Indikator Kepuasan Pelanggan dan Metode untuk Mengukurnya

Diperbarui 19 Apr 2024 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Kamu sedang menjalankan bisnis dan ingin mengetahui indikator kepuasan pelanggan kamu?

    Sebelum Glints jelaskan, pahami dulu bahwa kepuasan pelanggan itu merupakan kunci kesuksesan sebuah produk atau jasa yang dijual perusahaan.

    Kepuasan pelanggan tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa muncul di hati seorang pelanggan.

    Yuk, simak ulasan Glints di bawah ini!

    Baca Juga: Bagaimana Meningkatkan Kepuasan Kerja Karyawan?

    5 Indikator Kepuasan Pelanggan

    indikator kepuasan pelanggan

    © Unsplash.com

    1. Kualitas produk yang dihasilkan

    Kualitas produk baik barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan sangatlah menentukan puas tidaknya pelanggan.

    Hal ini dikarenakan pelanggan sangat ingin mendapatkan produk berkualitas sesuai dengan ekspektasi mereka.

    Semakin bagus kualitas produk, maka kepuasan pelanggan akan semakin meningkat. Hal itu juga berlaku untuk konteks sebaliknya.

    Oleh karenanya, selalu perhatikan kualitas produk perusahaan Anda bila ingin mendapatkan kepuasan pelanggan.

    2. Kualitas pelayanan yang diberikan

    Tak hanya produk, pelayanan perusahaan terhadap pelanggan pun harus dipertimbangkan.

    Pelanggan akan merasa puas jika perusahaan melakukan pelayanan yang baik, ramah, dan memuaskan.

    Bila pelanggan mendapatkan kualitas layanan tersebut, bukan tak mungkin mereka akan kembali menggunakan produk dan layanan perusahaan kita.

    Itulah sebabnya, kamu dan perusahaan harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan agar mendapat kepuasan pelanggan.

    3. Harga produk

    Faktor kepuasan pelanggan lainnya adalah harga produk yang kita jual. Pelanggan akan merasa puas, bila harga produk yang ditawarkan terjangkau di saku mereka.

    Apalagi, jika produk yang kita tawarkan mempunyai kualitas yang mumpuni. Walaupun begitu, tak ada salahnya bila kamu memasang harga produk sedikit lebih mahal.

    Sebab, hal itu tidak akan memengaruhi kepuasan pelanggan terhadap produk. Asalkan, kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan harga yang kamu pasang.

    Baca Juga: Mempelajari Peran Penting Customer Value

    4. Kemudahan mengakses produk

    Selain harga, kemudahan dalam mengakses produk menjadi faktor lain puasnya pelanggan. Pelanggan sangat ingin bila produk bisa dibeli atau diperoleh dengan cara yang mudah.

    Untuk itu, sebaiknya kamu mempermudah proses dalam membeli produk, seperti memudahkan pelanggan memesan produk secara daring atau mendistribusikan produk kamu di pasar swalayan yang dekat dengan pelanggan.

    Hindari biaya tambahan atau birokrasi pembayaran yang rumit. Hal ini dilakukan agar pelanggan bisa membeli produk dengan mudah tanpa biaya tambahan yang membuat mereka pusing.

    5. Cara mengiklankan produk

    Iklan sangat membantu untuk mempromosikan produk kamu. Selain itu, iklan juga bisa menjadi salah satu penentu kepuasan pelanggan.

    Guna bisa memperolah kepuasan pelanggan, sebaiknya kamu tidak mengiklankan produk menggunakan bahasa yang tidak mudah dimengerti.

    Iklankan produk kamu dengan bahasa sederhana dan jujur. Hal ini dilakukan agar pelanggan tidak merasa kecewa atau tertipu, akibat produk yang kamu buat tak sesuai dengan iklan yang terpasang.

    Semakin sederhana dan jujur, maka pelanggan akan semakin percaya dengan produk yang kamu iklankan. Bukan tak mungkin, hal tersebut akan menimbulkan kepuasan pelanggan.

    3 Metode Indikator Kepuasan Pelanggan

    indikator kepuasan pelanggan

    © Unsplash.com

    Selain mengetahui beberapa faktor pemicu kepuasan pelanggan, kamu juga perlu tahu bagaimana cara mengukur hal tersebut.

    Hal itu dilakukan agar kamu bisa mengetahui sejauh mana pelanggan puas dengan produk dan perusahaan.

    Berikut ini terdapat beberapa metode yang bisa kamu pakai untuk mengukur sejauh mana tingkat kepuasan pelanggan. Beberapa metode tersebut adalah:

    1. Metode keluhan dan saran

    Metode ini dilakukan dengan menampung semua keluhan dan saran dari pelanggan.

    Keluhan dan saran sendiri bisa kamu tampung lewat media, seperti kotak saran, saluran telepon bebas pulsa, atau lewat email dan media sosial perusahaan Anda.

    Tampung dan baca semua keluhan serta saran pelanggan lewat media-media tersebut. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apa saja keluhan mereka selama ini yang membuat kepuasan mereka terganggu.

    Selain itu, keluhan dan saran bisa menjadi pemicu munculnya ide-ide baru yang bisa kamu terapkan kedepannya.

    Lewat ide-ide tersebut, kamu bisa mengatasi segala keluhan pelanggan, sekaligus menentukan strategi untuk meraih kepuasan pelanggan.

    2. Metode survei kepuasan pelanggan

    Selain menampung keluhan dan saran, kamu juga bisa menggunakan metode satu ini.

    Metode ini dilakukan dengan membuat pertanyaan melalui survei, baik itu secara luring (offline) maupun daring (online).

    Supaya lebih praktis, kamu disarankan untuk melakukan survei secara online.

    Ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan, bila ingin mendapatkan jawaban survei yang akurat. Hal-hal tersebut adalah:

    • Buat pertanyaan yang mengarahkan mereka untuk menjawab sejauh mana tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk
    • Hindari pertanyaan yang terlalu banyak, karena hal itu bisa membuat pelanggan merasa pusing dan bosan
    • Berilah arahan yang jelas mengenai pertanyaan survei kepuasan pelanggan yang harus mereka jawab. Dengan begitu, mereka pun bisa menjawab pertanyaan survei dengan baik dan jelas
    • Bila memungkinkan, berilah hadiah kepada para pelanggan pengisi survei. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan yang telah berkenan mengisi survei kepuasan pelanggan

    3. Metode analisis mantan pelanggan

    Tak jarang, ada beberapa pelanggan yang berpaling ke perusahaan atau produk saingan. Hal ini tentu terjadi bukan tanpa sebab.

    Untuk mengetahui penyebab, tak ada salahnya jika kamu melakukan metode kepuasan pelanggan satu ini.

    Metode ini dilakukan dengan cara menghubungi orang-orang yang sudah jadi mantan pelanggan Anda.

    Tanyakan pada mereka alasan mengapa mereka berpaling ke perusahaan atau produk saingan.

    Usahakan pertanyaan diajukan secara baik-baik. Hal tersebut ditujukan untuk menghindari kesan tidak baik terhadap kamu dan brand.

    Setelah melakukan tersebut, catat apa yang menjadi alasan mereka tersebut. Alasan mereka tersebut nantinya akan memudahkan kamu dalam menganalisis kepuasan mereka selama ini.

    Selain itu, alasan mereka tersebut juga bisa dijadikan sebagai acuan ke depan agar bisa membuat strategi untuk mereka kembali, sekaligus membuat mereka puas.

    Baca Juga: Trik Jitu Membangun Strategi Customer Oriented

    Itulah beberapa metode yang bisa kamu pakai guna mengukur kepuasan pelanggan.

    Dengan melakukan sejumlah metode di atas, kamu bisa mengetahui sejuah mana kepuasan pelangganmu, baik terhadap produk maupun perusahaan.

    Alhasil,  kamu pun bisa membuat strategi agar mereka semakin puas, dan dapat menjadi pelanggan tetap.

    Butuh tips lainnya seputar bisnis dan kostumer? Kamu bisa sign up di Glints dan bergabung dengan komunitas Glints untuk berbagi kisah dan konsultasi lainnya terkait dunia kerja.

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 39

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait