Mempelajari Peran Penting Customer Value

Diperbarui 17 Okt 2021 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Customer value adalah salah satu nilai untuk menggaet pembeli yang wajib dikuasai oleh para penjual.

    Nilai ini penting karena membawa keuntungan bagi konsumen setiap proses pembelian, seperti kualitas terbaik hingga harga yang murah.

    Pentingnya customer value lantas membuatnya wajib diulas lebih dalam. Nah, untuk mempelajarinya, simak penjelasan Glints di bawah ini.

    Apa Itu Customer Value

    costumer value

    © Unsplash.com

    Jual beli dianggap sebagai proses dasar dalam kehidupan masyarakat. Pasalnya, untuk mendapatkan produk atau layanan yang diinginkan, masyarakat perlu menggunakan proses jual beli, yang mana dilakukan oleh dua belah pihak, penjual dan pembeli.

    Akibat dari mendasarnya sifat jual beli, orang pun beranggapan bahwa proses ini tidak ditentukan oleh koefisien-koefisien tertentu. Pendapat tersebut kurang tepat, karena sesungguhnya ada customer value di setiap produk atau layanan yang ditawarkan oleh penjual.

    Customer value ini punya pengaruh besar terhadap keputusan pembeli dalam melakukan pembelian. Nilai ini sendiri bisa berupa berbagai macam hal, seperti harga, kualitas, waktu, pengetahuan, dsb.

    Baca Juga: Keunggulan Integrated Marketing Communication (IMC) Bagi Bisnis dan Penerapannya

    Mengapa Customer Value Penting

    costumer value

    © Pexels.com

    Customer value diciptakan seiring perjalanan dari setiap proses. Mereka bisa dinilai bagus oleh pembeli, tapi juga dapat dianggap buruk.

    Hal ini seringkali muncul saat pembeli mulai berinteraksi dengan produk atau layanan. Bagaimana pembeli membentuk nilai tersebut membuat customer value menjadi penting.

    Dengan nilai customer value yang jelek, pembeli bisa jadi akan pergi meninggalkan suatu produk atau layanan dan berpindah ke kompetitor. Permasalahan tidak hanya muncul dari sana.

    Namun juga dari faktor eksternal, seperti bagaimana seseorang dapat mempengaruhi orang lain apabila orang tersebut memiliki pengalaman buruk terhadap sebuah produk atau layanan.

    Oleh karena itu, penting untuk membuat nilai-nilai yang berdasarkan pada kebutuhan pembeli. Semakin kuat suatu produk atau layanan dalam menanamkan nilai ke pembeli, keuntungan yang akan mereka dapatkan akan semakin besar.

    Baca Juga: Sebelum Kamu Terjun Ke Dunia Penjualan, Kenali dulu Konsep Sales Culture

    Bagaimana Cara Mengukur Customer Value?

    costumer value

    © Pexels.com

    Ketika dihadapkan dengan keputusan untuk melakukan pembelian produk atau layanan tertentu, merek apa yang paling mungkin dibeli oleh pelanggan? Apakah produk atau layanan tersebut milik perusahaanmu?

    Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh sebagian besar penjual. Hal tersebut disebabkan oleh keputusan pembeli selalu dibuat berdasarkan produk atau layanan yang paling bermanfaat dengan harga yang paling rasional.

    Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ada beberapa cara mengukur customer value menurut Tallyfy yang perlu kamu perhatikan dan coba jalankan.

    Customer Value Model

    customer value

    © MarketValueSolutions.com

    Matriks ini paling sering digunakan oleh pelaku bisnis dalam membuat customer value. Alasannya adalah matriks ini mengandung komponen-komponen yang dapat langsung dipetakan oleh pemilik bisnis.

    Matriks ini coba mengukur customer value berdasarkan tiga hal, yakni kualitas, bentuk, dan harga. Menurut matriks ini, tiga hal tersebut saling berkaitan dan memiliki kemampuan untuk saling menutupi kelemahan satu sama lain.

    Competitive Value Matrix

    competitive value matrix

    © MarketValueSolutions.com

    Matriks ini menjadi model yang lazim digunakan apabila suatu produk atau layanan sudah memiliki kompetitor. Hal ini dikarenakan Competitive Value Matrix menggunakan perbandingan antara merek satu dengan yang lain.

    Ada dua hal yang diukur dalam matriks ini, yakni manfaat dan harga. Menurut mereka, suatu produk atau layanan akan memiliki customer value yang tinggi apabila manfaat dan harganya saling menyesuaikan.

    Customer Loyalty Matrix

    customer loyalty matrix

    © MarketValueSolutions.com

    Pada matriks ini, penjual dituntut untuk dapat memahami apa yang menyebabkan pembeli loyal terhadap suatu merek produk atau layanan. Lagi-lagi tolok ukur yang digunakan adalah kualitas dan harga.

    Di matriks ini, akan terlihat bahwa masyarakat terdiri dari berbagai macam kelompok yang memiliki kebiasaan berbeda-beda, yang mana tugas penjual memastikan bahwa produk atau layanan yang mereka tawarkan diinginkan oleh mayoritas kelompok masyarakat.

    Competitor Vulnerability Matrix

    competitor vulnerability matrix

    © MarketValueSolutions.com

    Matriks ini dibuat berdasarkan pada dua hal, harga dan kualitas. Pada matriks ini, yang akan dinilai adalah kelompok pelanggan milik kompetitor.

    Untuk dapat menggunakannya, kamu perlu mengetahui kelompok pelanggan kompetitor dan mencari cara untuk mengubahnya agar tidak loyal lagi dengan merek tersebut.

    Baca Juga: Pengertian Marketing Communication dan Tips Penerapannya

    Tips Meningkatkan Customer Value

    costumer value

    © Unsplash.com

    Apabila sudah merumuskan customer value, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya agar mereka berjalan sempurna.

    Nilai tersebut pada dasarnya memang dibuat untuk sempurna, tapi tidak ada salahnya untuk membuatnya yang lebih baik lagi.

    Mengerucutkan customer value

    costumer value

    © Unsplash.com

    Pertimbangkan semua bisnis yang menawarkan produk atau layanan sejenis. Dengan itu, pembeli tidak punya pilihan selain membuat pilihan subjektif. Salah satu cara untuk membuat pembeli mengarahkan perhatian ke satu kelompok adalah mengerucutkan customer value.

    Ada banyak cara untuk mengerucutkan customer value. Salah satu yang paling sering digunakan adalah mengidentifikasi apa keunggulan yang kamu miliki dan apa hal yang membuat pembeli menjadikan produk serta layanan kamu terus diingat.

    Gunakan segmentasi pengguna

    © Unsplash.com

    Pembeli yang berbeda memiliki ide nilai yang berbeda. Alih-alih mencoba untuk menunjukkan customer value yang sama untuk seluruh pembeli, identifikasi setiap pembeli dan cocokkan dengan strategi yang akan dibuat.  

    Identifikasi bisa bervariasi dan dibuat berdasarkan geografis, demografis, atau aspek lainnya. Segmentasi audiens akan membuat kamu mengetahui apa yang mereka inginkan dan dapat membuat pesan yang disampaikan lebih efektif.

    Jangan bersaing pada aspek harga

    © Pexels.com

    Jangan sekali-kali mencoba untuk bersaing soal harga dengan pesaing. Biaya menjadi faktor penting bagi pembeli, tapi ingat banyak orang bersedia membayar lebih ketika mereka mendapatkan produk atau layanan yang menarik.

    Mengatasi persoalan ini memang susah susah gampang. Untuk menyelesaikannya, coba pilih harga yang tidak murah, tapi juga tidak mahal. Dengan demikian, orang mungkin akan lebih mempertimbangkan untuk membeli produk atau layanan kamu.

    Untuk memulai dan mengembangkan kariermu di bidang yang berhubungan dengan customer value, buat profil profesionalmu di Glints sekarang. Kamu bisa mendapatkan beragam info terbaru soal lowongan kerja dan tips karier dari ahlinya, lho. Tunggu apa lagi?

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.3 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait