Toxic: Artinya, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

Diperbarui 21 Mei 2024 - Dibaca 15 mnt
Ditulis oleh : Vivianisa

Toxic adalah salah satu istilah yang biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang atau situasi yang kurang baik. 

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

“Hati-hati, dia orangnya toxic” atau “ternyata lingkungan kerja aku saat ini sangat toxic, jadi mau resign.”

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini.

Namun, apa sebenarnya arti dari toxic serta ciri-cirinya?

Yuk, temukan ragam informasinya melalui paparan di bawah ini!

Baca Juga: 7 Tanda Kamu Bekerja Terlalu Keras, Waspada Burnout!

Apa Itu Toxic?

Secara umum, istilah “toxic” digunakan untuk mendeskripsikan hal-hal lain yang berbahaya atau merusak. Jika diterjemahkan, arti dari toxic adalah beracun. 

Namun, istilah ini juga dapat diartikan dengan makna yang berbeda. 

Mengutip Kamus Cambridge, toxic adalah sesuatu menyebabkan banyak kerugian dan ketidakbahagiaan dalam jangka waktu yang lama.

Istilah ini bisa digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang, hubungan relasi serta situasi tertentu.

Menyadur Psych Central, dalam perilaku manusia, “toxic” menggambarkan seseorang yang menimbulkan penderitaan pada orang lain melalui kata-kata dan tindakan negatif. 

Toxic dalam sebuah hubungan juga menjadi salah satu kondisi yang kerap diperbincangkan. 

Toxic relationship adalah hubungan yang membuatmu merasa tidak didukung, tidak dipahami, direndahkan, atau diserang, menurut Very Well Mind.

Istilah toxic juga biasanya digunakan untuk menggambarkan situasi maupun lingkungan tertentu, seperti lingkungan pekerjaan, pertemanan, dan lainnya.

Dalam berbagai situasi, “toxic” merujuk pada sesuatu yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan emosional kita, hingga menyebabkan kelelahan dan stres yang berlebih.

Ciri-Ciri Situasi Toxic

Agar bisa kamu hindari, perilaku toxic sendiri dapat diketahui berdasarkan ciri-cirinya yaitu:

1. Ciri orang toxic

Jika kamu merasa terus-menerus dibuat bingung dengan perilaku seseorang atau kamu merasa mudah marah, atau penuh dengan kecemasan saat menghadapi orang tersebut, tandanya kamu sedang menghadapi seseorang yang toxic.

Dirangkum dari WebMD, ciri-ciri dari seseorang memiliki sifat toxic adalah:

  1. tidak konsisten
  2. selalu membutuhkan perhatian lebih
  3. selalu ada drama
  4. tidak menghargai batasanmu
  5. manipulatif

2. Ciri hubungan toxic

Situasi yang toxic juga kerap ditemukan dalam sebuah hubungan dengan kekasih.

Jika kamu merasa dalam hubungan yang membuatmu merasa lebih buruk, dan tidak lebih baik, bisa jadi hubungan tersebut termasuk toxic.

Baca Juga :  Sama-sama Memperkuat UX, Apa Beda User Flow dan User Journey?

Dalam konteks relationship, toxic sendiri berarti hubungan yang dapat mengganggu well-being dan membuatmu merasa terancam.

Salah satu contohnya jika kamu memiliki pasangan yang banyak melarang kamu untuk melakukan aktivitas harian.

Tidak hanya contoh di atas, dikutip dari Very Well Mind, ciri-ciri lainnya dari relationship yang toxic yaitu:

  1. merasa tidak dihargai
  2. merasa harga diri menurun
  3. merasa tidak didukung dan disalahpahami
  4. selalu disalahkan
  5. sulit menjadi diri sendiri
  6. selalu dikontrol oleh pasangan

Hubungan yang toxic dapat mengganggu kepercayaan diri serta dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mental.

Jika kamu merasa mengalami beberapa gejala di atas, kamu bisa membuat janji temu dengan psikolog untuk mendapatkan bantuan. 

3. Ciri lingkungan kerja toxic

Kondisi toxic di tempat kerja juga memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali untuk diwaspadai.

Sebab, lingkungan kerja yang toxic sering kali menyebabkan tingkat stres yang tinggi.

Contohnya, jika manajemen tidak memberikan dukungan terhadap kebutuhan dan kontribusi karyawan.

Disadur dari The Muse, tanda-tanda lainnya dari lingkungan kerja yang toxic yaitu:

  1. tidak ada batasan
  2. tidak ada kepercayaan dalam tim
  3. tekanan kerja yang berlebihan
  4. manajemen yang tidak mendukung
  5. merasa kehilangan motivasi

Kamu juga bisa ketahui tanda-tanda budaya kerja toxic lainnya melalui artikel berikut ini.

4. Ciri diri sendiri toxic

Sifat toxic ini juga tidak menutup kemungkinan bisa dimiliki oleh kita sendiri. 

Perilaku toxic pada diri sendiri ini dapat berdampak buruk pada diri kita serta orang lain.

Namun, dengan mengetahui tanda-tanda perilaku yang merugikan dapat membantu kamu mengenali apakah kamu memiliki sifat toxic atau tidak.

Mengutip Psych Central, beberapa sifat toxic yang bisa kamu perhatikan yaitu:

  1. menghindari diskusi
  2. tidak bertanggung jawab
  3. menolak meminta maaf
  4. memanipulasi orang lain
  5. tidak menghargai batasan
  6. tidak konsisten
  7. tidak suka menerima masukan

Jangan hanya mengandalkan tanda-tanda di atas, sebaiknya kamu membuat janji dengan psikolog untuk melakukan penilaian lebih lanjut mengenai hal ini. 

Baca Juga: Setop Lembur! Intip 6 Tips Bekerja dengan Lebih Efektif dan Efisien

Cara Menghadapi Situasi Toxic

Situasi toxic merupakan salah satu situasi yang tidak bisa dihindari, namun bisa ditangani. 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar kamu tidak terdampak dari situasi yang merugikan ini.

Baca Juga :  Jadi Lebih Baik dalam Public Speaking, Hindari 5 Kesalahan Ini

Dirangkum dari Indeed dan Healthline, beberapa cara menangani situasi toxic adalah:

1. Temukan support system

Jika kamu berada di lingkungan bekerja yang toxic ataupun lingkungan pertemanan dan lainnya, miliki support system dari lingkungan sekitar.

Dengan adanya support system, kamu akan memiliki teman yang dapat memberikan dukungan positif dan perspektif yang berbeda, apa pun situasinya. 

Berceritalah dengan teman, keluarga, atau rekan kerja yang dapat dipercaya. 

2. Berani katakan tidak

Kamu merasa kesulitan untuk mengatakan kata “tidak” atau menolak ajakan seseorang?

Jangan khawatir, kamu tidak sendiri. Kondisi ini banyak dirasakan oleh orang-orang.

Walaupun sulit, keberanian untuk mengatakan “tidak” ini penting untuk kamu miliki dalam menghadapi situasi toxic.

Dengan ini, kamu dapat menetapkan boundaries serta tidak ragu untuk menolak situasi atau permintaan yang dapat merugikanmu.

3. Prioritaskan dirimu sendiri

Menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan dirimu adalah prioritas yang paling utama.

Dikutip dari Healthline, sebuah hubungan yang sehat melibatkan proses memberi dan menerima.

Jika kamu berada dalam situasi yang terus menerus memberikan bantuan, waktu, serta perhatian tanpa timbal balik yang serupa, pertimbangkan untuk memikirkan ulang situasi ini.

Dengan ini kamu dapat melindungi dirimu dari dampak negatif yang bisa timbul dari situasi toxic.

Jangan sampai situasi toxic ini mengganggu kesehatan mentalmu serta produktivitas harian.

4. Dapatkan bantuan profesional

Jika situasi yang kamu hadapi melibatkan hubungan interpersonal yang sulit atau kondisi yang merugikan di tempat kerja, mencari bantuan dari psikolog dapat membantumu.

Psikolog dapat membantumu mengatasi situasi sulit seperti toxic dan dapat menawarkan dukungan penuh secara emosional dan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

5. Tinggalkan situasi toxic

Terutama dalam lingkungan bekerja, jika kondisi toksik ini sangat mengganggu kesehatanmu secara mental dan fisik, kamu memiliki opsi untuk meninggalkan situasi ini dengan mengajukan resign.

Dengan ini kamu dapat keluar dari situasi yang kurang baik dan hidup dengan lebih sehat dan bahagia.

Namun, sebelumnya pastikan kamu telah memiliki kesempatan lain dan memikirkan keputusan ini secara matang.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Self Care di Kantor yang Bisa Diterapkan

Cara Menghilangkan Perilaku Toxic

Pada dasarnya tiap orang memiliki kecenderungan untuk berperilaku toxic.

Mengakui bahwa masalahnya terletak pada diri sendiri mungkin tak mudah dilakukan, tetapi dapat menjadi langkah pertama untuk menyelesaikannya.

Baca Juga :  Kredit Macet: Apa Itu, Dampak, Tips Menghindari, Cara Mengatasi

Dengan ini, kamu dapat tumbuh sebagai pribadi yang lebih baik dan dewasa.

Nah, di bawah ini adalah langkah-langkah yang dapat kamu coba untuk menghilangkan perilaku toxic.

1. Bangun kesadaran diri

Banyak orang dengan kecenderungan toxic tidak menyadari perilaku mereka.

Mereka menganggap apa yang wajar bagi mereka juga wajar bagi orang lain, padahal tidak selalu demikian.

Persepsi setiap orang terhadap apa yang menyakitkan bisa berbeda.

Membangun kesadaran diri dan kepekaan terhadap orang lain penting untuk menjaga hubungan yang baik dan menghindari perilaku ini.

2. Tingkatkan wawasan

Tambahlah pengetahuan mengenai perilaku toxic agar kamu dapat mengenali sifat negatif, dampak, dan cara mengubahnya.

Kamu dapat mempelajarinya melalui kegiatan di bawah ini:

  • membaca buku
  • menonton film
  • mengikuti webinar
  • berkonsultasi dengan psikolog jika perlu

3. Bertanggungjawab

Jika seseorang menegur dan mengatakan bahwa perilaku dan perbuatanmu menyakiti mereka, ambillah waktu untuk introspeksi diri dan akui kesalah tersebut.

Bertangungjawablah atas bagaimana perilaku tersebut berdampak pada mereka dan terima konsekuensinya.

4. Bangun komunikasi yang sehat

Pelajari cara berkomunikasi yang efektif dan sehat.

Hindari perilaku manipulatif, menghina, atau mengendalikan. Dengarkan dengan empati, hormati pendapat orang lain, dan jujurlah.

5. Batasi atau hindari hubungan yang merugikan

Jika terjebak dalam hubungan toxic, batasi interaksi atau hindari orang tersebut.

Penting untuk hidup dalam lingkungan yang sehat dan mendukung demi kesehatan mental diri sendiri.

6. Ubah pola pikir

Ubah pola pikir negatif menjadi positif dan konstruktif atau membangun.

Akui dan hargai tiap usaha dan kebaikan dalam diri sendiri maupun yang datang dari orang lain. Fokuslah pada solusi, bukan masalah.

7. Minta dukungan dan bantuan

Cari dukungan dari teman, keluarga, atau psikolog.

Mereka mungkin dapat membantu memahami akar penyebab perilaku toxic yang ada dalam diri kita dan memberikan strategi yang tepat untuk berubah.

Nah, itu dia serba-serbi dari istilah toxic yang perlu kamu ketahui.

Tidak hanya contoh-contoh di atas, toxic sendiri juga memiliki kaitannya dengan produktivitas kerja harian, lho.

Sebab, menjadi produktif secara berlebihan dapat memicu timbulnya toxic productivity.

Ingin tahu serba-serbi dari toxic productivity? Temukan ragam informasinya di sini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon