Gaji Pokok: Apa Itu, Faktor Penentu, Rumus, dan Cara Menghitung
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Isi Artikel
Apa Itu Gaji Pokok?
Gaji pokok adalah imbalan dasar yang diterima oleh pekerja atas pekerjaan yang dilakukan, yang besarnya ditetapkan sesuai dengan tingkat atau jenis pekerjaan.
Gaji pokok ini menjadi komponen utama dalam struktur penggajian dan biasanya ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja.
Pemerintah Indonesia mewajibkan setiap perusahaan untuk menyusun dan melaksanakan struktur dan skala upah (SUSU) yang memuat kisaran nilai nominal upah dari yang terendah hingga yang tertinggi untuk setiap golongan jabatan.
Upah yang tercantum dalam SUSU merupakan gaji pokok yang menjadi imbalan dasar bagi pekerja sesuai dengan tingkat atau jenis pekerjaan yang dilakukan.
Selain itu, dalam Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, diatur bahwa upah terdiri atas komponen:
- upah tanpa tunjangan
- upah pokok dan tunjangan tetap
- upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap
Gaji pokok termasuk dalam komponen kedua, yaitu upah pokok dan tunjangan tetap.
Namun, gaji pokok tidak termasuk dalam tunjangan atau bonus lainnya yang mungkin diterima oleh pekerja.
Tunjangan atau bonus tersebut biasanya ditambahkan di luar gaji pokok dan bisa diberikan dengan nominal berbeda, tergantung pada kebijakan perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Lalu, apa saja faktor yang memengaruhi besaran gaji pokok?
Faktor Penentu Gaji Pokok
Fungsi Gaji Pokok
Gaji pokok memiliki beberapa fungsi penting bagi karyawan dan perusahaan, antara lain:
1. Sumber penghasilan utama karyawan
Gaji pokok merupakan kompensasi dasar yang diterima karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan, sehingga menjadi sumber pendapatan utama bagi mereka.
2. Alat ukur nilai dan kontribusi karyawan
Gaji pokok sering mencerminkan nilai jabatan dan kontribusi karyawan dalam perusahaan.
Evaluasi jabatan yang mempertimbangkan tanggung jawab, keterampilan, dan kondisi kerja digunakan untuk menentukan besaran gaji pokok yang adil.
3. Dasar perhitungan tunjangan lainnya
Besaran tunjangan seperti tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan lainnya sering dihitung berdasarkan persentase dari gaji pokok.
Misalnya, tunjangan suami/istri bagi PNS adalah 10% dari gaji pokok, dan tunjangan anak adalah 2% per anak dari gaji pokok.
4. Strategi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik
Struktur gaji yang kompetitif dapat membantu perusahaan menarik dan mempertahankan karyawan berkualitas.
Dengan menawarkan gaji pokok yang sesuai dengan standar industri dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pengalaman dan kualifikasi, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan.
Rumus dan Cara Menghitung Gaji Karyawan
Menurut UU Ketenagakerjaan, apabila komponen upah terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap, maka besarnya gaji pokok karyawan harus sekurang-kurangnya 75% dari total gaji pokok dan tunjangan tetap.
Lebih lanjut, dalam Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan, dijelaskan persentase upah pokok dalam berbagai komponen gaji:
- Jika komponen upah terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap, gaji pokok harus minimal 75% dari total gaji pokok dan tunjangan tetap.
- Jika komponen upah terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, gaji pokok tetap minimal 75% dari total gaji pokok dan tunjangan tetap.
Namun, untuk jabatan tertentu, seperti supervisor, manajer, atau ahli yang memiliki tanggung jawab besar dalam perusahaan, persentase gaji pokok bisa diatur lebih lanjut melalui perjanjian kerja atau peraturan perusahaan.
Jabatan ini umumnya memiliki upah pokok yang lebih tinggi dan dihitung berdasarkan batas maksimal upah untuk perhitungan iuran jaminan pensiun.
Berdasarkan ketentuan ini, jika upah yang diterima pekerja terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap atau gaji pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, rumus perhitungan gaji pokok adalah sebagai berikut:
Gaji yang diterima (100%) = gaji pokok (minimal 75%) + tunjangan tetap (maksimal 25%)
Dengan demikian, persentase gaji pokok tidak boleh kurang dari 75% dari total upah yang diterima.
Contoh perhitungan
Dikutip dari Hukumonline, berikut contoh perhitungan gaji karyawan.
Jika total gaji yang diterima seorang karyawan adalah Rp5.000.000, dan sesuai dengan peraturan, gaji pokok harus minimal 75% dari total gaji (gaji pokok dan tunjangan tetap), perhitungannya adalah:
- Total gaji yang diterima = Rp5.000.000
(Gaji pokok + tunjangan tetap) - Rumus gaji pokok (minimal 75%)
Gaji pokok = total gaji × 75%
Gaji pokok = Rp5.000.000 × 75% = Rp3.750.000 - Tunjangan tetap (maksimal 25%)
Tunjangan tetap = total gaji – gaji pokok
Tunjangan tetap = Rp5.000.000 – Rp3.750.000 = Rp1.250.000
Jadi, dengan total gaji Rp5.000.000, gaji pokok yang sah menurut ketentuan adalah Rp3.750.000 dan tunjangan tetap adalah Rp1.250.000.
Gambaran ini sesuai dengan peraturan yang menyatakan bahwa gaji pokok harus minimal 75% dari total gaji yang diterima.
Hal lain yang perlu kamu ketahui adalah gaji pokok tidak sama dengan tunjangan, dan perbedaan ini juga memengaruhi jumlah take home pay atau pendapatan bersih yang kamu terima setiap bulan.
Untuk memahaminya lebih jelas, simak penjelasan tentang perbedaan gaji pokok, tunjangan, dan take home pay ini.
Perbedaan Gaji Pokok, Take Home Pay dan Tunjangan
Memahami perbedaan antara gaji pokok, take home pay, dan tunjangan penting untuk membantu kamu memahami struktur penghasilan.
Ketiganya punya fungsi dan pengaruh berbeda dalam kompensasi karyawan.
Gaji pokok adalah penghasilan utama yang diberikan perusahaan sebagai imbalan atas pekerjaan kamu.
Besarnya sudah ditentukan dalam kontrak kerja, tetap setiap bulan, dan dihitung berdasarkan standar upah minimum regional (UMP/UMK).
Sementara itu, tunjangan adalah tambahan penghasilan di luar gaji pokok, yang berfungsi sebagai pelengkap dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Ada 3 jenis tunjangan:
- Tunjangan tetap: Contohnya tunjangan transportasi atau perumahan yang diberikan tiap bulan.
- Tunjangan tidak tetap: Seperti THR, lembur, atau tunjangan atas pencapaian tertentu.
- Tunjangan non-tunai: Contohnya kendaraan dinas, makan siang gratis, atau asuransi kesehatan.
Nah, banyak yang mengira total gaji pokok dan tunjangan sama dengan take home pay.
Padahal, take home pay adalah penghasilan bersih setelah dikurangi berbagai kewajiban yang harus dipenuhi karyawan, bisa berupa pajak, iuran BPJS, atau cicilan pada perusahaan.
Sederhananya, kamu dapat menghitung take home pay dengan menjumlahkan semua komponen penghasilan terlebih dahulu.
Setelah itu, kurangi total tersebut dengan potongan seperti pajak, iuran BPJS, asuransi, atau cicilan ke perusahaan.
Hasil yang kamu dapatkan adalah jumlah take home pay yang kamu terima.
Demikian penjelasan Glints mengenai apa itu gaji pokok.
Saat mencari kerja, kamu perlu memperhatikan hal ini agar penghasilan yang didapat sesuai dengan kebutuhanmu.
Di aplikasi Glints, kamu bisa filter pekerjaan sesuai keperluanmu saat mencari kerja.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa filter lowongan sesuai dengan lokasi yang kamu inginkan.
Yuk, download aplikasi Glints sekarang!
