Donor Darah Baiknya Berapa Bulan Sekali, Ya? Ini Jawabannya
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Kamu mungkin suka bertanya-tanya, sebaiknya donor darah dilakukan berapa bulan sekali.
Donor darah memang dinilai bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan, sebagaimana dikutip dari Healthline.
Sebagai pekerja, tentu kita ingin menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental. Ternyata, kita dapat mengupayakannya melalui donor darah.
Nah, agar donor darah tidak berisiko karena terlalu sering dilakukan, coba simak pembahasan Glints kali ini!
Batas Maksimal Donor Darah
Untuk menjawab baiknya donor darah dilakukan berapa bulan sekali, kita harus mengetahui dulu jenis-jenis donor darah.
Dilansir dari Healthline, jenis donor darah di antaranya adalah donor darah utuh, trombosit, plasma, dan sel darah merah. Semua jenis memiliki batasan maksimal yang berbeda.
Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
1. Donor darah utuh
Donor darah utuh atau whole blood adalah jenis donor yang paling umum.
Selain itu, ini juga merupakan donasi yang paling mudah dilakukan dan serbaguna.
Darah utuh mengandung sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang semuanya tersuspensi dalam cairan yang disebut plasma.
Menurut American Red Cross, umumnya kita dapat melakukan donor darah utuh ini setiap 8 minggu atau 2 bulan sekali.
Artinya, dalam 1 tahun, kamu bisa melakukan donor darah utuh sebanyak sekitar 6 kali.
2. Donor trombosit
Kita mungkin cukup jarang mendengar jenis donor darah yang satu ini, padahal manfaatnya juga tak kalah penting dari donor darah lainnya.
Dilansir dari NHS, donor trombosit sangat membantu para pasien kanker dan korban kecelakaan yang mengalami pendarahan hebat.
Dalam prosesnya, donor trombosit sedikit berbeda dengan donor darah utuh karena diperlukan proses pemisahan trombosit dan sisa sel darah merah serta plasma.
Kamu sebaiknya melakukan donor trombosit setelah 7 hari dari jadwal donor sebelumnya, maksimal 24 kali dalam setahun.
3. Donor plasma
Sama seperti donor trombosit, donor plasma juga melibatkan proses pemisahan menggunakan mesin.
Plasma darah akan dipisahkan dari trombosit dan sel darah merah. Nah, trombosit dan sel darah merah kemudian dapat dialirkan kembali ke tubuh pendonor.
Seseorang dapat melakukan donor plasma darahnya setiap 28 hari atau kurang dari 1 bulan sekali.
Dilansir dari Verywell Health, donor plasma sebaiknya dilakukan paling banyak 13 kali dalam 1 tahun.
4. Donor sel darah merah
Kali ini, darah utuhmu akan melakukan proses pemisahan supaya tinggal tersisa sel darah merah tanpa trombosit dan plasma darah.
Donor darah yang satu ini biasanya paling dibutuhkan saat proses operasi pasien.
Pendonor dianjurkan untuk tidak melakukan donor sel darah merah lebih dari 3x dalam setahun.
Donor sel darah merah sebaiknya dilakukan setiap 112 hari atau sekitar 3-4 bulan sekali.
Faktor Lain yang Memengaruhi Batasan Donor Darah
Selain jenis donor, ada juga beberapa faktor lain yang memengaruhi batasan donor darah.
Di antaranya adalah kondisi kesehatan dan konsumsi obat-obatan.
Jika sedang tidak sehat atau tengah menjalani pengobatan tertentu, tentu kamu tidak bisa mengikuti jadwal donor darah sesuai dengan anjuran di atas.
Beberapa contoh pengobatan yang umumnya membuat seseorang tak bisa mendonorkan darahnya ialah:
- antibiotik
- pengobatan jerawat, misalnya menggunakan accutane
- pengobatan rambut rontok menggunakan propecia atau proscar
Jadi, pastikan untuk konsultasi terlebih dahulu kepada tenaga medis sebelum melakukan donor darah.
Itulah tadi jawaban untuk kamu yang mungkin bertanya-tanya donor darah sebaiknya dilakukan berapa bulan sekali.
Nah, untuk menjaga badan agar tetap fit tentu ada banyak upaya yang bisa kita lakukan.
Mulai dari menjaga pola makan, kualitas tidur, olahraga, dan mengatur level stres.
Kamu bisa pelajari lebih banyak tentang semua hal tersebut di Glints Blog, lho!
Topik-topiknya sangat cocok bagi pekerja yang tentunya perlu menjaga kesehatan fisik dan mental.
Yuk, baca artikel-artikel tentang kesehatan kerja lainnya di sini sekarang juga!
