×

Pahami Dulu Berbagai Jenis Saham Sebelum Mulai Investasi

March 26, 2020 | No Comments

Investasi dalam bentuk saham merupakan jenis investasi yang paling umum dan juga banyak dipilih oleh para pemula. Banyak alasan mengapa banyak sekali orang yang memulai untuk berinvestasi dalam bentuk saham.

Alasan tersebut misalnya modal yang cukup rendah, praktis, dan dapat dilakukan di mana saja.

Untuk menanam saham kamu tak perlu lagi datang ke kantor saham. Semakin canggihnya era digital makin banyak pula aplikasi atau program untuk bertransaksi saham.

Namun, masih banyak yang belum tahu jika saham memiliki berbagai jenis. Apa saja sih jenis-jenis saham itu?

Apa Itu Saham?

belajar saham

© Pexels

Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer dan umum dipilih sebagai investasi.

Dari segi investor, saham dipilih karena transaksinya yang mudah, murah, serta memiliki risiko yang minim.

Jika investor menanam sahamnya di sebuah perusahaan, maka mereka sudah resmi memiliki sebagian dari perusahaan tersebut. Para investor akan diberikan bukti tertulis berupa sertifikat.

Lalu, bagaimana dari sisi perusahaan? Mengapa mereka merilis saham dari perusahaannya? Tujuan perusahaan dalam merilis saham adalah untuk mendanai perusahaan mereka.

Dengan adanya bantuan dari para investor, perusahaan akan terus berjalan. Maka dari itu, investor akan terus memantau saham dari setiap perusahaan.

Mereka akan melihat apakah sedang naik atau turun dan mereka akan mengambil keputusan apakah menjual saham, membeli lagi, atau beralih ke perusahaan lain.

Dilansir dari IDX, ada beberapa keuntungan dalam menanam saham. Di antaranya adalah:

1. Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan kepada investor yang diperoleh dari keuntungan perusahaan. Hal ini diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama.

Dividen yang diberikan kepada investor dapat berupa uang tunai atau berupa dividen saham.

2. Capital gain

Terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder yang merupakan selisih antara harga beli dan harga jual.

Contoh: A membeli saham di sebuah perusahaan dengan modal Rp 3.000 per saham dan ia menjualnya sebesar Rp 3.500 per saham. Angka Rp 500 keuntungan yang ia dapatkan dikatakan sebagai capital gain.

Selain ada keutungan, ada juga risiko berinvestasi dalam bentuk saham:

3. Capital loss

Merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu kerugian dari harga jual dan beli saham. Dalam posisi ini investor menjual sahamnya lebih murah dibandingkan dengan harga beli.

4. Risiko likuidasi

Kondisi di mana sebuah perusahaan dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan dibubarkan.

Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).

Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

Namun, jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi.

Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu, seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

Baca Juga: Apa Itu Rapat Umum Pemegang Saham dan Alasannya Dilakukan

Berbagai Jenis Saham

Ternyata saham dibagi menjadi beberapa jenis. Untuk itu, mari ketahui apa saja jenis saham dan mana yang terbaik untuk memulai investasi.

1. Jenis saham berdasarkan klaim

belajar saham

© Unsplash

a. Saham biasa (common stock)

Saham biasa merupakan saham yang menempatkan pemiliknya pada posisi paling akhir dalam hal pembagian dividen.

Jenis saham ini paling banyak dikenal oleh masyarakat dan juga paling banyak dipilih sebagai bentuk investasi.

Dari segi ekonomi dan manajemen keuangan, saham biasa ini dibedakan secara kualitatif berdasarkan kualitas, reputasi, dan nilainya.

Ada plus minus dari berinvetasi dalam bentuk saham biasa. Dilansir dari Financial Web dan berbagai sumber, berikut adalah keunggulan dari saham biasa:

  • punya potensi memberikan untung paling besar dibandingkan investasi lain
  • potensi rugi cenderung terbatas pada jumlah investasi pertama
  • mudah untuk dijual dan dibeli
  • perusahaan lebih transparan
  • memungkinkan terjadi diversifikasi usaha

Baca Juga: Tips Investasi Saham Bagi Pemula

b. Saham preferen (preferred stocks)

Saham preferen merupakan jenis saham yang memberikan prioritas kepada pemegangnya. Pilihan prioritas yang bisa didapatkan oleh pemegang di antaranya adalah:

  • berhak didahulukan dalam hal pembayaran dividen
  • berhak menukar saham preferen yang diepegangnya dengan saham biasa
  • mendapat prioritas pembayaran kembali permodalan dalam hal perusahaan dilikuidasi

Pada praktiknya di Amerika Serikat, saham preferen merupakan gabungan sifat atau ciri antara obligasi dan saham biasa.

Mengapa? Pasalnya, saham ini bisa menghasilkan pendapatan tetap seperti bunga obligasi, tetapi juga tidak bisa menghasilkan bunga tetap.

Ada alasan lain mengapa saham preferen dikatakan sangat mirip dengan saham biasa, yaitu representasi kepemilikan ekuitas dan juga diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo pada lembaran saham.

Oleh karena itu, saham preferen diperdagangkan beradasarkan hasil yang ditawarkan kepada investor. Maka, secara praktis saham preferen dipandang sebagai surat berharga pendapatan tetap dan juga bersaing di pasar modal.

Berbeda dengan di luar negeri, semua pemegang saham preferen memiliki hak suara. Dalam kesempatan RUPS, suara pemegang saham preferen menjadi bahan pertimbangan sebagai pengambil keputusan perusahaan.

2. Jenis saham berdasarkan cara peralihannya

forex adalah

© Unsplash

Pada saat transaksi jual beli saham, ada beberapa cara peralihan saham dari investor satu ke investor lainnya. Jenis saham berdasarkan cara peralihannya, meliputi:

a. Saham atas unjuk (bearer stocks)

Merupakan jenis saham yang secara fisik tidak tertulis nama pemilik pada saham tersebut sehingga mudah dialihkan kepemilikannya pada investor lain.

Mayoritas pemilik bearer stocks, memang bertujuan untuk memperjualbelikan saham.

Walaupun nama pemilik saham tidak tertulis, kepemilikan saham tetap diakui, lho! Mengapa? Pasalnya, kepemilikan bearer stocks diakui berdasarkan siapa investor yang memegang saham tersebut.

Bagaimana cara mengetahui kalau kita pemilik bearer stocks dalam sebuah perusahaan?

Masing-masing pemegang saham akan mendapatkan sertifikat saham yang dibuat khusus dengan menggunakan kertas berkualitas tinggi seperti uang agar tak mudah dipalsukan.

Tapi, hati-hati jika sertifikat hilang, kamu tidak bisa memilikinya kembali alias sahammu juga hilang karena tidak memiliki bukti sah atas kepemilikan saham.

Baca Juga: Apakah Deposito Adalah Pilihan Tepat untuk Masa Depan?

b. Saham atas nama (registered stocks)

Merupakan jenis saham yang nama investornya tertulis secara jelas pada kertas saham dan untuk peralihannya pun memerlukan prosedur khusus.

Bagaimana prosedurnya?

Peralihan saham harus melalui pencatatan dan nama dari pemiliki saham yang baru harus dicatat dalam buku khusus yang memuat daftar nama pemegang saham perusahaan.

Apabila sertifikat saham ini hilang, pemegang saham dapat meminta penggantinya karena namanya sudah tercatat dalam buku pemegang saham.

Dalam anggaran dasar juga dapat diatur ketentuan mengenai pembatasan pemindahan hak atas saham. Hal ini dilakukan dengan keharusan menawarkan terlebih dahulu kepada kelompok pemegang saham tertentu.

Perseroan wajib menjamin bahwa semua saham yang ditawarkan dibeli dengan harga wajar dan dibayar tunai selambat-lambatnya 30 hari terhitung sejak penawaran dilakukan.

Dalam hal perseroan tidak menjamin terlaksananya penawaran terlebih dahulu saham kepada kelompok pemegang saham tersebut, maka pemegang saham dapat menawarkan dan menjual sahamnya kepada karyawan mendahului penawaran kepada pihak lain.

Itulah beragam jenis saham yang perlu kamu ketahui. Jadi, apakah kamu sudah yakin dengan memilih saham sebagai bentuk investasi?

Selain informasi di atas, kamu juga bisa mendapatkan informasi lain dan lowongan pekerjaan di Glints. Yuk sign up untuk dapatkan itu semua!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up