Berencana Merintis Bisnis? Hitung Burn Rate agar Keuangan Teratur
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia
Memulai bisnis bukanlah hal yang mudah karena ada banyak analisis dan perhitungan yang perlu dilakukan agar tidak rugi, salah satunya adalah burn rate.
Burn rate sangatlah penting agar tahu berapa waktu yang kamu miliki untuk mengelola dana investor agar memperoleh keuntungan sebelum usahamu bangkrut, lho.
Nah, karena sangat krusial, yuk, ketahui lebih lanjut tentang burn rate termasuk cara menghitungnya di artikel Glints berikut ini!
Baca Juga: Memahami Budgeting dan Peran Pentingnya dalam Keberlangsungan Bisnis
Isi Artikel
Apa Itu Burn Rate?
© Rawpixel.com
Burn rate adalah perhitungan yang dilakukan untuk memperkirakan biaya dari uang venture capital yang dikeluarkan sebuah perusahaan baru untuk overhead sebelum mendapatkan cash flow positif dari operasionalnya.
Jadi, secara singkat, burn rate merupakan cara mengukur cash flow negatif sebuah perusahaan yang baru didirikan.
Biasanya, perhitungan burn rate menampilkan berapa jumlah uang yang dikeluarkan dalam sebulan oleh sebuah perusahaan.
Jika setelah dihitung ternyata perusahaan mengeluarkan uang satu juta rupiah untuk biaya overhead, burn rate-nya pun satu juta rupiah.
Ada dua jenis burn rate, yaitu net burn dan gross burn.
Keduanya dihitung dengan cara yang berbeda.
Pentingnya Mengetahui Burn Rate
© Rawpixel.com
Burn rate banyak digunakan dan dihitung oleh perusahaan startup.
Tentunya, investor juga dapat memanfaatkan perhitungan ini untuk mengetahui kelayakan suatu bisnis.
Dengan mengetahui burn rate perusahaan, pemilik dan investor bisa menghitung runway-nya, yaitu waktu yang dimiliki sebuah perusahaan sebelum kehabisan uang.
Menurut Investopedia, dalam jangka waktu tersebut bisnis harus bisa menghasilkan untung agar tidak bangkrut.
Dilansir dari Corporate Finance Institute, wajar jika perusahaan rintisan mengalami kesulitan mendapatkan keuntungan pada beberapa bulan pertama bisnis dijalankan.
Sebab, biasanya fokus bisnis adalah mengembangkan basis konsumen dan memperbaiki kualitas produk.
Oleh karena itu, burn rate adalah perhitungan yang dibutuhkan agar investor atau venture capitalist bisa memberikan pendanaan dengan jumlah yang sesuai dengan burn rate dan runway-nya.
Baca Juga: Pelajari 4 Kesalahan Umum Startup Ini agar Bisnis Tetap Terjaga
Cara Menghitung Burn Rate
© Rawpixel.com
1. Gross burn rate
Gross burn rate adalah perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui pengeluaran perusahaan untuk biaya operasi.
Untuk perhitungan ini, kita perlu mempertimbangkan seluruh pengeluaran untuk operasi seperti sewa, gaji, dan biaya-biaya lainnya setiap bulan.
Rumusnya adalah sebagai berikut:
- Gross burn rate = uang yang dimiliki perusahaan / biaya operasi per bulan
2. Net burn rate
Net burn rate adalah perhitungan yang menunjukkan seberapa cepat sebuah perusahaan menghabiskan uang.
Sama dengan gross burn rate, net burn rate juga dihitung per bulan.
Dengan menghitung net burn rate, kita bisa mengetahui berapa banyak uang yang dibutuhkan perusahaan untuk melanjutkan operasi untuk jangka waktu tertentu.
- Net burn rate = uang yang dimiliki perusahaan / kerugian operasi per bulan
Menurunkan Burn Rate
© Rawpixel.com
1. Layoff dan penurunan gaji atau kompensasi
Jika burn rate perusahaanmu tinggi, salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah mengurangi jumlah pekerja atau besar kompensasi yang diberikan.
Biasanya, taktik ini dilakukan oleh startup yang berusaha menyusun strategi yang lebih efisien atau berusaha membuat kesepakatan dengan seorang investor yang menyarankan hal tersebut.
Meskipun hal ini sulit dilakukan, strategi ini dapat secara signifikan menurunkan burn rate perusahaan.
2. Pengembangan bisnis
Untuk menurunkan burn rate, tentu bisnis perlu mendapatkan lebih banyak keuntungan.
Nah, salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi burn rate perusahaan adalah dengan melaksanakan proyek atau upaya-upaya pengembangan bisnis yang bisa meningkatkan perekonomian bisnis.
Dengan melakukan ini, biaya tetap seperti overhead dan R&D bisa ditutup.
3. Marketing
Untuk menumbuhkan sebuah bisnis dan mengurangi burn rate, marketing adalah suatu aspek yang tidak boleh dilupakan.
Bisnis mana pun, baik kecil maupun besar, pasti akan menghabiskan banyak biaya untuk marketing agar produk maupun jasanya bisa sampai ke konsumen.
Namun, permasalahan yang sering dialami startup atau bisnis rintisan adalah dana untuk melakukan hal ini.
Meski demikian, ada alternatif-alternatif strategi marketing yang tidak mahal namun tetap efektif.
Jadi, marketing tetap menjadi hal yang wajib meski minim modal.
Baca Juga: Penting dalam Dunia Bisnis, Ketahui Karier Financial Analyst
Demikianlah yang Glints bisa jelaskan mengenai burn rate perusahaan.
Perhitungan sederhana ini sangat penting dalam masa-masa awal perjalanan sebuah bisnis.
Jadi, pastikan kamu tahu burn rate bisnismu, ya.
Untuk tips-tips lainnya dalam dunia bisnis, startup, dan lain-lain, Glints masih punya banyak artikel yang bisa jadi sumber belajar untukmu, lho.
Agar tidak ketinggalan dan selalu update dengan artikel terbaru, yuk, langganan newsletter blog Glints.
Dengan begitu, Glints akan mengirimkanmu artikel-artikel terkini ke inbox emailmu secara langsung dan gratis.
Jangan lupa buat akun di sini dulu, ya!
