Business Analyst vs System Analyst, Apa Perbedaannya?

Diperbarui 19 Nov 2021 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Business analyst dan system analyst adalah profesi penting dalam suatu software project perusahaan. Glints akan memberikan gambaran dengan jelas apa perbedaan business analyst vs system analyst.

    Kecanggihan teknologi semakin berkembang dengan sangat pesat khususnya dalam bidang software aplikasi.

    Banyak kemudahan yang didapatkan para pengguna teknologi mulai dalam bidang pendidikan, bisnis, belanja online, transportasi, dan lain sebagainya.

    Oleh karena itu, tak heran jika profesi business analyst dan system analyst banyak diburu perusahaan. 

    Pengertian dan Tugas System Analyst

    System analyst menjadi penentu pertama yang bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan suatu software project.

    System analyst bertugas untuk mengumpulkan kebutuhan user terhadap suatu software dan mencari solusi untuk memenuhinya. 

    Seorang system analyst juga harus memiliki kemampuan dalam memahami bagaimana suatu proses bisnis bekerja dengan melakukan riset dan analisis.

    Dari riset dan analisis tersebut kemudian dirancang untuk diterjemahkan menjadi program yang bisa dioptimasi sesuai dengan kebutuhan pengguna. 

    Tugas dan tanggung jawab system analyst, di antaranya adalah:

    • menganalisis indikator kinerja komputer untuk menemukan masalah kode dan memperbaiki jika terjadi error
    • mencari solusi dari setiap masalah dan error yang terkait dengan komputer dan jaringan seperti malfungsi atau masalah program
    • melakukan pengujian, memelihara, dan mengontrol program komputer dan sistem yang dibuat
    • merancang atau memodifikasi sistem software untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penggunanya
    • membuat kesepakatan dengan manajemen maupun klien terkait prinsip-prinsip sistem dan rancangan program yang dibuat
    • menghubungkan sistem komputer dalam organisasi maupun perusahaan untuk mengintegrasikan semua informasi yang dibutuhkan
    • membuat diagram dan spesifikasi yang akan dibutuhkan programmer
    • mengelola aplikasi dan mengamati kinerja sistem software

    Baca Juga: 5 Pertanyaan Interview Business Analyst yang Sering Ditanyakan

    Pengertian dan Tugas Business Analyst

    Sesuai namanya, business analyst adalah pekerjaan yang bertugas untuk menganalisis sistem yang berkaitan dengan bisnis.

    Menurut Targetjobsbusiness analyst bekerja sangat dekat dengan tim IT dan tak jarang dianggap sebagai peran teknis di departemen tersebut.

    Seorang business analyst harus memiliki kemampuan untuk mencari peluang yang dapat meningkatkan kinerja bisnis perusahaan melalui teknologi.

    Tujuannya agar setiap lini departemen berjalan efektif dan efisien dalam setiap pekerjaannya. 

    Selain pengetahuan dan kemampuan teknis, ada keterampilan nonteknis lainnya yang harus dimiliki.

    Keterampilan tersebut seperti kemampuan berkomunikasi, manajerial, pemecahan masalah, negosiasi, menganalisis data, dan membuat keputusan. 

    Tugas dan tanggung jawab business analyst sangatlah penting dalam perusahaan dapat membantu menentukan strategi bisnis yang akan dijalankan. Berikut ini tugas dan tanggung jawab yang harus diembannya:

    • menganalisis apakah praktik bisnis yang dijalankan perusahaan sudah baik atau belum
    • merancang dan merekomendasikan perbaikan yang diperlukan oleh perusahaan yang direalisasikan dengan bantuan teknologi
    • menjadi penghubung komunikasi antara manajemen, pemegang saham, IT, dan user
    • mengumpulkan data dan mendefinisikan kebutuhan dengan menerjemahkannya dari business requirements menjadi functional requirements
    • merancang strategi dan sistem yang diperlukan demi kemajuan perusahaan

    Baca Juga: 5 Pertanyaan Kunci saat Interview System Analyst

    Business Analyst vs System Analyst

    Peran business analyst dan system analyst sama-sama sangat penting bagi perusahaan. Tak jarang, kedua profesi ini disebut sama dalam suatu perusahaan, padahal tugas dan tanggung jawabnya berbeda. 

    Secara garis besar, system analyst memiliki cakupan tanggung jawab yang lebih sempit dibandingkan dengan business analyst.

    System analyst hanya merancang dan mengembangkan sistem pada segi operasional perusahaan saja yang tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. 

    Sementara itu, menurut Getsmarter, business analyst memiliki cakupan yang lebih luas dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk perusahaan.

    Seorang business analyst harus mengembangkan dan membuat sistem yang berdampak untuk segala aspek perusahaan.

    Hal itu meliputi keuangan, pemasaran, hingga operasional dan untuk menjalankannya biasanya dibantu bagian lainnya. 

    Baca Juga: 6 Contoh Pertanyaan Interview Business Development dan Jawabannya

    Jika pertanyaannya adalah mana yang lebih penting antara business analyst dan system analyst, maka keduanya sama-sama penting dan berperan besar untuk memajukan bisnis dalam perusahaan.

    Hanya saja, masing-masing profesi tersebut memiliki tanggung jawab yang berbeda atas apa yang harus dikerjakannya. 

    System analyst akan lebih banyak berkutat dengan bagian internal perusahaan.

    Sementara itu, business analyst memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam mengumpulkan data baik dari internal maupun eksternal perusahaan seperti para klien.

    Itulah pembahasan tentang business analyst vs system analyst. Selain informasi ini, kamu juga bisa menemukan lowongan pekerjaan di Glints. Segera sign up dan temukan pekerjaan yang cocok untukmu.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait