Dampak Perubahan Iklim bagi Kulit Pekerja & Cara Melindungi
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Perubahan iklim seperti cuaca tak menentu hingga polusi udara memberikan dampak yang serius pada kesehatan kulit pekerja.
Kulit, sebagai organ terbesar yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari lingkungan sekitar, semakin terpapar pada tantangan eksternal akibat perubahan iklim yang tak terhindarkan.
Everday Health menyebut, kulit tetap dipengaruhi oleh perubahan ini, bahkan ketika di dalam kantor.
Nyatanya, penggunaan sunscreen saja tidak cukup, lho. Lalu, apa saja dampak perubahan iklim bagi kesehatan kulit?
Bagaimana cara melindungi kulitmu di tengah rutinitas? Berikut Glints berikan paparan mendalam!
Dampak Perubahan Iklim bagi Kulit Pekerja
Mengutip dari Healthline, kondisi cuaca yang ekstrem dapat menyebabkan berbagai macam masalah, mulai dari dehidrasi hingga kulit terbakar.
Dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi kesehatan kulit antara lain:
- kondisi cuaca yang ekstrem
- polusi
- penipisan lapisan ozon
- banjir
- peningkatan suhu dan kelembaban
Faktor-faktor ini dapat menyebabkan masalah pada kulit, seperti:
Jerawat
Perubahan iklim dapat mengubah keseimbangan pH kulit. Peningkatan produksi keringat dan minyak juga dapat meningkatkan timbulnya jerawat.
Tanda penuaan dini
Perubahan iklim dapat menyebabkan peningkatan radiasi UV dan polusi lingkungan yang menyebabkan kerusakan akibat radikal bebas, yang memperparah efek paparan sinar matahari.
Paparan sinar matahari ini dapat memperburuk penuaan kulit.
Hal ini didukung oleh sebuah studi tahun 2019 yang mencatat bahwa polusi udara berpotensi meningkatkan stres pada kulit dan mengakibatkan atau memperburuk penuaan dini pada kulit.
Kondisi kulit tertentu
Suhu dan kelembapan yang lebih tinggi dapat menyebabkan meningkatnya produksi keringat, sehingga memicu kambuhnya eksim dan psoriasis.
Lebih lanjut, penelitian tahun 2010 menyebutkan orang yang tinggal di daerah perkotaan berisiko lebih tinggi terkena masalah kulit seperti eksim dan psoriasis.
Penyakit kulit
Tak hanya papara sinar matahari dan polusi udara, perubahan iklim yang menyebabkan kondisi seperti banjir pun dapat berdampak pada kulit.
Penelitian mengenai Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kondisi Dermatologis Terkait Banjir menunjukkan bahwa penyakit kulit akibat paparan kontaminasi adalah salah satu dampak kesehatan yang paling umum dari banjir.
Dampak ini dapat meningkatkan potensi penyakit menular, seperti:
- campak
- demam berdarah
- malaria
Serta kondisi kulit lainnya, seperti:
- dermatitis kontak
- alopecia areata
- vitiligo
- ruam, kutu air, dan gatal-gatal.
Perubahan iklim dapat membuat jenis-jenis penyakit menular seperti yang disebarkan melalui vektor, virus, dan jamur semakin berkembang.
Cara Melindungi Kulit dari Dampak Perubahan Iklim
Selalu gunakan sunscreen
Sunscreen merupakan hal terpenting untuk melindungi kulit dari radiasi sinar UV, bahkan ketika cuaca tidak terlalu terik.
Selalu gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30, dan dengan SPF lebih tinggi saat berada di luar ruangan.
Hal ini juga berlaku pada hari mendung, atau bahkan saat kamu hanya berada di luar ruangan selama 10 menit.
Hindari jam-jam sibuk
Hindari berada di bawah sinar matahari pada jam-jam paling terik.
Walk In Dermatology menyebut, ini untuk mencegah sinar matahari yang mengeringkan, merusak, dan membuat kulit menua sebelum waktunya.
Ini juga dapat mengurangi risiko terkena kanker kulit.
Jika tidak memungkinkan untuk menghindari jam-jam tersebut, pastikan kamu menggunakan sunscreen ber-SPF lebih tinggi dan mengoleskannya setiap 60 sampai 90 menit sekali.
Cek kualitas udara
Sebelum bepergian atau menghabiskan waktu di luar ruangan, periksalah kualitas udara terlebih dahulu.
Ini untuk memastikan kamu sudah memiliki perlindungan maksimal sehingga meminimalisir efek perubahan iklim pada diri sendiri.
Kualitas udara bisa dicek melalui berbagai situs web seperti IQAir.
Gunakan pakaian dan topi yang tertutup
Masih melalui sumber Healthline, nyatanya apa yang kita kenakan juga dapat meningkatkan risiko kulit terbakar dan kanker kulit.
Menggunakan sunscreen dan membatasi paparan sinar matahari memang bagus, tetapi akan lebih membantu apabila kamu juga mengenakan pakaian pelindung seperti jaket dan topi saat berada di luar ruangan.
Minum air putih dan vitamin
Air putih penting untuk menjaga hidrasi dan membantu kulit mempertahankan elastisitasnya.
Jika bisa, gunakan botol air sendiri daripada membeli air minum dalam kemasan untuk membiasakan diri.
Cara ini juga lebih ramah lingkungan, dan mengurangi risiko menambah limbah plastik.
Konsumsi makanan yang kaya vitamin E dan C untuk melawan radiasi UV dan radikal bebas.
Studi menunjukkan, konsumsi kedua vitamin secara bersamaan lebih efektif dalam melindungi kulit dari penyebab stres di luar ruangan.
Pertimbangkan suplemen dan produk perawatan kulit yang mengandung vitamin E, C, selenium, dan probiotik untuk mendukung kesehatan kulit.
Nah itu dia informasi seputar dampak perubahan iklim bagi kulit, serta cara melindunginya.
Selalu lakukan hal-hal di atas sebelum bepergian, untuk memastikan kamu memberikan perlindungan maksimal bagi kulitmu dan mengurangi risiko terkena penyakit kulit serius,
Jika kamu masih ingin mencari tips lain terkait kesehatan di tempat kerja, yuk, baca lebih banyak artikel di Glints Blog!
Dengan membaca lebih banyak, kamu jadi tahu lebih banyak alternatif solusi untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Klik artikel-artikel di bawah ini untuk baca pembahasan lengkapnya!
