7 Tren Influencer Marketing 2023 yang Tak Boleh Marketer Abaikan

Tayang 02 Des 2022 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Tren influencer marketing di tahun 2023 mendatang menyajikan beberapa hal yang mungkin luput dari perhatian digital marketer selama ini.

    Influencer marketing seharusnya lebih dari sekadar hubungan transaksional yang berakhir di satu waktu saja.

    Bila strateginya disiapkan dengan matang, output serta outcome yang akan dihasilkan juga akan sesuai harapan atau justru akan melebihinya.

    Penasaran seperti apa tren yang dimaksud? Simak pembahasan Glints berikut ini!

    Baca Juga: Menyusun Strategi Social Media Marketing yang Tepat dan Efektif

    1. Kombinasi dengan paid ads

    Tren influencer marketing 2023 yang pertama adalah mengombinasikan kekuatan influencer dengan paid ads di media sosial.

    Dilansir dari Social Media Marketing, penggunaan paid ads bisa meraih ROI hingga 200%, lho. Tak heran jika banyak brand yang mengandalkan pemasarannya melalui taktik iklan ini.

    Ketika dipadukan dengan influencer marketing, hasilnya berpotensi akan jauh lebih baik.

    Namun, hal ini bukan berarti bahwa kamu bisa sembarang menggunakan aset konten influencer lalu memanfaatkannya untuk materi paid ads.

    Pastikan untuk membuat kesepakatan yang tidak merugikan satu sama lain.

    2. Micro influencer

    Selebgram, selebtwit, hingga selebtok mungkin memang memiliki pengaruh besar untuk memengaruhi keputusan pembelian seseorang.

    Akan tetapi, kini micro influencer juga mulai dipertimbangkan oleh banyak brand karena cukup menunjang kampanye marketing mereka.

    Audiens memiliki koneksi yang lebih erat dengan micro influencer dibandingkan dengan selebriti.

    Banyak dari audiens yang akhirnya mengandalkan mereka untuk mendapatkan masukan, rekomendasi dan review yang benar-benar jujur dan personal.

    3. Live dan stories

    Salah satu tren influencer marketing 2023 mendatang diprediksi akan berfokus pada fitur stories dan live.

    Beberapa tahun ke belakang, tren influencer marketing sepertinya didominasi oleh output berupa postingan feed saja.

    Lama kelamaan, konten endorsement atau kampanye dalam bentuk stories dan live dinilai lebih efektif memberi hasil yang diharapkan.

    Pada konten story, pesan yang disampaikan sangat padat hanya dalam 15-30 detik sehingga audiens tidak perlu susah-susah mencernanya.

    Sementara, untuk strategi live, influencer bisa berinteraksi dengan audiens lebih lama sehingga engagement yang terbentuk pun akan lebih baik.

    Baca Juga: 7 Tips agar Sesi Live Stream-mu di TikTok Bisa Maksimal

    4. Risiko cancel culture

    Apakah kamu pernah menemui influencer yang tersandung kasus, lalu brand yang pernah dipromosikan akhirnya jadi ikut terkena stigma negatif dari orang-orang?

    Hal tersebut dikarenakan beberapa kelompok audiens terutama Gen Z sangat peduli pada isu sosial, lingkungan, dan permasalahan lainnya di sekitar yang patut diperhatikan.

    Influencer maupun brand yang dianggap bermasalah kemungkinan besar akan mengalami ancaman cancel culture atau boikot dari mereka.

    Dilansir dari Cure Media, hal ini menjadi pengingat untuk influencer agar mampu mengembangkan dan mempertahankan strategi PR yang positif.

    Di sisi lain, brand juga harus ekstra hati-hati dalam menilai track record, kompas moral, dan karakteristik influencer yang akan diajak kerja sama.

    5. Influencer generated content

    Tren influencer marketing 2023 selanjutnya adalah penggunaan strategi IGC. Apa itu IGC?

    Influencer Generated Content (IGC) merupakan konten autentik yang dibuat oleh influencer untuk mendukung sebuah brand. Konten ini tidak harus selalu berupa paid endorsement/promotion.

    Jadi, jenis konten ini memungkinkan influencer untuk sukarela mempromosikan brand tanpa diminta.

    Tentunya, orang-orang akan menyukai konten yang lebih natural seperti ini karena isi kontennya pasti terasa seperti omongan yang keluar dari ‘orang biasa’ dibandingkan dengan kata-kata buzzer.

    Agar dapat menjalani strategi ini, diperlukan proses yang tidak sebentar.

    6. Hubungan jangka panjang dengan influencer

    Poin ini merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya. Hubungan baik pasti kelak akan berbuah hal yang baik pula.

    Influencer yang dengan sukarela mempromosikan kembali sebuah brand meski kerja samanya telah berakir kemungkinan memiliki hubungan baik dengan brand tersebut.

    Meskipun memang faktor utamanya adalah kualitas produknya, long term partnership ini juga sangat berperan dalam mewujudkan hubungan yang semakin erat.

    Namun, perlu diingat bahwa sebagai marketer sebaiknya kamu tidak mengharapkan semua influencer untuk melakukannya apalagi sampai memaksa.

    Buatlah mereka menemukan alasannya sendiri sehingga terbentuk koneksi yang lebih erat dengan produk dan brand kamu.

    7. Niche yang semakin spesifik

    Tren influencer marketing 2023 yang terakhir adalah penerapan strategi untuk menemukan influencer dengan niche yang lebih spesifik.

    Di tengah persaingan yang sangat ketat ini, marketer perlu memikirkan bagaimana caranya agar bisa unggul serta menjangkau target pasar dengan lebih efektif dan efisien.

    Nah, salah satu solusinya adalah dengan mengerucutkan kembali niche produkmu ke kategori yang lebih spesifik lalu jalin kerja sama dengan influencer yang sesuai.

    Contohnya apabila kamu memiliki brand makanan vegan yang basisnya hanya di Bali, alangkah baiknya jika kamu dapat bekerja sama dengan influencer dengan profil serupa.

    Jadi, jangan hanya mencari influencer dengan niche kuliner dan makanan sehat, tetapi juga spesifik makanan sehat khusus vegan yang bisa ditemukan di Bali.

    Baca Juga: 8 Jenis Konten Tiktok yang Lagi Populer untuk Brand

    Demikian 7 tren influencer marketing 2023 yang diharapkan bisa menambah mengoptimalkan strategimu di tahun depan.

    Mau tahu lebih banyak insight tentang tren di tahun depan? Glints sudah siapkan kumpulan artikel terkait yang tak boleh kamu lewatkan!

    Mulai dari tren dunia kerja, rekrutmen, hingga tren customer experience. Pembahasan di dalamnya bisa bantu kamu untuk mempersiapkan strateginya dari sekarang.

    Yuk, temukan kumpulan artikelnya di sini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 2

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait