Mengenal Open Rate, Indikator Keberhasilan dalam Strategi Email Marketing

Diperbarui 18 Jan 2021 - Dibaca 11 mnt

Isi Artikel

    Bagi kalian pegiat dunia pemasaran, pasti setidaknya pernah mendengar istilah open rate bukan? Nah, dalam email marketing, perhitungan rasio pembukaan ini sering dianggap sebagai indikator keberhasilan.

    Jika demikian, bagaimana cara untuk meningkatkan kualitasnya? Apakah open rate satu-satunya alat ukur kesuksesan email marketing?

    Tenang saja, Glints sudah merangkum semuanya khusus untuk kamu.

    Baca Juga: Email Marketing vs Social Media Marketing, Mana yang Lebih Efektif?

    Definisi Open Rate

    open rate

    © Unsplash.com

    Sebelum mengulas tentang cara-cara meningkatkan kualitasnya, kita harus terlebih dahulu memahami definisi dari indikator satu ini.

    Melansir Campaignmonitor, open rate adalah salah satu indikator utama untuk memantau keberhasilan kampanye pemasaran email. 

    Alat ukur ini membantu marketer untuk memahami aspek dari strategi email marketing perusahaan yang memerlukan adanya perbaikan.

    Tingkat pembukaan dilihat berdasarkan jumlah user yang membuka email dan membacanya hingga tuntas.

    Jika rasio pembukaan terhitung rendah, marketer perlu menganggap ini sebagai peringatan untuk mengubah taktik. 

    Bayangkan kampanye pemasaran email sebagai sebuah funnel.

    Penerima tidak akan mengambil tindakan yang paling dibutuhkan dalam strategi pemasaran email (biasanya berupa click-through rate) kecuali mereka membuka email dan membacanya sampai selesai.

    Terlepas dari fungsinya, tingkat rasio pembukaan email akan berguna jika dikombinasikan dengan keberhasilan pemasaran email lainnya, seperti rasio klik-tayang yang baik atau tingkat unsubscribe dan keluhan spam yang rendah.

    Kumpulan metrik ini dapat memberikan pandangan lengkap tentang seberapa efektif kampanye pemasaran email yang diterapkan perusahaan.

    Lalu, seperti apa angka yang diharapkan oleh perusahaan ketika melihat open rate dalam strategi email marketing mereka?

    Menurut Mailchimp, tingkat buka email yang cukup baik terletak di antara angka 15% dan 30% pada sebagian besar industri. 

    Topik email yang berisi minat customer cenderung memiliki angka kesuksesan yang lebih tinggi. Sementara itu, topik pemasaran seperti diskon dan kupon cenderung menarik jumlah audiens yang lebih rendah. 

    Penawaran harian bahkan memiliki tingkat buka paling rendah dibandingkan dengan kategori lainnya.

    Cara Meningkatkan Open Rate

    open rate

    © Pexels.com

    Setelah mengetahui definisinya, kini kamu perlu tahu cara-cara meningkatkan rata-rata open rate.

    Seperti yang sudah Glints jelaskan, kampanye pemasaran email hanya bisa efektif selama email yang terkirim dibuka dan dibaca hingga selesai oleh para user.

    Berikut adalah beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk meningkatkan angka rasio pembukaan email.

    Baca Juga: Marketing Flywheel, Strategi Pemasaran yang Jadi Tandingan Marketing Funnel

    1. Cegah email bounce

    Menyadur Optimonster, cara pertama yang bisa dilakukan adalah untuk mengurangi angka bounce email.

    Hal ini bisa dicegah dengan cara mengamati user yang tidak lagi aktif berinteraksi dengan email perusahaan.

    Bisa saja, mereka telah mengganti email atau memang tidak tertarik dengan konten yang disajikan.

    Oleh karena itu, tim pemasaran bisa menghapus email yang tak lagi aktif atau mengubah tren konten dan diselaraskan dengan minat mayoritas customer.

    2. Jalankan A/B test

    Melansir Sendpulse, A/B test membantu marketer untuk menunjukkan komponen email yang kurang kuat dan perlu diperbaiki. 

    Pengujian A/B sendiri adalah perbandingan dua email berbeda yang dikirimkan ke dua kelompok penerima agar marketer mengetahui varian terbaik dari subjek, judul, nama pengirim, atau waktu mengirim.

    Oleh karena itu, hasil dari A/B test nantinya akan menjadi solusi untuk open rate yang lebih tinggi.

    3. Memperbaiki format email

    Digital marketer kerap lupa bahwa pengguna kini lebih gemar membuka aplikasi dari layar smartphone mereka.

    Hal ini membuat format email biasanya ditujukan untuk pengguna PC atau tablet.

    Nah, agar angka open rate meningkat, tim pemasaran perlu menyesuaikan format email dengan standar smartphone.

    4. Hindari filter spam 

    Jika ingin memaksimalkan jangkauan kampanye pemasaran email, marketer harus melakukan segala kemungkinan agar email tidak ditandai sebagai spam.

    Berikut adalah beberapa praktik terbaik untuk menjaga email agar tidak masuk ke folder spam:

    • Pastikan semua penerima benar-benar memilih untuk menerima email.
    • Kirim kampanye melalui alamat IP yang bagus; yaitu, alamat IP yang belum pernah digunakan untuk mengirim spam.
    • Kirim email melalui domain yang sudah terverifikasi.

    5. Satu email untuk satu penerima

    Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan open rate adalah untuk menulis email berdasarkan minat masing-masing customer.

    Untuk menulis dengan cara seperti ini, marketer harus benar-benar mengetahui buyer persona mereka. 

    Penulis email perlu memahami masalah, keinginan, nilai-nilai, kesukaan, dan ketidaksukaan customer.

    Jika tim marketing mengalami kesulitan untuk permasalahan ini, mereka dapat mengirimkan email untuk berbicara singkat dengan para user.

    Saat sedang berinteraksi, tim pemasaran dapat mengajukan pertanyaan yang akan membantu mereka untuk memahami kebutuhan pelanggan.

    Open Rate Tinggi Bukan Jaminan Kesuksesan

    open rate

    © Unsplash.com

    Nah, hal terakhir yang perlu kalian ketahui adalah  open rate tinggi bukanlah jaminan kesuksesan kampanye pemasaran.

    Disadur dari Bigcommerce, sebenarnya tidak masalah berapa banyak orang yang akhirnya membaca email dari perusahaan.

    Yang terpenting adalah berapa banyak dari mereka yang pada akhirnya berprogres dalam sales funnel dan menjadi pelanggan tetap. 

    Sebagian besar email yang dibuka dapat menyebabkan pengguna frustrasi dengan pengirim. Sebaliknya, email dengan rasio buka yang rendah dapat memiliki rasio konversi yang lebih tinggi.

    Oleh karena itu, rasio pembukaan hanyalah sebuah aspek kecil ketika memperhitungkan keberhasilan strategi pemasaran email.

    Marketer harus tetap memerhatikan faktor-faktor lainnya yang dapat mendukung kesuksesan kampanye.

    Baca Juga: Memahami Bounce Email, Kesalahan yang Harus Diperbaiki dalam Email Marketing

    Itulah serba-serbi open rate yang perlu kalian ketahui.

    Singkatnya, open rate memanglah suatu indikator yang dapat mengukur keberhasilan strategi email marketing.

    Namun, marketer juga harus ingat untuk memaksimalkan aspek-aspek lain dari kampanye untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

    Menarik bukan? Nah, jika kalian ingin mempelajari lebih lanjut tentang materi seputar dunia marketing, kalian bisa mengunjungi Glints ExpertClass.

    Pada kelas kategori marketing, banyak pakar bidang pemasaran yang siap membagikan ilmu mereka untukmu.

    Tunggu apa lagi? Yuk, sign up di Glints sekarang. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait