Tunjangan Kerja: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Manfaatnya

Diperbarui 16 Mei 2024 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Tunjangan kerja adalah hak setiap pekerja. Malah, sering kali tunjangan jadi pertimbangan, bahkan prioritas, ketika seorang jobseeker mencari sebuah pekerjaan.

    Kendati demikian, tak semua perusahaan bersedia untuk menawarkannya kepada para jobseeker. Bahkan, beberapa institusi hanya akan menawarkan gaji sebagai benefit karyawan.

    Nah, melihat hal tersebut, kali ini, Glints akan mengulas semua hal yang perlu kamu ketahui tentang tunjangan. Yuk, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini!

    Baca Juga: Apa Saja Kompensasi Kerja yang Ada di Indonesia?

    Pengertian Tunjangan Kerja

    tunjangan

    © Freepik.com

    Tunjangan kerja adalah kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan di luar gaji pokok.

    Employee allowance atau tunjangan kerja ini bertujuan sebagai imbalan untuk karyawan agar dapat meningkatkan produktivitasnya.

    Selain itu, employee allowance diberikan pada karyawan agar perusahaan dapat mempertahankan keberadaan mereka sebagai bagian organisasi dalam jangka waktu yang panjang.

    Malah, employee allowance kadang bisa lebih menggiurkan dibandingkan dengan gaji dan upah pokok yang ditawarkan oleh perusahaan.

    Tunjangan kerja ini bisa berupa tunjangan transpor, kesehatan, komunikasi, parkir, tabungan pensiun, bahkan keanggotaan gym.

    Bentuknya bisa diberikan secara tunai langsung bersamaan dengan pembayaran gaji, seperti kata Investopedia.

    Akan tetapi, bisa juga perusahaan mengikutsertakan karyawan dalam program keanggotaan yang sudah dibayarkan iurannya.

    Karyawan hanya tinggal menggunakannya atau beberapa ada yang menggunakan sistem reimburse.

    Undang-Undang yang Mengatur Tunjangan

    tunjangan adalah

    © Freepik.com

    Tidak semua tunjangan diatur dalam undang-undang, dan kebanyakan regulasinya tergantung pada kebijakan tiap perusahaan.

    Akan tetapi, terdapat juga beberapa aturan seperti UU No. 13 Pasal 99, yang mengatur adanya jaminan sosial bagi para pekerja.

    Selain itu, terdapat juga undang-undang terkait dengan THR Keagamaan yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1994.

    Berdasarkan undang-undang tersebut, perusahaan wajib memberikan THR Keagamaan yang telah memiliki masa kerja selama 3 bulan atau lebih.

    Bagi pekerja yang memiliki masa kerja 12 bulan, jumlah THR setara dengan gaji untuk 1 bulan.

    Sementara itu, untuk pekerja yang masa kerjanya di bawah 12 bulan, perhitungannya adalah jumlah bulan masa kerja dibagi 12 lalu dikalikan dengan jumlah satu bulan gaji (prorata).

    Ada pula undang-undang yang mengatur hukum tunjangan karyawan apabila mereka lembur.

    Menurut Hukumonline, aturan ini dapat ditemukan pada Pasal 77 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

    Pasal ini menyatakan bahwa setiap pengusaha wajib memberlakukan ketentuan jam kerja.

    Apabila karyawan telah bertugas hingga melewati jam kerja, perusahaan wajib memberikannya upah lembur.

    Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap

    tunjangan

    © Freepik.com

    Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah Dan Pendapatan Non Upah, terdapat tiga komponen upah yang menjadi hak pekerja.

    Ketiga komponen itu adalah upah pokok, serta tunjangan tetap dan tidak tetap.

    Tunjangan tetap adalah sebuah kompensasi yang akan secara rutin dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran gaji pokok.

    Sebagai contoh, biaya untuk keperluan keluarga, perumahan, dan daerah tempat tinggal karyawan.

    Sementara itu, tunjangan tidak tetap dapat diberikan secara langsung maupun tidak dan sifatnya tidak mutlak.

    Contohnya adalah kompensasi untuk akomodasi seperti biaya makan dan transportasi yang dibayarkan berdasarkan jumlah kehadiran.

    Perbedaan Tunjangan dan Gaji

    Menyadur EdenRed, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok antara tunjangan dan gaji, terutama dari tujuannya.

    Beberapa perbedaan tersebut di antaranya seperti;

    • Gaji merupakan upah sebagai bentuk balas jasa atas kinerja karyawan. Di sisi lain, tunjangan diberikan sebagai upaya untuk membantu karyawan mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya.
    • Gaji adalah pembayaran yang rutin dibayarkan oleh perusahaan pada karyawan setiap bulannya. Di sisi lain, tunjangan dapat diberikan secara tidak rutin, dan bersifat insidental atau pada waktu tertentu.
    • Gaji selalu diberikan dalam bentuk uang sedangkan tunjangan dapat berupa uang atau barang.

    Jenis-Jenis Tunjangan

    © Freepik.com

    Setelah mengetahui tunjangan tetap dan tidak tetap, kini, kamu harus mengetahui jenis-jenis tunjangan yang dapat ditawarkan perusahaan pada calon karyawannya.

    Jenis-jenisnya cukup beragam, dan masing-masing kategori jenis dapat memberikan manfaat yang berbeda.

    Yang perlu kamu ingat adalah bahwa seluruh jenis employee allowance di bawah ini telah disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan umum yang dimiliki oleh para pekerja.

    Nah, apa saja jenis-jenis employee allowance yang perlu kamu ketahui? Berikut penjelasannya:

    1. Tunjangan jabatan

    Tunjangan jabatan adalah jenis employee allowance pertama yang perlu kamu ketahui.

    Jenis kompensasi ini akan diberikan kepada para karyawan yang sudah memiliki jabatan tinggi di dalam perusahaan.

    Alasannya adalah karena para pemegang jabatan ini dirasa telah memikul beban yang lebih berat dibandingkan dengan karyawan lainnya.

    Baca Juga: Hak-Hak Perempuan Sebagai Pekerja yang Perlu Kamu Ketahui

    2. Kompensasi umum

    Jenis employee allowance berikutnya adalah kompensasi umum. Jenis tunjangan satu ini akan diberikan kepada seluruh karyawan yang tidak memiliki jabatan tinggi.

    Sederhananya, kompensasi umum adalah sebuah tanda apresiasi perusahaan terhadap kinerja karyawannya selama bertugas di kantor.

    3. Tunjangan keluarga

    Tunjangan keluarga merupakan jenis kompensasi yang akan disediakan perusahaan untuk karyawannya yang sudah berkeluarga.

    Contohnya adalah kompensasi istri, yang akan diberikan bila istri seorang karyawan tidak memiliki pekerjaan.

    Ada pula kompensasi anak, yang ditujukan bagi karyawan dengan seorang anak dengan usia di bawah 21 tahun dan belum bekerja.

    4. Kompensasi kesehatan

    Jenis tunjangan berikutnya yang akan diberikan perusahaan adalah kompensasi kesehatan.

    Bentuk employee allowance ini disediakan sebagai cara perusahaan untuk mengelola kesehatan fisik dan psikis karyawannya.

    Dengan adanya tunjangan ini, perusahaan mengharapkan bahwa seluruh karyawan berada dalam kondisi yang prima untuk terus bekerja dan produktif.

    5. Kompensasi pensiun

    Sesuai dengan namanya, jenis kompensasi ini akan disiapkan perusahaan sebagai bentuk jaminan hari tua untuk karyawan mereka.

    Kompensasi ini disediakan dengan maksud untuk menyejahterakan karyawan perusahaan di hari tua nanti, agar kelak mereka tak perlu merasa khawatir saat sudah berhenti bekerja.

    6. THR

    Sepertinya, jenis kompensasi ini sudah tidak asing lagi di telinga para pekerja. Ya, THR atau tunjangan hari raya, wajib disediakan oleh perusahaan.

    Jenis kompensasi ini ditujukan agar karyawan dapat memenuhi kebutuhan mereka ketika hari raya keagamaan datang.

    THR umumnya diberikan sebanyak satu tahun sekali, khususnya sebelum hari raya keagamaan tiba.

    7.  Biaya akomodasi

    Jenis kompensasi terakhir yang akan diberikan perusahaan adalah kompensasi. Akan tetapi, perlu kamu ingat bahwa biaya akomodasi sifatnya tidak tetap.

    Jadi, jenis employee allowance ini hanya bisa diberikan selama karyawan sedang bertugas atau berada di luar kantor atas perintah perusahaan.

    Agar dapat menerima tunjangan ini, karyawan perlu memastikan bahwa mereka telah mengisi formulir kehadiran.

    Tujuannya adalah agar tim keuangan dapat mengambil keputusan apakah biaya akomodasi merupakan hak yang wajib diterima karyawan.

    Tunjangan Dijadikan Perhitungan Pesangon

    © Freepik.com

    Pesangon adalah uang yang dibayarkan perusahaan pada karyawan dalam bentuk apa pun berkenaan dengan berakhirnya masa kerja.

    Dalam Pasal 88 ayat (3) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dapat kamu temukan pengaturan tentang tunjangan yang dijadikan perhitungan untuk pesangon.

    Komponen uang pesangon diatur dalam Pasal 157 ayat (1) UUK yang berbunyi:

    Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima yang tertunda, terdiri atas upah pokok serta segala macam bentuk tunjangan yang bersifat.

    Hal ini termasuk harga pembelian dari catu yang diberikan kepada pekerja secara cuma-cuma, yang apabila catu harus dibayar pekerja dengan subsidi, maka sebagai upah dianggap selisih antara harga pembelian dengan harga yang harus dibayar oleh mereka.

    Manfaat Tunjangan

    © Pexels.com

    Sebagai benefit dari sebuah pekerjaan, tunjangan memiliki manfaat baik bagi karyawan maupun perusahaan yang menyediakannya.

    Tak hanya sebagai cara untuk meningkatkan loyalitas karyawan, employee allowance juga memiliki manfaat lainnya, lho.

    Manfaat dari tunjangan adalah seperti berikut ini:

    • Meningkatkan produktivitas karyawan. Tunjangan kesehatan, misalnya. Jika banyak karyawan yang sakit, tentu saja perusahaan juga akan merasakan rugi.
    • Memberikan kenyamanan dan keselamatan kerja. Dengan merasa nyaman dan terjamin keselaman kerjanya, para keryawan tentunya akan dapat bekerja lebih efisien.
    • Menyejahterakan kehidupan karyawan. Sebagai bagian dari perusahaan yang sudah membantu memajukan perusahaan, suda selayaknya karyawan mendapatkan kehidupan yang sejahtera. Kesejahteraan hidup akan meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
    • Mengurangi tuntutan karyawan atas upah kerja.
    Baca Juga: Serba-serbi THR di Masa Pandemi Corona

    Itu dia serba-serbi tunjangan yang telah Glints rangkum khusus untukmu.

    Intinya, tunjangan adalah kompensasi di luar gaji yang memang jadi hak pekerja. Peraturan mengenainya juga dapat kamu temukan pada berbagai sumber hukum, seperti undang-undang.

    Maka dari itu, jangan ragu untuk tanyakan employee allowance setiap kali kamu hadir dalam interview. Sebab, kesejahteraan pekerja merupakan sebuah hal yang perlu direncanakan oleh tiap perusahaan.

    Sebenarnya, masih banyak informasi menarik lainnya seputar hak-hak karyawan di perusahaan. Kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk interview dan hendak tahu ada hak apa saja yang diperoleh karyawan, yuk coba cek halaman Glints lainnya seputar ketenagakerjaan.

    Nanti, kamu bisa menemukan berbagai berita dan tips terkini terkait hak pekerja dan informasi lainnya. Oleh karena itu, jangan sampai ketinggalan, ya. Yuk, sign up di Glints sekarang. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 2

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait