Chief Marketing Officer (CMO): Tugas, Skill, Gaji, & Kualifikasinya

Diperbarui 03 Jan 2024 - Dibaca 18 mnt

Isi Artikel

    Di dalam perusahaan, terdapat berbagai unsur pimpinan. Selain CEO, yang juga menjadi unsur pimpinan dalam perusahaan adalah (chief marketing officer) atau CMO.

    Berbagai tanggung jawab perusahaan yang tersebar dalam berbagai divisi, tentu memerlukan pemimpinnya masing-masing.

    CEO yang merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dibantu oleh unsur pimpinan lain sesuai bidangnya.

    Seperti diketahui, terdapat COO (chief operational officer) yang mengurus berbagai tugas harian dan operasional perusahaan.

    Tak hanya itu, terdapat pula CFO (chief financial officer) yang bertanggungjawab pada urusan keuangan perusahaan.

    Posisi lain yang juga menduduki penting pada perusahaan adalah CMO, yang bertanggung jawab dalam bidang marketing atau pemasaran.

    Kalau kamu penasaran mengenai apa itu CMO dan tugas serta perannya, Glints sudah siapkan penjelasannya untukmu.

    Baca Juga: Bercita-cita Jadi CEO Muda? Persiapkan Dulu Mentalmu

    Pengertian CMO

    Bersumber dari Market Business Review, CMO adalah posisi eksekutif atau pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab dalam urusan marketing atau pemasaran.

    Sebagai salah satu unsur pimpinan, seorang CMO haruslah berkoordinasi dalam menjalankan tugasnya. Hal ini agar berbagai keputusan yang dibuat sesuai dengan visi perusahaan dan tidak tumpang tindih dengan unsur pimpinan lain.

    Banyak sumber lain yang mengatakan CMO serupa dengan marketing director. Meskipun begitu, beberapa sumber lain juga menyatakan tanggung jawab seorang CMO lebih luas dibandingkan marketing director.

    Hal ini karena CMO merupakan unsur pimpinan dari perusahaan. 

    Menurut Forbes sendiri, posisi CMO adalah posisi yang ‘mengerikan’. Hal ini karena CMO tidak hanya berurusan dengan pemasaran, namun juga erat dengan pengembangan bisnis.

    Tak jarang, inovasi-inovasi besar perusahaan justru berasal dari hasil kerja seorang CMO. 

    Tugas dan Wewenang CMO

    Sebagai pimpinan di bidang pemasaran, seorang CMO memiliki tugas dan wewenang yang sangat luas.

    Mengacu daru Talentlyft, terdapat beberapa tugas dan wewenang dari seorang CMO.

    1. Menentukan tujuan dan pencapaian pemasaran

    Sebagai seorang pimpinan perusahaan, seorang CMO bertugas untuk menentukan tujuan dan pencapaian marketing.

    Kemudian, berbagai tujuan dengan tiap-tiap pencapaiannya diimplementasikan dalam bentuk strategi pemasaran.

    Seorang CMO juga bertanggung jawab dalam memutuskan strategi seperti apa yang dilaksanakan dan cocok untuk perusahaan.

    Oleh karena itu, seorang CMO haruslah dapat mengomunikasikan berbagai keputusannya kepada sesama pimpinan perusahaan dan jajarannya agar tujuan pemasaran dapat tercapai. 

    2. Menyesuaikan strategi dengan budget

    Setelah menentukan tujuan dan pencapaian pemasaran dari perusahaan, tugas lain yang diemban oleh seorang CMO adalah mengawasi pelaksanaannya.

    Berbagai strategi yang dilaksanakan tentu saja membutuhkan biaya yang tak sedikit. Oleh karena itu, seorang CMO harus memantau pelaksanaan agar sesuai dengan budget yang diberikan.

    Kinerja pemasaran yang baik dapat dinilai melalui kesesuaian antara budget dengan besarnya hasil yang dicapai.

    Oleh karena itu, jika terjadi permasalahan dalam prosesnya, seorang CMO juga harus mengambil keputusan mengenai pelaksanaan strategi pemasaran tersebut.

    3. Menganalisis strategi perusahaan

    Ketika strategi telah berhasil dijalankan, CMO perlu mengetahui apa yang terjadi pada prosesnya.

    Selain untuk memastikan strategi berjalan sesuai rencana dan budget yang ditetapkan, hal ini juga untuk menentukan strategi ke depannya.

    Dengan memahami kondisi pasar dan bisnis secara menyeluruh, seorang CMO dapat menganalisis ketepatan strategi yang dilaksanakan, juga untuk memperbaiki strategi di masa mendatang. 

    Baca Juga: 9 Ciri-ciri Pemimpin Toxic yang Wajib Kamu Hindari di Kantor

    4. Memahami praktik marketing terbaru

    Dunia pemasaran atau marketing adalah dunia yang dinamis. Perubahan terjadi dengan tidak menentu.

    Sebagai seorang CMO, sudah menjadi kewajiban untuk memahami perubahan tersebut. Hal ini agar strategi yang dijalankan tidak tertinggal dengan perusahaan lainnya.

    Itulah sebabnya, seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa berbagai inovasi sering kali muncul dari seorang CMO.

    Hal ini karena kemampuannya memahami dinamika marketing dan mampu beradaptasi dengan cepat. 

    5. Berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan

    Dengan berbagai strategi yang diterapkan, secara tidak langsung seorang CMO juga berkontribusi untuk pertumbuhan perusahaan.

    Bahkan, seorang CMO juga bisa menjadi penghubung suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Hal ini kerap dilakukan ketika seorang CMO menghadiri konferensi marketing.

    Pada momen tersebut, tugas seorang CMO adalah harus mampu menjalin hubungan dengan pihak lain untuk mengembangkan dan menumbuhkan perusahaan.

    Peran CMO

    © Freepik.com

    Selain beberapa tugas dan wewenang di atas, seorang CMO juga memiliki peran tersendiri bagi perusahaan.

    Bersumber dari Deloitte, terdapat lima peran penting CMO pada perusahaan. 

    1. Pemegang kendali pertumbuhan

    Sebagai seorang CMO, berbagai strategi yang dilakukan haruslah dapat menumbuhkan perusahaan.

    Pertumbuhan tersebut bisa dilihat dari peningkatan jumlah konsumen, atau peningkatan penjualan pada suatu perusahaan.

    2. Katalis inovasi

    Selanjutnya, dengan dinamika marketing yang tak menentu, peran seorang CMO adalah untuk mendorong terjadinya inovasi pada perusahaan.

    Hal ini tak hanya dari segi marketing, namun juga dari segi lain yang berkaitan erat dengan konsumen, salah satunya adalah produk.

    3. Pembangun kapabilitas perusahaan

    Dalam mengembangkan inovasi, diperlukan berbagai instrumen pendukung. Salah satunya adalah kapabilitas perusahaan, seperti teknologi, kualitas SDM, dan sebagainya.

    4. Pemanis brand story

    Agar semakin menarik konsumen, peran seorang CMO adalah tak hanya sebagai pembuat brand story, melainkan juga mempertebalnya dengan berbagai instrumen marketing yang dijalankan.

    5. Memenangkan konsumen

    Tujuan akhir dari bisnis adalah memenangkan konsumen. Salah satu peran dari seorang CMO adalah agar perusahaan dapat memuaskan konsumen berdasarkan data dan menggunakan strategi bisnis yang terukur. 

    Skill yang Harus Dimiliki Seorang CMO

    Untuk menjadi seorang CMO yang sukses dan bisa menjalankan tugasnya dengan baik, ada beberapa kemampuan yang sebaiknya dimiliki.

    Kata Fractional CMO, ini dia beberapa skills yang wajib dimiliki oleh seorang Chief Marketing Officer:

    1. Kepemimpinan

    Kepemimpinan adalah skill yang jelas wajib dimiliki oleh seorang CMO. Pasalnya, jabatan ini merupakan jabatan tertinggi departemen marketing di suatu perusahaan.

    Dengan kemampuan memimpin yang baik, seorang CMO bisa memotivasi tim dan memastikan semua tugas dijalankan sebagaimana harusnya.

    Memimpin dengan contoh adalah cara terbaik untuk kadi seorang pemimpin.

    2. Analisis data

    Seorang pemimpin tertinggi marketing wajib memiliki kemampuan untuk menganalisis data. 

    Sebab, memahami sebuah data akan memberikan informasi apakah marketing campaign yang dilakukan sukses atau tidak. Ini tentu berguna untuk pengambilan keputusan.

    3. Perencanaan strategis

    Tak cukup untuk dapat memahami data. Seorang CMO harus mampu mengubah data-data yang dianalisis menjadi sebuah rencana jangka pendek dan jangka panjang.

    Chief marketing officer harus dapat menentukan strategi yang tepat untuk bisnis agar KPI dan target perusahaan dapat tercapai.

    4. Komunikasi

    Sebagai seorang leader, kemampuan berkomunikasi yang dimiliki tentulah dituntut lebih tinggi. Skill jadi penting karena seorang pemimpin harus dapat mengomunikasikan strategi, visi, dan misi departemennya dengan jelas ke setiap anggota.

    Kemampuan komunikasi ini meliputi komunikasi verbal, nonverbal, tertulis, active listening, dan komunikasi bisnis.

    Menurut Indeed, sklls ini jadi salah satu hal utama yang dinilai saat hendak menunjuk seorang CMO.

    Baca Juga: 12 Ciri-Ciri Pemimpin yang Baik, Apakah Kamu Memilikinya?

    5. Manajemen waktu

    Sebagai seorang CMO, ada beragam tugas penting yang perlu diselesaikan, bahkan dalam waktu yang mungkin bersamaan.

    CMO kerap kali harus menyusun strategi untuk bisnis, memonitor pengerjaannya, menghadiri rapat atau seminar, menjalani sesi wawancara karyawan baru, hingga memberikan solusi.

    Memahami skala prioritas adalah cara paling baik untuk seorang CMO bisa mengatur waktunya dengan efektif.

    6. Digital marketing

    Salah satu hard skill yang sebaiknya dimiliki oleh CMO adalah digital marketing. 

    Digital marketing meliputi SEO, SEM, social media marketing, customer relationship management, email marketing, dan influencer marketing

    Memahami digital marketing dapat sangat membantu CMO dalam membuat strategi promosi yang kekinian. 

    7. Kolaborasi

    Seorang CMO yang baik juga harus mampu berkolaborasi dan bekerja di dalam tim. Pasalnya, sebagai posisi puncak, mereka akan berhubungan dengan banyak departemen lain. Tidak cuma internal perusahaan, mereka juga akan banyak berinteraksi dengan pimpinan perusahaan lain.

    Saat seorang CMO bisa menjalin kerja sama yang baik dengan anggota tim atau stakeholders terkait bisa membantu mencapai tujuan perusahaan.

    8. Berpikir kreatif

    Berpikir kreatif juga jadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang CMO. Sebab, dari sini akan lahir ide-ide untuk terkait strategi promosi bagi perusahaan.

    Kemampuan berpikir kreatif ini penting karena akan jadi pembeda perusahaan di tengah pasar yang besar. Jadi, lebih mudah menarik perhatian customer.

    Gaji Seorang CMO

    seorang wanita sedang menagih kenaikan gaji yang telah dijanjikan oleh atasannya

    © Pexels.com

    Gaji seorang CMO berbeda-beda, tergantung dari jenis perusahaan, industri, daerah, serta tunjangan yang mungkin diterima.

    Kata perusahaan konsultan rekrutmen internasional, Robert Walters, seperti dikutip dari Katadata, rata-rata gaji seorang CMO di Indonesia tahun 2023 adalah antara Rp125.000.000-130.000.000 setiap bulannya.

    Cara Menjadi Seorang CMO

    Sebagai orang yang punya posisi kunci di bidang pemasaran, tentu saja tidak bisa sembarang orang mampu menempati posisi ini. Perusahaan juga pasti akan memilih orang dengan latar belakang yang tepat untuk menempatinya.

    Kalau kamu bercita-cita menjadi seorang CMO suatu saat nanti, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dan persiapkan bahkan sejak sebelum kamu masuk dunia kerja, seperti:

    1. Pendidikan yang sesuai di bidang marketing

    Untuk menjadi seorang CMO, tentu kamu perlu menempuh pendidikan tinggi terlebih dulu, minimal sarjana (S1). Tidak harus pemasaran, yang penting jurusan yang kamu pilih punya prospek karier di bidang marketing.

    Indeed bahkan bilang, kamu tetap bisa berkarier di bidang marketing sekalipun jurusan kuliah yang kamu ambil tidak berhubungan.

    Beberapa jurusan kuliah yang bisa kamu pertimbangkan jika ingin berkarier di marketing, antara lain advertising, komunikasi, public relation, atau ekonomi.

    2. Punya pengalaman kerja di bidang marketing

    Untuk menempati posisi CMO, tentu kamu harus sudah memiliki banyak pengalaman menangani bidang pemasaran. 

    Umumnya, butuh 10 tahun bergelut di bidang marketing sebelum kamu dapat menempati posisi CMO. Tapi, tenang saja. Ini bukan angka pasti, kok. Mungkin saja kamu mencapainya lebih cepat jika memang kinerjamu luar biasa.

    Pengalaman ini tidak harus kamu dapatkan dari satu perusahaan saja. Bisa berpindah-pindah, tapi tunjukkan bahwa di kepindahanmu itu kamu terus berkembang di posisi yang lebih tinggi.

    3. Pertimbangkan untuk kuliah S2

    Banyak CMO memilih untuk mengambil gelar pascasarjana setelah bekerja di bidang marketing. Salah satu tujuannya tentu untuk menambah ilmu yang lebih matang. 

    Quantic School of Business and Technology menyarankan untuk mengambil gelar MBA atau bisnis untuk menambah skills yang memang sesuai. Ini bisa jadi cara yang tepat juga jika gelar S1 yang kamu miliki tidak berhubungan dengan pemasaran.

    Selain itu, memiliki gelar S2 tentu akan memberikan nilai tambah untuk CV kamu. .

    4. Perluas koneksi

    Koneksi memang jadi salah satu cara terbaik jika kamu mengincar posisi C-level seperti CMO. Sebab sering kali, peluang menjadi CMO datang dari orang-orang yang kamu kenal yang berada di industri serupa.

    Walau bukan satu-satunya cara, memiliki koneksi yang luas bisa mempercepat ataupun memperbesar peluangmu menjadi seorang CMO.

    Selain dari industri tempat kamu bekerja, membangun koneksi selagi melanjutkan kuliah juga cara yang tepat untuk memperluas koneksi yang dimiliki.

    5. Lamar pekerjaan dengan posisi lebih tinggi

    Seperti yang tadi sudah disinggung sedikit, bukan hanya pengalaman kerja, tapi kamu juga perlu membuktikan diri di posisi yang lebih tinggi dari posisimu saat ini.

    Kenaikan jabatan di resume yang kamu miliki ini jadi tanda bahwa kamu memang berkembang dan siap untuk posisi dan tanggung jawab yang lebih besar.

    Saat kamu sudah berada di posisi manajerial, peluang kamu untuk melamar dan diterima di posisi CMO jadi lebih besar. Setidaknya, untuk menjadi seorang CMO kamu butuh pengalaman sekitar 2-3 tahun di posisi manajerial.

    Perbedaan CMO, CFO, CEO, dan CTO

    Di awal tadi, kita sempat menyinggung sedikit bedanya CMO dengan berbagai C-level lainnya.

    C-level yang hampir pasti diketahui semua orang adalah CEO (chief executive officer). Ini adalah posisi puncak dalam suatu perusahaan. 

    Dalam menjalani tugasnya, ia akan dibantu dengan jajaran pimpinan lainnya, seperti COO, CFO, CMO, dan CTO. Dengan kata lain, CFO, CMO, dan CTO adalah posisi yang bertugas membantu CEO dalam bidangnya masing-masing.

    COO, atau chief operating officer, adalah orang yang mengatur operasional perusahaan. Mereka kadang dikenal dengan sebutan direktur operasional. Biasanya, seorang COO akan melapor langsung ke CEO.

    Bisa dibilang, COO adalah orang kedua setelah CEO dalam kepemimpinan suatu perusahaan.

    Sementara, CFO (chief financial officer) adalah orang yang bertugas memimpin divisi keuangan. Ia bertanggung jawab atas seluruh aktivitas keuangan perusahaan. Seorang CFO juga harus memastikan kondisi finansial perusahaan dalam keadaan sehat.

    CMO (chief marketing officer) adalah pemimpin tertinggi bagian pemasaran. Mereka biasanya bertanggung jawab dalam urusan marketing dan periklanan. Seorang CMO juga bisa bertanggung jawab terhadap pengembangan bisnis.

    Terakhir ada CTO. Chief technology officer atau CTO adalah orang yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan teknologi suatu perusahaan, termasuk riset dan pengembangan. Seorang CTO biasanya memimpin departemen engineering.

    Tugas seorang CTO adalah mengembangkan kebijakan dan prosedur dengan menggunakan teknologi agar menghasilkan produk dan jasa terbaik untuk konsumen.

    Baca Juga: 6 Indikator untuk Menilai Seberapa Baik Kepemimpinan Kamu

    Itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai seorang chief marketing officer.

    Kalau kamu berniat jadi seorang CMO, tentu kamu harus mulai belajar lebih banyak soal marketing dan meningkatkan skills kamu. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan membaca berbagai artikel soal marketing terbaik yang sudah Glints siapkan. Tunggu apa lagi? Ayo, kunjungi sekarang.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.9 / 5. Jumlah vote: 9

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait