Content Testing: Definisi, Pentingnya, Metode, dan Tools yang Digunakan

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 6 mnt
Ditulis oleh : Alisatul Aini

Content testing adalah sebuah metode untuk mengoptimalkan keseluruhan user experience. Sebagai UX researcher maupun UX designer, kamu wajib memahami istilah yang satu ini.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Apa yang dimaksud dengan content testing?

Lalu, apa saja metodenya dan tools yang bisa digunakan untuk mengadakan tes tersebut?

Langsung saja simak pembahasan lengkap dari Glints berikut ini!

Baca Juga: 9 Prinsip UX Research, Penting untuk Diingat UX Researcher

Definisi Content Testing

Dilansir dari User Testingcontent testing merupakan salah satu bentuk riset user experience yang dilakukan untuk mengukur kualitas dan performa konten.

Melalui tes ini, kamu dapat melihat apakah target audiens mampu menemukan dan memahami konten website maupun aplikasimu dengan mudah.

Proses ini sangat membantu perusahaan mendapatkan jawaban penting terkait kualitas kontennya, seperti:

  • Apakah konten berhasil mengatasi kebutuhan target audiens?
  • Apakah konten mudah untuk dipraktikkan oleh target audiens?
  • Apakah ada aspek tertentu di dalam konten yang sebenarnya mengganggu proses dan menyulitkan target audiens?

Pentingnya Content Testing

Beberapa pentingnya content testing di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi kesalahan

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas, dapat diketahui bahwa tes yang satu ini sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk melihat kesalahan yang selama ini mungkin belum disadari.

Meski tahap perencanaan dan perancangan sudah berjalan lancar, siapa tahu ada kesalahan kecil di tahap eksekusi yang jika dibiarkan akan berakibat fatal.

2. Memahami kebutuhan target audiens

Apa yang dianggap baik dari perspektif perusahaan belum tentu sudah cukup baik bagi audiens.

Content testing merupakan cara terbaik untuk mengukur apakah konten website sudah memenuhi kebutuhan dan keinginan audiens atau belum.

Baca Juga :  Survei Konsumen: Definisi, Jenis, dan Tips-Tips Pentingnya

3. Menciptakan user experience yang lebih baik

Kunci dari user experience yang baik adalah website yang mudah digunakan, dimengerti, dan ditemukan oleh user.

Nah, semua performa tersebut dapat kamu ukur melalui content testing ini.

Baca Juga: 8 Tren Customer Experience 2023: Pentingnya Personalisasi dan Keamanan

Metode Content Testing

seseorang sedang mengetik di laptop

© Freepik.com

Dilansir dari User Testing, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengadakan content testing. Berikut penjelasannya.

1. Usability

Metode content testing yang pertama adalah usability testing.

Usability testing berfungsi untuk mengetahui seberapa mudah audiensmu berinteraksi dengan website.

Dari proses ini, kamu akan mengetahui apakah user sebenarnya mengalami kendala saat mengoperasikan beberapa fitur tertentu.

Ada banyak sekali metode tes dalam usability testing, seperti:

  • moderated and unmoderatedu usability testing
  • remote and in-person testing
  • explorative test, assessment research, and comparative research

2. Readability

Bagaimana jika semua fitur dan petunjuk yang ada sudah mudah digunakan, tetapi sebenarnya kontenmu tidak nyaman untuk dibaca?

Inilah yang dinamakan dengan readability, yaitu kemudahan dan kenyamanan seseorang ketika membaca suatu konten.

Dalam content testing yang satu ini, kamu perlu memastikan apakah kontenmu di website menggunakan kosa kata yang ramah di telinga target audiens.

Selain itu, coba cek penggunaan font, spasi antarparagraf, serta copywriting yang ada dan pastikan apakah user mudah memahaminya atau tidak.

3. Navigability

Pernahkah kamu menjelajahi suatu website, lalu menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari-cari satu tombol atau fitur?

Nah, jangan sampai user-mu mengalami hal itu, ya.

Salah satu cara untuk mengidentifikasi kesulitan navigasi adalah dengan mengadakan tes yang bisa menghasilkan pandangan user terhadap struktur website.

Pastikan mereka mudah menemukan tombol atau informasi yang mereka cari.

Baca Juga :  4 Obat Demam yang Bisa Jadi Pertolongan Pertama

4. Accessibility

Accessibility testing bertujuan untuk menguji apakah website-mu mudah diakses oleh kelompok difabel atau tidak.

Terutama bagi teman-teman tunanetra yang harus menggunakan screen reader untuk membaca dan memindai tulisan yang ada di website.

Perusahaan yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas pasti mendapatkan tempat tersendiri di mata khalayak.

Selain mengecek bagian konten berisi teks, accessibility testing juga mengetes apakah warna atau gambar yang ada di dalam website dapat mudah terbaca, serta apakah konten di website-mu mudah ditemukan atau tidak.

5. Tone of voice

Bagian yang satu ini mungkin sering dianggap tidak terlalu penting. Padahal, memiliki tone of voice yang konsisten sangatlah penting.

Kamu pasti tidak ingin brand-mu dilihat tidak konsisten dalam membangun identitasnya.

Apalagi dilihat meniru identitas brand lain. Oleh karenanya, jangan lupa untuk pastikan bahwa tone of voice di satu konten serupa dengan konten di tempat lain.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan A/B Testing dan Split Test, serta Kapan Menggunakannya

Tools yang Dapat Digunakan untuk Content Testing

Dilansir dari Pros & Content, beberapa tools yang dapat kamu manfaatkan untuk melakukan content testing di antaranya adalah:

1. Yoast

Plugin untuk WordPress yang satu ini ternyata sangat membantu dalam mengoptimalkan user experience, terutama dari sisi optimasi SEO.

Dengan strategi SEO yang dioptimalkan, otomatis hal tersebut juga akan berpengaruh pada aksesibilitas dan readability.

2. Mouseflow

Mouseflow adalah tools yang berfungsi untuk memberi gambaran keseluruhan mengenai interaksi user dengan website.

Mouseflow juga dapat membuat heatmap pada website dan memperbaiki conversion funnels agar proses checkout di website-mu jadi semakin lancar.

3. CrazyEgg

Dengan menggunakan CrazyEgg, kamu dapat melihat di mana sajakah user mengklik sesuatu pada website-mu.

Baca Juga :  10 Tempat Wisata di Pulau Seribu yang Wajib Kamu Kunjungi

Selain itu, CrazyEgg juga dilengkapi dengan fitur yang dapat memudahkanmu untuk melakukan A/B testing.

Sudahkah memutuskan untuk memakai tools yang mana?

Kesimpulannya, content testing adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan dalam serba-serbi UX research demi menciptakan experience yang lebih baik bagi user.

Apakah kamu ingin belajar lebih dalam tentang dunia UX? Yuk, baca lebih banyak artikel di Glints Blog!

Topik-topik di dalamnya cocok bagi semua orang, baik para pemula yang baru mau mengenalkan diri pada bidang UX sampai para profesional yang sudah terjun meniti karier di bidang ini.

Semua artikelnya mudah dimengerti dan dapat kamu akses secara gratis.

Tertarik? Klik link ini sekarang juga untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon