Debt-to-Equity Ratio: Arti, Rumus, dan Contoh Perhitungan

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 6 mnt
Ditulis oleh : M. Ichsan Medina

Utang adalah komponen penting dalam perkembangan suatu bisnis. Nah, salah satu metrik yang membantu perusahaan mendapatkan informasi seputar keefektifan utangnya adalah debt to equity ratio (D/E ratio).

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dengan mengetahui informasi seputar utang, perusahaan bisa mengetahui kesehatan finansialnya.

Tidak hanya itu, debt to equity ratio juga memberi informasi yang kamu butuhkan untuk membuat perubahan strategis demi meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Nah, di artikel ini Glints akan memberi penjelasan seputar apa itu debt to equity ratio. Yuk, simak artikelnya berikut ini!

Baca Juga: Memahami Rasio Profitabilitas: Arti, Jenis-Jenis, Rumus, dan Manfaatnya

Apa Itu Debt to Equity Ratio?

Mengutip Investopediadebt to equity ratio adalah sebuah metrik yang mengevaluasi leverage dari sebuah perusahaan.

Ada pun leverage, menurut Indeed, adalah penggunaan utang untuk membiayai pembelian suatu aset atau menjalankan sebuah proyek.

Debt to equity ratio penting untuk diketahui karena dapat menjadi ukuran ketergantungan perusahaan terhadap utang untuk menjalankan kegiatan operasional bisnisnya.

Maksudnya, rasio ini menunjukkan bagaimana perusahaan mengumpulkan modal untuk menjalankan bisnisnya.

Hasil dari debt to equity ratio juga mengindikasikan stabilitas perusahaan dan kemampuannya untuk mengumpulkan modal tambahan supaya bisa berkembang.

Metrik ini juga membantumu menentukan apakah perusahaan memiliki ekuitas yang cukup untuk membayar utangnya jika terjadi penurunan keuntungan.

Penggunaan debt to equity ratio dapat bervariasi di setiap industri. Sehingga, biasanya perhitungan ini digunakan perusahaan untuk membandingkan dirinya dengan kompetitor.

Investor juga cenderung mengubah debt to equity ratio dengan hanya mempertimbangkan utang jangka panjang saja.

Baca Juga :  Apakah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Faktanya

Hal ini karena utang jangka panjang memiliki risiko lebih besar ketimbang jangka pendek.

Komponen Debt to Equity Ratio

Supaya rasio ini dapat tergambarkan dengan jelas, ada baiknya kamu mengetahui komponennya terlebih dahulu.

Menurut Hubspot, komponen dari debt to equity ratio adalah utang dan ekuitas. Berikut adalah penjelasannya.

1. Apa itu debt atau utang?

Masih menurut Hubspot, utang dalam debt to equity ratio adalah sejumlah uang yang kamu atau perusahaan pinjam dari bank atau peminjam.

Pemberi pinjaman akan menyetujui permohonan peminjamanmu dengan janji bahwa kamu akan membayar sejumlah uang yang dipinjam ditambah bunganya. Biasanya, bunga dibayarkan secara berkala.

Perusahaan biasanya mendapatkan utang untuk membiayai kebutuhan kegiatan operasional bisnisnya.

2. Apa itu equity atau ekuitas?

Nah, ekuitas adalah saham atau sekuritas yang merepresentasikan kepemilikan seseorang terhadap perusahaan.

Namun, dalam konteks debt to equiy ratio, ekuitas merupakan kepemilikan perusahaan terhadap aset, seperti perusahaan, properti, atau mobil setelah utangnya terhadap aset tersebut dibayar.

Ketika sebuah bisnis mengumpulkan uang melalui equity financing, ia akan menjual saham perusahaannya ke investor untuk mendapat modal.

Baca Juga: Pahami Inflasi Global: Definisi hingga Dampaknya di Indonesia

Rumus Debt to Equity Ratio

Menurut Hubspot, berikut adalah rumus dari debt to equity ratio.

Debt to Equity Ratio = Total liabilitas / Ekuitas shareholder

1. Apa itu total liabilitas?

Elemen pertama dalam rumus debt to equity ratio adalah liabilitas.

Singkatnya, menurut Investopedia, liabilitas adalah suatu kewajiban yang wajib dilunaskan oleh seseorang atau perusahaan.

Perlu diketahui bahwa liabilitas tidak terbatas pada uang saja, hal tersebut dapat berupa barang atau jasa yang kamu pinjam.

Liabilitas bisa diselesaikan dari waktu ke waktu melalui transfer manfaat ekonomis seperti uang, barang, atau jasa.

Baca Juga :  Psychology Of Money: 8 Cara Meningkatkan Money Mindset

Nah, total liabilitas dalam rumus debt to equity ratio menggambarkan seluruh utang milik perusahaan, termasuk yang jangka panjang dan pendek, hingga dana pelunasan obligasi serta kewajiban pajak tangguhan.

2. Apa itu ekuitas shareholder?

Elemen selanjutnya yang membentuk rumus debt to equity ratio adalah ekuitas shareholder.

Kamu bisa mengetahui elemen ini dengan mengurangi total liabilitas dari total aset.

Ada pun total liabilitas dan total aset bisa ditemukan dalam neraca keuangan perusahaan.

Contoh Perhitungan Debt to Equity Ratio

Lalu, bagaimana contoh perhitungan dari rasio ini? Berikut Glints berikan contoh perhitungan debt to equity ratio yang bisa kamu pelajari.

Contoh

Sebuah perusahaan software sedang mengajukan permohonan funding. Sehingga, mereka perlu menghitung debt to equity ratio-nya.

Setelah ditelusuri, diketahui bahwa liabilitas dari perusahaan tersebut mencapai Rp3 miliar dan ekuitas shareholder mencapai Rp2,5 miliar.

Maka, perhitungan debt to equity ratio adalah sebagai berikut:

Debt to equity ratio = 3.000.000.000 / 2.500.000.000

Debt to equity ratio = 1,2

Sehingga, debt to equity ratio perusahaan software tersebut adalah 1,2. Lalu, apa maksudnya? Berikut Glints beri penjelasan lebih lanjut.

Penjelasan

Menurut Indeed, angka debt to equity ratio yang baik berada di kisaran 1 hingga 1,5. Namun perlu dicatat bahwa angka ini sangat bergantung pada industri di mana perusahaan beroperasi.

Angka debt to equity ratio yang tinggi mensinyalkan bahwa perusahaan bergantung pada utang untuk membiayai perkembangannya.

Bagi investor, rasio yang tinggi merupakan investasi berisiko karena perusahaan bisa saja tidak bisa menghasilkan uang yang cukup untuk membayar utangnya.

Sedangkan, jika perusahaan memiliki debt to equity ratio rendah, hal tersebut berarti perusahaan belum mengandalkan utang untuk membiayai operasinya.

Baca Juga :  Defisit Kalori: Pengertian, Cara Menghitung, dan Tips Utamanya

Sehingga, hal itu membuat investor enggan berinvestasi ke perusahaan tersebut.

Hal ini karena investor merasa perusahaan tersebut belum mengetahui potensi keuntungan atau nilai yang bisa didapat dengan memiliki utang untuk meningkatkan kegiatan operasional.

Baca Juga: Time Value of Money: Arti, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Itu adalah beberapa informasi seputar debt to equity ratio yang perlu kamu ketahui. Penggunaan utang oleh perusahaan tidak selalu buruk karena dapat menjadi investasi juga.

Namun, perusahaan juga perlu berhati-hati dalam menggunakan utang untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.

Salah satu hal yang membantu mengontrolnya yaitu debt to equity ratio.

Selain informasi ini, kamu bisa tahu lebih banyak seputar keuangan dengan baca kumpulan artikel keuangan dari Glints. Tertarik?

Caranya mudah, kok. Kamu cukup klik di sini untuk baca ragam artikelnya. Yuk, klik sekarang!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon