Delayed Sleep Phase Syndrome: Arti, Tanda, dan Cara Mengatasi

Diperbarui 31 Okt 2024 - Dibaca 7 mnt
Ditulis oleh : Nika Audina

Tubuh kita punya jam internal (circadian rhythm) yang berhubungan langsung dengan siklus tidur dan bangun. Nah, ada gangguan yang bisa memengaruhi jam internal ini, itu adalah delayed sleep phase syndrome (DSPS).

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Adanya penundaan atau delay pada circadian rhythm berakibat pada siklus tidur-bangun yang terganggu.

Apa itu delayed sleep phase syndrome dan bagaimana cara mengatasinya agar tidak memengaruhi rutinitas sehari-hari?

Yuk, simak lengkapnya di bawah ini! 

Arti Delayed Sleep Phase Syndrome

Stanford Healthcare menjelaskan delayed sleep phase syndrome adalah gangguan tidur seseorang tertunda dua jam atau lebih dari waktu tidur konvensional.

Keterlambatan tidur ini kemudian akan menyebabkan kesulitan untuk bisa bangun di waktu yang diinginkan. Hal ini juga memberikan masalah pada jam internal tubuh. 

Contohnya, seseorang yang mengalami DSPS tidak bisa tidur pada pukul 10 malam. Alhasil ia tidur di tengah malam dan mengakibatkan tidak bisa bangun pagi untuk bekerja keesokan harinya.

Penundaan ini akan membuat kamu lebih sulit bangun sehingga bisa mengganggu rutinitasmu di pagi hari.

Walaupun DSPS adalah sindrom yang umum terjadi dan bisa dialami semua usia, tapi DSPS lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa. 

Delayed sleep phase syndrome ini berbeda dengan night owl, ya.

Orang yang mengalami DSPS terjaga di malam hari karena jam internal tubuhnya tertunda, sedangkan night owl adalah orang yang memilih untuk terjaga.

Baca Juga: 5 Akibat Tidur Terlalu Malam dan Bangun Terlalu Siang serta Cara Atasinya

Tanda Delayed Sleep Phase Syndrome

Menurut Healthline, berikut adalah tanda kamu mengalami delayed sleep phase syndrome:

Baca Juga :  3 Cara Meditasi yang Ampuh untuk Usir Stres di Kantor

1. Kesulitan tidur 

DSPS membuat kamu sulit untuk tidur pada waktu seharusnya. Jam internal tubuh kamu tertunda dan membuatmu terjaga.

Biasanya, kamu akan sulit tidur sampai beberapa jam setelah tengah malam, antara pukul 02.00-06.00.

Kesulitan ini akan semakin memburuk saat kamu mengerjakan tugas atau bekerja hingga larut malam.

2. Kesulitan untuk bangun tidur

Jika kamu tidak bisa tidur di waktu ‘normal’ dan terjaga hingga larut malam, maka kamu juga akan kesulitan untuk bangun tepat waktu. 

Jam internal tubuh kamu belum memberi sinyal untuk bangun, sehingga DSPS akan mengakibatkan kamu tertidur lebih lama hingga pagi bahkan siang.

3. Mengantuk di siang hari 

Mengalami delayed sleep phase syndrome juga akan membuat kamu mengantuk di siang hari. Hasilnya, pekerjaan dan rutinitas bisa terganggu dan mengurangi produktivitas.

Selain itu, kamu juga akan merasa sulit untuk fokus dan memperhatikan sesuatu.

Walaupun kamu sudah berusaha untuk tidur lebih awal, DSPS akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan tetap merasa kelelahan sepanjang hari. 

4. Tidak disertai masalah tidur lainnya 

Salah satu tanda dari sleep delayed phase syndrome adalah biasanya tidak disertai dengan masalah tidur lain seperti sleep apnea

Orang yang mengalami DSPS tetap bisa mendapatkan kualitas tidur, hanya saja sedikit mengganggu rutinitas.

Permasalahan utama dari DSPS bukan kesulitan tidur, namun waktu dan siklus tidur-bangun itu sendiri. 

5. Depresi dan masalah perilaku 

Saat mengalami depresi dan stres kamu cenderung kesulitan untuk punya atau menjaga waktu tidur agar tetap normal.

Ini berakibat pada aktivitas yang terganggu, mulai dari pekerjaan hingga kesulitan fokus.

Sehingga orang-orang dengan DSPS bisa mengalami penurunan akademik juga kinerja.

Baca Juga :  4 Tablet Terbaik di Bawah Rp10 Juta untuk Dukung Kerja Mobile-mu

Akibat fatal lainnya yang ditimbulkan adalah ketergantungan pada kafein, alkohol, hingga obat penenang.

Baca Juga: 7 Bahaya Tidur di Bawah 6 Jam pada Kesehatan dan Produktivitas

Cara Mengatasi DSPS

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mulai mengatasi delayed sleep phase syndrome.

Sleep Foundation menyebutkan, hal ini bisa dimulai dengan mengatur ulang rutinitas tidur, termasuk di dalamnya:

  • Tidur dan bangun pada waktu yang sudah dijadwalkan sama setiap hari.
  • Menjaga suhu kamar tidur tetap sejuk, tenang, dan gelap. 
  • Olahraga ringan dan mendapatkan paparan cahaya matahari yang cukup.
  • Melakukan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan seperti membaca buku, menulis jurnal, atau melakukan perawatan diri. 
  • Menghindari penggunaan perangkat elektronik dengan cahaya seperti laptop, HP, dan TV beberapa jam sebelum tidur. 
  • Bangun dari tempat tidur jika kamu tidak bisa tidur bahkan setelah 20 menit.

Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen melatonin beberapa jam sebelum tidur, tapi tentunya dengan konsultasi dan saran dokter, ya.

Jika kamu merasa delayed sleep phase syndrome sudah semakin mengganggu, kamu harus berbicara dengan ahli atau berkonsultasi dengan dokter terkait gejala yang kamu alami.

Baca Juga: 7 Manfaat Tidur Cepat dan Bangun Awal untuk Produktivitas Kerja

Itu dia informasi tentang delayed sleep phase syndrome dan apa yang bisa kamu lakukan.

Tidur adalah elemen penting untuk kesehatan yang optimal, sekaligus berperan penting juga menjaga rutinitas harian tetap berjalan baik.

Saat kamu kurang tidur atau tidak memiliki kualitas tidur yang baik, maka produktivitas dan kinerja kamu bisa menurun. 

Penting untuk tetap jaga kesehatan di tengah-tengah kegiatan dan pekerjaan sehari-hari.

Untuk tahu tips-tips menjaga kesehatan lainnya, kamu bisa baca artikel yang telah Glints siapkan.

Baca Juga :  Kaki Pecah-Pecah: Apa Itu, Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasi

Yuk, baca artikel-artikel menarik seputar kesehatan kerja dengan klik di sini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon