baik memperhatikan keseimbangan antara ketegasan dan dukungan terhadap tim.

4. Keterampilan teknis

Contoh lain dari kompetensi kerja adalah menguasai keterampilan teknis, yang mencakup pengetahuan praktis yang spesifik terkait dengan prosedur, operasi, atau teknologi di bidang tertentu.

Menguasai keterampilan teknis menunjukkan pemahaman yang baik tentang alat dan aplikasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan, sehingga mempercepat proses dan meningkatkan kualitas kerja.

5. Manajemen waktu yang baik

Kemampuan untuk mengatur waktu dengan efisien sangat penting dalam dunia kerja.

Dengan manajemen waktu yang baik, kamu dapat menyelesaikan lebih banyak tugas dalam waktu yang lebih singkat, bahkan saat menghadapi deadline yang ketat.

6. Kemampuan beradaptasi

Contoh lainnya dari kompetensi kerja adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan atau situasi baru sangat penting di dunia kerja saat ini.

Kemampuan beradaptasi menunjukkan kemampuan untuk menghadapi tantangan yang tidak terduga dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk tetap efektif dalam pekerjaan

. Adaptasi yang baik membantu kamu bertahan dan berkembang di lingkungan yang selalu berubah.

7. Kolaborasi

Contoh terakhir dari kompetensi kerja adalah kolaborasi.

Kompetensi ini penting dimiliki karena di dunia profesional, kamu tidak bisa bekerja sendirian.

Kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain sangat dibutuhkan, terutama mengingat kolaborasi yang terjadi di lingkungan kerja sering melibatkan berbagai pihak.

Di tempat kerja, kamu akan berinteraksi tidak hanya dengan rekan-rekan satu tim, tetapi juga dengan pihak eksternal seperti klien, konsumen, distributor, pemasok, hingga masyarakat luas.

Kemampuan kolaborasi memungkinkan kamu dan tim untuk fokus pada tujuan bersama.

Selama proses kerja sama, penting untuk saling menghargai, menyelesaikan masalah bersama, dan saling mendukung.

Itu adalah pembahasan Glints memgenai kompeten, mulai dari definisi, ciri, contoh, hingga perbedaannya dengan kompetensi.

Selain informasi di atas, Glints punya kumpulan artikel tentang skill atau pengetahuan lain yang tak kalah penting di dunia kerja.

Kamu dapat menemukan artikel tentang skill profesional yang berkaitan dengan pekerjaan tertentu atau yang bersifat umum.

Melalui bacaan ringan, kamu akan peroleh insight menarik untuk tingkatkan keterampilanmu.

Tertarik? Klik link ini sekarang untuk temukan artikelnya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon