15 Jenis Email Marketing yang Bisa Dikirimkan ke Konsumen

Diperbarui 24 Jun 2022 - Dibaca 16 mnt
Ditulis oleh : Maulana Adieb

Supaya dapat menjalin hubungan yang erat dengan audiens, sebaiknya kamu harus mempelajari beragam jenis email marketing yang dapat dikirimkan kepada mereka.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Seperti yang kita ketahui, email marketing jadi salah satu strategi pemasaran yang kerap kali dipakai oleh pemasar

Bahkan, menurut Hubspot, 35% marketer memilih untuk mengirimkan setidaknya tiga sampai lima email per minggu kepada audiens.

Oleh karena itu, kamu harus memahami beragam jenisnya supaya audiens tertarik untuk membuka dan membaca emailmu.

Lantas, apa saja jenisnya? Tanpa basa-basi lagi, berikut Glints akan memaparkannya kepadamu.

1. Newsletter

jenis email marketing

© Freepik.com

Newsletter memang menjadi salah satu andalan marketer dalam menerapkan email marketing.

Pada hakikatnya, newsletter cocok dipakai jika kamu juga menerapkan content marketing melalui blog perusahaan.

Nantinya, artikel-artikel menarik dari blog dapat dikirimkan ke audiens melalui email agar dapat dibaca kepada mereka.

Frekuensi pengiriman pun rata-rata dua sampai tiga kali per minggu, bergantung dari strategi masing-masing perusahaan.

Akan tetapi, dilansir dari Hubspot, apabila ingin mengirimkan dua atau empat artikel sekali pun, sebaiknya gunakan visual yang menarik beserta CTA (call to action) yang kuat.

Tulisan di dalamnya pun usahakan jangan terlalu panjang agar audiens semakin nyaman membacanya.

2. Penawaran khusus

© Freepik.com

Jenis email marketing yang satu ini wajib diaplikasikan untuk mengajak audiens untuk mengambil tindakan seperti melakukan transaksi pembelian.

Sebagai audiens, mungkin kamu sering mendapatkan email penawaran khusus seperti diskon atau promo besar-besaran.

Nah, mengutip Web FX, mengirimkan email penawaran khusus berupa promo atau diskon adalah cara terbaik untuk membuat audiens tertarik dengan produkmu.

Selain tertarik terhadap produkmu, email ini juga membuat audiens tetap berlangganan. 

Sebab, ia akan terus menunggu email-email promosi yang datang.

3. Welcome email

jenis email marketing

© Freepik.com

Seperti namanya, jenis email marketing yang satu ini berisi kalimat sambutan kepada audiens yang baru saja berlangganan emailmu.

Email sambutan akan membuat audiens merasa emosional karena disambut dengan hangat oleh brand-mu.

Dikutip dari SendPulse, email sambutan dapat berisi mengenai branding-mu, produk-produk unggulan, serta visi misi yang kamu tawarkan kepada pelanggan.

Sama seperti newsletter, pastikan buat email sambutan dengan visual yang menarik agar audiens mendapatkan kesan pertama yang baik terhadap brand-mu.

Baca Juga :  Buat Bisnismu Makin Mengesankan dengan Strategi Event Branding

4. Undangan event

© Freepik.com

Selain membuat promosi produk, email juga menjadi alat yang bagus untuk mempromosikan acara-acara mendatang dari brand-mu.

Jika kamu ingin mengadakan event berbayar untuk audiens umum, sebaiknya sertakan tulisan mengenai kenapa orang-orang harus mengikuti event tersebut.

Tonjolkan kelebihan event tersebut serta manfaat yang didapatkan oleh audiens jika mengikutinya.

Hal tersebut akan menarik perhatian audiens untuk mendaftarkan diri ke event yang telah kamu selenggarakan.

Jangan lupa, sertakan visual yang menarik sebagai bahan pendukung.

5. Pengumuman

jenis email marketing

© Freepik.com

Supaya audiens tetap up-to-date mengenai perkembangan brand-mu, jenis email marketing yang satu ini wajib kamu kirimkan kepada mereka.

Announcement atau pengumuman menjadi jembatan untuk memberitahu apa saja hal-hal baru yang sudah kamu buat, mulai dari produk, layanan atau ada pembaruan suatu produk.

Tujuan email ini adalah untuk tetap memancing perhatian dari audiens agar semakin tertarik dengan brand-mu.

Jika ingin membuat tiga pengumuman sekaligus, jangan lupa sertakan visual di tiap-tiap bagiannya. 

Apabila pengumumannya ingin diarahkan ke website, sertakan link yang langsung mengarah ke blog perusahaan supaya mudah dibaca oleh audiens.

Baca Juga: Ikuti 7 Panduan List Building Ini untuk Sukseskan Email Marketing-mu

6. Re-engagement

© Freepik.com

Memang, pada dasarnya email marketing bertujuan untuk meningkatkan engagement audiens kepada brand.

Namun, terkadang ada sebagian subscribers yang tidak tertarik lagi dengan emailmu, tetapi masih berlangganan.

Nah, ini adalah kesempatan yang bagus untuk menarik lagi perhatian mereka dengan mengirimkan re-engagement email.

Secara garis besar, re-engagement email ditujukan kepada audiens yang mulai tidak tertarik lagi dengan brand-mu.

Biasanya, berisi mengenai survei, ajakan diskusi, atau bahkan promosi.

7. Review

© Freepik.com

Seperti yang kita ketahui, review atau ulasan adalah salah satu hal yang sangat penting bagi bisnis.

Oleh karena itu, cobalah mengirimkan email kepada audiensmu untuk memberikan review mengenai produkmu.

Kirimkan jenis email marketing ini kepada audiens yang baru saja membeli produkmu.

Jangan ada unsur paksaan saat meminta review jujur dari audiens. Biarkan mereka berkata sejujurnya tentang produk atau layananmu.

Baca Juga :  7 Tips agar Sesi Live Stream-mu di TikTok Bisa Maksimal

Selain meningkatkan kepercayaan dari audiens yang lain, adanya review juga menandakan bahwa audiens tertarik untuk terlibat dalam pembangunan brand-mu.

8. Special occasion email

tangan yang sedang mengetik sebuah email marketing

© Pexels.com

Jenis email marketing selanjutnya yang bisa kamu kirimkan ke konsumen adalah special occasion email. Di mana, kamu mengirimkan email ini ketika momen spesial terjadi.

Kamu bisa mengirimkan email ini ke konsumen dalam rangka untuk merayakan hari ulang tahunnya atau hari libur.

Namun, kamu bisa mengirimkan email beberapa hari sebelum momen spesial terjadi. Hal ini bahkan meningkatkan peluang konsumen melakukan pembelian.

Pastikan untuk menyampaikan semangatmu dalam merayakan momen spesial ke konsumen dengan bentuk visual dan konten.

Dengan mengirim email ini, konsumen akan merasa spesial dan membuatmu lebih unggul dari kompetitor.

9. Lead nurturing email

seorang pria sedang mengetik sebuah email marketing

© Pexels.com

Jenis email marketing ini bisa dikirimkan ke konsumen dengan tujuan untuk menargetkan user yang belum melakukan pembelian dari brand-mu.

Tujuan utama dari email ini adalah untuk mendorong konsumen melakukan pembelian dengan menunjukkan manfaat dari produk atau layananmu.

Kamu perlu memahami dan mementingkan ketertarikan, kebutuhan, dan pain point penerima saat membuat email ini.

Dengan begitu, kamu bisa membuat konten yang dipersonalisasi. Hal tersebut tentu akan membantumu menarik konsumen.

10. Transactional email

seorang wanita sedang mengetik email

© Pexels.com

Jenis email marketing ini bisa dikirimkan ketika subscriber emailmu melakukan suatu tindakan.

Kamu bisa mengirimkan email ini untuk beberapa hal berikut.

  • memberitahu subscriber tentang perubahan terhadap akunnya
  • memberikan subscription dan konfirmasi pembayaran
  • mengingatkan konsumen tentang free trial yang sudah hangus

Tujuan dari email ini adalah untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh konsumen.

Menurut Indeedclick through rate email ini sangat tinggi karena konsumen menantikan email ini sebagai hasil dari tindakan yang telah dilakukannya.

Baca Juga: Ingin Mengirim Newsletter? Ketahui Dulu Rekomendasi Tools-nya di Sini!

11. Survey email

seseorang sedang mengetik sebuah email marketing

© Pexels.com

Jenis email marketing ini dapat membantumu untuk menerima feedback dari konsumen.

Kamu bisa menggunakannya untuk memberi pertanyaan ke konsumen tentang produk atau layananmu.

Baca Juga :  Sebelum Terjadi, Kenali Disaster Recovery Plan untuk Amankan Datamu

Tidak hanya itu, kamu juga dapat mengumpulkan opini mereka.

Jenis survei yang dilakukan biasanya tidak terlalu panjang sehingga bisa diselesaikan dengan cepat oleh konsumen.

12. Progress email

seseorang sedang mengetik di laptop

© Pexels.com

Jika layananmu fokus pada membantu konsumen meningkatkan skill-nya, maka mengirimkan jenis email adalah kegiatan marketing yang tepat.

Email ini dapat mengingatkan dan/atau mengucapkan selamat pada konsumen atas pencapaiannya saat memakai layananmu.

Hal ini akan menunjukkan ketertarikanmu terhadap perkembangannya. Kamu juga mengapresiasi mereka karena telah menggunakan layananmu.

13. Reorder email

seseorang sedang mengetik di keyboard portable

© Pexels.com

Kamu bisa mengirimkan reorder email ke konsumen apabila kamu menjual produk yang digunakan konsumen secara reguler.

Jenis email marketing ini mendorong konsumen untuk membeli produkmu lebih banyak.

Kamu juga bisa mengirimnya dengan jadwal teratur seperti sebulan sekali.

Dalam email ini juga kamu bisa memasukkan penawaran khusus supaya menarik konsumen untuk membeli produkmu.

14. Abandoned cart email

seseorang sedang mengetik di laptop

© Pexels.com

Jenis email marketing ini biasanya digunakan oleh perusahaan ketika konsumen menambahkan produk ke keranjang namun tidak membelinya.

Kamu bisa mengirim email ini untuk mengingatkan atau mendukung konsumen menyelesaikan proses transaksinya atau check out.

Email ini umumnya mengingatkan konsumen tentang produk yang telah mereka lihat.

Tidak ada waktu yang pasti kapan kamu harus mengirim email ini.

Sehingga, kamu bisa mengirimkannya beberapa jam atau hari setelah konsumen meninggalkan proses transaksi di website-mu.

15. Email konfirmasi

tangan seorang wanita sedang mengetik di laptop

© Unsplash.com

Menurut Indeed, jenis email marketing ini mirip dengan transactional email.

Perbedaannya adalah email ini tidak membutuhkan tindakan lanjutan dari konsumen.

Seperti namanya, kamu bisa menggunakan email ini mengonfirmasi bahwa suatu hal telah terjadi seperti pembelian produk atau pengiriman barang.

Baca Juga: 20 Istilah Penting dalam Email Marketing, Para Marketer Wajib Paham!

Demikian 15 jenis email marketing yang bisa kamu terapkan sebagai strategi pemasaran untuk mempererat hubungan dengan audiens.

Pada hakikatnya, email marketing memegang peranan penting dalam meningkatkan penjualan lewat dunia digital.

Jika kamu belum menguasainya, sebaiknya pelajari dari sekarang demi keberlangsungan bisnismu.

Jangan khawatir, kamu dapat mempelajari seluk-beluk tentang email marketing lewat kelas online dari Glints ExpertClass.

Di sana, kamu dapat belajar langsung dari pakarnya mengenai cara menerapkan strategi email marketing yang baik.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera pilih kelasnya sekarang juga! Jangan sampai kehabisan, ya!

© Glints


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon