3 Tips Menyusun CV System Analyst dan Hal-Hal yang Harus Dicantumkan
Ditulis oleh : Joshua Renaldo
Ingin melamar pada pekerjaan populer seperti system analyst? Apa kamu sudah tahu cara membuat CV system analyst yang akan memukau rerkuter dan unggul dari kandidat lain? Jika belum, yuk simak artikel ini.
Dalam membuat CV, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan seperti struktur, desain, penulisan informasi, dan hal kecil lainnya.
Pada kesempatan kali ini Glints akan membahas informasi seputar membuat CV system analyst yang apik sehingga memaksimalkan kesempatanmu mendapat kerja.
Menarik, bukan? Yuk, langsung baca penjelasannya di bawah ini, ya!
Informasi dalam CV System Analyst
System analyst adalah pekerjaan yang cukup populer saat ini karena sangat diperlukan oleh perusahaan teknologi kecil maupun besar.
Tanggugg jawab dari posisi ini adalah melakukan analisis, merancang, dan mengimplementasikan sistem yang dimiliki perusahaan agar berjalan mulus dan efisien.
Oleh karena itu, tak heran bahwa pekerjaan ini sangat penting untuk perusahaan teknologi mana pun.
Agar kamu bisa lolos tahap rekrutmen saat melamar sebagai system analyst, kamu harus masukkan beberapa informasi ini ke dalam CV-mu.
1. Data diri dan kontak hubung
Rekruter pasti akan menerima banyak CV sekaligus dari kandidat lain. Oleh karena itu, kamu harus mencantumkan dengan jelas data dirimu pada bagian teratas CV.
Data diri yang harus kamu masukkan antara lain adalah nama lengkap, posisi saat ini, dan link portofolio jika ada.
Selain itu, kamu juga harus sertakan kontak hubung aktif seperti nomor telepon atau WhatsApp, alamat email, dan akun LinkedIn-mu.
2. Deskripsi singkat
Bagian selanjutnya adalah deskripsi singkat tentang dirimu. Dalam kolom ini kamu bisa tuliskan pengalaman kerjamu sebelumnya, tangunggjawabmu, dan pencapaian yang pernah diraih.
Menurut Zety, bagian deskripsi singkat ini juga bisa menjelaskan bidang passion yang kamu miliki walaupun mungkin belum memiliki pengalaman profesional.
Namun, harus diingat bahwa deskripsi ini harus berbentuk paragraf singkat saja. Oleh karena itu, kamu tidak perlu menjelaskan semua pengalaman, skill, dan pencapaian yang dimiliki.
Cukup pilih beberapa yang paling relevan saja untuk dimasukkan dalam CV system analyst-mu, ya!
3. Pengalaman kerja
Pengalaman kerja adalah fokus utama rekruter saat membaca sebuah CV. Dengan melihat riwayat kerjamu sebelumnya, rekruter baru bisa mempertimbangkan apakah kamu merupakan kandidat yang sesuai atau tidak.
Selain itu, rekruter juga melihat apakah kamu sudah memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan atau belum.
Oleh karena itu, jangan lupa mencantumkan pekerjaanmu sebelumnya yang berhubungan dekat dengan system analyst.
Mungkin kamu punya pengalaman seperti magang dalam bidang pekerjaan IT ataupun system analyst intern.
Pengalaman seperti ini bisa kamu cantumkan dan jabarkan karena berhubungan langsung dengan tanggung jawab system analyst.
4. Pendidikan
Pada bagian ini, tuliskan gelar terakhirmu dan jurusan kuliah yang dipilih serta nama universitasmu.
Jangan lupa juga untuk menulis informasi terkait IPK dan kegiatan organisasi atau volunteer mungkin berhubungan dengan system analyst.
Dengan pengalaman-pengalaman inilah rekruter bisa tahu bahwa kamu memiliki soft skill yang diperlukan.
Nah, kamu juga dapat mencantumkan informasi jika pernah mengikuti pendidikan nonformal seperti bootcamp atau kursus yang relevan dengan posisi data scientist.
5. Hard skill dan soft skill
Agar bisa memperbesar kemungkinan lamaramu diterima, kamu harus kenali dahulu skill-skill relevan dibutuhkan system analyst.
Menurut EnhanCV, berikut adalah dafatar skill-skill yang perlu dikuasai seorang system analyst.
- SQL dan MySQL
- Front-end development
- Back-end development
- Customer service
- Python
Selain itu, ada juga beberapa soft skill yang bisa kamu masukkan dalam CV system analyst-mu, seperti:
- Interpersonal skill
- Skill komunikasi
- Problem solving
- Critical thinking
- Manajemen waktu
Tips Menyusn CV System Analyst
Selain memasukkan informasi-informasi di atas, ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan agar CV-mu bisa terlihat lebih apik dan profesional.
1. Pilih font yang mudah dibaca
Memilih font yang benar adalah hal penting yang tidak boleh kamu lewatkan.
Mengapa? Rekruter dapat merasa kebingungan saat membaca CV-mu jika kamu menggunakan font yang sesuai standar yang berlaku. Tentu kamu ingin hal ini terjadi, bukan?
Nah, font yang biasanya digunakan dalam CV adalah font seperti Arial, Times New Roman, Helvetica, dan Garamond.
Pastikan juga bahwa ukuran font tersebut berkisar antara 12 hingga 14 agar tidak terlalu kecil dan terlalu besar.
2. Gunakan CV dengan desain sederhana
CV yang kamu gunakan untuk melamar sebagai system analyst bisa berbentuk CV kreatif dan juga CV ATS-friendly.
Dari segi cara baca, kamu bisa menggunakan CV kreatif karena akan lebih mudah dicerna oleh rekruter dan bisa kamu kreasikan sesuai keinginan.
Namun, kamu juga sebaiknya membuat sebuah CV dengan format ATS-friendly juga agar mengatisipasi melamar pada perusahaan yang menggunakan mesin ATS.
3. Perhatikan penulisan dan tata bahasa
Tips terakhir ini adalah hal yang sangat penting kamu lakukan setelah selesai menulis sebuah CV karena bisa berpengaruh pada kesan pertama rekruter terhadapmu.
Penulisan dan tata bahasa dalam CV-mu haruslah diperhatikan dengan baik. Pastikan bahwa kamu menulis dengan bahasa yang sopan dan kata-kata yang mudah dimengerti.
Selain itu, perhatikan juga bagaimana kamu menjelaskan pengalaman kerjamu ataupun pencapaian yang pernah dicapai.
CV yang dianggap profesional adalah CV yang tidak memiliki kesalahan dalam penulisan maupun tata bahasa.
Sekian penjelasan Glints terkait CV system analyst.
Sekarang kamu sudah tahu informasi yang harus dimasukkan dalam CV tersebut, tips menyusunnya, dan juga contoh yang bisa dijadikan referensi.
Nah, kini saatnya kamu mencoba untuk membuat CV-mu sendiri. Namun, untuk lebih mempermudahmu, Glints juga sudah menyiapkan template CV ATS-friendly yang bisa kamu edit sesuai kebutuhanmu.
Yuk, segera dapatkan template-nya dengan klik di sini.
