×

Mendalami Jenis Investasi, Temukan yang Paling Cocok Untukmu

March 24, 2020 | No Comments

Investasi merupakan salah satu hal yang perlu kita lakukan demi menambah jaminan kita di masa depan. Untuk memulainya, kamu harus mendapatkan informasi sebaik mungkin, termasuk soal jenis investasi.

Tidak hanya berupa uang, bentuk investasi memiliki beragam dan berbagai bentuk. Pertanyaannya, jenis investasi apa yang cocok untuk para pemula?

Jika kamu ingin mulai investasi, berikut Glints akan gambarkan berbagai jenis investasi.

Apa Itu Investasi?

Memulai Investasi

© Pixabay

Investasi merupakan sebuah cara untuk mengakumulasikan kekayaan untuk menghadapi masa depan yang sering kali penuh ketidakpastian.

Investasi juga dibagi menjadi dua jenis yaitu, investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Tujuan melakukan investasi adalah untuk mendapatkan penghasilan atau keuntungan di masa depan.

Ada banyak alasan kenapa orang melakukan investasi, seperti: dana pendidikan, dana pensiun, travelling, kesehatan, dan lain-lain.

Jenis Investasi

Seperti yang disebut di atas, investasi bisa dibagi menjadi dua, yaitu: investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Keduanya sama-sama bisa kamu coba sesuai dengan kebutuhan.

Jika kamu ingin mendapatkan keuntungan yang cepat, kamu bisa mencoba investasi jangka pendek.

Sebaliknya, jika kamu ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak tetapi dengan waktu lebih lama, kamu bisa mencoba investasi jangka panjang.

1. Jenis investasi jangka panjang

Dilansir dari Bisnis.com, ada 5 jenis investasi jangka panjang yang cocok bagi pemula atau pengusaha muda. Di antaranya adalah:

a. Emas

Memulai Investasi

© Pixabay

Emas merupakan salah satu pilihan dalam berinvestasi, terutama investasi jangka panjang. Salah satu alasan yang menyebabkan emas menjadi investasi yang menjanjikan adalah harganya yang terus menanjak.

Sebagai sumber daya yang tidak dapat diperbarui, permintaan pasar akan emas akan selalu besar.

Selain itu, emas juga dianggap sebagai investasi yang cukup aman karena minim risiko terutama saat pasar saham sedang mengalami penurunan.

Satu lagi kelebihan dari investasi yang satu ini adalah mudah untuk diubah ke dalam bentuk lainnya, yaitu uang.

Baca Juga: Kelemahan dan Keuntungan Investasi Reksa Dana Bagi Pemula

b. Tanah dan bangunan

© Pixabay

Tanah atau bangunan bisa menjadi pilihan jika kamu berminat untuk berinvestasi jangka panjang dengan modal yang cukup banyak.

Terdapat banyak keuntungan yang diperoleh jika kamu berinvestasi dalam bentuk tanah dan bangunan, salah satunya adalah minimnya risiko kebangkrutan.

Salah satu fungsi dari bangunan merupakan kebutuhan dasar, yaitu papan. Tanah juga memiliki fungsi yang sama dapat dibangun dan selalu dibutuhkan, selain itu harga tanah cenderung naik setiap tahunnya sebesar 15%-20%.

Terlebih lagi jika kamu cukup jeli untuk melihat peluang lokasi tanah, kenaikannya dapat berkali-kali lipat, lho! Kamu pun dapat meningkatkan nilai investasi dengan membangun rumah, ruko, maupun kontrakan di atasnya.

Apakah berinvestasi tanah atau bangunan membutuhkan modal yang cukup besar?

Tentu saja. Namun saat ini banyak bank yang menawarkan program KPR yang dapat dicicil dalam jangka waktu tertentu sesuai kemampuanmu.

c. Asuransi

asuransi kesehatan

© mcmillanins.com

Investasi tak melulu soal menambahkan pundi-pundi kekayaan yang sudah ada, lho! Jenis investasi yang satu ini, asuransi, akan memberikan proteksi yang panjang bagi para penggunanya.

Proteksi yang dimaksud adalah jika suatu hari kamu sakit, kamu hanya perlu menggunakan asuransi dan tak pusing soal biaya lagi.

Apalagi sudah banyak berbagai macam asuransi yang mneawarkan banyak benefit dengan premi yang tidak bikin kantong bolong

Tak hanya asuransi kesehatan, ada juga asuransi jiwa, asuransi pendidikan, bahkan asuransi perjalanan untuk kamu yang suka travelling.

Pilihlah asuransi yang memiliki benefit terbaik serta prosedur claim yang tidak sulit serta pilih asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan.

d. Saham

belajar saham

© Unsplash

Jenis investasi ini mungkin sudah tak asing terdengar di telinga. Menanam saham di perusahaan terbuka dapat dikatakan menarik karena penanam modal sudah bisa dikatakan memiliki sebagian dari perusahaan tersebut.

Bukti kepemilikan ini berupa selembar kertas dan mencantumkan nama pemilik dan juga jumlah saham yang kamu miliki.

Jika perusahaan tempat kamu berinvestasi memiliki kemajuan yang baik dan tidak memiliki masalah,  kamu akan mendapatkan keuntungan yang besar.

e. Reksa dana saham

belajar saham

© Pexels

Secara umum, reksa dana memiliki berbagai jenis. Setiap jenisnya memiliki risiko berbeda yang dapat kamu sesuaikan dengan keinginan.

Umumnya, jenis reksa dana yang disarankan untuk jangka panjang adalah reksa dana saham.

Berinvestasi pada reksa dana saham mirip dengan membeli saham secara langsung. Bedanya pada reksa dana saham, pemilihan saham dilakukan oleh manajer investasi.

Bagi kamu yang memiliki dana cukup besar, reksa dana ini merupakan salah satu jenis investasi yang sesuai ketika kamu menginginkan investasi jangka panjang.

Baca Juga: Cara Investasi Saat Nilai Tukar Rupiah Anjlok

2. Jenis investasi jangka pendek

Selain investasi jangka panjang, ada juga investasi jangka pendek. Hal yang membedakan dari investasi jangka panjang dan jangka pendek adalah nilai return yang dapat dikatakan lebih singkat.

Jika kamu ingin memutar uang, mungkin investasi jangka pendek bisa menjadi salah satu alternatif. Apa saja sih jenis investasi jangka pendek?

a. Peer to Peer Lending (P2PL)

berbagai jenis investasi online

Dilansir dari Katadata, salah satu jenis investasi jangka pendek adalah melalui Peer to Peer Lending (P2PL).

Cara kerja P2PL ini adalah dengan berinvestasi pada perusahaan yang menyediakan pinjaman uang untuk umum. Dengan kata lain, kamu berinvestasi tanpa perantara bank atau lembaga finansial lainnya.

P2PL merupakan praktik meminjam dan memberikan pinjaman secara online melalui sebuah wadah yang disebut marketplace.

Modal untuk memulainya pun juga tidak begitu besar dibandingkan dengan investasi lain, dengan modal 1 juta rupiah saja kamu bisa berkontribusi untuk memberikan dana di marketplace.

Apa keuntungannya bagi para pemberi pinjaman? Salah satunya adalah return yang atraktif. Kamu bisa memilih sendiri suku bunga yang ingin kamu dapatkan serta jangka waktu pengembalian.

Biasanya pengembalian minimal dapat dipilih dalam jangka waktu mulai dari 30 hari dan bunga dari 12%. Namun, jangan lupa untuk memilih marketplace yang terpercaya dan sudah diawasi oleh OJK.

Jangan sampai kamu salah memilih marketplace yang malah menjadikan kamu rugi bahkan tidak memiliki return.

b. Deposito

Kelemahan dan Keuntungan Investasi Reksa Dana Bagi Pemula

Jika ingin berinvestasi dalam jangka pendek, deposito merupakan jenis investasi yang paling banyak dipilih. Dengan waktu minimal 6 bulan, kamu sudah bisa merasakan keuntungannya.

Jika kamu ingin mendapatkan keuntungan yang besar, nominal yang harus kamu simpan juga harus banyak dan sebaliknya semakin kecil nominal yang kamu tabung akan semakin kecil juga keuntungannya.

Sebelum memasukkan uangmu ke dalam deposito, pilihlah bank yang memiliki suku bunga tinggi agar return yang didapatkan semakin menguntungkan.

Baca Juga: Tips Investasi Bitcoin Bagi Pemula

Jadi, apakah kamu sudah memutuskan untuk berinvestasi pada tahun 2020 ini? Apakah kamu sudah tahu jenis investasi mana yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu?

Selain informasi tentang investasi di atas, kamu bisa menemukan informasi lain dan lowongan pekerjaan di Glints. Langsung saja sign up dan temukan yang paling bermanfaat untukmu.

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up