15 Jenis Email Marketing yang Bisa Dikirimkan ke Konsumen
Ditulis oleh : Maulana Adieb
Supaya dapat menjalin hubungan yang erat dengan audiens, sebaiknya kamu harus mempelajari beragam jenis email marketing yang dapat dikirimkan kepada mereka.
Seperti yang kita ketahui, email marketing jadi salah satu strategi pemasaran yang kerap kali dipakai oleh pemasar.
Bahkan, menurut Hubspot, 35% marketer memilih untuk mengirimkan setidaknya tiga sampai lima email per minggu kepada audiens.
Oleh karena itu, kamu harus memahami beragam jenisnya supaya audiens tertarik untuk membuka dan membaca emailmu.
Lantas, apa saja jenisnya? Tanpa basa-basi lagi, berikut Glints akan memaparkannya kepadamu.
1. Newsletter
Newsletter memang menjadi salah satu andalan marketer dalam menerapkan email marketing.
Pada hakikatnya, newsletter cocok dipakai jika kamu juga menerapkan content marketing melalui blog perusahaan.
Nantinya, artikel-artikel menarik dari blog dapat dikirimkan ke audiens melalui email agar dapat dibaca kepada mereka.
Frekuensi pengiriman pun rata-rata dua sampai tiga kali per minggu, bergantung dari strategi masing-masing perusahaan.
Akan tetapi, dilansir dari Hubspot, apabila ingin mengirimkan dua atau empat artikel sekali pun, sebaiknya gunakan visual yang menarik beserta CTA (call to action) yang kuat.
Tulisan di dalamnya pun usahakan jangan terlalu panjang agar audiens semakin nyaman membacanya.
2. Penawaran khusus
Jenis email marketing yang satu ini wajib diaplikasikan untuk mengajak audiens untuk mengambil tindakan seperti melakukan transaksi pembelian.
Sebagai audiens, mungkin kamu sering mendapatkan email penawaran khusus seperti diskon atau promo besar-besaran.
Nah, mengutip Web FX, mengirimkan email penawaran khusus berupa promo atau diskon adalah cara terbaik untuk membuat audiens tertarik dengan produkmu.
Selain tertarik terhadap produkmu, email ini juga membuat audiens tetap berlangganan.
Sebab, ia akan terus menunggu email-email promosi yang datang.
3. Welcome email
Seperti namanya, jenis email marketing yang satu ini berisi kalimat sambutan kepada audiens yang baru saja berlangganan emailmu.
Email sambutan akan membuat audiens merasa emosional karena disambut dengan hangat oleh brand-mu.
Dikutip dari SendPulse, email sambutan dapat berisi mengenai branding-mu, produk-produk unggulan, serta visi misi yang kamu tawarkan kepada pelanggan.
Sama seperti newsletter, pastikan buat email sambutan dengan visual yang menarik agar audiens mendapatkan kesan pertama yang baik terhadap brand-mu.
4. Undangan event
Selain membuat promosi produk, email juga menjadi alat yang bagus untuk mempromosikan acara-acara mendatang dari brand-mu.
Jika kamu ingin mengadakan event berbayar untuk audiens umum, sebaiknya sertakan tulisan mengenai kenapa orang-orang harus mengikuti event tersebut.
Tonjolkan kelebihan event tersebut serta manfaat yang didapatkan oleh audiens jika mengikutinya.
Hal tersebut akan menarik perhatian audiens untuk mendaftarkan diri ke event yang telah kamu selenggarakan.
Jangan lupa, sertakan visual yang menarik sebagai bahan pendukung.
5. Pengumuman
Supaya audiens tetap up-to-date mengenai perkembangan brand-mu, jenis email marketing yang satu ini wajib kamu kirimkan kepada mereka.
Announcement atau pengumuman menjadi jembatan untuk memberitahu apa saja hal-hal baru yang sudah kamu buat, mulai dari produk, layanan atau ada pembaruan suatu produk.
Tujuan email ini adalah untuk tetap memancing perhatian dari audiens agar semakin tertarik dengan brand-mu.
Jika ingin membuat tiga pengumuman sekaligus, jangan lupa sertakan visual di tiap-tiap bagiannya.
Apabila pengumumannya ingin diarahkan ke website, sertakan link yang langsung mengarah ke blog perusahaan supaya mudah dibaca oleh audiens.
6. Re-engagement
Memang, pada dasarnya email marketing bertujuan untuk meningkatkan engagement audiens kepada brand.
Namun, terkadang ada sebagian subscribers yang tidak tertarik lagi dengan emailmu, tetapi masih berlangganan.
Nah, ini adalah kesempatan yang bagus untuk menarik lagi perhatian mereka dengan mengirimkan re-engagement email.
Secara garis besar, re-engagement email ditujukan kepada audiens yang mulai tidak tertarik lagi dengan brand-mu.
Biasanya, berisi mengenai survei, ajakan diskusi, atau bahkan promosi.
7. Review
Seperti yang kita ketahui, review atau ulasan adalah salah satu hal yang sangat penting bagi bisnis.
Oleh karena itu, cobalah mengirimkan email kepada audiensmu untuk memberikan review mengenai produkmu.
Kirimkan jenis email marketing ini kepada audiens yang baru saja membeli produkmu.
Jangan ada unsur paksaan saat meminta review jujur dari audiens. Biarkan mereka berkata sejujurnya tentang produk atau layananmu.
Selain meningkatkan kepercayaan dari audiens yang lain, adanya review juga menandakan bahwa audiens tertarik untuk terlibat dalam pembangunan brand-mu.
8. Special occasion email
Jenis email marketing selanjutnya yang bisa kamu kirimkan ke konsumen adalah special occasion email. Di mana, kamu mengirimkan email ini ketika momen spesial terjadi.
Kamu bisa mengirimkan email ini ke konsumen dalam rangka untuk merayakan hari ulang tahunnya atau hari libur.
Namun, kamu bisa mengirimkan email beberapa hari sebelum momen spesial terjadi. Hal ini bahkan meningkatkan peluang konsumen melakukan pembelian.
Pastikan untuk menyampaikan semangatmu dalam merayakan momen spesial ke konsumen dengan bentuk visual dan konten.
Dengan mengirim email ini, konsumen akan merasa spesial dan membuatmu lebih unggul dari kompetitor.
9. Lead nurturing email
Jenis email marketing ini bisa dikirimkan ke konsumen dengan tujuan untuk menargetkan user yang belum melakukan pembelian dari brand-mu.
Tujuan utama dari email ini adalah untuk mendorong konsumen melakukan pembelian dengan menunjukkan manfaat dari produk atau layananmu.
Kamu perlu memahami dan mementingkan ketertarikan, kebutuhan, dan pain point penerima saat membuat email ini.
Dengan begitu, kamu bisa membuat konten yang dipersonalisasi. Hal tersebut tentu akan membantumu menarik konsumen.
10. Transactional email
Jenis email marketing ini bisa dikirimkan ketika subscriber emailmu melakukan suatu tindakan.
Kamu bisa mengirimkan email ini untuk beberapa hal berikut.
- memberitahu subscriber tentang perubahan terhadap akunnya
- memberikan subscription dan konfirmasi pembayaran
- mengingatkan konsumen tentang free trial yang sudah hangus
Tujuan dari email ini adalah untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh konsumen.
Menurut Indeed, click through rate email ini sangat tinggi karena konsumen menantikan email ini sebagai hasil dari tindakan yang telah dilakukannya.
11. Survey email
Jenis email marketing ini dapat membantumu untuk menerima feedback dari konsumen.
Kamu bisa menggunakannya untuk memberi pertanyaan ke konsumen tentang produk atau layananmu.
Tidak hanya itu, kamu juga dapat mengumpulkan opini mereka.
Jenis survei yang dilakukan biasanya tidak terlalu panjang sehingga bisa diselesaikan dengan cepat oleh konsumen.
12. Progress email
Jika layananmu fokus pada membantu konsumen meningkatkan skill-nya, maka mengirimkan jenis email adalah kegiatan marketing yang tepat.
Email ini dapat mengingatkan dan/atau mengucapkan selamat pada konsumen atas pencapaiannya saat memakai layananmu.
Hal ini akan menunjukkan ketertarikanmu terhadap perkembangannya. Kamu juga mengapresiasi mereka karena telah menggunakan layananmu.
13. Reorder email
Kamu bisa mengirimkan reorder email ke konsumen apabila kamu menjual produk yang digunakan konsumen secara reguler.
Jenis email marketing ini mendorong konsumen untuk membeli produkmu lebih banyak.
Kamu juga bisa mengirimnya dengan jadwal teratur seperti sebulan sekali.
Dalam email ini juga kamu bisa memasukkan penawaran khusus supaya menarik konsumen untuk membeli produkmu.
14. Abandoned cart email
Jenis email marketing ini biasanya digunakan oleh perusahaan ketika konsumen menambahkan produk ke keranjang namun tidak membelinya.
Kamu bisa mengirim email ini untuk mengingatkan atau mendukung konsumen menyelesaikan proses transaksinya atau check out.
Email ini umumnya mengingatkan konsumen tentang produk yang telah mereka lihat.
Tidak ada waktu yang pasti kapan kamu harus mengirim email ini.
Sehingga, kamu bisa mengirimkannya beberapa jam atau hari setelah konsumen meninggalkan proses transaksi di website-mu.
15. Email konfirmasi
Menurut Indeed, jenis email marketing ini mirip dengan transactional email.
Perbedaannya adalah email ini tidak membutuhkan tindakan lanjutan dari konsumen.
Seperti namanya, kamu bisa menggunakan email ini mengonfirmasi bahwa suatu hal telah terjadi seperti pembelian produk atau pengiriman barang.
Demikian 15 jenis email marketing yang bisa kamu terapkan sebagai strategi pemasaran untuk mempererat hubungan dengan audiens.
Pada hakikatnya, email marketing memegang peranan penting dalam meningkatkan penjualan lewat dunia digital.
Jika kamu belum menguasainya, sebaiknya pelajari dari sekarang demi keberlangsungan bisnismu.
Jangan khawatir, kamu dapat mempelajari seluk-beluk tentang email marketing lewat kelas online dari Glints ExpertClass.
Di sana, kamu dapat belajar langsung dari pakarnya mengenai cara menerapkan strategi email marketing yang baik.
Jadi, tunggu apa lagi? Segera pilih kelasnya sekarang juga! Jangan sampai kehabisan, ya!
