Jadwalkan Perintah dengan Cron Job, Maksimalkan Waktu Kerja

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 11 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Kata siapa penghapusan cache browser harus dilakukan secara manual? Cron job adalah solusi otomatisasi proses itu.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Selain itu, masih ada banyak perintah lain yang bisa kamu jadwalkan, lho. Kira-kira, apa sajakah itu?

Simak jawabannya dalam artikel ini, yuk!

Mengenal Cron Job

cron job adalah

© Freepik.com

Seperti yang sudah Glints sebutkan, cron job adalah tool untuk menjadwalkan suatu perintah. Ia bekerja dalam sistem operasi UNIX-like, seperti:

  • Linux
  • FreeBSD
  • macOS
  • dan lain-lain

Mengutip Tutsplus, beberapa proses yang bisa ia jadwalkan adalah:

  • Menghapus akun yang sudah tidak aktif.
  • Mengirim email.
  • Mengubah post media sosial menjadi dokumen text.
  • Backup sebuah dokumen.
  • Perawatan sistem.
  • dan lain-lain
Baca Juga: 3 Cara Menjadi Software Developer untuk Kamu yang Tak Memiliki Pengalaman IT

Cara Menjadwalkan Cron Job

Mengutip How-To Geek, kamu bisa memakai tool ini lewat crontab. Setelah itu, kamu bisa mengetik perintah di sana.

Sebagai contoh, inilah cara-caranya dalam sistem operasi Linux:

1. Buka menu terminal

1. buka terminal untuk menulis cron job howtogeek com

© Howtogeek.com

Fitur crontab bisa diakses lewat terminal. Oleh karena itu, kamu harus membukanya terlebih dahulu.

Klik ikon Dash, lalu ketik “terminal”. Setelah itu, tekan tombol Enter.

2. Ketik “crontab-e”

2. ketik crontab-e howtogeek com

© Howtogeek.com

Nah, ketika terminal sudah terbuka, saatnya mengakses crontab. Kamu bisa melakukannya dengan mengetik “crontab-e”.

3. Pilih editor

3. pilih editor untuk menulis cron job howtogeek com

© Howtogeek.com

Setelah membuka crontab, kamu akan diminta memilih editor. Biasanya, /bin/nano dipakai karena kemudahannya.

4. Ketik perintah

4. ketik perintah untuk menulis cron job howtogeek com

© Howtogeek.com

Kalau semua langkah itu sudah kamu ambil, cron job pun siap ditulis.

Baca Juga: Terlihat Identik, Ternyata Ini 3 Perbedaan Open Source dan Freeware

Perintah dalam Cron Job

Nah, setelah memahami cara mengakses cron job, saatnya menuliskan perintahnya. 

Baca Juga :  Keunggulan Kompetitif, Strategi yang Buat Produk Unggul di Pasar

Agar kamu tak bingung, ini dia ketentuan-ketentuannya:

1. Perintah crontab

perintah crontab dalam cron job

© Freepik.com

Dalam pembahasan cara menjadwalkan perintah, Glints sudah sempat menyinggung “crontab-e”.

Ini merupakan salah satu perintah crontab saja. Selain itu, masih ada banyak perintah lainnya, lho.

Dirangkum dari Linuxize, perintah dan fungsi-fungsinya adalah:

  • crontab-e, mengedit atau membuat penjadwalan baru
  • crontab-l, menunjukkan isi dokumen crontab
  • crontab-r, menghapus dokumen crontab-mu
  • crontab-u (nama pengguna), mengedit crontab pengguna lain

2. Teknis penulisan perintah

struktur perintah otomatisasi linuxhint com

© Linuxhint.com

Mengutip Drupal, penulisan perintah cron job yang benar adalah:

* * * * * perintahmu

Rincian dari perintah itu yakni:

  • bintang pertama, menit, ditulis dalam angka 0-59
  • bintang kedua, jam, ditulis dalam angka 0-23
  • bintang ketiga, tanggal, ditulis dalam angka 1-31
  • bintang keempat, bulan, ditulis dalam angka 1-12
  • bintang kelima, hari dalam seminggu, ditulis dalam angka 0-6 (Minggu=0)

Nah, Mengutip Geeks for Geeks, aturan teknis penulisan perintahnya adalah:

a. Hapus saja bintangnya

Ketika ingin merinci perintah, kamu bisa menghapus bintang dan langsung menuliskan angkanya.

Misalnya, kamu ingin melakukan backup dokumen di /usr/local/bin pada hari Minggu besok. Kodenya adalah:

* * * * 0 /usr/local/bin/backup

b. Penggunaan tanda hubung

Kamu juga bisa menuliskan angka dalam bentuk range, lho. Pakai saja tanda hubung (-).

Misalnya, kamu ingin melakukan backup dokumen di /usr/local/bin pada hari kerja besok. Jika begitu, ganti saja bintang kelima dengan 1-5.

Kode yang harus kamu tulis yakni:

* * * * 1-5 /usr/local/bin/backup

c. Penggunaan tanda koma

Kalau tanda hubung menunjukkan range, lain halnya dengan tanda koma (,). Koma menunjukkan angka acak dalam jadwalmu.

Misalnya, kamu ingin melakukan backup dokumen di /usr/local/bin pada bulan Januari dan Maret mendatang. Kodenya adalah:

* * * 1,3 * /usr/local/bin/backup

d. Penggunaan tanda garis miring

Ingin menjadwalkan rutinitas? Jika begitu, garis miring (/) adalah tanda cron job yang harus kamu pakai.

Baca Juga :  Tips Memaksimalkan IGTV untuk Meningkatkan Bisnismu

Misalnya, kamu ingin melakukan backup dokumen di /usr/local/bin setiap 12 jam. Jika begitu, kode yang harus kamu tulis adalah:

* /12 * * * /usr/local/bin/backup
Baca Juga: Benarkah Code Snippet Bisa Mempercepat Proses Programming?

Demikian penjelasan dari Glints soal cron job. Setelah menguasai cara memanfaatkan fitur ini, kamu tentu bisa mengutak-atik sistem operasi hingga bisa membantu banyak orang.

Padahal, cron job sendiri hanyalah sebuah fitur kecil. Bagaimana kalau kamu bisa membangun sesuatu yang lebih besar, seperti situs web atau bahkan aplikasi?

Tentu ada lebih banyak orang yang bisa kamu bantu. Sayangnya, menjadi developer dan programmer takkan hanya bisa dilakukan dengan membaca artikel saja.

Kamu perlu belajar teori hingga praktik agar bisa jadi pembangun aplikasi andal. Untuk itu, kamu bisa ikut Glints Academy.

Glints Academy adalah sebuah bootcamp IT. Di sana, kamu takkan hanya mendapat teori, tetapi juga diajak praktik langsung mengembangkan produk.

Ini tentu tempat yang tepat untukmu meraih mimpi menjadi developer. Jadi, segera daftarkan dirimu ke Glints Academy, ya! Kuotanya terbatas, lho.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon