7 Tips Investasi Bitcoin Bagi Pemula

Diperbarui 21 Nov 2022 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Dulu, investasi selalu identik dengan saham ataupun emas. Namun, di era digital ini, ada satu jenis investasi baru yang tengah jadi primadona. Investasi Bitcoin namanya. Seperti namanya, jenis investasi ini merupakan jenis investasi yang menggunakan Bitcoin sebagai alat utamanya.

    Bitcoin sendiri merupakan sebuah mata uang digital yang dibuat oleh seorang yang bernama samaran Satoshi Nakamoto. Seperti halnya uang konvensional, uang digital yang diluncurkan pada tahun 2009 ini juga bisa dipakai sebagai alat untuk bertransaksi jual beli,Nilainya yang fluktuatif menjadi alasan mengapa uang digital ini bisa dipakai untuk berinvestasi.

    Siapa pun juga bisa melakukan investasi Bitcoin ini, termasuk kamu yang masih pemula. Untuk melakukannya, kamu harus mengetahui sejumlah tips dan juga trik. Di artikel ini, ada beberapa tips yang mungkin bisa kamu pakai saat nanti berinvestasi via Bitcoin.

    Penasaran, bukan? Yuk simak saja pembahasan di bawah ini!

    7 Tips Investasi Bitcoin Bagi Pemula

    7 Tips Investasi Bitcoin Bagi Pemula

    © Pixabay.com

    1. Cari tahu informasi seputar investasi Bitcoin

    Tips pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari informasi terlebih dahulu. Adapun informasi yang dicari tentu saja informasi seputar dunia investasi Bitcoin. Hal ini dilakukan supaya kamu mengenal lebih dekat investasi Bitcoin yang akan kamu lakukan nanti.

    Informasi seputar Investasi Bitcoin bisa kamu dapatkan di mana saja, entah itu lewat internet ataupun buku. Dari mana pun informasi yang kamu dapat, usahakan bahwa informasi tersebut valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

    Baca Juga: Tips Sukses buat Kamu yang Ingin Belajar Investasi

    2. Kenali kondisi pasar Bitcoin

    Seperti halnya investasi saham, investasi Bitcoin juga dilakukan di dalam suatu pasar khusus. Pasar Bitcoin sendiri mempunyai tiga macam kondisi yang patut diketahui. Kondisi Super Positif, Kondisi Super Negatif, dan Kondisi Stagnan adalah ketiga jenis kondisi tersebut.

    Kondisi Super Positif adalah kondisi di mana harga Bitcoin sedang naik-naiknya. Kebalikan dari kondisi sebelumnya, Kondisi Super Negatif adalah kondisi di mana harga Bitcoin justru tengah turun-turunnya. Adapun kondisi Pasar Stagnan merupakan kondisi pasar Bitcoin yang cenderung membosankan. Sebab, dalam kondisi ini harga Bitcoin  berada di titik datar; tidak naik dan tidak juga turun.

    Mengetahui ketiga jenis kondisi pasar Bitcoin tersebut sangatlah penting. Dengan mengetahui ketiganya, kamu jadi lebih bisa memaksimalkan investasi Bitcoin yang kamu lakukan, agar menjadi lebih menguntungkan.

    Misalnya saja pada Kondisi Pasar Negatif. Di kondisi ini, harga Bitcoin tengah menurun dengan drastis. Untuk memanfaatkannya, kamu bisa membeli sejumlah Bitcoin yang harganya tengah turun. Nantinya, kamu bisa jual Bitcoin-Bitcoin tersebut dengan harga tinggi saat kamu menemui Kondisi Pasar Positif ataupun Stagnan.

    Keuntungan dari penjualan Bitcoin-Bitcoin tersebut bisa kamu putar lagi untuk membeli Bitcoin baru. Atau, kamu bisa pakai untuk kebutuhanmu sehari-hari.

    3. Telusuri berbagai teknik analisis investasi Bitcoin

    Tips investasi Bitcoin selanjutnya adalah mengetahui teknik analisis jenis investasi ini. Tips ini sangatlah penting, terutama untuk memprediksi harga Bitcoin yang kamu investasikan. Dengan memprediksi harga Bitcoin, maka investasi Bitcoin yang kamu lakukan bisa lebih maksimal. Ada dua teknik analisis yang bisa kamu pakai nantinya, yaitu: Teknik Analisis Fundamental dan Teknik Analisis Teknikal.

    Teknik Analisis Fundamental merupakan teknik menganalisis prediksi harga Bitcoin berdasarkan beberapa faktor yang mempengaruhi harga tersebut. Adapun beberapa faktor yang dimaksud antara lain: kebijakan pemerintah, krisis dan kestabilan ekonomi, serta faktor sosial budaya.

    Sementara itu, Teknik Analisis Teknikal merupakan teknik analisis investasi Bitcoin yang dilakukan dengan menggunakan sejumlah pembacan grafik. Grafik yang dipakai dalam salah satu teknik analisis investasi bitcoin ini beragam. Candlestick, Bollinger Bands dan Simple Moving Average adalah beberapa ragam grafik tersebut. Ketiga jenis grafik tersebut masing-masing mempunyai bentuk yang berbeda. Namun, ketiganya punya satu kesatuan fungsi, yakni: sama-sama dipakai untuk membaca kondisi pasar dan harga Bitcoin.

    Dalam praktiknya, kedua teknik analisis di atas bisa kamu pakai salah satunya, atau bahkan keduanya.

    4. Tambang Bitcoin-mu sendiri

    Bitcoin sebagai instrumen utama investasi Bitcoin tak hanya diraih dengan membelinya di pasar Bitcoin. Instrumen utama pada investasi Bitcoin ini bisa kamu raih dengan cara menambang (mining). Untuk melakukannya, kamu harus menggunakan sejumlah perangkat khusus.

    Salah satu perangkat yang bisa kamu pakai adalah Application Specific Intregated Circuits (ASICs). Perangkat ini bisa membantu kamu menambang Bitcoin dengan kecepatan yang tinggi, yaitu sebesar 5 hingga 500 gigahashes/sec. Sayangnya, perangkat ini dijual dengan mahal. Tetapi, demi kemajuan investasi Bitcoin yang kamu lakukan, tak ada salahnya kan untuk dicoba?

    Baca Juga: Ingin Belajar Saham? Pelajari Panduannya untuk Pemula

    5. Lindungi Bitcoin-mu

    Seperti halnya uang konvensional, Bitcoin ternyata rentan akan pencurian. Pencurian Bitcoin biasanya dilakukan dengan membobol langsung penyimpanan Bitcoin-mu atau melakukan meretas data pribadimu sebelum Bitcoinmu dicuri mereka. Tentu ini sangat membahayakan investasi Bitcoin yang tengah kamu lakukan nanti.

    Sebagai langkah perlindungan, kamu nisa mengunduh perangkat lunak khusus seperti EAL atau Metamask. Selain itu, kamu juga harus hati-hati jika ada orang tak dikenal mengirim pesan via WhatsApp, Instagram dan lain sebagainya. Jika pesan yang mereka kirim mencantumkan sebuah link, usahakan jangan kamu klik link tersebut supaya data pribadimu diretas dan Bitcoinmu diambil.

    6. Simpan Bitcoin-mu dalam waktu lama

    Tips selanjutnya untuk kamu yang masih pemula di bidang investasi Bitcoin adalah menyimpan Bitcoin yang kamu punya. Simpanlah Bitcoinmu dalam waktu lama. Selain agar stok Bitcoinmu penuh, menyimpan Bitcoin lama-lama juga supaya harga Bitcoinmu semakin lama semakin naik, terutama saat Kondisi Pasar Positif tiba.

    Agar investasi Bitcoin yang kamu lakukan rugi akibat Bitcoinnya dicuri, kamu harus mengunduh perangkat khusus penyimpan Bitcoin. Wallet Bitcoin adalah salah satu perangkat yang dimaksud.  Menyimpan Bitcoin di perangkat ini sangatlah aman. Sebab, Wallet Bitcoin dilengkapi sistem keamanan yang ketat dan membuat para peretas tidak mampu meretas perangkat ini. Selain itu, perangkat ini juga tidak terhubung ke internet, sehingga para peretas sulit mengakeses perangkat ini.

    Baca Juga: Ingin Mulai Berinvestasi? Perhatikan Kesalahan-Kesalahan Umum Ini

    7. Tak ada investasi Bitcoin yang dilakukan secara gratis

    Banyak yang mengira bahwa investasi Bitcoin dilakukan dengan biaya 0 rupiah alias gratis. Padahal, jenis investasi satu ini juga dilakukan dengan modal uang konvensional yang tak sedikit. Mulai dari membeli perangkat untuk menambang dan menyimpan Bitcoin sampai membeli Bitcoin di pasar Bitcoin, tak pernah bisa dilakukan jika kamu tidak punya modal konvensional yang memadai. Jadi, jika nanti ada yang menawarimu untuk melakukan investasi Bitcoin secara gratis, maka kamu harus menolaknya dengan sangat tegas.

    Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat hendak memulai investasi Bitcoin. Selama tekun dan serius menjalankannya, niscaya investasi Bitcoin yang kamu lakukan akan berjalan dengan sukses.

    Kalau kamu ingin mencari referensi investasi lain selain investasi Bitcoin, maka kamu bisa membuka laman Glints Blog. Tak hanya soal investasi, laman tersebut juga berisi referensi seputar hal lain yang berhubungan dengan karier dan finansial.

    Kamu juga bisa sign up ke laman utama Glints Indonesia jika hendak mencari peluang karier yang mungkin cocok untukmu. So, jadikan kami sebagai jalan kesuksesanmu ya!


      Comments are closed.

      Artikel Terkait