Jadwalkan Perintah dengan Cron Job, Maksimalkan Waktu Kerja
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati
Kata siapa penghapusan cache browser harus dilakukan secara manual? Cron job adalah solusi otomatisasi proses itu.
Selain itu, masih ada banyak perintah lain yang bisa kamu jadwalkan, lho. Kira-kira, apa sajakah itu?
Simak jawabannya dalam artikel ini, yuk!
Isi Artikel
Mengenal Cron Job
Seperti yang sudah Glints sebutkan, cron job adalah tool untuk menjadwalkan suatu perintah. Ia bekerja dalam sistem operasi UNIX-like, seperti:
- Linux
- FreeBSD
- macOS
- dan lain-lain
Mengutip Tutsplus, beberapa proses yang bisa ia jadwalkan adalah:
- Menghapus akun yang sudah tidak aktif.
- Mengirim email.
- Mengubah post media sosial menjadi dokumen text.
- Backup sebuah dokumen.
- Perawatan sistem.
- dan lain-lain
Cara Menjadwalkan Cron Job
Mengutip How-To Geek, kamu bisa memakai tool ini lewat crontab. Setelah itu, kamu bisa mengetik perintah di sana.
Sebagai contoh, inilah cara-caranya dalam sistem operasi Linux:
1. Buka menu terminal
Fitur crontab bisa diakses lewat terminal. Oleh karena itu, kamu harus membukanya terlebih dahulu.
Klik ikon Dash, lalu ketik “terminal”. Setelah itu, tekan tombol Enter.
2. Ketik “crontab-e”
Nah, ketika terminal sudah terbuka, saatnya mengakses crontab. Kamu bisa melakukannya dengan mengetik “crontab-e”.
3. Pilih editor
Setelah membuka crontab, kamu akan diminta memilih editor. Biasanya, /bin/nano dipakai karena kemudahannya.
4. Ketik perintah
Kalau semua langkah itu sudah kamu ambil, cron job pun siap ditulis.
Perintah dalam Cron Job
Nah, setelah memahami cara mengakses cron job, saatnya menuliskan perintahnya.
Agar kamu tak bingung, ini dia ketentuan-ketentuannya:
1. Perintah crontab
Dalam pembahasan cara menjadwalkan perintah, Glints sudah sempat menyinggung “crontab-e”.
Ini merupakan salah satu perintah crontab saja. Selain itu, masih ada banyak perintah lainnya, lho.
Dirangkum dari Linuxize, perintah dan fungsi-fungsinya adalah:
- crontab-e, mengedit atau membuat penjadwalan baru
- crontab-l, menunjukkan isi dokumen crontab
- crontab-r, menghapus dokumen crontab-mu
- crontab-u (nama pengguna), mengedit crontab pengguna lain
2. Teknis penulisan perintah
Mengutip Drupal, penulisan perintah cron job yang benar adalah:
* * * * * perintahmuRincian dari perintah itu yakni:
- bintang pertama, menit, ditulis dalam angka 0-59
- bintang kedua, jam, ditulis dalam angka 0-23
- bintang ketiga, tanggal, ditulis dalam angka 1-31
- bintang keempat, bulan, ditulis dalam angka 1-12
- bintang kelima, hari dalam seminggu, ditulis dalam angka 0-6 (Minggu=0)
Nah, Mengutip Geeks for Geeks, aturan teknis penulisan perintahnya adalah:
a. Hapus saja bintangnya
Ketika ingin merinci perintah, kamu bisa menghapus bintang dan langsung menuliskan angkanya.
Misalnya, kamu ingin melakukan backup dokumen di /usr/local/bin pada hari Minggu besok. Kodenya adalah:
* * * * 0 /usr/local/bin/backupb. Penggunaan tanda hubung
Kamu juga bisa menuliskan angka dalam bentuk range, lho. Pakai saja tanda hubung (-).
Misalnya, kamu ingin melakukan backup dokumen di /usr/local/bin pada hari kerja besok. Jika begitu, ganti saja bintang kelima dengan 1-5.
Kode yang harus kamu tulis yakni:
* * * * 1-5 /usr/local/bin/backupc. Penggunaan tanda koma
Kalau tanda hubung menunjukkan range, lain halnya dengan tanda koma (,). Koma menunjukkan angka acak dalam jadwalmu.
Misalnya, kamu ingin melakukan backup dokumen di /usr/local/bin pada bulan Januari dan Maret mendatang. Kodenya adalah:
* * * 1,3 * /usr/local/bin/backupd. Penggunaan tanda garis miring
Ingin menjadwalkan rutinitas? Jika begitu, garis miring (/) adalah tanda cron job yang harus kamu pakai.
Misalnya, kamu ingin melakukan backup dokumen di /usr/local/bin setiap 12 jam. Jika begitu, kode yang harus kamu tulis adalah:
* /12 * * * /usr/local/bin/backupDemikian penjelasan dari Glints soal cron job. Setelah menguasai cara memanfaatkan fitur ini, kamu tentu bisa mengutak-atik sistem operasi hingga bisa membantu banyak orang.
Padahal, cron job sendiri hanyalah sebuah fitur kecil. Bagaimana kalau kamu bisa membangun sesuatu yang lebih besar, seperti situs web atau bahkan aplikasi?
Tentu ada lebih banyak orang yang bisa kamu bantu. Sayangnya, menjadi developer dan programmer takkan hanya bisa dilakukan dengan membaca artikel saja.
Kamu perlu belajar teori hingga praktik agar bisa jadi pembangun aplikasi andal. Untuk itu, kamu bisa ikut Glints Academy.
Glints Academy adalah sebuah bootcamp IT. Di sana, kamu takkan hanya mendapat teori, tetapi juga diajak praktik langsung mengembangkan produk.
Ini tentu tempat yang tepat untukmu meraih mimpi menjadi developer. Jadi, segera daftarkan dirimu ke Glints Academy, ya! Kuotanya terbatas, lho.
