Guru Besar: Definisi, Syarat, dan Kewajibannya
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Apa itu guru besar? Selain doktor honoris causa, guru besar adalah gelar kehormatan yang sangat berharga bagi seorang dosen.
Gelar ini tidak bisa sembarangan diberikan kepada dosen, meskipun ia sudah mengajar selama bertahun-tahun.
Ada kewajiban dan persyaratan yang harus dipenuhi, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai dosen atau calon dosen, kamu wajib mempelajarinya karena ini merupakan peluang jenjang kariermu di masa depan.
Yuk, pelajari lebih lanjut melalui ringkasan Glints di bawah ini!
Isi Artikel
Apa Itu Guru Besar?
Menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, pengertian guru besar atau profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi.
Dilansir dari Hukum Online, seorang profesor yang sudah pensiun secara akademik tidak lagi berhak menuliskan gelar Prof di depan namanya.
Begitu pula dengan profesor yang misalnya memiliki jabatan di birokrasi kampus dan tidak lagi dapat melaksanakan tri dharma perguruan tinggi.
Itulah mengapa gelar profesor atau guru besar sangat bergantung pada prestasi akademik dan kapasitas keahlian dosen.
Syarat Menjadi Guru Besar
Pada universitas, institut, dan sekolah tinggi, dosen dapat diangkat menjadi guru besar atau profesor selama memenuhi syarat peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Persyaratan tersebut berkaitan dengan unsur pendidikan dan pengajaran, penelitian dan publikasi, serta pengabdian masyarakat.
Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa syarat menjadi guru besar menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005:
- Memiliki gelar doktor (S3) di bidang ilmu yang relevan.
- Sudah menjadi lektor kepala minimal 3 tahun dan memiliki angka kredit minimal 850 dalam bidang tri dharma perguruan tinggi, yang terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Menerbitkan karya ilmiah di jurnal nasional atau internasional bereputasi. Salah satu syarat penting adalah adanya publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus atau Web of Science.
- Memiliki pengalaman mengajar minimal 10 tahun di perguruan tinggi dan memenuhi persyaratan jumlah jam mengajar yang ditentukan.
- Memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni melalui penelitian dan publikasi.
- Mendapatkan rekomendasi dari perguruan tinggi tempatnya bekerja, serta disetujui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kewajiban Guru Besar
Setelah mempelajari apa itu guru besar dan syaratnya, kamu juga perlu mengetahui bahwa guru besar memiliki kewajiban dan peran yang sangat penting di dunia pendidikan tinggi.
Berikut adalah beberapa kewajiban guru besar yang perlu kamu ketahui.
1. Mengajar
Guru besar tetap wajib mengajar mata kuliah di tingkat sarjana, pascasarjana, atau program doktor.
Jadi, menyandang gelar profesor atau guru besar bukan berarti mereka tidak mengajar lagi sebagai dosen.
2. Melakukan penelitian
Guru besar harus melakukan penelitian yang menghasilkan karya ilmiah dan inovasi yang dapat dipublikasikan di jurnal ilmiah bereputasi.
Bahkan, menurut UU tentang Guru dan Dosen yang dikutip dari Telkom University, ada target jumlah penelitian atau karya tertentu yang harus dihasilkan, seperti:
- Menulis buku minimal setara 3 SKS per tahun.
- Menghasilkan karya ilmiah minimal setara 3 SKS per tahun.
- Menyebarluaskan gagasan minimal setara 3 SKS per tahun.
Ketiga hal di atas juga perlu diselesaikan dalam kurun waktu tertentu, misalnya selama 3 tahun.
3. Membimbing mahasiswa
Kewajiban berikutnya bagi seorang guru besar adalah membimbing mahasiswa.
Selain tetap mengajar, mereka masih diwajibkan memberi bimbingan, terutama pada mahasiswanya yang sedang penelitian.
Khususnya pada tingkat magister dan doktoral, dalam penelitian dan penulisan tesis atau disertasi.
4. Mengabdi kepada masyarakat
Pengabdian masyarakat termasuk dalam salah satu tri dharma perguruan tinggi.
Oleh karena itu, guru besar wajib melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan keahlian mereka, baik dalam bentuk pelatihan, pemberdayaan masyarakat, atau konsultasi.
5. Menjaga etika akademis
Sebagai pemegang jabatan fungsional tertinggi, guru besar harus menjadi contoh dengan cara menjaga integritas dan etika akademis.
Contoh sederhananya adalah menghindari plagiarisme.
Dengan begitu, mereka dapat menjaga kredibilitas sebagai seorang akademisi.
Jenjang Karier untuk Menjadi Guru Besar
Sebelum menjadi guru besar, terdapat jenjang jabatan yang perlu dilalui seorang dosen.
Jenjang jabatan sebelum menjadi guru besar adalah di bawah ini, dimulai dari jabatan yang paling bawah.
1. Asisten ahli
Untuk menjadi asisten ahli, kamu perlu memiliki gelar minimal magister (S2), baik dari perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Asisten ahli berperan dalam mengajar, membantu penelitian, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Biasanya, seorang dosen baru memulai karirnya dari jabatan ini. Di sini, mereka mulai membangun pengalaman dalam pengajaran dan penelitian.
2. Lektor
Pada jabatan ini, seorang dosen diharapkan sudah mulai menerbitkan karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi.
Gelar magister biasanya sudah cukup untuk menduduki jabatan ini, namun lebih disarankan memiliki gelar doktor (S3) agar kariermu dapat lebih cepat berkembang.
Selain mengajar, seorang lektor harus mulai lebih aktif dalam penelitian dan membimbing mahasiswa tingkat sarjana dalam penyusunan skripsi.
3. Lektor kepala
Lektor kepala adalah jabatan tertinggi sebelum dosen akhirnya berkesempatan untuk memperoleh gelar guru besar.
Gelar doktor (S3) adalah keharusan untuk bisa naik ke jabatan ini.
Lektor kepala tidak hanya mengajar tetapi juga terlibat dalam penelitian untuk menghasilkan karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
Mereka juga membimbing mahasiswa pascasarjana S2 maupun S3 dalam penyusunan tesis dan disertasi.
Demikian ringkasan tentang apa itu guru besar, syarat, hingga jenjang kariernya.
Kalau kamu sedang mencari lowongan dosen, Glints menyediakan informasi lowongannya dari berbagai perguruan tinggi Indonesia, lho.
Kamu bisa temukan loker dosen swasta berbagai bidang studi, baik di rumpun ilmu soshum maupun saintek.
Pilih loker yang paling sesuai dengan kebutuhanmu, misalnya berdasarkan gaji, lokasi, dan kriteria lainnya.
Jangan lewatkan peluangnya, segera cari lowonganya sekarang juga!
