9 Jenis Saham beserta Manfaat dan Contohnya yang Harus Kamu Ketahui

Diperbarui 29 Nov 2022 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Investasi dalam bentuk saham merupakan jenis investasi yang paling banyak dipilih oleh sebagian besar investor.

    Banyak alasan mengapa banyak sekali orang yang lebih memilih berinvestasi dalam bentuk saham. Misalnya karena modal yang cukup rendah, praktis, dan dapat dilakukan di mana saja.

    Untuk menanam saham kamu tidak perlu lagi datang ke kantor saham. Pasalnya, dengan semakin canggihnya era digital akhirnya memunculkan banyak aplikasi atau program untuk bertransaksi saham.

    Nah, sebelum mulai mencoba mulai untuk berinvestasi, maka kamu perlu mengetahui pengertian dam apa saja jenis-jenis saham terlebih dahulu.

    Apa Itu Saham?

    belajar saham

    © Pexels.com

    Investopedia menjelaskan bahwa saham adalah sekuritas yang mewakili kepemilikan sebagian kecil perusahaan.

    Proses jual beli saham sendiri dilakukan di bursa saham. Dalam proses transaksinya harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah agar investor bisa terlindungi dari praktik penipuan.

    Dari segi investor, saham dipilih karena transaksinya yang mudah, murah, serta memiliki risiko yang minim.

    Jika investor menanam sahamnya di sebuah perusahaan, maka mereka sudah resmi memiliki sebagian dari perusahaan tersebut. Para investor akan diberikan bukti tertulis berupa sertifikat.

    Lalu, bagaimana dari sisi perusahaan? Mengapa mereka merilis saham perusahaannya ke publik?

    Rupanya tujuan perusahaan menawarkan saham ke publik atau melakukan initial public offering (IPO) adalah untuk mendanai perusahaan mereka.

    Dengan adanya bantuan dari para investor, perusahaan akan terus berjalan. Maka dari itu, investor akan terus memantau saham dari setiap perusahaan.

    Mereka akan melihat apakah nilai sahamnya sedang naik atau turun. Hal tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk mengambil keputusan apakah harus menjual sahamnya atau malah membeli lagi.

    Dilansir dari IDX, ada beberapa keuntungan dalam menanam saham. Di antaranya adalah:

    1. Dividen

    Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan kepada investor yang diperoleh dari keuntungan perusahaan.

    Hal ini diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.

    Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka ia harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama.

    Dividen yang diberikan kepada investor dapat berupa uang tunai atau berupa dividen saham.

    2. Capital gain

    Capital gain terbentuk karena adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder yang merupakan selisih antara harga beli dan harga jual.

    Contoh: A membeli saham di sebuah perusahaan dengan modal Rp3.000 per saham dan ia menjualnya sebesar Rp3.500 per saham. Keuntungan sebesar Rp500 bisa dikatakan sebagai capital gain.

    Tidak hanya memiliki keuntungan, berinvestasi saham juga memiliki risiko. Berikut ini di antaranya:

    3. Capital loss

    Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain yaitu kerugian dari harga jual dan beli saham. Dalam posisi ini investor menjual sahamnya lebih murah dibandingkan dengan harga saat membelinya.

    4. Risiko likuidasi

    Kondisi di mana sebuah perusahaan dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan dibubarkan.

    Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).

    Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

    Namun, jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi.

    Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu, seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

    Baca Juga: Apa Itu Rapat Umum Pemegang Saham dan Alasannya Dilakukan

    Berbagai Jenis Saham

    Ternyata saham dibagi menjadi beberapa jenis. Untuk itu, mari ketahui apa saja jenis saham dan mana yang terbaik untuk memulai investasi.

    infographic-jenis jenis saham

    1. Jenis saham berdasarkan klaim

    Jika dilihat berdasarkan klaimnya, terdapat dua jenis saham yaitu saham biasa dan saham preferen. Berikut ini penjelasannya.

    a. Saham biasa (common stock)

    Saham biasa atau common stock merupakan jenis saham yang menempatkan pemiliknya pada posisi paling akhir dalam hal pembagian dividen.

    Jenis saham ini paling banyak dikenal oleh masyarakat dan juga paling banyak dipilih sebagai bentuk investasi.

    Dari segi ekonomi dan manajemen keuangan, saham biasa ini dibedakan secara kualitatif berdasarkan kualitas, reputasi, dan nilainya.

    Ada plus minus dari berinvetasi dalam bentuk saham biasa. Dilansir dari Financial Web, inilah beberapa keunggulan dari saham biasa:

    • Punya potensi memberikan untung paling besar dibandingkan investasi lain
    • Potensi rugi cenderung terbatas pada jumlah investasi pertama
    • Mudah untuk dijual dan dibeli
    • Perusahaan lebih transparan
    • Memungkinkan terjadi diversifikasi usaha
    Baca Juga: Tips Investasi Saham bagi Pemula

    b. Saham preferen (preferred stocks)

    Saham preferen merupakan jenis saham yang memberikan prioritas kepada pemegangnya. Pilihan prioritas yang bisa didapatkan oleh pemegang saham ini di antaranya adalah:

    • Berhak didahulukan dalam hal pembayaran dividen
    • Berhak menukar saham preferen yang diepegangnya dengan saham biasa
    • Mendapat prioritas pembayaran kembali permodalan jika perusahaan dilikuidasi

    Pada praktiknya di Amerika Serikat, saham preferen merupakan gabungan sifat atau ciri antara obligasi dan saham biasa.

    Mengapa? Pasalnya, saham ini bisa menghasilkan pendapatan tetap seperti bunga obligasi, tetapi juga tidak bisa menghasilkan bunga tetap.

    Ada alasan lain mengapa saham preferen dikatakan sangat mirip dengan saham biasa, yaitu representasi kepemilikan ekuitas dan juga diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo pada lembaran saham.

    Oleh karena itu, saham preferen diperdagangkan beradasarkan hasil yang ditawarkan kepada investor. Maka, secara praktis saham preferen dipandang sebagai surat berharga pendapatan tetap dan juga bersaing di pasar modal.

    Berbeda dengan di luar negeri, semua pemegang saham preferen memiliki hak suara. Dalam kesempatan RUPS, suara pemegang saham preferen menjadi bahan pertimbangan sebagai pengambil keputusan perusahaan.

    2. Jenis saham berdasarkan cara peralihannya

    forex adalah

    © Unsplash.com

    Pada saat transaksi jual beli saham, ada beberapa cara peralihan saham dari satu investor ke investor lainnya. Jenis saham berdasarkan cara peralihannya, meliputi:

    a. Saham atas unjuk (bearer share)

    Menurut WallStreetMojo, bearer share merupakan jenis saham yang secara fisik tidak tertulis nama pemilik pada saham tersebut sehingga mudah dialihkan kepemilikannya pada investor lain.

    Mayoritas pemilik bearer stocks, memang bertujuan untuk memperjualbelikan saham.

    Walaupun nama pemilik saham tidak tertulis, kepemilikan saham tetap diakui, lho! Mengapa? Pasalnya, kepemilikan bearer stocks diakui berdasarkan siapa investor yang memegang saham tersebut.

    Bagaimana cara mengetahui kalau kita pemilik bearer stocks dalam sebuah perusahaan?

    Masing-masing pemegang saham akan mendapatkan sertifikat saham yang dibuat khusus dengan menggunakan kertas berkualitas tinggi seperti uang agar tidak mudah dipalsukan.

    Tapi, hati-hati jika sertifikat hilang, kamu tidak bisa memilikinya kembali alias sahammu juga hilang karena tidak memiliki bukti sah atas kepemilikan saham.

    b. Saham atas nama (registered share)

    Kebalikan dari bearer share, jenis saham ini nama investornya tertulis secara jelas pada kertas saham dan untuk peralihannya pun memerlukan prosedur khusus.

    Bagaimana prosedurnya?

    Peralihan saham harus melalui pencatatan nama dari pemilik saham yang baru ke dalam buku khusus yang memuat daftar nama pemegang saham perusahaan.

    Apabila sertifikat saham ini hilang, pemegang saham dapat meminta penggantinya karena namanya sudah tercatat dalam buku pemegang saham.

    Dalam anggaran dasar juga dapat diatur ketentuan mengenai pembatasan pemindahan hak atas saham. Hal ini dilakukan dengan keharusan menawarkan terlebih dahulu kepada kelompok pemegang saham tertentu.

    3. Jenis saham berdasarkan kinerja perdagangan

    © Pexels.com

    Jenis saham terakhir yang dapat kamu manfaatkan adalah kategori saham berdasarkan kinerja perdagangan.

    Dalam kategori satu ini, saham umumnya terbagi atas lima jenis yang berbeda. Berikut adalah daftar dan penjelasannya.

    a. Blue chip stocks

    Blue chip stocks merupakan jenis saham yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan reputasi tinggi.

    Perusahaan yang menerbitkan saham satu ini biasanya merupakan petinggi industri dan memiliki penghasilan yang stabil serta konsisten dalam membayar bagi hasil.

    Saham blue chip juga merupakan salah satu saham favorit. Hal ini disebabkan karena memiliki kapitalisasi di atas 10 triliun rupiah.

    Selain itu, investor yang punya saham blue chip juga bisa meraih dividen yang stabil. Pasalnya, emiten yang masuk ke daftarnya rajin membagikan dividen.

    b. Income stocks

    Jenis saham berikutnya adalah income stocks atau saham unggulan yang selalu membayar dividen lebih besar dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada periode sebelumnya.

    Dikarenakan hal tersebut, pemilik saham income stocks biasanya memiliki pendapatan yang secara konsisten terus meningkat. Cukup menarik bukan?

    c. Growth stocks

    Growth stocks adalah jenis saham dengan pertumbuhan pemasukan perusahaan selalu tinggi, meskipun perusahaan tersebut tidak selalu petinggi industri.

    Saham ini umumnya dibagi menjadi dua kategori yang berbeda, yakni Well-Known dan Lesser-Known.

    Saham Well-known adalah saham yang berasal dari badan usaha petinggi industri. Sebaliknya, Lesser-Known merupakan saham growth-stock dari perusahaan kurang populer.

    d. Speculative stocks

    Speculative stocks adalah jenis saham dengan keuntungan tinggi, tetapi, ia tidak dapat memberikan laba secara konsisten.

    Kategori saham ini dinilai cocok bagi investor dengan profil risiko high risk.

    e. Counter cyclical stocks

    Counter cyclical stocks adalah kategori saham yang biasanya memiliki kondisi paling stabil ketika situasi ekonomi sedang fluktuatif.

    Hal ini berlaku karena jenis saham ini tidak terpengaruh dengan kondisi ekonomi dan bisnis. Meskipun demikian, keuntungan counter cyclical stocks akan bergantung pada perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut.

    Baca Juga: Kupas Tuntas 6 Mitos yang Membuatmu Ragu Investasi Saham

    Setelah membaca penjelasan di atas, apakah kamu sudah yakin memilih saham sebagai bentuk investasi yang ingin dilakukan?

    Supaya kamu tidak bingung dan bisa mendapatkan insight baru soal investasi saham, kamu bisa kunjungi kanal Finansial di Glints Blog.

    Di sana, Glints sudah siapkan banyak artikel ringkas mengenai tips dan cara memilih instrumen saham hanya buat kamu.

    Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, pelajari kumpulan artikelnya sekarang juga. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.8 / 5. Jumlah vote: 5

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait