11 Contoh Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan
Ditulis oleh : Vivianisa
Jika perusahaan memintamu menulis daftar riwayat hidup secara manual, kamu bisa menjadikan contoh-contoh di artikel ini sebagai inspirasi.
Dokumen lamaran kerja yang satu ini bisa kamu buat secara rinci dan menarik untuk memperbesar peluangmu menuju tahap wawancara.
Ingin tahu kiat-kiat dalam menyusun daftar riwayat hidup tulis tangan beserta contohnya? Simak paparan berikut ini!
Isi Artikel
Apa Itu Daftar Riwayat Hidup?
Daftar riwayat hidup adalah dokumen penting yang kamu butuhkan untuk melamar pekerjaan. Banyak orang juga mengenalnya sebagai CV.
Selain surat lamaran kerja tulis tangan, rekruter kadang meminta pelamar menulis daftar riwayat hidup secara manual, bukan dalam bentuk ketikan.
Bagi para pencari kerja, daftar riwayat hidup ini bisa menggambarkan bagaimana latar belakang pelamar dari berbagai hal.
Contohnya seperti data diri, pendidikan, pengalaman serta skills yang dimiliki oleh pelamar.
Maka dari itu, lewat daftar riwayat hidup atau CV ini kamu bisa meyakinkan HRD bahwa kamu merupakan pelamar yang mereka cari, dikutip dari Indeed.
Struktur Daftar Riwayat Hidup
Setiap hari, HRD bisa menerima puluhan bahkan ratusan daftar riwayat hidup dari pelamar untuk satu lowongan pekerjaan.
Karena itu, kamu perlu membuat daftar riwayat hidup yang menarik agar mudah dikenali di antara pelamar lainnya.
Kamu bisa menyusun daftar riwayat hidupmu dengan struktur berikut ini:
1. Data diri
Bagian pertama dari daftar riwayat hidup yang bisa kamu tulis adalah data pribadi dirimu.
Umumnya bagian ini bisa diisi dengan beberapa poin penting seperti:
- nama
- jenis kelamin
- tempat, tanggal lahir
- usia
- alamat
- nomor telepon
Namun, jika diminta untuk menyertakan data diri lainnya oleh perusahaan, kamu bisa tambahkan pada bagian ini.
Yang perlu kamu perhatikan adalah hindari mencantumkan informasi sensitif dalam CV dan cantumkan data diri yang relevan dengan posisi yang kamu lamar.
2. Riwayat pendidikan
Pada bagian ini, kamu tidak perlu menuliskan seluruh riwayat pendidikanmu dari sekolah dasar.
Kamu hanya perlu mencantumkan satu atau dua jenjang pendidikan terakhir yang sudah kamu tempuh. Urutkan mulai dari pendidikan yang paling baru.
Hal-hal yang penting untuk kamu cantumkan pada bagian ini, disadur dari Indeed, yaitu:
- nama universitas atau institusi pendidikan
- jurusan
- tahun
Melalui bagian ini, HRD dapat menilai latar belakang pendidikan pelamar dan memutuskan apakah pelamar tersebut sesuai dengan kriteria lowongan yang tersedia.
3. Pengalaman organisasi
Selain pengalaman kerja, kamu juga bisa mencantumkan pengalaman organisasi yang relevan dengan posisi yang ingin kamu lamar dalam daftar riwayat hidup.
Bagi fresh graduate yang belum punya pengalaman bekerja, kemampuan yang dimiliki bisa ditonjolkan di bagian ini.
Kamu bisa cantumkan pengalamanmu saat bergabung dalam organisasi, kepanitiaan atau menjadi relawan.
Jangan lupa untuk urutkan tahun pengalaman organisasimu dari yang paling terkini.
4. Pengalaman kerja
Kamu bisa cantumkan pengalaman kerja yang telah kamu miliki meliputi pekerjaan full time, part time, atau magang.
Dengan cara ini, HRD dapat mengecek apakah kamu sudah memiliki pengalaman kerja yang sesuai dengan posisi yang tersedia.
Tuliskan pengalaman kerjamu dengan urutan dari yang terbaru hingga terlama.
Jika kamu adalah fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja, bisa mencantumkan pengalaman magang atau melewati bagian ini.
Nah, kalau kamu memang sedang cari pengalaman kerja, ayo cari lowongannya di aplikasi Glints!
Kamu bisa cari lowongan kerja berdasarkan tipe kontrak kerja, seperti magang, freelance, atau part time.
Klik tombol di bawah ini, ya, untuk download aplikasinya!
5. Keahlian
Bagian ini menjadi tak kalah penting untuk dicantumkan dalam daftar riwayat hidupmu.
Kamu bisa cantumkan soft skill dan hard skill yang kamu miliki dan pastikan kemampuan tersebut sesuai dengan kemampuan yang dicari oleh perusahaan.
Melalui bagian ini, HRD bisa menilai apa saja kelebihan yang kita miliki dan apakah kita kandidat yang mereka cari.
6. Kalimat penutup dan tanda tangan
Setelah kamu menuliskan seluruh informasi penting tentang dirimu, akhiri daftar riwayat hidup dengan kalimat penutup dan tanda tangan.
Walaupun terkesan sederhana, kalimat penutup dan tanda tangan dapat menciptakan kesan kesopanan dan profesionalisme bagi HRD.
Contoh Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan
Kamu bisa menggunakan beberapa contoh daftar riwayat hidup tulis tangan berikut ini sebagai referensi sebelum melamar pekerjaan.
1. Contoh daftar riwayat hidup bahasa Indonesia
2. Contoh daftar riwayat hidup bahasa Inggris
3. Contoh daftar riwayat hidup fresh graduate
Apakah kamu fresh graduate yang sedang cari kerja?
Di aplikasi Glints, kamu dapat menyaring lowongan yang bisa dilamar oleh fresh graduate.
Ini akan memudahkanmu menemukan loker dengan peluang lolos yang lebih tinggi, karena kualifikasinya sesuai dengan yang kamu miliki.
Yuk, segera download aplikasinya!
4. Contoh daftar riwayat hidup tanpa pengalaman
5. Contoh daftar riwayat hidup lulusan SMK
6. Contoh daftar riwayat hidup lulusan SMA
7. Contoh daftar riwayat hidup magang
8. Contoh daftar riwayat hidup berpengalaman kerja
9. Contoh daftar riwayat hidup kerja di PT
10. Contoh daftar riwayat hidup posisi kasir
11. Contoh daftar riwayat hidup posisi operator pabrik
Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup
Menulis daftar riwayat hidup secara menual itu bukan hal yang sulit, kok. Tapi kamu tetap perlu teliti supaya hasilnya rapi dan enak dibaca.
1. Pakai kertas yang tepat
Pertama-tama, siapkan dulu kertas yang mau kamu pakai. Kamu bisa memilih antara kertas HVS polos atau folio bergaris. Pilihlah jenis kertas yang paling sesuai dengan gaya menulismu, ya!
Kertas HVS cocok buat kamu yang percaya diri dengan kerapian tulisan. Karena tidak bergaris, kamu bebas atur sendiri jarak antar baris tulisan.
Kertas folio bergaris adalah pilihan aman buat kamu yang ingin tulisannya lebih rapi. Garis yang ada di kertas ini bisa membantu kamu menjaga kerapihan.
2. Gunakan pulpen tinta hitam
Saat menulis daftar riwayat hidup tulis tangan, sebaiknya kamu menggunakan pulpen dengan tinta berwarna hitam.
Warna hitam lebih mudah dibaca dan memberikan kesan profesional. Perekrut biasanya lebih menyukai tampilan yang rapi dan jelas.
Sebaliknya, banyak orang menganggap tinta merah kurang sopan dan tidak nyaman untuk dibaca.
3. Buat catatan mengenai apa saja yang dimasukkan
Menulis daftar riwayat hidup tulis tangan memang membutuhkan ketelitian ekstra. Jika terjadi kesalahan, kamu mungkin harus menulis ulang dari awal agar hasil akhirnya tetap rapi.
Untuk menghindari hal tersebut, cobalah membuat catatan atau draft sederhana di kertas lain terlebih dahulu.
Tuliskan poin-poin penting yang ingin kamu masukkan, termasuk urutan informasi seperti data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan lainnya.
Ini bisa membantu meminimalisir kesalahan dalam menulis CV sehingga jadi lebih rapi dan waktu pembuatannya juga lebih cepat.
4. Buat bullet points
Sama seperti membuat CV dengan diketik, membuat daftar riwayat hidup tulis tangan juga sebaiknya menggunakan bullet points untuk menjelaskan latar belakangmu.
Hindari membuatnya dalam bentuk narasi karena akan membuat rekruter kelelahan membacanya. Sebaiknya kamu menulis setiap poin secara singkat agar rekruter lebih mudah menangkap informasi penting yang ingin kamu sampaikan.
5. Bedakan format tulisan judul dan isi
Di dalam daftar riwayat hidup akan ada beberapa hal yang kamu masukkan, mulai dari biodata diri, latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan pencapaian.
Akan lebih baik, kalau kamu membuat format yang berbeda antara judul bagian dengan isi nya. Ini membuat HRD dapat menangkap dengan jelas bagian-bagian daftar riwayat hidup kamu sekalipun tulis tangan.
Kamu bisa menggunakan huruf besar semua ketika menulis judul dan huruf kecil sesuai aturan berbahasa Indonesia ketika menulis penjelasannya.
6. Tulis secara berurutan dari yang terbaru
Saat menulis daftar riwayat hidup, baik yang tulis tangan atau ketik, kamu akan memasukkan informasi, seperti latar belakang pendidikan, pencapaian, dan pengalaman kerja.
Untuk ini, sebaiknya kamu menulisnya secara berurutan dimulai dari yang paling baru. Cara ini akan membantu rekruter mendapatkan informasi terbaru dan paling relevan dengan lebih cepat.
7. Perhatikan margin
Meskipun kamu menulis daftar riwayat hidup dengan tangan, tetap penting untuk menjaga margin kertas.
Buat garis bantu tipis menggunakan pensil di sisi kanan dan kiri agar tulisan tidak terlalu mepet ke tepi.
Cara ini akan membantu orang lain membaca tulisanmu dengan lebih mudah.
Membuat garis bantu untuk margin juga membantu agar daftar riwayat hidup tulis tangan jadi lebih rapi.
Kalau kamu menulis di kertas folio bergaris, margin atas dan bawah sudah ada dan tak perlu ditambah lagi. Cukup menetapkan margin kanan dan kiri saja.
Kamu perlu membuat garis bantu margin untuk sekeliling kertas jika menulis di kertas HVS.
Berikan minimal 2,5 cm margin di sekeliling kertas ketika kamu menulis CV dengan tangan.
8. Meminta orang lain membaca CV kamu
Kita yang sudah terbiasa dengan tulisan tangan sendiri tentu dapat memahami dengan jelas apa yang kita tulis. Akan tetapi, belum tentu di mata orang lain.
Supaya mendapatkan penilaian objektif akan CV yang kamu tulis, mintalah beberapa orang untuk melihat daftar riwayat hidup tulis tangan yang kamu buat.
Tanyakan apakah tulisannya sudah cukup jelas dalam sekali lihat atau belum. Kamu bisa meminta pendapat 3-5 orang agar lebih yakin.
Kalau kamu masih kesulitan memahami tulisan setelah membacanya berulang kali, coba perlambat saat menulis. Tulisan yang kamu hasilkan akan menjadi lebih jelas dan mudah dibaca.
9. Baca ulang CV
Setelah kamu memahami seluruh isi tulisan dengan jelas, baca kembali satu kali lagi untuk memastikan semuanya sudah benar. Pastikan tidak ada kesalahan ketik dalam daftar riwayat hidup yang kamu buat.
Kalau sudah lengkap, simpan daftar riwayat hidup tulis tangan itu ke dalam map yang tahan air.
Karena tulisan tangan lebih mudah membuat kertas menjadi lecek, kamu bisa menggunakan map yang kuat dan tahan lipatan. Map seperti ini akan menjaga kertas tetap rapi saat kamu menyerahkannya ke HRD.
Nah, itu dia berbagai hal tentang daftar riwayat hidup tulis tangan, mulai dari pengertian sampai contoh-contohnya.
Kalau kamu sudah selesai menulis riwayat hidup, segera cari lowongan kerja terbaru lewat aplikasi Glints.
Aplikasi ini juga menampilkan informasi gaji dari perusahaan, jadi kamu bisa memilih dan melamar pekerjaan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Jangan lewatkan peluang, download aplikasinya sekarang juga!
Sumber:
