Contoh OKR: Sebuah Panduan agar Tak Bingung Membuatnya

Tayang 23 Des 2020 - Dibaca 7 mnt
Ditulis oleh : Humaira Aliya

Sebelum menentukan objective dan key results dari sebuah perusahaan, kamu perlu melihat terlebih dahulu contoh OKR beserta turunannya di setiap divisi.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dengan begitu, kamu akan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang harus ditulis.

Tak hanya memberikan contoh saja, Glints sudah menyiapkan juga berbagai macam tips yang bisa diikuti ketika kamu ingin menulis OKR.

Yuk, simak lebih lanjut!

Apa Itu OKR?

contoh OKR

© Freepik.com

Sebelum masuk ke contoh, Glints ingin menjelaskan secara singkat terlebih dahulu mengenai pengertian OKR.

Objectives and key results ini merupakan semacam framework untuk mengatur tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, menentukan strategi, dan menilai performa kerja.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertukar Lagi, Ketahui Perbedaan OKR vs KPI

Menurut Perdoo, objectives dalam OKR memberi tahu apa yang ingin dicapai dan key results adalah turunannya, berupa hasil yang harus dicapai untuk bisa sampai ke objektif yang telah ditentukan di awal.

Dengan framework ini, perusahaan dan pegawainya memiliki gambaran jelas mengenai angka yang harus dicapai dan apa yang harus menjadi prioritas.

Sampai sini sudah paham, kan?

Contoh OKR

Dari contoh OKR di bawah ini, Glints akan menjelaskan secara berurutan, mulai dari OKR perusahaan, turun ke satu divisi, lalu ke divisi lainnya.

Contoh OKR Perusahaan

ObjectiveKey Results
  • meningkatkan pendapatan perusahaan
  • mendapatkan penghasilan sebesar 10 miliar per tahun
  • membuka 3 cabang baru di Indonesia, dengan pendapatan sebesar 2 miliar dalam setahun
  • meningkatkan gross profit margin dari 45% menjadi 60%
  • menurunkan kesalahan produksi dari 30% menjadi 15%

Dari OKR perusahaan, nantinya akan diturunkan ke tiap-tiap divisi yang berkaitan dengan tujuan tersebut. Berikut adalah contohnya, untuk divisi sales.

Baca Juga :  Merasa Sulit Bahagia? Hati-hati Terjebak Hedonic Treadmill!

Contoh OKR Divisi Sales

ObjectiveKey Results
  • meningkatkan revenue menjadi 6 miliar per tahun
  • mendapatkan revenue sebesar 500 juta per bulan
  • meningkatkan jumlah telepon menjadi 5000 per salesperson (per tahun)
  • mengurangi churn rate menjadi kurang dari 5% per bulannya

Contoh selanjutnya adalah dari divisi marketing, masih menjadi turunan dari objektif perusahaan yang ada di awal.

Contoh OKR Divisi Marketing

ObjectiveKey Results
  • optimasi marketing funnel, agar mendapat lebih banyak MQL (marketing qualified lead)
  • meningkatkan sign up rate dari email marketing menjadi 45%
  • optimasi 2 inbound campaign
  • menurunkan unsubscribe rate dari email marketing menjadi 2%

Baca Juga: Apa Perbedaan Sales dan Marketing? Yuk, Simak di Sini!

Sebenarnya, akan ada lagi turunan OKR sampai cakupan yang benar-benar sempit.

Akan tetapi, dari tiap poin yang ada di atas sudah cukup menggambarkan bagaimana cara kerja OKR, yaitu turun dari level perusahaan hingga tiap divisi yang ada.

Tujuannya adalah agar ada keselarasan antara perusahaan dan tiap divisi, apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana cara mencapainya.

Tips Membuat OKR

contoh OKR

© Freepik.com

Dari contoh OKR di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua fokus saat membuatnya, yaitu objective dan key results.

Untuk mencapai objective, dibutuhkan key results yang jelas. Begitupun sebaliknya, key results membutuhkan objective agar cakupannya tak ke mana-mana.

Istilahnya, OKR adalah semacam paket lengkap visi dan misi perusahaan beserta cara mencapainya.

Kalau menurut UpRaise, beberapa hal ini harus dijadikan pertimbangan ketika menuliskan objective dalam OKR: 

  • Objective harus sejalan dengan tujuan dan strategi perusahaan.
  • Apakah objective yang ditentukan benar-benar penting?
  • Sebisa mungkin, pilih objektif yang inspiratif agar anggota semangat untuk mencapainya.
Baca Juga :  9 Cara Menulis Subjek Email yang Menarik dan Banjir Klik

Kalau bicara key results, berikut ini adalah pertimbangannya:

  • Pastikan key results menggunakan konsep SMART (specific, measurable, actionable, relevant, time bound).
  • Key results harus berupa aktivitas/tujuan yang membantu mencapai sebuah objektif.
  • Key results harus berupa indikator yang bisa dihitung.

Pastikan key results bukan hanya aktivitas, melainkan tujuan yang harus dicapai

Baca Juga: 7 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Semoga setelah melihat contoh OKR dan tips menuliskannya, kamu lebih punya gambaran mengenai OKR yang ingin dibuat untuk perusahaanmu, ya.

Kalau hanya ingin membuat proyek saja juga OKR ini tetap cukup efektif untuk digunakan, kok.

Nah, kamu bisa berdiskusi lebih jauh tentang contoh OKR yang baik jika gabung Glints Komunitas. Di sana, ada banyak profesional yang membagikan pengalaman mereka saat membuat OKR.

Dengan begitu, kamu bisa bertanya dan mendapat masukan baru untuk membuat framework tersebut.

Yuk, mulai tanya sekarang!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon