Bagaimana Kebijakan THR Karyawan yang Resign Sebelum Hari Raya?

Diperbarui 08 2020 - dibaca 5 mnt
Maulana Adieb editor

Isi Artikel

    Semua karyawan menanti-nantikan Tunjangan Hari Raya (THR) saat mendekati Lebaran. Namun, apakah THR juga diberikan kepada karyawan yang resign sebelum hari raya?

    Pertanyaan tersebut sering kali menjadi keresahan bagi para karyawan yang hendak mengajukan resign sebelum hari raya.

    Pasalnya, ada beberapa kasus karyawan yang hendak mengajukan resign sebelum hari raya dengan beragam faktor.

    Lalu bagaimana nasib karyawan yang resign sebelum hari raya? Apakah berhak mendapatkan THR? Berikut Glints akan memberikan penjelasannya.

    Aturan Pemberian THR bagi Karyawan

    thr karyawan resign

    © Stockvault

    Sebelum membahas THR karyawan yang resign, kita bahas terlebih dahulu peraturannya.

    Dilansir dari Online Pajak, peraturan mengenai THR karyawan sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 6 Tahun 2016. Dalam pasal 1 dan 2 disebutkan bahwa THR merupakan:

    • pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha/pemberi kerja kepada pekerja atau keluarga menjelang hari raya keagamaan
    • pengusaha wajib memberi THR kepada para pekerja yang telah bekerja minimal selama satu bulan secara terus-menerus atau lebih
    • THR tidak dipengaruhi oleh kinerja atau prestasi karyawan

    Berdasarkan peraturan tersebut, pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, maka THR dihitung atas dasar besaran upah yang diterima karyawan dalam satu bulan.

    Sementara itu, pekerja yang memiliki masa kerja di bawah 12 bulan akan memiliki perhitungan sendiri atau biasa disebut dengan prorata.

    Baca Juga: Serba-serbi THR di Masa Pandemi Corona

    Perhitungan THR bagi Karyawan Resign

    thr karyawan resign

    © Taxexpertusa

    Nah, dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap karyawan berhak mendapatkan THR dan besarannya tergantung dari masa kerjanya.

    Akan tetapi, karyawan bisa saja tidak mendapatkan THR apabila kasusnya adalah mereka mengajukan resign sebelum hari raya.

    Pasal 7 Permenaker No. 6 Tahun 2016 menyebutkan terkait kebijakan pemberian THR kepada karyawan. Pasal tersebut berbunyi:

    “Pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan mengalami pemutusan hubungan kerja terhitung sejak 30 hari sebelum Hari Raya, berhak mendapatkan THR”.

    Ketentuan tersebut menjadi dasar untuk menetapkan peraturan THR bagi karyawan yang resign sebelum hari raya.

    Sebagai contoh, misalkan kamu karyawan tetap dan mengajukan resign 60 hari sebelum hari raya

    Lalu, hubungan kerjamu dan perusahaan resmi putus dua minggu setelahnya atau kurang lebih 40 hari sebelum hari raya. Maka kamu tidak berhak menerima THR dari perusahaan.

    Sementara itu, apabila kamu mengajukan resign 60 hari sebelum hari raya, lalu hubungan kerjamu resmi putus sebulan setelahnya atau 30 hari sebelum hari raya, maka perusahaan wajib membayarkan THR kepadamu.

    Baca Juga: Mungkinkah Terjadi PHK kepada Karyawan Kontrak saat Corona?

    Perhitungan THR Karyawan Kontrak yang Resign

    thr karyawan resign

    © Pixabay

    Dilansir dari Beritagar, sama seperti halnya karyawan tetap, peraturan THR karyawan kontrak yang akan resign juga telah dicantumkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 6 Tahun 2016.

    Kendati demikian, ada perbedaan terkait THR karyawan kontrak resign yang dijelaskan dalam Pasal 7 ayat (3) yang berbunyi seperti ini:

    “Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu yang berakhir sebelum hari raya keagamaan”.

    Dengan mengacu Pasal di atas, maka karyawan yang berstatus kontrak hanya berhak atas THR apabila kontraknya masih berjalan saat hari raya keagamaan,

    Apabila hubungan kerjanya dengan perusahaan berakhir sebelum hari raya, maka perusahaan tidak wajib memberikan THR.

    Baca Juga: Hari Raya Semakin Dekat, Begini Cara Mudah Menghitung Pajak THR

    Itu dia penjelasan mengenai THR bagi karyawan yang resign. Jika ingin bertanya terkait THR karyawan, kamu juga bisa lho gabung ke komunitas dan bertanya kepada profesional ataupun sesama pengguna.

    Caranya bagaimana? Yuk buat akun profesionalmu di Glints sekarang!


      thr thr dibayar thr karyawan resign

      Artikel Terkait

      Bagaimana Kebijakan THR Karyawan yang Resign Sebelum Hari Raya?

      Diperbarui 08 2020 - dibaca 5 mnt
      Maulana Adieb editor

      Isi Artikel

        Semua karyawan menanti-nantikan Tunjangan Hari Raya (THR) saat mendekati Lebaran. Namun, apakah THR juga diberikan kepada karyawan yang resign sebelum hari raya?

        Pertanyaan tersebut sering kali menjadi keresahan bagi para karyawan yang hendak mengajukan resign sebelum hari raya.

        Pasalnya, ada beberapa kasus karyawan yang hendak mengajukan resign sebelum hari raya dengan beragam faktor.

        Lalu bagaimana nasib karyawan yang resign sebelum hari raya? Apakah berhak mendapatkan THR? Berikut Glints akan memberikan penjelasannya.

        Aturan Pemberian THR bagi Karyawan

        thr karyawan resign

        © Stockvault

        Sebelum membahas THR karyawan yang resign, kita bahas terlebih dahulu peraturannya.

        Dilansir dari Online Pajak, peraturan mengenai THR karyawan sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 6 Tahun 2016. Dalam pasal 1 dan 2 disebutkan bahwa THR merupakan:

        • pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha/pemberi kerja kepada pekerja atau keluarga menjelang hari raya keagamaan
        • pengusaha wajib memberi THR kepada para pekerja yang telah bekerja minimal selama satu bulan secara terus-menerus atau lebih
        • THR tidak dipengaruhi oleh kinerja atau prestasi karyawan

        Berdasarkan peraturan tersebut, pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, maka THR dihitung atas dasar besaran upah yang diterima karyawan dalam satu bulan.

        Sementara itu, pekerja yang memiliki masa kerja di bawah 12 bulan akan memiliki perhitungan sendiri atau biasa disebut dengan prorata.

        Baca Juga: Serba-serbi THR di Masa Pandemi Corona

        Perhitungan THR bagi Karyawan Resign

        thr karyawan resign

        © Taxexpertusa

        Nah, dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap karyawan berhak mendapatkan THR dan besarannya tergantung dari masa kerjanya.

        Akan tetapi, karyawan bisa saja tidak mendapatkan THR apabila kasusnya adalah mereka mengajukan resign sebelum hari raya.

        Pasal 7 Permenaker No. 6 Tahun 2016 menyebutkan terkait kebijakan pemberian THR kepada karyawan. Pasal tersebut berbunyi:

        “Pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan mengalami pemutusan hubungan kerja terhitung sejak 30 hari sebelum Hari Raya, berhak mendapatkan THR”.

        Ketentuan tersebut menjadi dasar untuk menetapkan peraturan THR bagi karyawan yang resign sebelum hari raya.

        Sebagai contoh, misalkan kamu karyawan tetap dan mengajukan resign 60 hari sebelum hari raya

        Lalu, hubungan kerjamu dan perusahaan resmi putus dua minggu setelahnya atau kurang lebih 40 hari sebelum hari raya. Maka kamu tidak berhak menerima THR dari perusahaan.

        Sementara itu, apabila kamu mengajukan resign 60 hari sebelum hari raya, lalu hubungan kerjamu resmi putus sebulan setelahnya atau 30 hari sebelum hari raya, maka perusahaan wajib membayarkan THR kepadamu.

        Baca Juga: Mungkinkah Terjadi PHK kepada Karyawan Kontrak saat Corona?

        Perhitungan THR Karyawan Kontrak yang Resign

        thr karyawan resign

        © Pixabay

        Dilansir dari Beritagar, sama seperti halnya karyawan tetap, peraturan THR karyawan kontrak yang akan resign juga telah dicantumkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 6 Tahun 2016.

        Kendati demikian, ada perbedaan terkait THR karyawan kontrak resign yang dijelaskan dalam Pasal 7 ayat (3) yang berbunyi seperti ini:

        “Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu yang berakhir sebelum hari raya keagamaan”.

        Dengan mengacu Pasal di atas, maka karyawan yang berstatus kontrak hanya berhak atas THR apabila kontraknya masih berjalan saat hari raya keagamaan,

        Apabila hubungan kerjanya dengan perusahaan berakhir sebelum hari raya, maka perusahaan tidak wajib memberikan THR.

        Baca Juga: Hari Raya Semakin Dekat, Begini Cara Mudah Menghitung Pajak THR

        Itu dia penjelasan mengenai THR bagi karyawan yang resign. Jika ingin bertanya terkait THR karyawan, kamu juga bisa lho gabung ke komunitas dan bertanya kepada profesional ataupun sesama pengguna.

        Caranya bagaimana? Yuk buat akun profesionalmu di Glints sekarang!


          thr thr dibayar thr karyawan resign

          Artikel Terkait

          Scroll Up