Gaji Pokok: Apa Itu, Faktor Penentu, Rumus, dan Cara Menghitung

Tayang 10 Jan 2025 - Dibaca 11 mnt
Ditulis oleh : Idzni Meutia

Gaji pokok adalah elemen utama dalam penghasilan yang kamu terima sebagai pekerja.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Komponen ini sifatnya tetap dan sering jadi acuan untuk menghitung tunjangan, bonus, hingga potongan.

Memahami gaji pokok penting agar kamu bisa mengatur keuanganmu.

Langsung saja, simak penjelasan seputar apa itu gaji pokok, faktor yang memengaruhi, rumus hingga contoh perhitungannya dalam artikel Glints berikut ini!

Apa Itu Gaji Pokok?

Gaji pokok adalah imbalan dasar yang diterima oleh pekerja atas pekerjaan yang dilakukan, yang besarnya ditetapkan sesuai dengan tingkat atau jenis pekerjaan.

Gaji pokok ini menjadi komponen utama dalam struktur penggajian dan biasanya ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja.

Pemerintah Indonesia mewajibkan setiap perusahaan untuk menyusun dan melaksanakan struktur dan skala upah (SUSU) yang memuat kisaran nilai nominal upah dari yang terendah hingga yang tertinggi untuk setiap golongan jabatan.

Upah yang tercantum dalam SUSU merupakan gaji pokok yang menjadi imbalan dasar bagi pekerja sesuai dengan tingkat atau jenis pekerjaan yang dilakukan.

Selain itu, dalam Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, diatur bahwa upah terdiri atas komponen:

  1. upah tanpa tunjangan
  2. upah pokok dan tunjangan tetap
  3. upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap

Gaji pokok termasuk dalam komponen kedua, yaitu upah pokok dan tunjangan tetap.

Namun, gaji pokok tidak termasuk dalam tunjangan atau bonus lainnya yang mungkin diterima oleh pekerja.

Tunjangan atau bonus tersebut biasanya ditambahkan di luar gaji pokok dan bisa diberikan dengan nominal berbeda, tergantung pada kebijakan perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lalu, apa saja faktor yang memengaruhi besaran gaji pokok?

Baca Juga: Panduan dan Tips Sukses Negosiasi Gaji (Plus Template Latihan Gratis)

Faktor Penentu Gaji Pokok

Berikut adalah beberapa faktor yang umumnya mempengaruhi besaran gaji pokok:

1. Keterampilan dan pengalaman

Gaji pokok seorang karyawan seringkali sebanding dengan tingkat keterampilan dan pengalaman yang dimiliki.

Semakin tinggi keterampilan dan pengalaman, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Terutama jika karyawan memiliki posisi yang lebih tinggi, yang biasanya disertai dengan tanggung jawab yang juga lebih besar.

2. Tingkat pendidikan

Meskipun berdasarkan Pasal 81 Angka 33 Perppu Cipta Kerja tingkat pendidikan tidak lagi menjadi faktor utama dalam penentuan gaji pokok, masih ada perusahaan yang mempertimbangkannya.

Karyawan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung menerima gaji pokok yang lebih besar, meskipun hal ini tidak berlaku untuk semua perusahaan.

3. Lokasi

Lokasi tempat bekerja juga mempengaruhi besar kecilnya gaji pokok.

Umumnya, gaji pokok di suatu daerah mengacu pada upah minimum kota/kabupaten (UMK) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Setiap daerah memiliki UMK yang berbeda, dan ini akan mempengaruhi gaji yang ditawarkan perusahaan.

4. Skala perusahaan

Faktor penentu lain dari gaji pokok adalah skala atau ukuran perusahaan.

Perusahaan besar dengan sumber daya yang lebih banyak biasanya mampu memberikan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan kecil. Pasalnya, mereka memiliki kemampuan keuangan yang lebih besar.

5. Bidang industri

Setiap industri memiliki standar gaji pokok yang berbeda.

Misalnya, dalam industri manufaktur, perusahaan yang bergerak di bidang elektronik atau otomotif biasanya memberikan gaji pokok yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak di sektor tekstil.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan tingkat keterampilan yang dibutuhkan, serta teknologi yang digunakan dalam proses produksi.

Oleh karena itu, perusahaan akan menyesuaikan gaji pokok sesuai dengan standar yang berlaku di industri tersebut.

6. Kebutuhan pasar akan tenaga kerja

Faktor pasar tenaga kerja juga berperan dalam menentukan gaji pokok.

Jika permintaan tenaga kerja dalam bidang tertentu lebih besar daripada penawaran, perusahaan akan menawarkan gaji yang lebih tinggi untuk menarik tenaga kerja yang sesuai.

7. Biaya hidup

Gaji pokok juga disesuaikan dengan biaya hidup di daerah tempat karyawan bekerja.

Hal ini berkaitan dengan kebutuhan hidup layak (KHL), yang menjadi acuan dasar dalam menentukan gaji pokok.

KHL mengacu pada kebutuhan pokok yang diperlukan seorang karyawan lajang untuk hidup layak selama sebulan.

Angka KHL ini diperoleh dari survei yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Nasional dan biasanya diperbarui setiap lima tahun.

8. Peraturan pemerintah

Semua perusahaan wajib mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk dalam hal pemberian gaji pokok.

Berikut adalah beberapa aturan utama yang mengatur gaji pokok:

  1. Upah minimum regional (UMR)
    UMR, yang terbagi menjadi upah minimum kabupaten/kota (UMK) atau upah minimum provinsi (UMP), merupakan standar batas bawah gaji yang ditetapkan oleh pemerintah.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
    Aturan ini memberikan panduan teknis dalam menetapkan upah minimum, dengan mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan hidup layak (KHL).
  3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
    Undang-undang ini mengatur prinsip dasar pemberian upah, termasuk gaji pokok, untuk melindungi hak-hak pekerja.

Regulasi ini memastikan gaji pokok memenuhi standar minimum yang layak, menjaga keseimbangan antara kebutuhan pekerja dan kemampuan perusahaan, serta menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

Fungsi Gaji Pokok

Gaji pokok memiliki beberapa fungsi penting bagi karyawan dan perusahaan, antara lain:

1. Sumber penghasilan utama karyawan

Gaji pokok merupakan kompensasi dasar yang diterima karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan, sehingga menjadi sumber pendapatan utama bagi mereka.

2. Alat ukur nilai dan kontribusi karyawan

Gaji pokok sering mencerminkan nilai jabatan dan kontribusi karyawan dalam perusahaan.

Evaluasi jabatan yang mempertimbangkan tanggung jawab, keterampilan, dan kondisi kerja digunakan untuk menentukan besaran gaji pokok yang adil.

3. Dasar perhitungan tunjangan lainnya

Besaran tunjangan seperti tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan lainnya sering dihitung berdasarkan persentase dari gaji pokok.

Misalnya, tunjangan suami/istri bagi PNS adalah 10% dari gaji pokok, dan tunjangan anak adalah 2% per anak dari gaji pokok.

4. Strategi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik

Struktur gaji yang kompetitif dapat membantu perusahaan menarik dan mempertahankan karyawan berkualitas.

Dengan menawarkan gaji pokok yang sesuai dengan standar industri dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pengalaman dan kualifikasi, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan.

Baca Juga: Bonusmu Cair? Hitung Pajaknya Dulu, yuk! Berikut Caranya

Rumus dan Cara Menghitung Gaji Karyawan

Menurut UU Ketenagakerjaan, apabila komponen upah terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap, maka besarnya gaji pokok karyawan harus sekurang-kurangnya 75% dari total gaji pokok dan tunjangan tetap.

Lebih lanjut, dalam Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan, dijelaskan persentase upah pokok dalam berbagai komponen gaji:

  • Jika komponen upah terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap, gaji pokok harus minimal 75% dari total gaji pokok dan tunjangan tetap.
  • Jika komponen upah terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, gaji pokok tetap minimal 75% dari total gaji pokok dan tunjangan tetap.

Namun, untuk jabatan tertentu, seperti supervisor, manajer, atau ahli yang memiliki tanggung jawab besar dalam perusahaan, persentase gaji pokok bisa diatur lebih lanjut melalui perjanjian kerja atau peraturan perusahaan.

Jabatan ini umumnya memiliki upah pokok yang lebih tinggi dan dihitung berdasarkan batas maksimal upah untuk perhitungan iuran jaminan pensiun.

Berdasarkan ketentuan ini, jika upah yang diterima pekerja terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap atau gaji pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, rumus perhitungan gaji pokok adalah sebagai berikut:

Gaji yang diterima (100%) = gaji pokok (minimal 75%) + tunjangan tetap (maksimal 25%)

Dengan demikian, persentase gaji pokok tidak boleh kurang dari 75% dari total upah yang diterima.

Contoh perhitungan

Dikutip dari Hukumonline, berikut contoh perhitungan gaji karyawan.

Baca Juga :  Beberapa Text Editor Terbaik untuk Para Programmer

Jika total gaji yang diterima seorang karyawan adalah Rp5.000.000, dan sesuai dengan peraturan, gaji pokok harus minimal 75% dari total gaji (gaji pokok dan tunjangan tetap), perhitungannya adalah:

  1. Total gaji yang diterima = Rp5.000.000
    (Gaji pokok + tunjangan tetap)
  2. Rumus gaji pokok (minimal 75%)
    Gaji pokok = total gaji × 75%
    Gaji pokok = Rp5.000.000 × 75% = Rp3.750.000
  3. Tunjangan tetap (maksimal 25%)
    Tunjangan tetap = total gaji – gaji pokok
    Tunjangan tetap = Rp5.000.000 – Rp3.750.000 = Rp1.250.000

Jadi, dengan total gaji Rp5.000.000, gaji pokok yang sah menurut ketentuan adalah Rp3.750.000 dan tunjangan tetap adalah Rp1.250.000.

Gambaran ini sesuai dengan peraturan yang menyatakan bahwa gaji pokok harus minimal 75% dari total gaji yang diterima.

Hal lain yang perlu kamu ketahui adalah gaji pokok tidak sama dengan tunjangan, dan perbedaan ini juga memengaruhi jumlah take home pay atau pendapatan bersih yang kamu terima setiap bulan.

Untuk memahaminya lebih jelas, simak penjelasan tentang perbedaan gaji pokok, tunjangan, dan take home pay ini.

Perbedaan Gaji Pokok, Take Home Pay dan Tunjangan

Memahami perbedaan antara gaji pokok, take home pay, dan tunjangan penting untuk membantu kamu memahami struktur penghasilan.

Ketiganya punya fungsi dan pengaruh berbeda dalam kompensasi karyawan.

Gaji pokok adalah penghasilan utama yang diberikan perusahaan sebagai imbalan atas pekerjaan kamu.

Besarnya sudah ditentukan dalam kontrak kerja, tetap setiap bulan, dan dihitung berdasarkan standar upah minimum regional (UMP/UMK).

Sementara itu, tunjangan adalah tambahan penghasilan di luar gaji pokok, yang berfungsi sebagai pelengkap dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Ada 3 jenis tunjangan:

  • Tunjangan tetap: Contohnya tunjangan transportasi atau perumahan yang diberikan tiap bulan.
  • Tunjangan tidak tetap: Seperti THR, lembur, atau tunjangan atas pencapaian tertentu.
  • Tunjangan non-tunai: Contohnya kendaraan dinas, makan siang gratis, atau asuransi kesehatan.

Nah, banyak yang mengira total gaji pokok dan tunjangan sama dengan take home pay.

Padahal, take home pay adalah penghasilan bersih setelah dikurangi berbagai kewajiban yang harus dipenuhi karyawan, bisa berupa pajak, iuran BPJS, atau cicilan pada perusahaan.

Sederhananya, kamu dapat menghitung take home pay dengan menjumlahkan semua komponen penghasilan terlebih dahulu.

Setelah itu, kurangi total tersebut dengan potongan seperti pajak, iuran BPJS, asuransi, atau cicilan ke perusahaan.

Hasil yang kamu dapatkan adalah jumlah take home pay yang kamu terima.

Baca Juga: Gaji Prorate: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contoh Perhitungan

Demikian penjelasan Glints mengenai apa itu gaji pokok.

Saat mencari kerja, kamu perlu memperhatikan hal ini agar penghasilan yang didapat sesuai dengan kebutuhanmu.

Di aplikasi Glints, kamu bisa filter pekerjaan sesuai keperluanmu saat mencari kerja.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa filter lowongan sesuai dengan lokasi yang kamu inginkan.

Yuk, download aplikasi Glints sekarang!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon