Sistem Operasi: Apa Itu, Jenis-Jenis, Cara Kerja, dan Fungsinya

Diperbarui 12 Mei 2022 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Ketika bicara perangkat elektronik seperti komputer atau laptop, operating system (OS) atau sistem operasi adalah salah satu istilah yang pastinya sudah tidak asing lagi.

    Mayoritas orang hanya sekadar mengetahui jenis OS yang terkenal seperti Windows, Linux, MacOS, dan lainnya.

    Namun, apakah kamu sudah tahu bagaimana cara kerjanya, fungsinya di penggunaan sehari-hari, dan apa saja jenis sistem operasi yang ada di luar sana?

    Kalau belum dan ingin mempelajarinya lebih lanjut, simak artikel ini sampai tuntas, ya!

    Apa Itu Sistem Operasi?

    sistem operasi operating system adalah

    © Freepik.com

    Menurut Computer Hope, sistem operasi adalah software yang dipasangkan pada hard drive sebuah komputer, sehingga hardware dapat “berkomunikasi” dan bekerja dengan software di dalam perangkat tersebut.

    Kalau dianalogikan, operating system dan komputer (beserta software di dalamnya) adalah bohlam dan listrik. Tanpa listrik, bohlam tersebut tidak bisa menyala dan jadi tak ada gunanya.

    Ketika lampunya sudah menyala, kita jadi dapat melihat dengan lebih jelas, kan?

    Nah, sama saja halnya dengan sistem operasi. Tanpanya, kamu tidak akan bisa menggunakan komputer.

    Sejarah singkat

    Guru99 menjelaskan bahwa sistem operasi pertama kali dikembangkan pada akhir tahun 1950-an.

    Setelah itu, General Motors Research Laboratories merupakan pihak yang pertama kali mengimplementasikan operating system-nya di dalam IBM 701. OS tersebut dinamakan “GM-NAA I/O”.

    Pada pertengahan 1960-an, OS sudah mulai menggunakan disk dan di akhir dekade tersebut telah diselesaikan pengembangan Unix OS versi pertama.

    Di tahun 1981, Microsoft membuat OS pertamanya dan itu bukanlah Windows, melainkan “DOS”.

    Bagi orang-orang yang awam dengan sistem operasi, salah satu yang pasti dikenal adalah Windows. Nah, versi pertama OS yang satu ini ternyata baru muncul di tahun 1985.

    Baca Juga: Membandingkan macOS dan Windows, Mana yang Terbaik?

    Jenis-Jenis OS

    © Pexels.com

    Sistem operasi sendiri memiliki beragam jenis, beberapa di antaranya adalah seperti Windows, macOS, Linux, dan lainnya.

    Nah, beragam sistem operasi tersebut bisa dikategorikan berdasarkan cara kerja dan penggunaannya.

    Melansir dari Guru99, berikut adalah beberapa jenis dari operating system.

    1. Batch OS

    Seperti namanya, batch operating system adalah jenis OS yang menyatukan beberapa jenis pekerjaan agar prosesnya lebih cepat dan tak terlalu berat. 

    Orang-orang yang menggunakan OS ini tidak pernah berinteraksi langsung dengan komputer, tetapi menggunakan alat lain yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

    2. Multitasking/Time-sharing OS

    Untuk time-sharing OS, orang-orang yang berada di tempat berbeda dapat menggunakan sistem komputer yang sama, secara bersamaan.

    Alasan jenis sistem operasi ini disebut dengan time-sharing adalah karena CPU yang digunakan oleh beberapa orang secara bersamaan.

    3. Real time OS

    Dalam sistem operasi real time, interval waktu untuk memproses dan merespons input sangat kecil.

    4. Distributed OS

    Sistem operasi distributed menggunakan beberapa prosesor di banyak mesin, agar komputasi yang diberikan kepada pengguna bisa sangat cepat.

    5. Network OS

    Menggunakan server, network OS bisa mengatur data, user, keamanan, aplikasi, dan fungsi networking lainnya.

    6. Mobile OS

    Nah, mobile OS adalah satu-satunya sistem operasi yang didesain khusus untuk gadget seperti handphone, tablet, dan perangkat lain seperti smartwatch, misalnya.

    Kamu pasti tahu Android dan iOS, kan? Operating system tersebut merupakan salah satu contoh mobile OS.

    Cara Kerjanya

    operating system adalah

    © Freepik.com

    Lalu, bagaimana cara kerjanya? Disadur dari TechTarget, berikut adalah cara kerja dari sistem operasi.

    Tahap pertama adalah OS akan dimuat ke komputer menggunakan boot program. Proses ini dinamakan booting, ketika kita menyalakan komputer atau laptop dengan mengklik tombol power.

    Setelah itu, OS bertugas untuk mengatur semua program aplikasi yang ada di dalam perangkat.

    Aplikasi-aplikasi tersebut akan membuat permintaan melalui API (application program interface), agar pengguna tak perlu repot mengetahui sistem yang rumit di baliknya.

    Contoh mudahnya, katakanlah kamu sedang menggunakan aplikasi Paint untuk menggambar. Setelah itu, kamu ingin menyimpan gambar tersebut.

    Sebagai user, kamu hanya perlu mengklik Save/Save As dan gambar tersebut akan secara otomatis tersimpan.

    Di balik itu semua, terdapat kerja sama antara operating system dan aplikasi melalui API.

    Tak hanya itu, pengguna juga bisa langsung menggunakan command-line interface (CLI) atau graphical user interface (GUI).

    Menurut Codecademy, CLI adalah program di komputer yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan menghapus sebuah dokumen, membuka program aplikasi, dan menelusuri setiap dokumen yang ada.

    Mudahnya, pada Mac OS program ini dikenal dengan istilah “Terminal” dan pada Windows OS disebut “Command Prompt”.

    Untuk GUI, Computer Hope menyebutkan bahwa istilah ini merupakan sistem komponen visual dalam sebuah software yang berisikan informasi tertentu, lalu akan menunjukkan perubahan ketika user melakukan sesuatu.

    Contohnya, ada notifikasi dari laptop dengan pilihan “OK” dan “Cancel”. Ketika kamu memilih, tombol yang diklik nantinya akan berubah (ukuran, warna, dan lainnya) lalu menjalankan perintah yang dipilih.

    Cara kerja sistem operasi ini cukup banyak, tetapi tujuannya adalah untuk mempermudah user menggunakan software tanpa perlu paham tentang IT terlebih dahulu.

    Baca Juga: Dapat Meningkatkan Kualitas Layanan, Pahami Cara Kerja Messaging API

    Fungsi dari Sebuah Sistem Operasi

    sistem operasi adalah

    © Freepik.com

    Lalu, seperti apa fungsi dari sebuah OS? Menurut howstuffworks, dua fungsi utama sistem operasi adalah sebagai berikut.

    • mengatur semua resource hardware dan software (prosesor, memory, disk space, dan lainnya)
    • sarana komunikasi antara kedua komponen tersebut.

    Mudahnya, resource tersebut kalau di handphone setara dengan layar, keypad, baterai, dan masih banyak lagi.

    Menurut tutorialspoint, terdapat empat fungsi utama dari operating system dan lima fungsi lainnya, berikut adalah penjelasannya.

    1. Memory management

    Memory management terbagi menjadi dua fokus, yaitu primary memory dan main memory.

    Main memory itu sendiri merupakan penyimpanan yang bisa diakses langsung dari CPU.

    Kegunaannya apa? Ketika sebuah aplikasi program ingin dijalankan, program tersebut harus ada di dalam main memory terlebih dahulu.

    Peran sistem operasi dalam pengaturan ini adalah:

    • mengatur primary memory (contoh: bagian mana yang sedang digunakan, mana yang tidak)
    • mengalokasikan memory ketika diminta oleh proses tertentu
    • memindahkannya kembali ketika proses tersebut sudah tidak membutuhkannya

    2. Processor management

    Tutorialspoint menyebutkan, salah satu fungsi operating system dalam multiprogramming adalah menentukan proses mana yang menggunakan prosesor dan jangka waktunya.

    3. Device management

    OS juga berfungsi untuk mengatur komunikasi perangkat, melalui tiap driver-nya.

    Program yang bertugas untuk melakukan ini secara efektif adalah I/O controller.

    4. File management

    Sistem operasi juga berperan penting dalam pengaturan dokumen, mulai dari detail informasi, lokasi, penggunaan, dan lainnya.

    Pengaturan itu biasanya disebut dengan istilah file system.

    Biasanya, file system dimasukkan ke dalam direktori pencarian agar penggunaannya pun jadi lebih mudah.

    Baca Juga: 7 Skill IT yang Akan Semakin Dibutuhkan di Tahun 2021

    Di luar itu semua, intinya tugas utama operating system adalah memastikan semua data dan resource yang ada di dalamnya teratur, sehingga user dapat menggunakannya dengan mudah.

    Itu dia penjelasan lengkap seputar seluk-beluk sistem operasi yang biasa kamu gunakan setiap hari.

    Ingin memperdalam ilmu untuk bekerja di dunia IT? Kamu bisa membaca beragam artikel di kategori IT di Glints Blog secara gratis, lho.

    Seluruh pembahasannya mudah dicerna

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.2 / 5. Jumlah vote: 10

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait