Investasi Leher ke Atas: Pengertian dan Contoh-contohnya

Diperbarui 21 Jul 2023 - Dibaca 4 mnt

Isi Artikel

    Saat ini, ada banyak jenis instrumen investasi yang beredar. Namun, tahukah kamu bahwa ada investasi yang tak memerlukan instrumen fisik atau produk perbankan? Nah, investasi yang dimaksud adalah investasi leher ke atas.

    Uniknya, dipercaya bahwa investasi jenis ini lebih baik dilakukan oleh generasi muda yang belum memiliki modal investasi besar.

    Selain itu, investasi leher ke atas juga disebut-sebut melibatkan sesuatu yang ada di leher kita, yaitu kepala.

    Nah, apakah hubungan dari investasi leher ke atas dan kepala kita? Yuk, temukan jawabannya dalam ulasan Glints di bawah ini!

    Apa Itu Investasi Leher ke Atas?

    Investasi leher ke atas adalah istilah lain untuk melakukan investasi ilmu pengetahuan untuk pribadi atau mempelajari ilmu baru.

    Dengan kata lain, investasi ini berarti menanamkan modal untuk memperkaya ilmu pengetahuan. Dengan begitu, ilmu yang sudah ditanam akan menjadi bekal untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari di masa depan.

    Dari pengertian ini, berarti kita sudah melakukan investasi leher ke atas sejak kita sedang menempuh pendidikan formal di sekolah dan kuliah.

    Namun, ada juga melakukan investasi ini dengan mengikuti pendidikan informal dengan mengikuti kursus atau pelatihan.

    Selain itu, ilmu yang sudah diterima juga bisa disalurkan kepada banyak orang, sehingga bermanfaat untuk orang lain juga.

    Jika melihat dari segi risiko, investasi jenis ini tidak memiliki risiko kerugian dan manfaatnya tetap bisa dirasakan terus-menerus hingga akhir hayat.

    Baca Juga: 10 Cara Investasi Diri Sendiri Terbaik yang Bisa Kamu Terapkan

    Contoh Investasi Leher ke Atas

    1. Membaca buku

    Jika mendengar tentang mendapat ilmu atau memperkaya wawasan, pasti kita langsung berpikiran tentang kegiatan membaca buku.

    Seperti ucapan “buku adalah jendela dunia”, buku adalah salah satu sarana untuk mempelajari hal baru dan menambah wawasan dari seluruh penjuru dunia.

    Selain itu, menurut Lucidity, membaca buku juga bisa meningkatkan keterampilan komunikasi seseorang. Tentunya keterampilan ini bisa digunakan untuk menambah relasi profesional atau networking.

    Sebagai contoh, jika kamu membaca buku mengenai cara berinvestasi, kamu akan mendapatkan ilmu untuk bisa melakukan investasi dan paham setiap risiko yang harus dihadapai saat ingin berinvestasi.

    2. Mengikuti kursus, seminar, dan pelatihan

    Skill atau keterampilan adalah salah satu hasil investasi leher ke atas yang bisa kamu gunakan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar ke depannya.

    Skill-skill ini bisa kamu pelajari dan kembangkan melalui kursus, seminar, dan pelatihan secara offline maupun online.

    Salah satu contohnya adalah meningkatkan skill yang sudah ada atau mempelajari skill baru seperti mempelajari bahasa Inggris atau Mandarin.

    Dengan memiliki skill bahasa ini, kamu lebih berpeluang bekerja di luar negeri dan mendapatkan pekerjaan yang berpenghasilan tinggi.

    3. Mendengarkan podcast

    Podcast adalah sarana memperkaya wawasan dalam bentuk audio yang cukup sering digunakan saat ini. Selain itu, ada banyak ragam topik yang dijadikan sebagai podcast.

    Podcast sendiri juga digemari dibanding sarana seperti TV dan radio karena dianggap lebih fleksibel atau bisa diakses di mana saja dan kapan saja.

    Beberapa aplikasi yang menyediakan fasilitas podcast adalah seperti Apple Podcast, Spotify, Google Podcast, dan banyak lagi.

    Baca Juga: 5 Rekomendasi Podcast tentang Mindfullness

    4. Memperhatikan dosen atau guru

    Investasi leher ke atas yang pertama kali kita lakukan dimulai sejak kita mengikuti pendidikan formal seperti sekolah.

    Jika mengikuti pendidikan formal, kamu pasti terlibat dalam sesi pengajaran di kelas yang dipimpin oleh guru atau dosen.

    Dari mendengarkan penjelasan inilah kamu sudah mendapat ilmu untuk bisa digunakan pada kehidupan sehari-hari di masa depan.

    5. Mencari mentor

    Selain guru dan dosen, kamu dapat mendapatkan ilmu langsung dari ahlinya atau seorang mentor. Pakar atau ahli ini bisa saja dari keluarga, teman, rekan kerja, atau pembicara dari seminar.

    Kamu juga bisa mencari mentor dengan berkoneksi di media sosial seperti LinkedIn.

    Menurut Forbes, penting untuk mencari mentor yang memiliki minat dan bidang yang ingin kamu tekuni karena proses transfer ilmu akan berjalan lebih lancar nantinya.

    Baca Juga: 7 Manfaat Mentor untuk Karier yang Lebih Cemerlang

    Itulah ulasan Glints terkait investasi leher ke atas. Sudah cukup jelas, bukan?

    Nah, pada dasarnya, investasi jenis ini berfokus pada mengembangkan diri dan wawasan sehingga menjadi bekal untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar di masa mendatang.

    Jika kamu sendiri tertarik untuk melakukan investasi ilmu ini, yuk kunjungi saja Glints ExpertClass.

    Ada beragam kelas dengan topik pembelajaran menarik yang tentunya bisa memperluas wawasan dan mengembangkan skill-mu.

    Jangan lupa juga bahwa kelas-kelas ini diajarkan langsung oleh pembicara yang sudah sangat berpengalaman, lho.

    Nah, tunggu apa lagi. Yuk, cari kelas yang kamu minati di sini sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 38

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait